persahabatan dalam cinta

persahabatan dalam cinta
Boy's Talk


__ADS_3

Laila : Elisa !! ada di kost nggak? kak Sharon telat jemput, aku main kesitu ya !!


Elisa : ok

__ADS_1


Tak lama kemudian Laila sampai di kost Elisa. Elisa menceritakan semua pemikirannya pada Laila. "jadi Sam sama Beni sebenarnya naksir kamu, terus mereka gak mau ama kamu karena mereka temenan? ge-er banget sih kamu !!" kata Laila tidak percaya. "nggak ya !!" kata Elisa. "ya nggak lah stupid, si Ben bukannya gosipnya udah punya cewek ya? yang mukanya ancur abis kayak kelindes truk itu." kata Laila. "itu namanya Mery, sepupu bukan pacar !! ini orangnya lagi mau kesini, ntar aku kenalin ya." kata Elisa. "oh jadi ngarep Beni datang ikut nganterin makanya di kost aja bajunya begitu." kata Laila. "ini cuma lagi cobain baju kok.. sama cobain make up baru." kata Elisa. "kutek baru.. pita baru.. pake parfum segala.." kata Laila. "emb.." kata Elisa. "ini laptop abis di apain ya? kok jadi ringan? yang dulu buat numpuk orang aja bisa mati orangnya." kata Laila. "itu tadi jatuh jadi di bawa service sama Beni, terus filenya rusak jadi di buang semua, mungkin gara-gara itu jadi ringan laptopnya." kata Elisa. "jadi menurut kamu laptop ini jadi ringan karena filenya di hapus semua?" kata Laila. "iyalah." kata Elisa. "mungkin bener kata orang kalo kebodohan itu tidak ada batasnya." kata Laila. "eh kok juteknya cuil.. hah? ngomong apa La kamu tadi?" kata Elisa. "ngomong kamu orangnya pinter." kata Laila. Tak lama kemudian Mery datang dengan di antar Beni.


Setelah mengantar Mery, Beni pun pergi ke cafe Sam. "Ben." kata Sam. "hey." kata Beni. "banyak amat yang mesti di tanda tangan, nggak bisa lu aja? kan sama aja." kata Sam. "nggak bisa, mesti 2 owner." kata Alex. "jadi cafenya punya kalian berdua? nice.." kata Beni. "Ben, lu ngomong apa sama Elisa? kok tiba-tiba nanya apa gue suka sama dia?" kata Sam. "hah? nggak ngomong apa-apa !" kata Beni mengelak. "ya ampun ni cewek, di suruh merhatiin aja malah di tanyain langsung ke orangnya." kata Beni dalam hati. "lu masih ngejar Elisa? belum lu tembak juga Sam?" kata Alex. "trus lu ngomong apa? ngomong suka juga nggak sama Elisa." tanya Beni. "gue bilang temenan aja, abis Elisa sukanya sama lu." kata Sam. "hmb.. lu lebih ganteng sih.." kata Alex. "iya.." kata Beni. "kok gak mau ama Elisa? udah punya cewek?" tanya Alex. "gak jelas dia mah.." kata Sam. "masa belum punya cewek? lu kan gantengnya sama kayak gue." kata Alex. "haha.. jadi mau di friendzone aja?" kata Beni. "ya ampun Men ngenes amat lu dua kali friendzone, dulu sama Fiona sekarang sama Elisa.." ejek Alex. "udah.. tinggal bilang, Elisa aku sayang kamu." kata Beni. "terus di jawab Elisa, iya Sam aku juga sayang kamu seperti kakak sendiri." kata Alex. "atau gini.. kapan ya aku punya pacar kayak kamu Elisa?" kata Beni. "terus di jawab, mau aku cariin cewek Sam yang kayak aku." kata Alex. "kenapa nggak sama kamu aja Elisa?" kata Beni. "hah aku? nanti aku nggak punya kakak lagi dong yang baik kayak kamu?" kata Alex. Sam merasa kesal dengan ledekan Beni dan Alex. Sam pun memukul mereka berdua.

__ADS_1


Setelah Beni dan Alex pergi, Sam terus berfikir. Akhirnya Sam memutuskan untuk menanyakannya pada Elisa. Sam pun menelfon Elisa. "hai Sam." kata Elisa. "hai, lagi ngapain ?" tanya Sam. "lagi pakai kutek, kenapa ?" kata Elisa. "aku mau nanya boleh ? tapi jangan marah ya." kata Sam. " boleh Sam, kamu lagi ada masalah ya ?" kata Elisa. "Elisa, tadi aku ketemu temen, dia kenal kamu juga. kamu... kalo lagi ada masalah suka pergi ke bar minum sampai mabuk ?" kata Sam. "apa ?" kata Elisa terkejut. "kamu nggak seperti itu kan ?" kata Sam. "ada orang bilang kayak gitu terus kamu langsung percaya sama dia ? bukan sama aku ?" kata Elisa. "bukan begitu, makanya ini aku mau nanya langsung ke kamu. aku cuma mau tau , apa kamu cewek seperti itu ?" kata Sam. "aku cewek seperti apa ?" kata Elisa. "menurut kamu aku cewek seperti apa ?" lanjut Elisa kecewa. "Elisa..." kata Sam. "kalo ada orang yang ngomong jelek tentang kamu, aku nggak akan percaya, karena aku tau aku seperti apa Sam. tapi ternyata sebaliknya, kamu nggak begitu ya." kata Elisa kecewa. "Elisa... maaf, aku..." kata Sam. "buat apa selama ini temenan kalo kamu nggak percaya sama aku ?" kata Elisa lalu mematikan telfonnya. "apa yang sudah aku lakukan..." kata Sam menyesal.


Sam duduk di depan cafe sambil merenungi kesalahannya. Tak lama kemudian Beni datang. "ngapain di depan sini, trus muka lu kenapa ?" kata Beni. "gue tadi telepon nanyain ke Elisa, trus Elisa marah banget." kata Sam. "udah di bilangin jangan nanya..." kata Beni. "yah, well... Happy Birthday anyway. nih hadiah ulang tahun.. makan, biar lu nggak stress." sambung Beni. "thanks.." kata Sam. "bilang aja lu gak bisa ngabisin sendiri, mau di bantuin." sambung Sam. "udah, nanti juga baikan lagi." kata Beni. "semoga aja deh, Elisa marah banget kayaknya. **** banget dah gue.. stupid.. stupid.. tapi.. beneran nggak sih.. kenapa nggak di jawab aja sih.. tapi nggak mungkin si Alex bohong.." gerutu Sam.

__ADS_1


__ADS_2