
Laila yang melihat Sam berdiri di depan kelasnya, berjalan perlahan mendekatinya. " doooorrr!!" Laila mengejutkan Sam dari belakang. " aaaahhh.." teriak Sam terkejut. " loh Laila, kamu kuliah disini juga?" sambung Sam tersadar. " hahahaha.. iya! ternyata beda kelas, gak ada yang kelasnya sama nih?" kata Laila. Sam terkejut melihat kertas yang ada di tangan Laila. " itu jadwal gua La!" kata Sam. " eh.. ini siapa Sam? kelas mana? kok gua baru liat? anak pindahan?" tanya Laila tanpa henti. " emb..." jawab Beni bingung. " La... disini ada yang namanya Elisa gak?" tanya Sam tiba-tiba. " ha... kalo ada kenapa?" tanya Laila. " gua lagi nyariin dia." jawab Sam. " kamu kenal sama Elisa? " tanya Laila lagi. " emb.. cuma tau-tau aja sih. tau dari temen. pengen mastiin aja, bener gak yang itu orangnya." jawab Sam lagi. "terus kalo iya mau ngapain?" tanya Laila lagi. " ngapain sih kamu tanya-tanya. gua gak harus jelasin ke lu juga kali." jawab Sam dengan ketus. " jangan macem-macem ya!" kata Laila. " macem-macem apaan sih? emang aku ngapain?" tanya Sam bingung. " aku masuk kelas duluan ya.." kata Beni tiba-tiba memecah perdebatan mereka. " eeeh.. aku ikut.. kamu kan baru, jadi pasti belum punya temen ngobrol. sini sama aku aja. nama kamu siapa?" kat Laila. " Beni.." jawab Beni. " aku ikut dong! Elisa ada di dalem kan?" kata Sam. " gak ada. dia lagi makan pecel yang di depan kampus, tau kan?" jawab Laila. " iya tau, tadi pagi aku makan pecel disana , abis itu sakit perut!" kata sam panjang lebar. mereka terdiam sejenak berfikir. lalu, " aaaahhhh..." teriak Sam dan Laila bersamaan dan langsung bergegas ke tempat Elisa.
__ADS_1
" Elisa...." teriak Laila sambil berlari ke arah Elisa dan merebut pecel yang ada di tangannya. " jangan..! jangan di buang makanannya, gak boleh." teriak Elisa. " ini mah bukan makanan, tapi racun. bikin sakit perut." kata Sam. " percuma mas, itu juda udah piring kedua" kata tukang pecel. " terus , kamu gak apa-apa? perutnya sakit gak? " tanya Sam cemas. " enggak" jawab Elisa spontan. Sam pun bingung mendengar jawaban Elisa. " kamu yang nabrak aku tadi kan? bukannya nolongin malah kabur." kata Elisa kesal. " hahahaha.. itu tadi lagi sakit perut, mau ke toilet. abis makan pecel ini." jawab Sam. " sini Elis aku kenalin. Sam, ini Elisa. Elisa, ini sam." Laila memper kenalkan mereka. Elisa bertatapan dengan Laila mengisyaratkan banyak hal. kemudian Elisa memandang Sam. "12×8 berapa Sam?" tanya Elisa dengan maksud tersembunyi. Laila dan Sam terkejut mendengar pertanyaan Elisa. " hah? 46?" jawab Sam asal tebak. " cepat sekali! kamu pintar ya?" tanya Elisa kagum. " siapa dulu dong?" jawab Sam membanggakan diri. "12×8\=96. dua-duanya sama-sama oon nih.." kata tukang pecel tiba-tiba. " padahal saya cuma tamatan SD lo.." sambung tukang pecel. "sapa nanya" kata Elisa sebal. " udah sering ngitung bungkus pecel ya bu?" tanya Sam. " enggak. pake kalkulator." jawab tukang pecel. Sam dan Elisa kesal mendengar jawaban tukang pecel itu.
__ADS_1
" ngapain sih tanya-tanya gituan?" tanya Sam heran. " gak apa-apa, cuma ngetes aja." jawab Elisa sambil memalingkan wajahnya. " tin-tin." terdengar bunyi klakson mobil yang mendekat ke arah mereka. " aku udah di jemput nih! aku pulang dulu ya. bye guys" kata Laila sambil melambai pada Elisa dan Sam. Elisapun membalas lambaian Laila. " Elisa, aku antar pulang ya?" kata Sam. " tapi kost aku deket kok, jalan kaki juga nyampe!" kata Elisa menjelaskan. " ya udah, aku temenin jalan ya!" kata Sam lagi. " haha.. aku kira gak jadi nganterin. BTW udah lama kenal sama Laila?" tanya Elisa. " dulu temen sekelas waktu SMA. kalo kamu?" kata Sam. " dia tetangga aku dulu, dari kecil sampe SMP, trus dia pindah! nih baru ketemu lagi, satu jurusan lagi!" kata Elisa. mereka pun berjalan keluar kampus.
__ADS_1