persahabatan dalam cinta

persahabatan dalam cinta
Siapa Elisa


__ADS_3

Setelah sampai di kost Elisa, "bye Elisa" kata Beni. "bye. Elisa, aku mau pesen makan ya, aku masih laper." kata Sam. "eh nggak jadi." kata Beni. "kenapa nggak jadi ?" kata Sam. "nganterin harus sampai ke tempat tujuan.. dengan selamat." kata Beni. "ini udah nyampe, sana pulang." kata Sam. "iya, tapi lu-nya masih disini, ntar kalo Elisa kenapa-kenapa gue lagi yang salah." kata Beni. "emang gue mau ngapain ?!" kata Sam. Ketika Elisa akan membuka pintu, ada sebuah paket tergantung di gagang pintu. Sam dan Beni saling menatap.

__ADS_1


"ayo masuk, ini kamarnya." kata Sam. "oh ini bukan gudang haha.." kata Beni. Beni dan Sam masuk. "apa-apaan ini kamar berantakan banget, gimana caranya tinggal disini.." kata Beni setelah melihat kamar Elisa yang berantakan. "iya biar gampang kalo nyari barang, tuh udah keliatan semua." kata Elisa. "teori macam apa itu." kata Sam dan Beni serempak. "wah ada roti." kata Sam. "jangan di makan Sam ! itu basi !" kata Elisa. Tiba-tiba Beni melihat kecoa. "aaaaahhh.. kecoa..kecoa.." kata Beni sambil melompat ke atas ranjang Elisa. "gyaaaa..." teriak Sam Elisa yang terkejut dan ikut melompat. "kalian ngapain ikutan kesini ? Sam sana buang kecoanya." kata Beni. "ogah, lu aja sana, kan katanya mau anterin dengan selamat, sana usir !" kata Sam. "ogah.. hii..." kata Beni. Kemudian Elisa mengambil sapu di samping ranjang untuk mengusir kecoa itu. "awas terbang." kata Beni. "awas jatuh." kata Sam. "hus.. hus.. sana.. hus.. hus.. hus..." kata Elisa. "seru sendiri." kata Sam. Kecoa berhasil di usir berkat kerja keras Elisa. Beni melihat paket tadi yang di taruh di atas meja. "itu apa ?" kata Beni. "hmm.." kata Elisa sambil membuka paket itu. Disana berisi sebuah kalung dan selembar memo. Elisa merasa kesal setelah membacanya. Elisa membuang kalung dan memo itu ke tempat sampah. "kalung apaan tuh, kenapa di buang ?!" kata Beni. "mana gue tau, sampe marah-marah gitu." kata Sam. "tanya gih." kata Beni. "ogah, lu aja." kata Sam. "ambil dong, tuh d tong sampah." kata Beni. "nih kalo mau pesen makan ! aku tinggal mandi dulu !" kata Elisa. "i..iya." kata Sam. Elisa pun keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Beni melihat ke luar kamar. "oke aman !" kata Beni. Sam mengambil memo dan kalung yang di buang oleh Elisa, dan memo itu bertuliakan " I MISS YOU ELISA". Sam terkejut ketika membacanya. "hayo lu siapa tuh ?" kata Beni. "gak tau, pacar ?" kata Sam. "bukanlah, mantan kali." kata Beni. "bodo lah, gue mau beli makanan deket sini aja.." kata Sam. Beni di tinggalkan sendirian. Beni mengambil dompet Elisa di sakunya dan di taruh di tumpukan baju Elisa. "kalau tadi pagi dompetnya aku balikin, mungkin kita masih belum baikan sekarang." kata Beni. Beni melihat sekeliling dan melihat beberapa foto Elisa, Laila dan Sam. Dan tanpa sengaja menemukan fotonya juga.

__ADS_1


Tak lama kemudian. "yuk, udah." kata Sam. "udah." kata Beni. "bye Elisa.." kata Sam. "bye kalian." kata Elisa. Beni dan Sam keluar dari kost Elisa. "ngapain sih lu ikut ke kamar Elisa ?!" kata Sam. "lu ngapain ikut nganterin pulang ?! takut ninggalin gue sama Elisa berdua ?" kata Beni. "gue masih kangen sama lu." kata Sam. "pulang sana." kata Beni. "anterin lagi ke hotel plis, mobil gue masih di hotel." kata Sam. Beni dan Sam kembali ke hotel. Beni terkejut melihat mobil Sam. "Kaymen... hello pretty.. ngapain lu masih pake motor butut kalo punya bini cantik begini." kata Beni. "akhir-akhir ini lebih sering tidur di kafe, **** banget dari kafe ke kampus naik mobil. langsung balik apartement nih ?" kata Sam. "gue nginep di hotel, unlimited breakfast." kata Beni. Beni berjalan menuju hotel, Sam mengikuti. "ngapain lu ?" kata Beni. "kartu breakfastnya kan buat dua orang, buat gue aja. besok biar gak mubazir." kata Sam.

__ADS_1


Tengah malam Beni terus memandang foto Elisa dan dirinya yang di taruh di dompetnya, tiba-tiba terdengar bunyi bel. Beni membuka pintu. "hah." kata Beni. "Ben.. kenapa kamu berhenti mencari ku.." kata Serly. "Se..Serly.." kata Beni terbata. "kepalaku sakit." kata Serly. Tiba-tiba Serly terjatuh. "Serly.." teriak Beni. "Ben.. siapa.. Elisa ?" kata Serly.

__ADS_1


__ADS_2