
Saat ini Jihan sedang berjalan-jalan di pantai sendirian, ya sendiri karena hari ini bukan hari libur jadi kedua kakaknya yang selalu menjaganya dengan sangat protektif tidak bisa menemani Jihan pergi menikmati suasana liburan.
"Mau ngajak temen nongki mereka lagi pada sibuk kuliah, kalau malam enaknnya tidur di rumah tapi malah ngajak mainnya malam. Iya bener, bisa motoran lagi kayak dulu tapi aku sekarang lagi suka rebahan. Masa sesekalinya pulang malah sibut kebut-kebutan mending aku turu di rumah." dumel Jihan saat sebelumnya mengajak teman-teman geng motornya main tapi mereka pada sibuk kuliah dan ada juga yang kerja.
Dari kejauhan Jihan melihat pertengkaran seorang kekasih, tapi yang mirisnya disini sang perempuan seperti tidak tahu malu bahkan sang laki-laki sudah sangat risih.
"Bella tolong jangan seperti ini! Saya bekerja dan saya tidak punya banyak waktu untuk meladeni semua kegilaanmu ini!" teriak pria itu akhirnya lepas kendali juga.
"Mas Arya! Aku ngak mau kita terus-terusan begini! Setidaknya mari kita rujuk agar aku tidak lagi mengganggu hidupmu. Apa Mas tidak berpikir apa kata orang jika aku terus-terusan seperti ini mengejarmu Mas?" tanya Bella keras antara kesal dan juga memohon pengibaan.
"Bella kamu itu cantik dan pintar, kamu bisa bekerja dengan posisi yang bagus dan kamu juga punya banyak teman sehingga pasti akan mempermudah kamu dalam mendapatkan pekerjaan. Jadi tolong jangan seperti ini! Kita sudah selesai, jadi tolong jangan lagi saling mencampuri." kata Arya mengatakan dengan baik-baik.
__ADS_1
"Mas kamu jangan membohongi perasaan kamu sendiri! Kamu masih mencintai akukan Mas? Karena itu juga kamu belum menikah setelah 1 tahun perceraian kita? Apa salahnya kamu memaafkan kesalahanku yang mempermainkan pernikahan kita waktu itu. sekarang kita bisa saling memperbaiki dan berjalan beriringan. Sekarang aku menyadari jika tidak ada pria yang lebih baik dari pada kamu Mas." kata Bella ngotot yang membuat Jihan yang mendengarnya menjadi mual.
"Sepertinya aku memang tidak seharusnya merhasiakan ini darimu lagi. Aku akan menikah dalam waktu dekat Bella jadi aku sama sekali tidak ada keinginan untuk berbalikan denganmu, pernikahan kita hanya masa lalu dan tidak akan pernah menjadi masa depan." kata Arya tegas.
"Hahahahaha, Mas Arya jangan bercanda! Aku tahu pasti jika kamu hanya ingin membohongiku karena tidak lagi sanggup menolakku bukan? Kau luluh padakukan Mas? Jika memang Mas ingin rujuk denganku sebaiknya kita segera cari penghulu untuk menikahkan kita Mas," kata Bella semakin semangat.
"Jihan!" teriak Arya berhasil membuat Jihan yang tengah meminum es bobanya terperanjat bahkan hampir menjatuhkan es boba yang baru saja dibelinya.
Arya berjalan mantap ke arah Jihan dan menggengam tangan Jihan tanpa tanya terlebih dahulu hingga membuat gadis itu melongo tanpa sempat protes.
"Jihan, Mahasiswi semester akhir yang tengah menjalani perkuliahannya di Negara tetangga tepatnya USA. Kami akan menikah dalam waktu dekat, jadi tolong jangan lagi membuat perkara menyebalkan dengan mengatakan jika aku gagal move on darimu!" kata Arya kesal pada Bella.
__ADS_1
"Mas kamu bercanda?" tanya Bella pada Arya.
"Untuk apa aku bercanda? Aku benarkan Sayang? Kita akan segera menikah? bahakan Mas mu Dennis sudah menetapkan tanggalnya untuk kita bukan?' tanya Arya memasang senyuman memabukkannya yang sempat membuat Jihan sedikit sesak karena kesulitan bernafas.
"Kenapa saat dilihat dari dekat ganteng banget kayak gini? Perawakannya mirip dengan para gege China, ah kalau gini mana sanggup nolak apalagi dia kenal dengan Mas Dennis." kata Jihan dalam hati.
"Iya... Mbak tolong jangan ganggu lagi calon Suami saya! Mbak ngak malu ngejar mantan terus bahkan sampai mengemis cinta begini? Saya ngak suka ya kalau Mbak mencoba menggoda calon Suami saya sebegininya atau nanti Mbak akan menerima akibatnya." kata Jihan dengan raut wajah meyakinkan.
"Ayo Mas, aku tu capek nungguin kamu berantem sama Mantan kamu dari tadi. Kayak ngak ada ujungnya!" kata Jihan yang menarik tangan Arya dari sana.
"Ya Allah, untung ngak salah orang. Ternyata beneran Jihan, tapi kenapa dia ada di Indonesia? Bukannya masih di USA terakhir Dennis bilang?" tanya Arya dari dalam hatinya.
__ADS_1