Pesona Duta (Duda Tanpa Anak)

Pesona Duta (Duda Tanpa Anak)
Buka Bisnis Bareng


__ADS_3

Arya semakin tidak tersentuh, Pria tampan itu benar-benar kehilangan senyumnya. Pernikahannya dengan Bella sudah resmi berpisah dua bulan yang lalu. Sekarang statusnya sudah resmi menjadi duda tanpa anak, meski begitu Arya benar-benar menikmati harinya dangan mengisinya penuh kesibukan tanpa jeda.


Seperti malam ini, Arya baru saja pulang dari kantornya jam 18.00 waktu setempat tapi pria tampan itu langsung mengerjakan pekerjaan barunya yang freelance dan bisa dikerjakan dimana saja. Ya Arya memikirkan bahwa dia harus bisa berubah, dia harus bisa membahagiakan dirinya dulu dan  hidup dengan layak.


Saat ini Arya tengah bekerja secara bebas untuk orang-orang yang membayarnya. Ya Arya sebagai lulusan ilmu komputer tentu saja punya banyak pengetahuan yang sudah lama dia pendam karena semua impiannya sudah dikubur dengan rapi bersama jasad sang Ibunda yang berpulang kala itu.


Jari jemari Arya menari dengan lincah di keyboard laptopnya untuk mengerjakan apa yang diminta oleh Cliennya. Arya merasa jika dia harus memiliki banyak penghasilan tambahan agar bisa terlepas kemiskinan. Sebelumnya Arya sudah bisa berdamai dengan keadaan. Namun, tidak kali ini.


Waktu berjalan lebih cepat, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Arya memilih menutup laptopnya dan memasang alarm untuk bisa terbangun disepertiga malam dan mengadukan setiap kegelisaahannya pada sang pemilik kehidupan.


"Ayo sekarang tidur dulu Arya, besok semuanya dilanjut lagi." kata Arya yang menguap karena mengantuk.


Pagi-pagi Arya sudah pulang dari Masjid dan saat ini tengah memasak untuk sarapannya pagi ini. Tidak ada kecanggungan sedikitpun bagi Arya untuk memasak dipagi hari, meski punya Istri nyatanya yang memasak pagi-pagi bukanlah Bella melainkan Arya.


Setelah sarapan Arya kembali mengayuh sepeda bututnya ke kantor. Setibanya di kantor Arya disambut meriah oleh para karyawan dan team atasannya begitu tiba dikubikel tempat dia bekerja.


"Selamat Arya sekarang kamu dipromosikan. Kamu terpilih menjadi Manager executive pemasaran kita. Jadi kamu tidak boleh lagi menggunakan sepeda bututmu itu tapi kamu diberikan fasilitas mobil kantor dan juga rumah kantor," kata sang Atasan Pak Joni.


"Ini beneran Pak?" tanya Arya pada sang Atasan.


Bukan tanpa alasa Arya bertanya begitu tapi berpedoman pada pengalamannya yang bekerja sudah enam tahun bekerja tapi tidak kunjung naik jabatan.

__ADS_1


"Ini serius Arya, akhirnya dedikasi kamu selam enam tahun bekerja di perusahaan dilihat juga oleh CEO kita. Jadi sekarang kamu harus semakin giat dalam bekerja. Nanti kamu akan dipanggil oleh CEO ataupun wakil dari CEO kita jadi jangan mempermalukan team pemasaran. Tunjukan kalau kamu layak dan kamu adalah yang terbaik." kata Pak Joni yang diangguki oleh Arya dengan senyuman sumringah.


Setelah itu semuanya kembali pada kesibukan masing-masing, kecuali Julian yang mendekat ke arah Arya. Julian membawa kotak kecil seperti bingkisan dan terhias rapi.


"Calon Bos, jangan dilihat dari harga dan bentuk bingkisannya ya. Tapi jujur saja gue seneng setelah cerai dari itu Medusa lu bisa bangkit melesat seperti sekarang. Lu punya inisiatif tinggi dan kreativitas yang sepertinya sudah lama terpendam. So you deserve it Brother!" kata Julian pada Arya yang ditanggapi dengan semangat oleh Arya.


"Thank ya Julian, lu juga orang yang pekerja keras dan do'a terbaik untuk Lu kembali Brother. Makasih juga meski gue udah jadi duda lu tetap jadi teman terbaik gue." kata Arya pada Julian yang ditanggapi dengan semangat oleh  Julian.


"Duda ataupun Bujangan itu hanya status lantas mengapa harus terlalu diperhitungkan, lagi pula disini bukan elu yang salah tapi si Medusa yang ganjen apa mau dikata. Dia lebih memilih Pak Suharyo yang perut buncit tapi punya jabatan tinggi. Walau kata laki orang asal berduit tetap dia embat. Heran gue padahal Isabella itu cantik." kata Julian dengan sinis.


"Udah jangan ghibah pagi-pagi entar pahala gue dan Elu yang ngak seberapa malah terbang semua ke dia. Rugi bandar Brother!" kata Arya yang membuat Julian langsung beristigfar.


Jika sebelumnya Arya akan tinggal di gubuk reot milik mendiang kedua orang tuanya maka berbeda dengan hari ini. Pria tampan itu mendapat Rumah dan Mobil dari perusahaan tempatnya bekerja, awalnya Arya mengira hanya ditempati selama bekerja namun ternyata salah. Saat Arya memasuki rungan CEO dia langsung diberikan sertivikat mobil dan juga rumah semua atas namanya pribadi.


Waktu cepat berlalu, hari ini Arya lembur hingga pukul 10 malam, tentunya tidak sendiri ada beberapa staf yang lain yang juga ikut lembur bersama dengan dirinya termasuk Julian.


"Guys gue mau traktir kalian semua minuman tapi ini udah jam 10 malem. Pengen minum apa? Biar gue langsung pesen," tanya Arya pada rekan-rekan seperjuangan cuan yang masuh mangkal di Kantor disaat Mbak Kunti sudah mulai bertugas.


"Boba aja Pak Bos. Manis dan dingin cocok banget untuk menemani kerja sebelum tidur begini," kata salah satu rekannya.


"Teh hangat aja deh," salah satu yang lainnya lagi.

__ADS_1


"Kalau boleh request makanan maunya martabak manis." kata yang lainnya.


Dan masih banyak lagi yang request ini dan itu. Setelah memesan makanan mereka melanjutkan pekerjaan lembur mereka. Semuanya terfokus pada laptop masing-masing.


Tidak terasa waktu berlalu dan 45 menit sudah lewat. Pesanan Arya sudah tiba saat ini mereka makan bersama dan meninggalkan semua kesibukan mereka.


"Guys ini sudah sangat larut, setelah makan kita akan langsung pulang saja. Besok akan kita lanjutkan lagi, siapa yang tidak punya kenderaan bisa pulang dengan Saya dan Julian!" kata Arya yang diangguki semangat oleh yang lain.


"Pak, jika tidak selesai hari ini bagaimana kita menyelesaikan tepat waktu?" tanya salah seorang teamnya.


"Kita pasti akan menyelesaiakannya tepat waktu. Tapi kita juga harus sehat bukan? Jika kurang tidur yang ada semuanya malah berantakan, jadi mari kita urutkan segala sesuatunya sesuai dengan kepentingan masing-masing." kata Arya yang diangguki oleh semuanya.


Setelah mengantarkan semua teamnya kini Arya dan Julian perjalanan ke rumah baru Arya. Ya sejak naik jabatan dan tinggal di rumah yang besar, Arya mengajak Julian tinggal bersamanya karena tidak ingin terlalu sepi sendirian.


"Ar, lu dapat rumah ini ada syarat-syarat tertentu ngak dari Pak Bos Besar?" tanya Julian


"Ngak juga, kata beliau ini untuk menghargai kerja keras gue selama 6 tahun bekerja. Setelah diingat lagi memang sistem perusahaan kita kayak gitukan? Banyak diantara aku dan juga para senior kita sudah diberikan rumah dan mobil karena kinerja mereka dan juga ketahanan mereka bekerja di perusahan ini." kata Arya yang membuat Julian menghela nafas panjang.


"Kapan ya gue bisa dapat juga? Gue udah kepengen nikah dan juga Ibu dan Ayah sudah tua tidak mungkin selamanya di kampung. Kalau gue nikah cepat takutnya gaji gue yang ngak seberapa ini malah ngak bisa gue kirim ke orang tua gue dikampung," lirih Julian saat perjalanan mereka pulang.


Arya menghela nafas panjang  dia tahu banget seberapa Julian sangat menyayangi Ayah dan Ibunya di kampung. Hingga Arya ingat jika dia tengah merintis bisnis kecil-kecillan namun jika dikerjakan berdua pastinya omsetnya akan lebih besar bukan?

__ADS_1


"Gimana kalau kita buka bisnis bareng diluar jam kerja?" tanya Arya pada Julian.


"Buka bisnis bareng?" tanya Julian yang membuat Arya menganggukkan kepalanya.


__ADS_2