
"Oke, kita bisa saja buka bisnis bareng terlebih kita juga berasal dari pemasaran. Tapi apakah sudah terpikir untuk bisnis apa?" tanya Julian pada Arya dengan kening mengkerut.
"Sudah jangan dipikirkan malam ini semua. Sisakan untuk hari besok, oh iya btw kita harus segera terlelap dan besok harus bangun pagi untuk mengerjakan tahajud." kata Arya yang diiyakan oleh Julian.
Setelahnya keduanya masuk ke kamar masing-masing. Sebelum Arya terlelap dia berwudhu dulu dan melaksanakan sholat witir dan membaca al-qur'an walau tidak banyak. Bagi Arya dia ingin mengerjakan awal harinya dengan membaca al-qur'an dan juga mengakhirinya dengan membaca al-Qur'an.
"Ibu dan Ayah aku rindu." kata Arya menatap ke arah figura yang terletak disamping kasurnya. Dimana disana ada foto sang Ibunda dan Ayahanda yang telah berpulang meninggalkan Arya di dunia yang kejam ini.
Sementara itu dilain tempat Isabella tengah menegak cairan merah yang memabukkan ditempat penuh kebisingan. Ya wanita yang sudah berstatus Janda itu sekarang tengah berada di club malam menikmati minuman yang memabukkan itu untuk menghilangkan strees yang dia rasakan.
"Arya sialan! Kenapa lu harus naik jabatan setelah berpisah dari gue! Kalau lu sekaya sekarang ngak mungkin gue meninggalkan lu Bego!" umpat wanita cantik itu yang makin frustasi saat melihat Arya menaiki mobil Pajero Sport.
"Sial! Sial! Kenapa gue apes banget malah ngelepasin Pajero demi Brio yang ngak seberapa!" lagi Bella mengucapkan kekesalan hatinya.
"Bahkan begoknya gue mau aja jadi simpanan si bandod tua yang buncit dan bau tanah itu! Sial!" lagi Bella berteriak.
"Tapi kayaknya gue masih bisa mendapatkan Arya. Ya dia pasti masih sangat mencintai Gue! Pokoknya mulai besok gue harus cari cara gimana caranya dia benra-benar kembali kepangkuan gue! Arya lu memang hanya ditakdirkan untuk gue!" kata Bella dengan senyuman misteriusnya dengan penuh rencana jahat.
Pagi datang terasa cepat saat ini Arya dan Julian tengah bekerja sama memasak sarapan dan bekal untuk keduanya bawa ke kantor.
__ADS_1
"Ar, gue seneng banget sejak lu naik jabatan. Banyak untungnya di gue! Gue ngak perlu ngekos lagi dan uang yang biasanya buat Kos dan bayar ojol sekarang bisa gue tabung." kata Julian yan membuat Arya tersenyum.
"Alhamdulillah, kita udah kenal lama sudah seharusnya kita saling membantu. Bagi gue lu itu udah kayak saudara kali Julian. Jadi lu ngak perlu sungkan kalau ada apapun cerita," kata Arya yang tengah membuat teh hangat untuk keduanya.
"Makasih banget ya." kata Julian dan Arya hanya menganggukkan kepalanya.
Suasana pagi yang cerah menemani perjalanan kedua sahabat baik itu untuk berangkat kerja ketempat mereka mencari rezeki selama hampir 7 tahun terakhir. Setelah dibasement Arya memarkirkan mobilnya Arya dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tiak dia harapkan, tapi wajar karena memang mereka sekantor.
"Pagi Mas Arya." sapa Bella dengan ceria.
Arya hanya tersenyum tipis dan mengangguk singkat tanpa menunda kepergiannya.
Arya langsung melepaskan genggaman tangan Bella di pergelangan tangannya dan berbalik menatap Bella dengan tatapan datarnya sebelum memulai perkataannya.
"Kamu ngak usah repot-repot Mbak Bella, saya sudah menyiapkan makanan untuk diri saya sendiri. Satu lagi jangan pegang-pegang tangan saya, karena kita tidak halal untuk bersentuhan." kata Arya singkat dan meningglakan Bella yang termangu.
"Dadah Mbak Mantan!" kata Julian yang berlari mengejar sang Sahabat yang berlalu lebih dulu.
"Sial!" kata Bella menghempaskan tangannya kesal.
__ADS_1
"Lu ngak akan bisa lepas dari gue, Arya. Gue pastiin kalau kita pasti bakal rujuk lagi." kata Bella nekat.
Setibanya dikubekel tempatnya bekerja muka Bella ditekuk terlihat kusut seperti pakaian belum disetrika.
"Kenapa lu? Kok kelihatan kacau banget?" tanya Inge yang memang duduk disamping Bella.
"Gue kesal sama Arya! Sok ganteng banget itu Laki! Masa dia nolak makanan yang gue siapin buat dia? Padahal gue udah capek buat siapin dia makanan? Lu kira enak apa ngantri pagi-pagi ditempat sarapan paling ternama mana harganya juga ngak kira-kira. Gue mau buang sayang duitnya." kata Bella yang membuat Inge tertawa.
"Loh kok Lo malah tertawa sih? Teman lagi kesusahan juga! Harusnya itu Lu dukung gue supaya bisa balikan sama Mantan gue yang udah kaya raya sekarang walaupun masih bekerja sebagai jongos tapi setidaknya dia jongos yang udah agak elit ketimbang gue." kata Bella kesal.
"Bella... Bella, lu tu harusnya sadar. Lu udah melangkah terlalu jauh. Pertama demi gengsi lu udah nurutin tantangan Fiya dan bercerai setelah tiga bulan menikah, untung aja Mas Arya ngak buka suara penyebab kalian berdua bercerai. Coba lu bayangin kalau dia buka suara? Yang ada lu dipecat dari pekerjaan Lu, belum lagi kerjaan ku belakangan ini jadi simpanan om-om. Arya tahu semuanya, dia juga ngak buta saat lu diantar sama itu bando tua." kata Inge yang membuat Bella menelan ludahnya kasar.
"Trus gue harus gimana supaya bisa dapatin Mas Arya lagi? Gue udah ngak mau sama itu aki-aki lagi. Takut gue ketahuan sama Bininya." kata Bella yang lagi-lagi membuat Inge tertawa.
"Huft, Bella... Emang apa sih yang lu cari dengan jadi simpanan dan bertingkah layaknya begini. Kalau lu kerja keras tanpa laki-laki juga kehidupan lu akan baik-baik saja. Jangan lu ikutin semua gaya Amanda and the geng. Lu tahukan gue udah lama ikut mereka tapi cuma sebagai teman ngobrol aja ngab! Ngak pernah gue terambisi buat punya apa yang dia punya. Bukan gue ngak mau, gue juga pengen punya semua yang Amanda dan teman-temannya punya, cuma gue juga harus ingat kalau gue ngak boleh lakuin segala cara buat hal yang nantinya kan ngerugiin diri sendiri. Kalau selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain ngak akan ada habisnya. Yang ada capek sendiri, udah ya gue mau dhuha dulu." kata Inge.
Inge sebenarnya sangat dekat dengan Amanda karena mereka teman sejak SMA, tapi meski begitu Inge tidak pernah mengiyakan apapun tantangan Amanda untuknya. Karena bagi Inge dia harus menjaga dirinya sebaik mungkin terlebih sang Mama dan Papa sekarang adalah tanggung jawabnya. Jadi dia ngak bisa lengah apalagi foya-foya walaupun gajinya lumayan besar.
Sementara itu Arya tengah sibuk dengan laptopnya, menurut kabar yang baru dia terima dari Pak Joni kalau lusa dia akan bertugas Bandung untuk beberapa urusan. Meski dia baru dalam bidang ini dia tidak akan bersembunyi dibalik kata tidak tahu. Bagi Arya kalau dia selalu berdalih tidak tahu, tidak bisa dan teman-temannya, mau sampai kapan berdalih? Jadi lebih baik bilang bisa dan berjalan sambiil belajar.
__ADS_1