
Tidak terasa suda satu tahun sang Ayah berpulang dan Jihan benar-benar menorehkan prestasi pada pendidikannya. Pagi ini dia akan bertolak ke USA untuk mengikuti proram pertukaran Mahasiswi selama satu semester. Semua biaya ditanggung oleh Kampus dan karena program ini juga nilai-nilai Jihan yang bobrok terpaksa diperbaiki dengan berat hati oleh pihak kampus.
"Nak, kamu hati-hati disana, jika memang ada kendala kamu harus segera menghubungi Mama, Abang ataupun Mas kamu. Ingat jangan semuanya dipendam sendiri ya Nak." kata Mama pada Jihan dan Jihan hanya mengangguk sambil tersenyum.
Tidak lama setelahnya panggilan pesawat yang akan membawa Jihan terbang ke Negara orang mengumandang.
"Ma, Abang, Mas. Aku harus berangkat sekarang. Mas, Abang, aku titip Mama." kata Jihan yang membuat sang Mama berkaca-kaca.
"Dasar anak bandel, bagaimana mungkin kamu menitipkan Mama pada kedua saudara kamu. Kamu harus sehat dan melakukan yang terbaik disana. Ingat untuk segera pulang begitu urusan kamu selesai." kata Mama dan Jihan hanya menganggukkan kepalanya.
Sementara dilain tempat, satu tahun sudah berlalu sejak dia menyandang status duda. Dia masih bekerja diperusahaan itu dengan jabatan sebagai Direktur kepala cabang. Ya Arya benar-benar mendedikasikan hari dan waktunya untuk pekerjaannya. Dia hanya berharap dengan begitu dia tidak ada waktu untuk memikirkan calon istri.
Julian sudah menikah dengan Inge dua minggu yang lalu. Kedua orang tua Julian juga akhirnya memilih menetap dikota agar bisa dekat dengan sang Putra semata wayang. Julian juga tetap bekerja sambil bisnis sehingga sekarang dia bisa menyewa rumah yang lumayan besar untuk dia tinggali bersama sang Istri dan kedua orang tuanya.
Meski sudah tidak bekerja ditempat yang sama tapi komunikasi antara Julian dan Arya masih terjalin rapi dan keduanya masihlah sahabat baik.
Mengenai Isabella? Tentu saja masih berusaha masuk ke kehidupan Arya, bahkan wanita itu rela ikut pindah kota demi bisa bersama sang Calon ATM berjalannya yang entah kapan bisa terwujud.
Malam sunyi menemani Arya dibalkon kamarnya seraya menyeruput teh hangat miliknya. Dia memandang jauh ke depan. Tanpa keluarga dan tanpa Istri dia merasa hidupnya sangat sepi dan sunyi. Namun Arya tidak ingin salah melangkah lagi. Karena itu dia mengambil jeda yang lama untuk menduda, perkara jodoh biar Allah saja yang mengaturnya. Arya terlalu lelah memikirkannya, Arya hanya bisa mengadukannya diatas sejadahnya agar bisa dipertemukan dengan wanita yang tepat.
__ADS_1
Besok pagi adalah hari sabtu dan Arya tidak masuk kerja rencananya dia akan pergi ngegym untuk membakar lemak walau tubuhnya sudah cukup kekar tapi Arya merasa sangat banyak makan dalam seminggu ini dan badannya rasanya berat.
Pagi datang terasa cepat bagi Duda kesepian seperti Arya. Tidak ada anak yang harus diurus dan juga tidak ada sahabat yang menemani seperti biasa. Pagi ini Arya meminum susu putih hangat untuk mengisi energinya, sambil sesekali dia melihat bisnis yang sudah satu tahun ini berkembang pesat.
Ya Arya membuka bisnis Pakaian dan makanan. Awalnya hanya bisnis pakaian dan itupun secara online, tapi setelah punya cukup modal Arya membuka gerai pakaian di toko dan juga membuat rumah makan khas masakan padang.
Ya Arya pecinta masakan padang, bukan tanpa alasan itu semua terjadi. Arya dulu semasa kuliah harus LDR dengan kedua orang tuanya karena berkuliah di Universitas Andalas di Padang. Tentu saja empat tahun kuliah dipadang Arya sangat hafal khas masakan minang yang penuh cita rasa.
Mengenai Julian dia sendiri memilih menjadi konten kreator ketimbang berbisnis. Katanya ngak mau mengeluarkan uang untuk bisnis maunya uang yang datang menghapiri bukan lempar uang untuk mendapat uang yang lebiih banyak lagi dan Arya menghormati keinginan sang Sahabat.
Setelah selesai melihat laporan tokonya, Arya berjalan memasuki mobilnya. Tubuh Arya tampak tampan menawan memakai training hitam dan baju kaus putih pres dibadan.
"Pagi Dokter! Makin cerah saja, bagaimana kabaranya?" tanya Arya pada si Dokter muda.
"Ya harus tetap memiliki raut cerah atau Sweetyku akan mengatakan aku bertambah jelek setelah dia pergi sekolah jauh. Rasanya aku ingin dia konsisten dengan kemalasannya, kalau kayak ginikan aku yang repot kalau kangen." kata Si Dokter tampan.
"Apakah Sweetymu susah ditelepon?" tanya Arya sedikit bergidik menahan tawa.
"Sepertinya begitu. Jika aku sering menelponnya maka dia akan meneriakiku begini 'Mas! Aku mau belajar tolong jangan menelponku terus! Segeralah menikah agar kau tidak kesepian!' You know suddently i feel sad. Oh my Girl!" kata si Dokter tampan.
__ADS_1
"Oh Bung! Siapapun yang mendengar ceritamu ini tidak akan percaya jika Sweetymu adalah Adikmu yang tengah kuliah di USA dan baru berusia 20 tahun. Pasti senang sekali punya saudara ya?" tanya Arya.
"Sangat-sangat menyenangkan, aku punya seorang Abang yang sangat bijak dan semakin bersikap dewasa setelah Papa tiada. Dia sangat mengayomi aku dan Jihan. Kau tahu, dia adalah orang yang pertama ditelepon Jihan jika dia merasa sedih dan Aku adalah orang pertama Jihan telepon ketika sedang bahagia...." kata Dokter muda itu menyendu.
"Saat aku tanya mengapa dia begitu kau tahu apa alasannya?" tanya Dokter muda itu.
"Katanya hatiku terlalu lembut dan aku mudah khawatir dan dia tidak ingin aku khawatir akan dirinya. Adikku yang manis." kata Dokter muda itu.
"Apa kau tidak berpikir melepas masa lajangmu? Aku rasa usia kita ini sudah seharusya berumah tangga. Sudah seharusnya memiliki tempat berbagi pada pasangan hidup." kata Arya pada teman barunya itu.
"Hmmm, sempat beberapa kali hampir menikah tapi dia tidak bisa menerima kedekatanku dengan Sweety dan juga aku yang sangat-sangat Anak Mama. Jadi ya sudah aku tidak jadi, bagaimanapun keluargaku nomer satu, menikah bukan hanya tentang aku dan dia tapi tentang kedua keluarga. Bukan juga hanya keluarganya." kata Dokter tampan itu yang diiyakan oleh Arya.
" Lalu bagaimana dengan dirimu? Kapan niatnya untuk melepas masa lajangmu? Apakah ada niat untuk menikah dalam waktu dekat?" tanya Dokter itu lagi.
"Entahlah, kapan Allah kasih yang terbaik saja. Aku tidak ingin mencari dulu, menikah tiga bulan dan harus berakhir diperceraian cukup membuat aku tidak ingin terburu-buru." kata Arya pada Dokter muda itu.
"Bagaimana jika kamu mencoba menjalin hubungan dengan Sweetyku? Dia gadis yang manis dan mandiri?" tanya Dokter muda itu.
Arya hanya tersenyum tidak menolak juga tidak mengiyakan, jika hubungan persahabatan mereka berjalan dengan awet pastilah akan ada masa dia berjumpa Jihan yaitu Adik dari sang Sahabat barunya.
__ADS_1