
"What? Cinderello? Cinderello kepalamu! Masa aku yang tampan menawan begini kalian bilang Cinderello? Dasar sudah tidak waras! Harusnya aku yang gila karena menikah tiga bulan sudah dimintai talak sama Istri lah ini malah Istri gue dan temen-temennya yang gila! Ngaca Mbak! Ngaca! Kalau mulut ngak pernah difilter kaya ember pecah nanti ngak dapat Suami baru tahu rasa! Dasar wanita jadi-jadian!" teriak Arya pada semua perempuan itu, meski begitu tidak menghentikan tawa para perempuan sialan yang mengatakan jika dirinya Cinderello.
Eit! Bukan begitu sebenarnya apa yang dikatakan oleh Arya hanya terucap dalam hati saja tidak ada yang sampai terucap keluar dari mulutnya. Hanya hatinya yang panas, tapi tidak dengan mulutnya. Setelah selesai memarkirkan sepedanya Arya lewat dengan wajah datarnya dihadapan semua teman Issabella bahkan sama sekali tidak menyapa wanita yang masih sah sebagai Istrinya.
"Mas jangan lupa surat cerai kita segera kamu urus! Jangan sampai kamu harus menanggung malu kembali karena aku akan membuat onar didepan rumahmu saat meminta surat cerai. Aku tidak akan malu-malu dan memikirkan hubungan kita yang sempat terjalin 3 bulan lamanya. Karena bagiku tiga bulan bersamamu sama sekali tidak ada artinya!" kata Bella yang kembali menjadi bahan tertawaan teman-temannya.
"Kau memang pintar membuat pilihan Bella! Aku sangka kau akan terperangkap dengan si tampan nan miskin ini. Kita harus realistis Bella, bagaimanapun sebagai wanita memiliki kebutuhan yang banyak dan tidak akan bisa diatasi dengan gaji Cinderello yang sangat-sangat kecil!" kata salah satu teman Bella.
Arya menarik nafas dalam, dia sengaja mendengarkan semua cercaan dari para sahabat dari Bella terutama dari Bella sendiri. Meski begitu, Arya sama sekali tidak naik pitam. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia harus bangkit dari keterpurukan ini.. Ini bukan salahnya, bukan juga salah jodohnya. hanya saja dia bertemu dengan wanita yang salah karena itulah pernikahannya harus kandas secepat ini. Kuncinya hanya satu sabar dan terima keadaan.
"Kau tenang saja! Aku pasti akan urus surat perceraian kita secepat yang aku bisa." kata Arya datar dan langsung meninggalkan tempat itu karena dia tidak ingin datang terlambat.
Setelah Arya pergi teman-teman Isabella sempat termenung karena ketenangan yang Arya tunjukan jauh berbeda dengan video yang terekam tadi malam dan dikirimkan ke mereka oleh Bella.
"Bell, kok bisa ya Arya setenang itu? Padahal tadi malam dia nangis-nangis dan mohon-mohon agra ngak cerai sama kamu walaupun kamu sudah sangat kasar dan mengatakan kata-kata yang pedas padanya?" tanya salah satu diantara wanita-wanita sok cantik di kantor itu.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan dia pura-pura tegas saja dihadapan kita agar kita tidak menjatuhkan dia lebih jauh lagi?" tanya salah satu dari mereka.
"Sudahlah jangan dipikir lagi, ayo kita masuk kerja nanti kita bisa terlambat. Bahaya karena biasanya Bos suka melakukan pemeriksaan mendadak." kata salah satu temannya Bella.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Yang harus kalian pikirkan adalah mobil yang dijanjikan sebagai taruhan aku menikahi Arya dan bisa cerai dalam tiga bulan pernikahan." kata Bella menangih teman-temannya dengan senyuman sumringah dihadapan teman-temannya.
"Lu ngak ngerasa sedih karena cerai dari Arya? Bagaimanapun selama tiga bulan mneikah bukan tidak mungkin lu melibatkan perasaan didalamnya bukan?" tanya Inge salah satu temannya.
"Bohong kalau gue ngak suka natep wajah dia yang gantengnya memabukkan. Tapi tampan aja ngak cukup Bestie! Aku butuh duit dan standar hidup yang bagus. Jadi lebih baik diakhiri dari pada semakin jauh dan aku tidak lagi mampu kembali." kata Bella.
"Arya, itu wajah kenapa datar amat sih? Kemaren-kemaren sejak nikah lu perasaan makin ramah. Kenapa sekarang kayak jam dinding habis batrei? Raut wajah lu stuck ditempat, ada masalah?" tanya Julian pada Arya yang hanya dijawab dengan gelengan saja.
"Tidak ada masalah, sudah ayo bekerja. Aku tidak ingin kamu libur tapi ngak ada yang nemenin karena aku mau pulang cepat." kata Arya yang membuat Julian menatap menggoda pada sang sahabat.
"Cie yang udah nikah bener-bener ngak setia kawan lu ya Arr! Masa lu mau pulang cepat kalau gue ada lembur? Seharusnya lu temani gue dong! Ah ngak seru nih! Tapi ngak papa, lu mau cepat pulang biar bisa ketemu dengan Yayang Bella ya? Baiklah aku mengerti namanya juga pengantin baru ya kan?" tanya Julian menaik-turunkan alisnya yang diabaikan saja oleh Arya.
__ADS_1
Jam sibuk berlalu dengan cepat, jika biasanya Arya akan makan dulu sebelum sholat dan memilih makan dikantin maka kali ini berbeda. Pria itu memilih ke Masjid kantor lebih awal dan sendirian.
"Julian, tolong belikan makanan buatku dan minuman dingin satu ya. Aku mau sholat saja lebih dulu." kata Arya yang diiyakan oleh Julian.
Sepeninggal Arya, Julian memandang lama punggung Arya yang berlalu dari sana. Sebenarnya apa yang tidak beres? Arya memang sahabta baiknya selama bertahun-tahun namun Arya bukanlah pria yang gemar bercerita. Arya selalu memendam dukanya sendirian. Seolah benra-benar tidak ada tempat berbagi cerita, meskipun itu pada dirinya.
"Apapun itu Ar, aku harap kamu baik-baik saja. Kamu adalah orang baik jangan sampai lagi-lagi harus dilukai dan dimanfaatkan oleh orang licik dan culas." lirih Julian memandangi Arya yang berlalu meninggalkan dirinya sendirian.
"Sudahlah lebih baik aku ke kantin dulu setelahnya nyusul sholat," kata Julian dan berlalu dari sana.
Sementara bella mengedarkan pandangannya kesekeliling kantin, biasanya dia akan Sang Suami makan di kantin bersama Julian dan Arya akan menghampirinya sejenak ataupun hanya sebatas melambai saja karena tidak nyaman dengan teman-teman Bella yang berpenampilan layaknya wanita-wanita sosialita, bukan hanya temannya yang berdandan bak sosialita tapi Isabella tentu ikut kedalamnya mengambil peran.
"Bella, kamu liat apa? Apa jangan-jangan kamu cari Arya ya?" tanya Cindy pada Bella yang sontak membuat Bella melotot dan seolah ingin melahap Cindy hidup-hidup.
"Sudahlah jangan bahas itu pria kismin napa? Ini mau makan jangan bikin selera orang hilang karena membicarakan apa yang terjadi di rumah tangga Bella. Bella itu pantas bahagia, bagaimanapun Bella sekarang sudah berusaha sangat keras agar aku mengakui kemampuannya. Karana itu nanti setelah kita pulang bekerja aku akan membawanya ke tempat penjualan mobil. Kamu bebas mau ambil mobil yang apa saja, nanti biar saya yang bayar." kata Amanda pada Bella yang membuat mata wanita itu hampir keluar karebna bahagia.
__ADS_1