
Pagi hari di rumah yang mewah.
Gatot pukul lima pagi sudah merasa terusik, ketika suara alarm mulai menjerit jerit dari ponselnya. Gadis berotot itu pun meregangkan tangannya, dan menggosok-gosok mata yang masih ngantuk.
"Oh ya Tuhan, masih ngantuk banget," gerutu Gatot. Semalam ia baru tertidur jam dua pagi, dan di jam lima pagi, ia sudah terbangun yang artinya garot baru tertidur tiga jam. Mana cukup tidur tiga jam untuk orang dewasa. Ia duduk dengan pandangan yang masih kosong.
Rasanya sangat sayang beranjak dari kasur, karena kasur ini sangat nyaman. Ingin ia tidur sampai siang, bergulung di bawah selimut tebal dengan AC yang dingin, mungkin itu adalah kenikmatan terindah yang belum pernah ia rasakan. Sejak usia delapan belas tahun hingga sekarang ia berkerja terus dengan sangat keras, bahkan rasanya hari libur untuk menikmati harinya dengan bermanja-manjaan di atas kasur pun rasanya sangat sayang. Karena ia bisa menggunakan waktu itu untuk kerja atau bahkan membentuk ototnya.
Gatot kembali menatap kasur dan bantal yang seolah menggodanya untuk kembali tertidur.
"Aku akan bangun dan bekerja, ini adalah pekerjaan pertama bagi aku. Aku harap hari ini kerja tidak ada masalah, dan nanti malam kita akan bertemu lagi." Gatot mengusap kasur dan bantal di mana beberapa menit yang lalu ia tertidur di tempat itu.
setelah berpamitan pada kasur layaknya teman curhatnya. Gatot pun mulai beranjak ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya dengan wangi dan juga ia memakai pakaian yang sebelumnya. Karena bisa dikatakan dia kabur dari rumahnya tidak mau bertemu dengan Guntur.
Sebelum ia ke luar dari kamarnya. Gadis berotot itu pun lebih dulu membuka ponselnya, mengecek apakah ada pesan dari adik atau ibunya. Yah, ternyata ada satu pesan dari adiknya, jelas Gatot penasaran dengan apa yang kiranya Guntur bicarakan.
[Loe, ngomong apa sama Ibu? Ibu bilang loe minta motor gue di jual. Jangan cari masalah terus napa.] Itu adalah pesan yang dikirimkan oleh Guntur, jelas Gatot terkekeh dengan pesan yang dikirimkan oleh Guntur.
[Yang cari masalah siap? Lalu loe bilang gue cari masalah. Gue nggak bakal nyenggol loe kalau loe bisa menghargai gue sebagai kakak loe. Nyesel banget gue baik sama loe. Nyesel gue berjuang mati-matian kerja buat nyekolahi loe, tapi balasan loe kaya gini. Jangan lupa bayar utang lima ratus juta yang loe pinjam dari bandot tua itu.] Keenakan kalau Gatot bilang hutang-hutang Guntur sudah dilunasi oleh dirinya. Biarkan Guntur tahunya dia belum melunasi hutang-hutang adiknya itu. Mungkin dengar dia bilang seperti itu Guntur akan berpikir dewasa. Tidak seperti anak kecil lagi.
Gatot tunggu balasan dari adiknya tapi dia tidak juga membalas pesan Gatot. Besar harapan Gatot adiknya bisa berubah. Ia sangat heran dengan adiknya. Padahal dulu Guntur adalah anak yang sangat baik dan juga tidak macam-macam. Namun sejak ia gabung dengan anak-anak sesama pencinta motor sport dan membuat kegiatan seperti vlog dan lain-lain. Guntur jadi berubah seperti ini bahkan sampai tega menjual dirinya, dan membuat Gatot kini terlilit hutang dengan Doni.
__ADS_1
Gatot meletakan kembali ponselnya ke dalam tas selempangnya. Sebelum keluar ia lebih dulu menghirup nafas dalam, dan membuangnya secara perlahan.
"Ya Tuhan, ini adalah kali pertama aku bekerja dengan Doni semoga tidak ada masalah apa pun itu," batin Gatot sebelum mengawali bekerja ia pun berdoa dulu, agar urusannya dengan Doni lancar dan tidak ada lagi perdebatan perdebatan yang membuat Gatot naik darah. Maklum gadis berotot itu bukan orang yang memiliki kesabaran setebal lemak dalam perut gendut.
Perlahan Gatot membuka pintu kamarnya, yang ia rasakan tentu tegang dan juga deg-degan takut kalau orang di rumah ini jutek dan tidak menyukai dirinya. Pandangan Iriana langsung menatap Gatot. Kaget ketika ada sosok cewek keluar dari kamar tamu.
"Selamat pagi Nyonya. Kenalkan saya Gatot, sopir baru Tuan Doni." Gatot memperkenalkan dirinya ketika melihat kalau Iriana tampak kaget dengan keberadaan dirinya.
Wanita paruh baya itu mengedipkan kedua bola matanya. Dan memberikan senyum terbaiknya.
"Selamat pagi Gatot. Semoga kamu betah kerja di sini yah. Ayo sini sarapan bersama." Iriana yang memang baik pun mengajak Gatot duduk.
"Terima kasih Nyonya, tapi saya tidak ikut sarapan yah. Saya langsung panaskan mobil dan bersihkan mobil saja," tolak Gatot dengan berhati-hati. Agar nyonya yang baik hati itu tidak tersinggung dengan penolakan Gatot.
"Loh, kenapa? Kamu jangan malu dan jangan sungkan, kamu makanlah dari pada nanti kamu sakit." Iriana memaksa agar Gatot kembali duduk, dan ikut sarapan bersama.
"Gatot memilih pola hidup ketofastosis Mah, jadi yang Doni ketahui dia ada proses fasting-nya. Mungkin sekarang dia masih fasting. Bener nggak Tot?"
Doni menatap Gatot, dan dibalas anggukan oleh Gatot.
"Benar Nyonya, saya masih fasting. Itu sebabnya saya tidak sarapan," balas Gatot agar majikanya tidak salah sangka.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu. Kamu panaskan mobil dulu aja."
Gatot pun memilih ke luar untuk memanaskan mobil sedangkan Doni sarapan dengan sang Momy. Pandangan Iriana terus menatap Gatot di mana bisa dilihat dari pandangan anaknya sepertinya Doni sangat bahagia dengan adanya Gatot.
"Udah sarapan dulu, Gatot nggak ke mana-mana kok." Iriana menepuk pundak anaknya. Dari sekian tahun mungkin sekarang sepertinya Doni akan membawa kabar gembira. Doni pun mengerjapkan kedua bola matanya benar saja ia terkejut gara-gara Iriana menepuk pundaknya.
"Hehe Momy tau ajah." Doni pun duduk dengan menyembunyikan wajah malu-malunya.
"Jadi dia cewek yang ingin kamu kenalkan pada Momy?" tanya Iriana, ia merasakan senang dengan perubahan putranya, yang akhirnya menunjukkan tanda-tanda suka pada lawan jenis.
"Menurut Momy bagaimana?" tanya Doni. Sebelum menjajaki hubungan lebih lanjut tentu Doni ingin dengar masukan dari sang Momy.
"Kalau menurut Momy, selagi dia sayang sama kamu kenapa tidak. Mencari pasangan itu yang terpenting sayang dengan kita. Selebihnya nanti diperbaiki bersama sama. Jadi kalau dia sayang dengan kamu tidak ada alasan Momy untuk tidak merestui. Kalau sekarang Momy tidak bisa kasih masukan, atau apa pun itu, karena yang akan menjalani adalah kamu sendiri. Selagi kamu suka, dan nyaman Momy akan dukung. Lagian kalau dilihat dari luar dia baik dan sopan, jadi nggak ada alasan untuk mencari kelemahan yang lain. Setiap orang punya sisi baik dan buruknya, Jadi tidak pantas rasanya kalau Momy menilai sesama makhluk Tuhan untuk lebih detailnya." Irian pun mencoba memberikan jawaban yang bijak.
Yah mendengar jawaban Iriana tentu Doni semakin yakin dan senang, setidaknya satu restu yang penting sudah didapatkan. Kini hanya tinggal meluluhkan hati Gatot saja.
Bersambung....
...----------------...
...****************...
__ADS_1