
Gatot langsung turun dari mobil ketika ia sudah sampai di rumah sakit. Ia berjalan dengan tegas ketika ia sudah turun dari mobil dan mengunjungi mobil mewah Doni. Pikirannya sangat cemas, takut kalau ibunya ada apa-apa. Bahkan lagi-lagi gadis berotot itu lupa kalau dirinya datang bersama sang calon suami. Yah, Doni lagi-lagi dibiarkan di dalam mobil, tanpa ditanya dan disapa. Bahkan wanita itu pun sepertinya lupa kalau ia langsung mengunci mobilnya sebelum Doni turun.
"Gatot ... " Doni langsung panik ketika Gatot justru mengunci mobilnya.
"Gila yah, nih cewek. Apa dia lupa kalau aku belum turun? Aku calon suaminya sekaligus bosnya, tapi malah dibiarkan di dalam mobi," gumam Doni sembari mencoba membuka pintunya mobilnya.
Sementara Gatot yang sudah sangat cemas dengan kondisi ibunya pun langsung pergi begitu saja. Otak pelupanya kembali kambuh. Ia tidak menyadari bahwa Doni terkunci di dalam mobilnya.
Setelah bertanya pada petugas penjaga Gatot pun sampai di ruangan sang ibu. Air mata di pelupuk matanya yang sejak tadi ditahan oleh Gatot pun akhirnya luluh juga. Mentalnya tidak sekuat fisiknya. Gatot langsung menghambur memeluk tubuh Sarah yang masih lemah. Tangan wanita tua itu pun langsung mengusap rambut Gatot yang ikal gantung.
"Jangan sedih, Ibu kuat kok. Ibu hanya kaget dengan apa yang dilakukan oleh adik kamu. Ibu pasti akan sembuh," ucap Sarah dengan suara lirih dan tangan terus mengusap rambut putrinya. Sementara Gatot yang dibilang jangan sedih, apakah ia akan tersenyum dan tidak sedih lagi? Tentu tidak! Gadis berotot itu justru semakin menjadi-jadi tangisannya seolah ia diminta untuk terus menangis.
Ada rasa kesal dan juga rasa marah yang terus membuat hatinya semakin teriris-iris. Andai saat ini ia tahu di mana keberadaan Guntur sudah pasti Gatot akan datangi dan kembali hajar adik laki-lakinya hingga tidak bisa memohon ampun. Mungkin dulu Gatot masih punya hati, dan berharap kalau Guntur akan datang kepadanya dan memohon ampun serta bisa diajak kerja sama dengan baik untuk membahas hutang-hutangnya. Maka Gatot juga tidak akan tega membiarkan Guntur melunasi hutangnya sendiri. Gatot akan ikut membantu mencari uang untuk melunasi hutang yang adiknya buat.
Namun, kali ini kesabaran Gatot yang setipis kulit bawang pun harus kembali sobek karena Guntur yang justru berulah jauh lebih parah lagi dari perbuatan sebelumya.
"Kamu kenapa sih Guntur, sekarang jauh banget berubahnya. Apa kamu tidak kasihan dengan Ibu? Apa kamu tidak kasihan kalau Ibu jatuh sakit seperti ini? Apa dia tidak mikir kita nanti tinggal di mana?" Gatot menangis kesal dan marah. Yah, siapa yang tidak marah kalau laki-laki itu justru kembali membuatnya dalam masalah.
Kini justru bukanya Gatot saja yang menangis. Sarah pun juga ikut menangis ketika mengingat kelakuan putranya. Yah, ibu dan anak itu justru menangis dengan sedih.
Drett .... Drettt suara ponsel membuat Gatot terkejut. Ia yang masih menangis pun dengan malas mengambil ponselnya.
__ADS_1
"Siapa sih yang telpon malam-malam, apa tidak tahu kalau aku sedang sedih. Ini lagi nangis loh," gerutu Gatot ingin rasanya langsung memaki orang yang berani-beraninya telpon di saat ia sedih.
"Astaga ...." Gatot langsung kembali meninggalkan Sarah yang masih menangis juga. Anna dan Sarah pun bingung ketika Gatot justru lari tunggang langgang ketika membuka ponselnya. Yah, bagaimana tidak langsung lari ketika ia langsung sadar kalau Doni terkunci di dalam mobilnya.
[Gatot, kamu ingin bunuh aku yah! Kamu kunci aku di dalam mobil!]
[Gatot, buruan buka pintu mobilnya! Kalau tidak maka kamu akan tahu akibatnya.] Pesan Doni untuk ke dua kalinya.
[Gatot, aku sudah hampir mati.]
Yah pesan-pesan Doni membuat Gatot merasa sangat bersalah. Bagaimana kalau Doni beneran mati? Bagaimana kalau Doni kenapa-napa? Bagaimana kalau Doni tidak jadi menikahinya? Maka Gatot akan kehilangan sugar daddy-nya. Yah itulah yang ada dipikiran Gatot saat ini.
Setelah melewati lorong rumah sakit yang panjang dan jauh. Gatot pun sudah sampai di parkiran. Tidak perduli nafasnya yang masih memburu. Gatot pun langsung membuka pintu mobil Doni.
"Tuan .... bangun ....!" Gatot menepuk-nepuk pipi Doni. Ketika ia sudah memastikan kalau calon suaminya masih bernafas.
"Ya Tuhan, ini bagaimana ...." Gatot semakin bingung setelah ia menepuk-nepuk pipi Doni dan laki-laki itu pun tidak bangun-bangun juga.
"Apa aku panggil tenaga medis saja yah," gumam Gatot wanita itu pun beranjak akan memanggil petugas medis. Yah, ia terlalu takut kalau Doni akan kenapa-napa. Namun baru saja Gatot akan pergi. Laki-laki yang sedang pura-pura pingsan pun langsung menahan tangan Gatot.
Sontak saja Gatot yang tangannya merasa ditahan pun terkejut.
__ADS_1
"Kamu tidak pingsan?" tanya Gatot dengan suara bergetar, dan kedua mata yang masih melebar. Rasanya ingin dia menghajar Doni yang justru tertawa dengan renyah. Yah, Doni justru cekikikan menertawakan Gatot yang terlihat sangat cemas karena Doni yang pura-pura pingsan. Yah, bagaimana dia tidak cemas kalau akting yang Doni lakukan benar-benar sempurna.
Maklum dia dokter sehingga tahu betul rumus perpingsanan oleh sebab itu dia pun sangat sempurna memerankan aktingnya.
"Jahat banget kamu! Aku lari kaya orang kesetanan, dan di sini kamu malah pura-pura pingsan! puas kamu!" Gatot yang memiliki kesabaran setipis tisu pun langsung memasang wajah marah dan kecewa dengan tangan berkacak pinggang. Tidak perduli yang dimarahinya adalah Doni laki-laki yang akan menikahinya sekaligus bosnya.
"Iya maaf. Abis aku kesel sama kamu bisa-bisanya lupa kalau calon suaminya masih ada di dalam mobil." Doni mencoba memegang tangan Gatot dengan tujuan meminta maaf. Namun Gatot justru menariknya sehingga Doni tidak bisa memegang tangan Doni.
Doni pun tidak kehabisan akal. Ia justru menarik tangan Gatot dengan paksa hingga gadis berotot yang kurang keseimbangan pun jatuh di atas pangkuannya.
"Awwww.... bukan hanya Gatot yang terkejut. Nyatanya Doni juga terkejut dengan kelakuannya.
Bahkan adik kecilnya pun langsung bangun ketika Gatot jatuh di pangkuannya.
" Kamu apa-apaan sih." Gatot ingin bangun tetapi Doni yang memiliki tenaga kuat pun justru menahan Gatot agar tidak berontak.
"Kamu bisa diam tidak? Kalau tidak maka adikku akan terus-terusan bangun. Dan orang akan curiga karena mobil kita goyang."
Glek! Gatot langsung diam.
Bersambung....
__ADS_1
...****************...