Pesona Mbak Gatot (Gadis Berotot)

Pesona Mbak Gatot (Gadis Berotot)
Anna yang Memancing Keributan


__ADS_3

Gatot membuang nafas kasar. [Kamu hanya butuh membuktikan saja. Kalau yang dikatakan oleh Anna itu tidak benar, jangan buat dia masuk penjara karena Anna itu juga saudara aku,] balas Gatot yang tidak setuju kalau Anna sampai harus berurusan dengan hukum hanya karena memberikan kabar yang tidak sebenarnya.


[Maaf Gatot, mungkin kamu tahu kalau aku memang laki-laki yang baik, dan memang seperti itu adanya aku bisa menjadi orang baik, tetapi kalau diusik aku tidak akan tinggal diam. Dan sepupu kamu yang memulai lebih dulu. Aku tidak pernah main-main kalau dia berani mencemarkan nama baikku, itu tandanya dia juga siap untuk aku perkarakan. Aku tidak pernah main-main.]


Deg! Kali ini Gatot justru melihat sifat yang sangat berbeda dengan apa yang biasanya dia lihat dari laki-laki itu. Dari nada bicara Doni, Gatot tahu kalau yang dikatakan oleh Anna memang tidak benar.


[Ya udah aku mau balik ke kamar Ibu, karena aku ada di kantin,] ucap Gatot dengan nada bicara yang lirih.


[Ya udah, aku juga sebentar lagi akan sampai rumah. Aku akan langsung bilang sama Momy masalah pernikahan kita, dan kita pasti secepatnya akan menikah dan akan aku buktikan juga kalau aku tidak pernah suka dengan sepupu kamu. Selera aku bukan yang seperti dia tetapi seperti kamu. Yang unik, ke mana pun aku pergi tidak mungkin aku menemukan lagi wanita yang seperti kamu. Jadi jangan nodai pikiran kamu dengan ucapan-ucapan yang tanpa bukti.] jelas Doni dan kini Gatot tahu kalau Doni itu memang sebenarnya sangat menyeramkan. Bahkan gadis berotot itu melihat sifat Doni sangat mirip dengan Deon, bahkan sepertinya Doni lebih menyeramkan.


[Iya aku percaya kamu.] Demi mempersingkat obrolan Gatot pun langsung percaya dan mendengar ucapan Doni.


Setelah Gatot percaya Doni pun langsung mengakhirkan obrolan mereka.


"Ini kayaknya Anna yang iseng." Tanpa pikir panjang Gatot langsung mengayunkan kakinya untuk kembali ke ruangan sang ibunda tercinta. Setidaknya Gatot harus peringatkan sepupunya, agar tidak mengusik Doni karena kalau dia amarah Gatot tidak melakukan pembelaan.


Gatot pun semakin yakin kalau Anna memang yang membuat gara-gara. Meskipun bisa dikatakan kalau Doni dan Gatot baru untuk urusan saling mengenal, tetapi Gatot yakin kalau Doni itu tidak akan pernah bohong. Gadis berotot itu pun mengayunkan kakinya, dan menuju ke ruangan sang bunda lagi.


Gatot membuka pintu secara perlahan. Dan pandangan mata pun langsung beradu dengan padangan mata Anna. Ia pun bersikap biasa saja, dan tidak lagi membahas Doni, kecuali kalau memang Anna yang memulainya ingin membahas Doni maka Gatot akan menanggapinya.

__ADS_1


"Kopi An_" Gatot memberikan satu cangkir kopi dan beberapa cemilan untuk menemani Gatot dan Anna menjaga Sarah. Anna pun mengambil kopi yang diberikan oleh Gatot.


"Ibu ada bangun?" tanya Gatot lagi untuk menghilangkan rasa ngantuk dan juga canggung yang karena Gatot juga tidak terlalu dekat sebenarnya dengan sepupunya itu.


"Tidak ada. Kamu dari mana aja? Serius dari kantin saja," tanya balik Anna dengan nada yang lebih dingin.


"Iya kenapa? Apa kamu pikir aku jalan-jalan dulu?" tanya balik Gatot, bukan maksud ingin membuat suasana semakin tidak nyaman, tetapi rasanya Gatot tahu ke mana arah pembicaraan Anna.


"Ya kali kamu ngadu dengan calon suami kamu yang kegatelan itu?" Anna kembali memulai obrolan yang tidak seharusnya diucapkan. Apalagi ini di rumah sakit dan sedang menjaga orang yang sedang sakit.


Mendengar ucapan Anna, Gatot sendiri pun membenarkan posisi duduknya agar tetap rileks dan memejamkan ke dua matanya, berperang dalam batinnya agar ia tidak marah dan kecewa dengan ucapan Anna yang jelas Gatot tahu tujuannya agar Gatot terpancing dan hubungannya dengan Doni akan memanas sehingga dia akan masuk menggantikan posisinya.


Namun Gatot justru semakin tertantang agar ia bisa membuat Anna semakin panas. Atau mungkin ia akan mendukung cara Doni untuk membuat Anna kapok.


Meskipun Gatot sudah yakin sih tanpa Doni menjelaskan lagi apa yang Anna lakukan terhadap Doni. Rasanya laki-laki berkelas seperti Doni tidak akan dengan mudah menggoda wanita lain apalagi dia adalah sepupu dari calon istrinya. Ya,  minimal pintar lah sedikit kalau mau selingkuh itu yah milih yang tidak mungkin ketahuan dari pasangannya. Kalau Anna yang notabennya adalah sepupunya apa itu tandanya dia justru tidak sedang menggali lubang makamnya sendiri.


"Kamu enggak marah gitu kalau calon suami kamu godain sepupu kamu. Bahkan sampai menggunakan kata-kata yang merendahkan wanita?" tanya balik Anna, tepat seperti yang Gatot bayangkan.


"Tidak sih, lagian kan apa yang kamu katakan hanya akal-akalan kamu saja ngapain aku harus marah. Hak kamu kan mau ngomong apa pun aku tidak bisa mengontrol mulut kamu dan aku juga tidak bisa menahan kamu mau ngomong apa. Yang harus aku lakukan hanya menggunakan tangan ini (Gatot menunjukkan ke dua tangannya) Aku bisa gunakan ke dua tangan aku untuk menutup telingaku apabila ada ucapan yang tidak ingin aku dengar." Gatot tetap santai menanggapi Anna.

__ADS_1


Hal yang berbeda jelas ditunjukan oleh Anna ketika ia mendengar jawaban Gatot. "Jadi kamu tuduh aku mengarang cerita?" tanya Anna. Jangan ditanya nada bicaranya sudah sangat-sangat tidak enak.


"Yang tahu kamu ngarang cerita atau tidak adalah kamu sendiri. Aku hanya ingin peringatkan jangan main-main dengan Doni. Karena sudah ada beberapa wanita yang ingin menjebaknya atau bahkan ada wanita yang menyebarkan berita dengan mengatakan dia mengajaknya untuk melakukan hubungan terlarang. Dan ketiga wanita itu sekarang berakhir di penjara ada yang bebas tetapi membayar denda atas tindakan perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik yang untuk bayarannya tidak ada receh. Ratusan juta harus ia punya agar dirinya tidak di penjara. Kalau kamu punya uang segitu atau justru ingin merasakan tidur di balik jeruji besi lebih baik kamu lanjutkan karena Doni pasti akan buktikan kalau yang kamu katakan adalah berta bohong."


Entah keyakinan dari mana Gatot berbicara seperti itu, dan entah ide dari mana juga dirinya mengatakan kisah tiga wanita itu yang jelas sebelumnya Doni tidak pernah mengatakan seperti itu.


Wajah Anna pun langsung  memerah setelah mendengar ucapan ancaman Gatot. Sebenarnya Gatot tidak ada mengancam. Ia hanya memperingatkan Anna agar tidak memancing kemarahan Doni ia takut kalau apa yang dikatakan Doni adalah sebuah kenyataan. Mengingat Doni tidak pernah difitnah apalagi termasuk tindakan merendahkan wanita.Gatot kasihan dengan Anna yang keluarganya sama dengan dirinya sama-sama tidak punya.


Anna menatap Gatot dengan senyum yang misterius, sedangkan Gatot tetap santai dengan tatapan Anna. Jangankan Anna mungkin pencuri dihadapan Gatot pun wanita itu tetap bisa mengontrol emosinya, ia sudah berlatih ilmu bela diri yang sudah jelas selain melatih otot dan fisiknya ia juga berlatih mengolah emosi.


"Pantas saja Guntur benci banget sama loe ternyata memang menjijikkan seperti ini. Aku baru tahu sifat asli saudaraku ini." Anna memberikan senyum misterius.


"Apa yang kamu tahu dengan Guntur. Obrolan kita sebelumnya tidak ada hubungannya dengan anak durhaka itu, tapi kenapa kamu mengingatkan aku, kalau aku punya adik yang sangat durhaka." Gatot yang awalnya santai dengan obrolan Anna, bahkan Gatot menganggap itu adalah sebuah obrolan yang tidak penting, jelas beda ketika Anna membawa nama Guntur, marah dan kesal yang ada di dalam dadanya kembali menguasai. Gatot menebak kalau Anna sepertinya memang tahu kalau saudaranya itu bersembunyi di mana. Bahkan pikiran Gatot ternodai dengan pikiran yang tidak-tidak gadis berotot itu jadi berpikir kalau Anna juga ikut adil dalam memuluskan rencana Guntur. Apalagi soal surat tanah yang ada di kamar ibunya tapi dengan mudah berpindah tangan dengan Guntur. Apakah murni adiknya yang mengambil atu justru Anna yang membantunya?


"Kenapa tanya aku. Aku tidak tahu Guntur di mana. Kalau tahu pasti aku tidak akan ada di sini. Kamu kakaknya kok tanya aku yang hanya sepupunya," jawab Anna dengan ketus.


"Awas saja kalau kamu menyembunyikan Guntur, atau kamu bohong dengan berpura-pura tidak tahu dengan keberadaan adikku aku akan pastikan kalau kamu pasti akan menyesal. Akui akan pastikan Guntur akan mendekam di dalam penjara." Gatot memberikan ancaman pada Anna berharap kalau Anna akan menyampaikan pada Guntur. Mungkin saja adiknya akan sadar dan insaf.


Lalu datang meminta maaf pada dirinya dan ibunya. Mungkin itu jauh lebih baik asal Guntur insaf dan tidak kembali membuat dirinya dan sang ibu kecewa.

__ADS_1


"Kamu ngancam aku? Aku tidak akan mudah kamu ancam. Lagian Guntur juga pinter kali Tidak mungkin dia melakukan ini kalau punya kakak waras.


...****************...


__ADS_2