
Kok mau sih kamu dengan laki-laki kaya dia. Masa tadi dia godain aku ngajak aku ikut dengan dia. Emang gue cewek apaan," cerocos Anna dengan suara yang memburu seolah apa yang dikatakan oleh Anna memang benar.
Deg!! Gatot pun cukup kaget dengan ucapan Anna.
Sebenarnya Gatot tidak terlalu percaya dengan yang dikatakan oleh Anna tetapi tidak ada salahnya kalau ia pun berhati-hati pada Doni. Yang mungkin saja laki-laki itu memiliki calon selain dirinya. Apalagi Doni juga melakukan hal yang sama pada Gatot saat pertama kali bertemu dulu, di mana Doni langsung menggoda Gatot dan dengan percaya diri mengajak nikah dirinya yang bertemu saja baru.
Mungkin itu juga yang terjadi pada Anna. Doni melakukan hal yang sama pada sepupunya.. Seperti Doni menggoda dirinya dulu.
Gadis berotot itu mencoba berpikir tenang dan tidak terlalu menganggap serius ucapan Anna.
"Kamu udah makan?" tanya Gatot yang justru memilih mengabaikan ucapan sepupunya.
"Bagimana aku selera makan kalau ketemu dengan cowok kaya calon suami kamu. Aku bahkan masih kepikiran bagaimana cara dia menggoda aku. Ih baru kali ini aku direndahkan seperti itu oleh laki-laki." Anna nampaknya masih terlalu suka membuat panas Gatot. Yah, wanita berpenampilan menor itu tahu kalau dalam hati Gatot merasa tersaingi. Sehingga ia menggoda terus
"Kalau Doni mau sama kamu, aku sih akan mundur. Jadi jangan coba-coba panasi aku lagi. Karena yang menginginkan pernikahan ini bukan aku, tetapi laki-laki itu. Jadi aku rasa kalau dia ingin kamu pasti besok dia akan meminta pembatalan nikah kita." Gatot tetap santai dengan ucapan Anna. Bukan dia takut akan kehilangan Doni, tetapi Gatot hanya tidak ingin menambah beban hidupnya. Apalagi saingannya sepupunya sendiri.
Gadis berotot itu sangat percaya kalau jodoh itu tidak akan ke mana. "Aku akan pergi ke kantin. Tolong jaga Ibu." Tanpa menunggu jawaban dari Anna. Gatot pun meninggalkan wanita itu yang memberikan tatapan sengit pada Gatot.
"Dih belagu banget. Lihat aja paling juga laki-laki itu juga nggak sepenuhnya cinta sama kamu. Lihat wajah dan penampilan kamu aja laki-laki itu pasti gelai." Anna mengumpat pada Gatot di dalam hatinya.
"Kalau bukan karena Guntur aku malas banget jaga Bibi kaya gini." Pandangan mata Anna pun kini menatap pada adik dari ayahnya.
Di saat Anna merasa kesal karena ucapannya tidak ditanggapi oleh Gatot. wanita berparas manis itu pun menuju kantin tetap dengan santai ia tidak terprovokasi sama sekali dengan ucapan Anna.
__ADS_1
Drettt ... Ponselnya pun bergetar bertepatan dengan Gatot yang baru sampai kantin.
"Panjang umur dia tahu aja kalau barusan di digosipin," gumam Gatot ketika melihat siapa yang memanggilnya.
[Ada apa lagi?] tanya Gatot tetap dengan nada ketus.
[Padahal baru berpisah, tapi sudah kangen aja,] goda Doni begitu Gatot mengangkat sambungan teleponnya.
[Bukanya tadi juga godain Anna.] Yah, kesempatan banget untuk Gatot langsung protes dengan apa yang dilakukan oleh Doni. Sontak saja laki-laki itu terkejut dengan ucapan Gatot.
[Siapa yang godain dia. Dia kali yang kegatelan.] Doni menjawab dengan jujur, dan nada bicaranya yang jauh berbeda dari tadi.
[Ah masa, perasaan kamu yang godain dia?] Gatot masih memancing agar Doni mengakuinya. Entahlah, hatinya mengatakan panas ketika calon suaminya menggoda wanita lain.
[Ya emang dari mana lagi. Ya kalau dia tidak bilang jujur aku juga nggak bakal tahu lah,] balas Gatot. Jelas Doni juga tahu dengan itu, tetapi Doni hanya ingin memastikan kalau apa yang dia katakan memang benar.
[Ok, aku tahu sekarang seperti apa sifat saudara kamu.] Doni tidak pernah macam-macam. Kalau ada yang mengusik hidupnya pasti dia akan meladeninya juga. Untuk kali ini Anna yang mulai maka Doni juga akan meladeni cara licik wanita itu. Terutama ingin mengadu domba dirinya dengan calon istrinya Yah jelas sulit buat menaklukan Gatot.
[Emang seperti apa?] tanya Gatot kepo. Meskipun Gatot dalam hatinya tetap percaya dengan apa yang dikatakan oleh calon suaminya. Meskipun Gatot sendiri tidak memungkiri kalau ia ada perasaan yang tidak suka dengan ucapkan sepupunya.
[Untuk kali ini aku memang belum ada bukti dengan apa yang aku katakan. Tetapi aku berani bersumpah kalau apa yang sepupu kamu katakan itu sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi. Bukan aku yang godain dia. Tapi wanita itu yang mencoba untuk menarik dirinya dekat dengan aku. Tapi maaf hatiku sudah jatuh cinta sama kamu.] Doni berusaha berbicara dengan jujur, meskipun kemungkinan Gatot percaya sangat kecil.
[Aku tunggu buktinya kalau apa yang kamu katakan memang yang benar. Karena aku bakal sangat marah dan kecewa kalau kamu justru bermain api dengan sepupuku sendiri.]
__ADS_1
[Aku akan buktikan itu, dan wanita itu akan menyesal karena sudah fitnah aku. Kalau perlu aku akan tuntut dia dengan pencemaran nama baik. Aku tidak pernah macam-macam dengan siapa pun yang mengusik hidupku. Apalagi sampai berani fitnah aku.]
Memang selama ini Doni tidak pernah mau ambil masalah dengan orang lain. Apalagi wanita itu mengagumi Doni, tetapi ketika mendapatkan wanita yang sudah berani mengadu domba dengan dirinya maka Doni harus menindaknya. Doni harus hati-hati dengan Anna, karena setiap kesempatan yang ada bisa dibikin jebakan oleh wanita itu.
[Kamu hanya butuh membuktikan saja. Kalau yang dikatakan oleh Anna itu tidak benar, jangan buat dia masuk penjara karena Anna itu juga saudara aku,] balas Gatot yang tidak setuju kalau Anna sampai harus berurusan dengan hukum hanya karena memberikan kabar yang tidak sebenarnya.
[Maaf Gatot, mungkin kamu tahu kalau aku memang laki-laki yang baik, dan memang seperti itu adanya aku bisa menjadi orang baik, tetapi kalau diusik aku tidak akan tinggal diam. Dan sepupu kamu yang memula888i lebih dulu. Aku tidak pernah main-main kalau dia berani mencemarkan nama baikku, itu tandanya dia juga siap untuk aku perkarakan. Aku tidak pernah main-main.]
Deg! Kali ini Gatot justru melihat sifat yang sangat berbeda dengan apa yang biasanya dia lihat dari laki-laki itu. Dari nada bicara Doni, Gatot tahu kalau yang dikatakan oleh Anna memang tidak benar.
[Ya udah aku mau balik ke kamar Ibu, karena aku ada di kantin,] ucap Gatot dengan nada bicara yang lirih.
[Ya udah, aku juga sebentar lagi akan sampai rumah. Aku akan langsung bilang sama Momy masalah pernikahan kita, dan kita pasti secepatnya akan menikah dan akan aku buktikan juga kalau aku tidak pernah suka dengan sepupu kamu. Selera aku bukan yang seperti dia tetapi seperti kamu. Yang unik, ke mana pun aku pergi tidak mungkin aku menemukan lagi wanita yang seperti kamu. Jadi jangan nodai pikiran kamu dengan ucapan-ucapan yang tanpa bukti.] jelas Doni dan kini Gatot tahu kalau Doni itu memang sebenarnya sangat menyeramkan. Bahkan gadis berotot itu melihat sifat Doni sangat mirip dengan Deon, bahkan sepertinya Doni lebih menyeramkan.
[Iya aku percaya kamu.] Demi mempersingkat obrolan Gatot pun langsung percaya dan mendengar ucapan Doni.
Setelah Gatot percaya Doni pun langsung mengakhirkan obrolan mereka.
"Ini kayaknya Anna yang iseng." Tanpa pikir panjang Gatot langsung mengayunkan kakinya untuk kembali ke ruangan sang ibunda tercinta. Setidaknya Gatot harus peringatkan sepupunya, agar tidak mengusik Doni karena kalau dia amarah Gatot tidak melakukan pembelaan.
Bersambung....
...****************...
__ADS_1