Pesona Mbak Gatot (Gadis Berotot)

Pesona Mbak Gatot (Gadis Berotot)
Cowok Narsis


__ADS_3

Seperti yang Gatot katakan ia pun lebih memilih membersihkan  mobil dan memanaskan dari pada harus sarapan bersama bos baru beserta ibunya yang artinya itu adalah nyonyah besar. Bukan alasan fasting aja yang membuat Gatot tidak memilih makan bersama dengan mereka, tapi juga alasan tidak enak dan tahu diri menjadi alasan penting Gatot menolak untuk sarapan dengan bos barunya.


Yah, ini adalah kali pertama dari sekian lama ia bekerja, baru ini ia diajak sarapan oleh bos dalam satu meja makan yang sama. Ia sebagai sopir tentu merasa tidak enak dan tidak nyaman kalau harus makan dalam satu meja makan dengan majikan. Tau diri itu penting agar tidak dikatakan ngelunjak.


Setelah sarapan Doni pun langsung bersiap untuk kerja. Ia pun berjalan dengan wajah ceria segar dan juga tampan. Hari ini Doni jauh lebih tampan dari biasanya, dan juga lebih wangi dari biasanya. Ya bukan berati biasanya jelek dan bau apek yah. Namun, hari ini siapa pun yang melihat pasti akan mengatakan Doni yang sekarang lebih tampan. Itu juga yang dikatakan oleh Iriana. Sekilas Iriana pun sudah bisa menebak kalau putranya sedang jatuh cinta, dan tebakanya tidak salah juga.


Dengan senyum lebar Doni menghampiri Gatot yang sedang bersih-bersih mobilmobil mahal milik bos barunya.


"Pagi Mentari pagi yang hangat, sampai mampu menghangatkan hatiku," ucap Doni dan berhasil membuat Gatot terkejut dengan sapaan Doni.


Gatot melihat jam di pergelangan tangannya. "Sekarang masih jam tujuh lewat tiga puluh menit Tuan, dan Anda baru saja sarapan, tadi nggak lupa minum obat kan?" balas Gatot dengan jutek. Mendengar jawaban Gatot tentu Doni pun tertawa dengan renyah. Ini yang membuat Doni suka dengan Gatot yang menurutnya beda dari cewek-cewek lain. Dalam bayangan Doni kalau cewek-cewek lain di gombalin kaya gitu pasti langsung terbaper baper, tebar pesona. Gatot beda, digombalin malah dikira dirinya lupa minum obat.


"Aku sudah minum obat jadi aman, hanya satu yang belum jadi membuat kurang aman," balas Doni justru bukanya cepat masuk, duduk manis di dalam mobil terus berangkat kerja, malah terus melanjutkan gombalanya.


Gadis berotot itu memejampak matanya, dan menghirup nafas dalam, lalu berusaha sabar menghadapi bosnya. "Tuan, ini adalah hari pertama saya kerja, tolong jangan bikin darah saya mendidih. Buruan masuk duduk dan jangan banyak bicara. Karena kesabaran saya hanya setipis kulit bawang," balas Gatot dengan berbicara pelan tapi penuh penekanan.


"Baiklah-baiklah padahal tadinya mau minta vitamin C (cium) tapi calon istri baper banget," gerutu Doni dan akhirnya dia pun memilih masuk ke dalam mobil, duduk manis mengikuti apa kata sopir barunya. Ini adalah kali pertama Doni sangat nurut dengan cewek, apalagi alasanya kalau bukan karena cinta dan sayang.

__ADS_1


"Tolong sebutkan ke mana aku harus antar kamu?" ucap Gatot begitu mobil perlahan meninggalkan rumah mewah milik Doni. Di mana di dalam sana Iriana dari tadi mengintip anaknya yang sedang kasmaran. Bahkan rasanya Iriana langsung senyum-senyum sendiri melihat tingkah anaknya. Ingin rasanya langsung membawa mereka ke KUA agar segera disahkan, tapi Iriana melihat reaksi Gatot yang justru sepertinya tidak nyaman dengan perhatian Doni. Padahal Doni laki-laki baik.


"Sepertinya aku harus turun tangan agar mereka cepat-cepat sah, rasanya tangan sudah gatel pengin segera nimang cucu," gumam Iriana, di dalam otaknya bekerja keras mencari ide agar dia bisa segera memiliki menantu dan menyusul cucu. Biar makin rame rumahnya kalau ada cucu dan menantu.


*****


Masih dari mobil yang Doni dan Gatot taiki. Dalam mobil mewah itu pun tidak ada obrolan, hanya terdengar alunan musik cukup pelan. Berbeda dengan Deon yang galaknya minta ampun kalau Gatot izin menyalakan musik. Doni justru lebih hangat dan memperbolehkan Gatot untuk menyalakan musik.


"Tot ..." Doni memanggil Gatot yang sedang menikmati alunan musik yang mengalun dengan lembut.


"Hemz ..." Gatot membalas dengan deheman halus.


"Kenapa emang, nama Gatot bagus kok bagi aku, melambangkan kesatria yang baik dan kuat," jawab Gatot dengan santai.


"Yah memang kalau menurut cerita seperti itu, tapi bukanya Gatot biasanya identik dengan nama laki-laki, karena dari kisah pewayangan jawa pun Gatot itu melambangkan seorang laki-laki yang kuat dan perkasa bukan cewek. Jadi nggak salah dong kalau untuk pertama dan sekilas aku berpikir kalau kamu adalah laki-laki," balas Doni.


"Yah memang sih nama Gatot lebih dikenal laki-laki, tapi bukan berarti aku laki-laki kan dan nama Gatot itu hanya panggilan saja kok."

__ADS_1


"Kalau nama Gatot hanya nama panggilan saja terus nama asli kamu siapa dong?" tanya Doni kepo dong, apakan namanya secantik wajahnya. Atau nama aslinya kurang menarik sehingga gadis berotot itu lebih nyaman dengan nama Gatot.


"Namaku Khansa Gauri Oktaviani," balas Gatot dengan yakin.


"Waw nama yang bagus, aku apalin ah buat nanti persiapan ijab kabul," balas Doni sembari senyum-senyum ketika tahu nama lengkapnya Gatot.


"Apaan sih, namanya ijab kabul juga harus tahu nama ayahnya, baru bisa dikatakan ijab kabul yang sah ya kali ijab kabul hanya nama anaknya saja. Gak sah lah kalau nggak tahu nama bapaknya, hanya nama anaknya aja," ledek Gatot.


"Ya udah kalau gitu nama bapak kamu siapa biar aku apalin sekalian. Biar waktunya ijab kabul sudah hapal." Serasa dapat tantangan Doni langsung menayakan nama ayahnya.


"Apaan sih kok makin aneh-aneh aja," balas Gatot yang ngira kalau Doni hanya meledak saja.


"Ibuku sudah ingin punya menantu, dan baru kamu cewek yang bikin aku bergetar hatinya jadi nggak ada salahnya kan kalau aku ingin kamu jadi istri aku." Kali ini Doni berbicara dengan jujur dan juga tidak ada  nada candaan, ia berharap Gatot mau menerima dirinya untuk menjadi suami.


"Kalau itu aku nggak bisa kasih jawaban, aku masih banyak urusan terutama dengan keluargaku. Aku tidak ingin membebankan masalah keluargaku pada calon suamiku. Biarkan mengalir apa adanya saja, kalau kita memang jodoh pasti ada jalan untuk menuju ke penghulu. Tidak ingin buru-buru karena memang aku masih butuh kematangan, aku ini manja, cengeng dan pemarah, takutnya nanti kamu nyesel," balas Gatot jujur karena memang sifatnya sangat berbeda dengan penampilan gatot yang terlihat kuat dan mandiri. Nyatanya dia tetap saja cewek yang manja dan cengeng.


"Ya udah kita cocok. Aku sabar, tegar, nggak cengeng baik lagi." Kan narsisnya keluar Abang Doni itu.

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2