Pesona Mbak Gatot (Gadis Berotot)

Pesona Mbak Gatot (Gadis Berotot)
Calon Istri


__ADS_3

Wajah Gatot pun sudah tidak semurung sebelumnya setelah ia dan Doni sepakat menikah. Yah setidaknya Gatot pun senang karena Doni akan bertanggung jawab dengan hidupnya dan hidup sang ibu.


Jadi kamu mau nikah dengan aku kan?" tanya Doni lagi yah hanya memastikan saja sih karena laki-laki itu sudah yakin kalau Gatot sih sudah mau menikah dengan dirinya.


"Iya, terserah mau nikah atau apalah. Aku sadar aku nggak mungkin bisa bayar hutang-hutang aku pada kamu yang lima ratus juta itu, dan aku juga nggak bisa belikan rumah untuk ibu, belum untuk pengobatan ibuku juga butuh uang. Kalau tidak menikah dengan kamu sudah pasti aku mungkin tidak akan bisa dapat uang-uang itu. Aku butuh sugar Dady untuk membuat aku jadi kaya," balas Gatot dengan setengah berkelakar.


Kini giliran Doni yang tertawa renyah dengar ucapan Gatot.


"Jadi aku itu sugar Dady kamu?" tanya Doni dengan tawa yang masih terlihat jelas diwajahnya.


Bersambung...

__ADS_1


...****************...


"Apa kita akan di sini terus?" tanya Doni. Ah, Gatot saking bahagianya sampai lupa untuk pulang dia justru melamun terus.


"Astaga, aku akan ke rumah sakit," balas Gatot tersentak kaget. Gadis dengan tubuh seksi pun langsung bersiap untuk pergi melanjutkan ke rumah sakit. Ia cemas kalau ibunya ada apa-apa. Ini semua gara-gara Doni sampai-sampai Gatot justru melamun, memikirkan yang tidak-tidak.


"Apa kamu juga akan meninggalkan aku di sini?" tanya Doni lagi dengan suara yang sedikit keras. Kembali Gatot tersentak kaget setelah ia berjalan beberapa langkah dan Doni justru masih duduk di kursi semula. Lagi-lagi dia lupa dengan niat dan tujuannya.


Doni pun berjalan dengan tangan terus digandeng oleh calon istrinya. Laki-laki itu jelas dalam hatinya terus tersenyum dengan apa yang Gatot lakukan. Entah sadar atau tidak kalau Gatot terus menggenggam tangan Doni. Yang jelas Doni sangat menikmati adegan ini.


"Kamu mau pulang kan?" tanya Gatot begitu mereka sudah sampai di dalam kendaraan mereka.

__ADS_1


"Aku ikut ke rumah sakit aja," jawab Doni dengan yakin.


Sontak Gatot pun terkejut dengan ucapan Doni. Yah, jelas gadis berotot itu kaget dengan apa yang Doni katakan karena Gatot akan bermalam di rumah sakit. Kasihan kalau Doni juga bermalam di rumah sakit yang ada dia akan kecapean.


"Kamu lebih baik pulang saja yah. Aku akan nginap di rumah sakit. Kamu pasti akan sangat cape, aku takut kalau kamu kecapean." bujuk Gatot agar Doni jangan ikut ke rumah sakit. Gadis berotot itu menyesal ketika dia menawarkan Doni untuk ikut ke rumah sakit, jelas Doni pasti mau ikut.


Doni mengulas senyum karena kelakuan Gatot yang justru membuatnya terkekeh bahagia karena sekarang Gatot cukup perhatian.


"Kamu tenang saja aku sudah bersahabat dengan baik dengan segala jenis macam rumah sakit jadi aku juga bisa tidur di lantai. Bahkan aku pernah tidur di lorong rumah sakit. Jadi apa aku sudah boleh ikut?" Doni mengedipkan matanya agar Gatot luluh.


" Ya udah kamu yang maksa yah." tanpa banyak bertanya lagi Gatot pun melajukan kendaraan mewah Doni. Mereka pun langsung menuju ke rumah sakit di mana ibunya yang di rawat.

__ADS_1


__ADS_2