
"Kalau kamu tidak mau nikah sungguhan dengan aku, mungkin kita bisa nikah kontrak seperti yang di novel-novel. Aku sudah tidak ada waktu lagi untuk menolak permintaan Momy, dia mengancam ku kalau tidak menikah juga maka Momy akan menjodohkan aku. Dan bodohnya aku sudah mengatakan kesanggupanku. Aku sudah bilang ia sanggup dengan tawaran itu, dan gadis yang akan menikah dengan aku adalah kamu." Doni memberikan tatapan yang serius pada Gatot.
Mendengar ucapan Doni, Gatot pun langsung kaget. Yah bagaimana tidak masalah adik dan ibunya saja belum ada titik kejelasan akan berakhir seperti apa. Sekarang ditambah lagi dengan ucapan Doni yang ingin nikah kontrak. Apa itu nikah Kontrak Gatot saja tidak tahu.
Untuk sesaat dalam mobil pun kembali sepi, baik Gatot maupun Doni saling diam, Gatot masih mencoba memikirkan apa yang Doni katakan.
"Kamu tenang saja, aku akan memberikan bantuan untuk kamu. Kalau kamu mau menikah dengan aku. Jujur aku sebenarnya tidak masalah dengan umur berapa pun. Dan tidak pernah menarget nikah. Aku jalani hidup ini dengan santai. Tapi Momy selalu memaksaku. Katanya aku sudah tua, teman-teman Momy dengan anak yang seumuran dengan aku sudah pada gendong cucu. Bahkan kamu tahu sendiri kan Deon saja udah punya anak. Yang notabenya dia adalah adikku. Makanya itu Momy semakin ngedesak aku," imbuh Doni yah dia tahu kalau menikah itu butuh kecocokan tetapi dengan nikah kontrak seperti yang disarankan oleh Surya dia bisa mewujudkan keinginan momynya.
"Kalau aku setuju dengan nikah seperti yang kamu bilang apa yang akan aku dapatkan?" tanya Gatot dengan serius. Mungkin kalau untungnya cukup menjanjikan dia bisa mempertimbangkan.
"Aku bisa memberi apa saja yang kamu mau?" ucap Doni, dalam hatinya ia sudah cukup bahagia. Tidak apa-apa menikah kontrak dengan Gatot dari pada dia nikah dengan cewek pilihan Momynya yang sudah jelas dia tidak tahu pilihan Momynya seperti apa.
__ADS_1
Kembali Gatot diam, memikirkan kira-kira apa yang akan dia minta untuk perjanjian nikah kontrak seperti yang di novel-novel.
"Kalau aku minta uang dan rumah apa kamu akan berikan?" tanya Gatot dengan berhati-hati. Sebenarnya tidak enak juga sih meminta rumah dan uang orang yang belum begitu dia kenal. Namun, itu yang saat ini ada dalam pikiran Gatot.
"Aku akan berikan. Aku juga akan anggap lunas hutang-hutang kamu yang lima ratus juta. Tapi syaratnya kamu harus mau nikah dengan aku." Tanpa berpikir lama Doni langsung menyanggupi syarat dari Gatot.
Sontak saja mendengar ucaopan Doni Gatot langsung menggeser tubuhnya menatap Doni dengan tatapan yang berbinar bahagia.
"Yah, kapan aku bohong," balas Doni dengan bibir terkembang sempurna.
"Kalau gitu aku mau, aku mau nikah dengan kamu." Gatot langsung menggenggam tangan Doni dengan kencang, tidak perduli banyak orang yang menatapnya aneh, tapi itulah yang Gatot rasakan. Dia benar-benar bahagia. Karena akhirnya dia bisa berikan rumah itu untuk ibunya.
__ADS_1
Soal pernikahan terserah mau kontrak atau sungguhan Gatot tidak masalah yang penting dia saat ini bisa memberikan tempat untuk ibunya.
"Jadi kamu mau nikah dengan aku kan?" tanya Doni lagi yah hanya memastikan saja sih karena laki-laki itu sudah yakin kalau Gatot sih sudah mau menikah dengan dirinya.
"Iya, terserah mau nikah atau apalah. Aku sadar aku nggak mungkin bisa bayar hutang-hutang aku pada kamu yang lima ratus juta itu, dan aku juga nggak bisa belikan rumah untuk ibu, belum untuk pengobatan ibuku juga butuh uang. Kalau tidak menikah dengan kamu sudah pasti aku mungkin tidak akan bisa dapat uang-uang itu. Aku butuh sugar Dady untuk membuat aku jadi kaya," balas Gatot dengan setengah berkelakar.
Kini giliran Doni yang tertawa renyah dengar ucapan Gatot.
"Jadi aku itu sugar Dady kamu?" tanya Doni dengan tawa yang masih terlihat jelas diwajahnya.
Bersambung...
__ADS_1
...****************...