Pesona Mbak Gatot (Gadis Berotot)

Pesona Mbak Gatot (Gadis Berotot)
Godaan Anna?


__ADS_3

Sejak Gatot memperkenalkan Doni. Sarah pun semakin bersemangat untuk sembuh. Seperti yang Gatot bayangkan kalau Sarah langsung bahagia karena wanita paruh baya itu bisa membuktikan pada orang-orang kalau Gatot bukanlah penyuka sesama jenis. Anaknya normal, hanya saja jodohnya belum ketemu saja.


"Ibu sudah tidur lebih baik kamu pulang yah. Kamu bisa kan bawa mobil sendiri? Aku besok bisa naik kendaraan umum untuk pergi kerja," ucap Gatot pada calon suaminya. Di mana sebenarnya Gatot bingung mau panggil Doni dengan sebutan apa. Tuan? Doni melarang Gatot memanggilnya tuan. Mas? Gatot sendiri yang tidak nyaman ketika memanggil Doni dengan sebutan Mas. Sayang? Apalagi panggilan ini, jelas Gatot menolak dengan keras. Kata wanita itu gelay. Panggil nama seperti biasanya, Gatot masih memiliki sopan santun, tidak sopan di dengan kalau panggil nama. Sehingga dia masih mencoba-coba merubah panggilan pada calon suaminya yang paling nyaman. Namun, saat ini belum ada yang cocok.


#Kira-kira readers ada masukan gak enaknya Mbak Gatot panggil apa dengan Mas Doni.


"Kamu jangan khawatirkan aku. Aku bisa tidur di sini." Doni justru menolak usulan Gatot agar laki-laki itu pulang saja.


"Tidak bisa, kamu juga punya Momy yang harus dijaga. Kasihan kalau Momy di rumah sendirian. Lebih baik kamu pulang. Aku di sini ada Anna, jadi kamu jangan khawatir." Untuk kali ini Gatot benar-benar tidak mengizinkan Dini menginap di rumah sakit.


"Ya udah kalau begitu aku pulang. Tapi untuk pekerjaan untuk besok dan selama ibu kamu belum sembuh kamu tidak harus bekerja. Aku akan urus cuti kamu. Lagi pula kamu adalah calon istri aku jadi tidak ada yang bisa larang kamu mau libur berapa hari juga."


Mendengar ucapan Doni, Gatot justru langsung menolaknya. Yah, gadis berotot itu tidak mau memanfaatkan calon suaminya untuk bekerja sesuka hatinya. Mentang-mentang calon istri dari pemilik perusahaan kerja pun seenaknya. Pasti gunjingan seperti itu akan didengarnya.


"Tidak, kamu jangan lakukan itu. Besok aku akan tetap bekerja jadi kamu jangan repot-repot untuk mengurus cuti aku. Aku tidak mau ada omongan yang tidak enak. Apalagi hari ini adalah hari pertama aku kerja jadi jangan buat aku jadi bahan gibahan karyawan lain yah," ucap Gatot dengan yakin.


"Terserah lah, bagaimana mau kamu. Yang penting aku sudah ingatkan kamu kalau jangan bekerja dengan keras, karena semua urusan ibu kamu aku yang akan urus semuanya. Kalau gitu aku akan pulang dulu," balas Doni. Gatot sendiri membalas dengan menganggukkan kepalanya.


Setelah semuanya beres Doni pun berpamitan pada Gatot mumpung belum malam banget sehingga Doni masih berani pulang sendiri. Maklum dokter tampan itu sangat penakut, sangat kebalikannya dengan Gatot yang super pemberani.


"Aku pulang yah," pamit Doni sekali lagi. Gatot langsung mengambil kunci mobilnya. Namun, Doni pun langsung menolaknya.

__ADS_1


"Aku naik taxi aja, kamu tau kan aku nggak bisa bawa mobil malam. Resiko ngantuk, jadi lebih aman aku naik taxi aja," balas Doni dengan jujur.


"Ya udah, tapi kalau sudah sampai rumah info yah," ucap Gatot, dengan suara yang lirih. Mungkin ini adalah pertama kalinya Gatot menunjukkan rasa pedulinya pada calon suaminya.


"Ok, aku pulang yah, calon istri. Kamu jangan lupa istirahat, jangan terlalu cape, dan semoga ibu cepat pulang," balas Doni dengan suara yang lirih. Seperti yang sudah-sudah Gatot pasti akan membalas dengan menganggukkan kepala.


Setelah berpamitan pada Gatot Doni pun benar-benar meninggalkan ruangan rawat sang calon mertua yang kali ini sudah dipindahkan ke ruang VVIP di mana ruangan rawat yang sangat luas dan nyaman. Yah, berkat sultan Doni kini semuanya pun lancar.


Doni menutup pintu ruangan rawat sang calon mertua dengan pelan agar tidak meninggalkan kegaduhan.


"Mau ke mana Mas?" tanya wanita yang sejak tadi menunggu Sarah di kursi tunggu yang terletak di depan ruang rawat.


Doni yang tidak sadar ada Anna pun terkejut dengan gadis yang jelas sangat beda dengan Gatot. Penampilan Anna yang cenderung terbuka dengan rambut lurus dengan diberi warna lightest gold di ujungnya. Bibir yang merah dan wajah yang putih. Mungkin sebagian laki-laki senang melihat penampilan Anna yang bisa dikatakan sangat modis dan glowing. Namun, bagi Doni yang sudah bosan dengan cewek-cewek berpenampilan seperti itu pun tetap Gatot tidak ada lawan. Natural dan tidak membosankan saat dipandang.


"Iya nanti Mas, lagi pengin ngadem dulu," balas Anna, bisa Doni lihat gelagat wanita berwajah glowing setengah berminyak itu seperti ada yang berbeda, tetapi Doni tidak ingin mempermasalahkannya. Ia bersikap biasa saja.


"Kalau gitu silahkan nikmati udara segarnya aku mau pulang dulu." Tanpa menunggu jawaban Anna, Doni pun mengayunkan kembali kakinya agar segera sampai di loby rumah sakit karena taxi online yang di pesan sudah sampai.


"Biar saya antar Mas," ucap Anna dengan langsung mengekor di belakang Doni, sedangkan Doni saja belum menjawabnya ia memberikan izin Anna untuk mengantarnya atau tidak. Doni pun menghentikan langkahnya. Apa yang dia lihat dari gerak-gerik Anna ternyata benar. Anna tidak lah beda dengan wanita-wanita yang selama ini mengejar Doni.


Laki-laki itu yang sudah sangat bosan, dan lelah menghadapi wanita yang mengejar-ngejarnya pun langsung menghentikan kakinya dan membalikan tubuhnya menatap Anna dengan tatapan yang serius.

__ADS_1


"Aku bisa jalan sendiri menuju loby rumah sakit. Lebih baik kamu masuk ke dalam dan temani calon istriku menjaga calon mertua aku. Itu lebih bermanfaat dari pada mengantar aku yang justru hanya membuang-buang waktu tanpa manfaat," balas Doni. Yang langsung  membuat wajah Anna berubah.


Tanpa menunggu jawaban dan reaksi Anna, Doni pun langsung mengayunkan kakinya untuk kembali menuju loby rumah sakit. Gara-gara Anna, sopir taxi jadi menunggu terlalu lama.


Tatapan Anna terus tertuju pada punggung laki-laki yang mengaku calon suami Gatot.


"Ganteng sih, tapi belagu banget. Yakin paling juga laki-laki yang belok. Makanya nggak doyan sama cewek seksi dan cantik kaya gue. Malah lebih tertarik dengan cewek jadi-jadian seperti Gatot. Namanya saja Gatot, galak, dan seperti laki-laki gaya-gayaan mau nikah paling juga buat sandiwara saja. Seperti yang ada di novel-novel nikah kontrak untuk menutupi kelainan mereka," gumam  Anna dengan pandangan yang masih menatap punggung Doni yang makin menjauh.


Anna pun setelah memastikan kalau Doni sudah tidak kelihatan lagi. Wanita itu pun mengikuti apa saran dari calon suami sepupunya. Ia masuk ke ruang rawat sang bibi.


"Dari mana kamu An?" tanya Gatot yang melihat Anna baru masuk dengan wajah yang terlihat masam.


"Laki-laki tadi calon suami kamu Tot?" tanya balik Anna dan mengabaikan pertanyaan Gatot. Sontak saja Gatot mengerutkan alisnya dengan pertanyaan Anna yang nada bicaranya seperti tidak suka dengan Doni.


"Iya, emang kenapa?" tanya Gatot dengan wajah yang serius. Terlebih Gatot melihat wajah Anna sangat tidak nyaman. Selama ini Gatot dan Anna tidak pernah terlibat masalah apa pun. Yah, jelas karena Anna baru tinggal dengan Gatot akhir-akhir ini, tepatnya setelah Guntur bermasalah dan Gatot pergi bekerja meninggalkan ibunya seorang diri. Itu sebabnya Gatot menitipkan pada Anna sepupunya yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah Gatot untuk menjaga Sarah selama ia bekerja. Apalagi Anna juga belum bekerja. Eh tepatnya Anna memang bekerja jarang lama, dengan alasan tidak betah, cape dan gajinya kecil.


"Kok mau sih kamu dengan laki-laki kaya dia. Masa tadi dia godain aku ngajak aku ikut dengan dia. Emang gue cewek apaan," cerocos Anna dengan suara yang memburu.


Deh!! Gatot kaget dengan ucapan Anna.


Bersambung....

__ADS_1


...****************...


__ADS_2