
Disebuah desa hidup seorang wanita muda yang bernama Marni dia seorang janda yang di tinggal suaminya meninggal dunia,suami Marni bernama Jaka yang meninggal karena sakit.
Marni sosok wanita yang anggun,cantik, dan manis semua mata laki-laki pasti tertuju kepadanya. Melihat kecantikan Marni semua terpesona, seorang laki-laki bernama Sony dia memang sudah lama mencintai Marni.
Sony selalu berkunjung kerumah Marni.
Tokk..
Tokk…
“Marni…Marni…”. Panggil Sony dari luar rumah.
Marni yang mendengar suara Sony dari dalam akhirnya keluar untuk membuka pintu.
“ Seperti suara Sony yang memanggil”. Gerutu Marni yang beranjak dari tempat duduknya di ruang makan.
“Iya…iya..tunggu sebentar”. Saut Marni yang berlari kecil menuju pintu.
Cklekk….
“Sony ada apa kamu kerumah ku?”. Tanya Marni sedikit agak heran, dengan keberadaan Sony di sana.
“ Aku ingin mengajakmu untuk keluar,apa kamu tidak sibuk?”. Ucap Sony yang masih berdiri di luar belum di izinkan masuk oleh Marni.
“ Hmmmmm…… sebenarnya aku tidak sibuk Son, tetapi apa kata orang di kampung ini kalau aku jalan dengan mu”. Ucap Marni yang bimbang.
“Biarkan saja orang mau berbicara apa” . Sony yang berusaha meyakinkan Marni.
“Baiklah kamu tunggu saja di sana biar aku berganti baju dulu sebentar”. Ucap Marni bergegas masuk kedalam rumahnya kembali dan meninggalkan Sony di depan Teras rumahnya.
Tak selang lama Marni masuk kedalam kamae dia mencari baju yang bagus dan pantas dia gunakan.
Sony sosok seorang laki-laki yang sangatlah mapan,di bekerja di Jakarta sebagai seorang yang bekerja di sebuah perusahaan bersa, Sony sudah memendam rasa kepada Marni sejak lama tetapi dia tidak berani untuk mengatakan ke Marni sehingga Marni menikah dengan Jaka suaminya.
Marni akhirnya selesai berganti baju.
“ Son aku sudah siap,maaf kalau bajuku membuat tak indah di pandang”. Tandas Marni yang berdiri di depan pintu.
Sony yang melihat Marni begitu anggunnya,dengan rambut yang di gerai dan polesan make up yang sangat sederhana tetapi simpel, di sangat terpana melihat keindahaan itu sehingga dia tidak berkedip.
“ Son..Sonn… “. Panggil Marni sambil melambaikan tangannya ke depan mata Sony.
Sony akhirnya kaget dan tersadar dalam lamunanya.
“Iya…Iya… Maaf “. Sony langsung salah tingkah.
“ Bagaimana apa kamu sudah siap Mar?”. Tandas Sony yang ingin segera berangkat.
“Iya aku sudah siap Son, mau kemana kita sebenarnya?”. Tanya Marni yang ingin tau dia ingin dibawa Sony pergi kemana.
__ADS_1
Di kampung itu memang tidak ada mall mereka harus ke kota untuk kesebuah mall terdekat.
“Ayo Mar”. Tandas Sony yang membuka pintu mobilnya.
“ Makasih Son “. Tandas Marni yang bergegas masuk ke dalam mobil yang sudah dibuka oleh Sony.
Marni pun masuk tak selang lama Sony masuk juga kedalam mobil.
BUuuuggghhhhh…… pintu mobil tertutup dan Sony segera menginjkan gas dan melajukan mobilnya.
Di perjalanan menuju Mall Susana di mobil sangatlah kikuk mereka yang binggung mulai dari mana untuk berbicara.
“ Hmmmmm…..Son”. Marni memebranikan diri untuk membuka pembicaraan sedangkan Sony masih saja diam karenan binggung.
Sony yang mendengar panggilan Marni dia menoleh kearah Marni, sambil matanya yang sangat salah tinggah itu,Sony benar-benar jatungnya sangat berdegup sangatlah cepat.
“ Kita makan di café di kota saja bagaimana?”. Tandas Sony yang sambil mengemudikan mobilnya.
...****************...
Mobil berwarna merah yang di kemudikan Sony berhenti di depan sebuah café yang sangatlah ramai tidak teras perjalaan selama satu jam sanggat tidak teras.
Cklekkk….
Pintu mobil Sony terbuka, Marni segera keluar dari mobil Sony.
Mereka masuk di sebuah café dan mencari tempat duduk yang menghadap live music yang sedang bernyanyi.
“ Selamat Sore “ . Tandas pelayan sambil menyodorkan buku menunya, kepada Sony dan Marni.
“ Saya pesan Nasi goreng Sepecial, dengan Lemon tae”. Tandas Sony yang sambil membolak- balikan buku menu.
“ Kalau saya pesan pecel ayam, denga teh manis hangat”. Tandas Marni yang sudah memilih makanan dan minuman.
Pelayan yang mendengar pesanan Marni dan Soni menulis dan segera pergi untuk menyiapkan makanan pesanan mereka.
“ Mar.. Mar…”. Tandas Sony yang membuka percakapan dengan Marni.
Marni yang mendengar panggilan Sony menoleh arah Sony dan membuka matanya sangatlah lebar.
“ Iya, Son ada apa sepertinya kamu ingin membicarakn sesuatu?”. Tandas Marni yang memotong pembicaraan Soni.
“ Hmmmmm…. Jujur aku binggung harus memulai dari mana”. Tandas Sony yang salah tingkah, di depan Marni.
“ Katakan saja Son, aku siap mendengarkan ceritamu”. Tandas Marni.
Baru saja ingin memulai percakapaan pelayan datang membawakan pesanan mereka.
“ Permisi ini pesananya”. Tandas pelayan yang sambil menaruh makanan dan minuman ke atas meja mereka.
__ADS_1
“ Terimakasih,mba”. Tandas Marni yang sambil tersenyum dengan renyahnya.
“ Bagaiman Son, apa yang kamu ingin bicarakan tadi”. Tandas Marni yang masih atusias mendengar cerita Sony.
“ Aaaaggghhh…. Sudahlah itu tidak penting”. Tandas Sony yang berusaha melupakaan apa yang akan dia biacarakan dengan Marni.
“Ayo kita makan saja,dan habis itu kita pergi ke mall untuk membeli sedikit barang”. Tandas Sony kembali.
Marni yang mendengar itu menganggukan kepalanya,tanda dia mengerti.
Di café itu sangatlah hangat mereka saling bercanda dan saling melempar senyum satu sama lain,makan merekapun akhirnya selesai dan bergegas ke mall yang mereka tuju.
Bugghhhhh…. Pintu mobil menutup Marni dan Sony masuk kedalam mobil dan segera pergi meninggalkan café itu.
Dari café ke mall tidaklah lama perjalanan hanya 10 menit sudah samapai, Sony segera mencari parkiran.
“ Sepertinya di sini saja kita parkir”. Tandas Sony.
Ckelkkk…
Buuugghhhhh…..
Marni dan Sony keluar dari mobil itu mereka segera masuk kedalam mall itu.
“ Mau ada barang yang kamu cari Son?”. Tandas Marni yang sambil mengikuti langkah Sony yang berjalan sangatlah cepat.
” Iya, aku ingin mencari sesuatu di sini atarkan aku ke toko emas Mar”. Tandas Sony yang sebenarnya Sony ingin melamar Marni.
“ Iya,Son kamu ingin melamar kekasih kamuya?”. Tandas Marni yang kepo.
“ OOOhhhh… kamu tadi ingin berbicara itu di café tadi?”, Tandas marni lagi yang makin kepo.
“ Iya,aku ingin melamar Wanita yang sudah lama yang aku cintai”. Tandas Sony sambil tersenyum melihat Marni.
“ Wah wanita itu sangatlah beruntung sekali mendapatkan kamu Son, sudah mapan pekerjaan mu dan kamu memiliki semuanya”. Ucap Marni yang tersenyum ke arah Sony.
“ AAhhh…. Bisa saja kamu Mar,aku belum apa- apa kok,aku hanya pegawai biasa saja” . Tandas Sony sambil sedikit merendah dan tersenyum.
Sesampainya di toko emas Sony melihat- lihat cincin yang terpajang di etalase semuanya indah dan bagus- bagus.
“ Wahhh…. Indah sekali cincin itu”. Tandas Marni yang melihat sebuah cincin yang bertahtakan berlian yang berkilau.
“ Pasti harganya mahal sekali,aku haru menabung terlebih dahulu untuk memilikinya.” Tandas Marni yang terpukau dengan keindahaan cincin itu.
Sony yang melihat itu hanya tersenyum kearah Marni, dan dia melanjutkan memilih cincin.
“ Mar lihat bagus tidak?”. Tandas Sony yang sambil menujukan tangannya di etalase cincin.
“Bagus, Son cantik banget cincinnya pasti pacar kamu sangat senang memakain cincin itu di jarinya.” Tandas Marni yang memberikan pujian kepada Sony, Sony yang mendengar itupun tersenyum.
__ADS_1