PESONA SANG JANDA KEMBANG

PESONA SANG JANDA KEMBANG
Bab 5. Menyesal


__ADS_3

Sesampainya di puskesmas Sony segera mencari ruang IGD di sana terlihat wanita paruh baya sedang menunggu di ruang tunggu dengan cemasnya.


" Bule,apa yang terjadi?" Tanya Sony yang berdiri di hadapan bule Sumi yang sedang menundukan kepalanya dan menyalahkan dirinya sendiri Marni seperti ini.


Bule Sumi yang mendengar suara Sony terbangun dari duduknya dan menatap Sony dengan tatapan kosong yang penuh rasa bersalah.


"Sony,Marni Son" Ucap bule Sumi sambil memeluk Sony dan tangis pun pecah di pelukan Sony.


" Ini semua karena bule Son,bule yang salah,bule yang membuat Marni seperti ini" Ucap bule Sumi yang masih di pelukan Sony.


"Sudah bule jangan menyalahkan diri bule,semuanya sudah terjadi sekarang kita fikirkan keadaan Marni semoga dia baik-baik saja tidak ada yang serius sekarang kita tunggu dokter saja dulu" Ucap Sony yang menenangkan bule Sumi.


Kemudian mereka duduk di depan pintu kamar IGD,Sony sangat cemas dengan keadaan Marni yang berada di dalam hati ya yang gelisah dan campur aduk dengan khawatir. Dia hanya melihat jam yang melingkar di tangannya waktu terasa sangatlah lama.


Ckelkkk


Pintu IGD terbuka bule Sumi dan Sony segera bangun dari duduknya dan menghampiri dokter yang baru saja selsai memeriksa Marni di dalam.


"Dok bagaimana keadaan ponakan saya" Tanya bule Sumi yang khawatir dengan keadaan Marni di dalam.


" Nona Marni tidak apa-apa cuma hanya dia butuh istirahat saja dan untuk sementara waktu istirahat dulu di sini nanti jika sudah setabil boleh pulang" Ucap dokter sambil melebarkan senyumnya dan kemudian dia pergi meninggalkan Sony dan bule Sumi.


Sony yang mendengar itu hatinya sangatlah lega tenang Marni tidak ada yang harus di khawatirkan. Rasanya Sony segera ingin bertemu dengan Marni ingin memastikan Marni baik-baik saja.


" Bule ingin masuk menemui Marni?" Tanya Sony yang mempersilahkan bule Sumi untuk masuk kamar IGD.


Sony seorang laki-laki yang sopan dan menghormati orang tua dia laki-laki yang sangat sayang kepada ibunya,buat Sony ibunya adalah segalanya.


Bule Sumi segera masuk dan menemui Marni yang masih berbaringbdi ranjang rumah sakit.

__ADS_1


" Mar,maafkan bule,bule sangat menyesal telah berbicara seperti itu ke pada kamu" Ucap bule Sumi yang menyesal dengan apa yang sudah terjadi dan membuat Marni seperti ini.


" Iya bule tidak apa-apa Marni sudah sehat juga" Jawab Marni dengan nada sangatlah lemah dan pelan.


"Di luar ada Sony,dia sangat khawatir dengan keadaan kamu Mar,apa kamu ingin bertemu dengan dia?" Tanya bule Sumi ke pada Marni.


"Sony ada di sini bule,siapa yang memberitahukan dia kalau Marni ada di sini?" Tanya Marni dengan muka bingung.


"Tadi Sony telephone ke handphone kamu dan bule angkat dan bule beri tahu kalau kamu sedang di sini,maafkan bule sudah lancang mengangkat telephone tadi" Ucap bule Sumi dengan wajah yang bersalah.


"Ohhh tidak apa-apa bule,jika Sony ingin masuk tidak apa-apa" Jawab Marni dengan lemah lembut.


Bule Sumi segera keluar dari kamar IGD dan memanggil Sony untuk masuk menemui Marni di dalam,bule Sumi tau Sony sangat khawatir dengan keadaan Marni.


" Sony masuklah Marni sudah menunggu di dalam" Ucap bule Sumi dan kemudian bergantian Sony masuk ke dalam untuk menemui Marni dan memastikan Marni baik-baik saja.


...****************...


" Aku baik-baik saja hanya sedikit kelelahan saja,terimakasih kamu sudah mau datang" Ucap Marni yang masih lemah.


" Kamu istirahat saja dulu" Ucap Sony sambil memegang pundak Marni yang masih berbaring dan Sony melebarkan senyumnya.


Tak lama perawat datang untuk memeriksa infus Marni dan memperbolehkan Marni untuk pulang karena tidak ada yang mengkhawatirkan.


" Permisi nona Marni boleh pulang sekarang infus sudah habis,akan saya bantu untuk melepasnya" Ucap perawat sambil membuka perban infus di tangan Marni.


Marni yang berusaha bangun dari pembaringan dan duduk di tepi ranjang yang di bantu Sony,mereka saling pandang hati Sony semakin tidak karuan melihat wajah Marni yang cantik tanpa polesan make up.


" Terimakasih kasih Son" Ucap Marni yang berusaha bangun dan berjalan yang di bantu Sony berjalan menuju pintu keluar kamar IGD.

__ADS_1


Di luar kamar IGD sudah ada bule Sumi yang menunggu di ruang tunggu dengan cemasnya. Tatapan bule Sumi yang merasa bersalah dengan Marni karena dia Marni seperti ini dia sangat menyesal.


" Bule ke farmasi dulu kamu tunggu di sini sama Sony " Ucap bule Sumi yang kemudian berlalu meninggalkan Sony dan Marni di ruang tunggu depan IGD.


Di ruang tunggu suasana menjadi kaku Sony dan Marni hanya diam Sony yang sesekali mencuri pandang ke arah Marni yang duduk lemas dengan wajah yang pucat. Sony menjadi salah tingkah di hadapan Marni jantung ya berdegup sangatlah cepat tidak beraturan.


" Mar..." Panggil Sony yang berusaha mencairkan suasana,Marni yang mendengar itu menoleh ke arah Sony dengan lemahnya.


"Kamu ingin makan apa biar aku cari di dekat sini" Tanya Sony dengan penuh perhatian.


"Tidak Son,aku belum lapar aku hanya ingin cepat pulang dan istirahat" Jawab Marni dengan singkat,karena dia ingin rasanya membaringkan tubuhnya di kasur dah beristirahat karena kepalanya sangatlah pusing.


Sony yang mendengar itu hanya diam dan melebarkan senyumnya lagi ke Marni,dan tak lama bule Sumi selesai untuk menebus obat Marni dia berjalan di lorong sambil membawa seplastik obat di tangannya.


" Marni ayo kita pulang bule sudah selsai ambil obat kamu" Ucap bule Sumi yang membantu Marni untuk bangun dari duduk ya,karena Marni masih sangatlah lemah.


" Biar aku antar saja bule" Ucap Sony yang juga membantu Marni untuk bangun dari duduknya.


" Apa tidak merepotkan Son?"Tanya bule Sumi lagi yang memapah Marni berjalan menuju pintu keluar.


" Tidak bule tidak merepotkan sama sekali" Jawab Sony yang kemudian dia mengeluarkan kunci mobilnya dan memecet nya.


Mereka berjalan menuju parkiran mobil di sana sudah ada mobil berwarna merah cabe terparkir,Sony segera membukakan pintu untuk Marni dia duduk di depan dan bule Sumi di belakang.


Bughh....Pintu mobil tertutup dan Sony bergegas masuk mobil juga dan memakai sabuk pengaman,dan mereka berjalan meninggalkan parkiran puskesmas.


" Sony nanti mampir sebentar bule mau belikan Marni bubur di depan sana,agar dia bisa minum obat" Ucap bule Sumi yang sambil menunjuk tukang bubur di pinggir jalan.


"Iya bule,nanti biar aku pinggirkan mobilnya"Jawab Sony yang sudah memberi lampu sen untuk meminggirkan mobilnya.

__ADS_1


Bule Sumi bersiap ingin turun dan membelikan Marni bubur ayam agar Marni bisa minum obatnya nanti di rumah.


" Tidak usah bule,biar aku saja yang turun bule dan Marni di dalam mobil saja" Ucap Sony yang bergegas turun dan memesan bubur ayam untuk Marni dan bule Sumi.


__ADS_2