PESONA SANG JANDA KEMBANG

PESONA SANG JANDA KEMBANG
Bab 11. Pemilik Perusahaan


__ADS_3

Lidya segera masuk ruang kerja Sony tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Ckelkkk...Sony yang mendengar ada yang membuka pintu ruangan mata dia tertuju ke arah pintu terbuka betapa malas ya Sony melihat siapa yang datang.


" Hay..Sony" Sapa Lidya dengan manja dan mengoda Sony yang duduk di meja kerjanya,tangan Lidya yang berada di pundak Sony dan wajahnya tepat di belakang telinga Sony.


" Maaf....bu tidak enak di lihat banyak karyawan" Ucap Sony yang berusaha melepas tangan Lidya dari pundak Sony, dan Sony kemudian berdiri dari kursinya seakan dia tidak nyaman Lidya datang.


Lidya adalah wanita anak pemilik perusahaan Sony bekerja,Lidya memang menyukai Sony dia menghalalkan segala cara agar Sony bisa dia miliki dia tak segan-segan pecat karyawan yang berusaha mendekati Sony.


Lidya sudah sangat terkenal di perusahaan itu dengan ke angkuh dan ke sombong dan dia wanita yang sangat galak ke pada semua orang,hampir semua karyawan di perusahaan itu sudah pernah dia caci maki.


"Kenapa Son,kamu selalu menolak aku?" Tanya Lidya dengan nada kesal dan muka cemberut.


"Maaf..bu saya sudah memiliki kekasih dan tidak mungkin juga ibu pemilik perusahaan saya hanya pegawai ibu" Ucap Sony dengan sabar menghadapi Lidya yang pemarah itu.


"Kamu tinggalkan kekasih kamu,aku akan beri kamu segalanya rumah,mobil menjadi direktur utama di perusahaan ini atau apa yang kamu mau" Ucap Lidya dengan kesalahannya.


" Saya tidak butuh semua dari gaji saya,saya sudah cukup bu" Ucap Sony yang sudah mulai menahan amarah.


" Aku kurang apa Son di mata kamu aku kaya,tubuhku seksi,wajah ku selalu perawatan,llaki-laki banyak yang ingin denganku tapi tidak dengan kamu yang selalu menolak" Ucap Lidya lagi dengan amarahnya.


Sony yang mendengar amarah Lidya hanya diam dia hanya mematung di pinggir meja kerjanya,seakan alasan dia selalu di patahkan oleh Lidya dia memang sangat berkuasa di perusahaan ini.


Marni yang mendengar pertengkaran Sony dan Lidya dia merasa sangat takut terjadi apa-apa dengan Sony,tetapi Marni tidak bisa melakukan apa-apa Sony di kantor seorang atasan apalagi ini masalah pribadi bukan masalah kantor.


Buugghhhhh...... Lidya keluar dari ruang kerja Sony dengan wajah yang sangat marah dan dia pergi begitu saja,Sony yang di dalam ruang kerjanya hanya duduk memegang kepalanya dia tak habis fikir dengan sikap Lidya.


Tokkk...tokkk...


" Masuk" Ucap Sony dengan lemahnya. Ternyata Marni yang datang wanita yang dia harapkan datang di ruang kerjanya bukan Lidya.

__ADS_1


" Misi pak ada berkas yang harus di tanda tangan" Ucap Marni yang berusaha profesional melakukan pekerjaan,tetapi mata Marni tidak bisa berbohong melihat Sony yang begitu frustasi dan menahan amarah dengan sikap Lidya.


" Oke,mana berkas yang harus saya tanda tangan" Ucap Sony yang menarik dokumen di atas meja.


" Kalau kamu ingin marah keluarkan Son kalau ingin cerita aku siap mendengarkan" Ucap Marni yang berusaha menghibur Sony dan dia selalu ada untuk Sony.


" Aku hanya ingin sendiri saat ini,nanti kita pulang bareng" Ucap Sony ke Marni masih dengan nada bad mood Marni yang mendengar itu tersenyum ke pada Sony seakan dia mau.


Jam pulang kantor akhirnya tiba Sony segera pulang tidak lupa dia mengajak Marni untuk segera pulang,mereka janji di tempat parkir di kantor mereka memang sedikit berjarak karena tidak enak dengan yang lainnya.


" Aku tunggu kamu di parkiran" Pesan Sony untuk Marni,Marni yang membaca pesan bergegas untuk segera pergi tetapi ada suara yang memanggilnya dari arah belakang dan ternyata itu Wulan.


" Marni,Mar" Panggil Wulan dari arah meja kerja yang tak jauh dari Marni.


" Eh,Wulan ada apa?" Tanya Marni dengan lugunya dia juga sambil melihat jam yang ada di tangannya.


" Kamu pulang kemana?" Tanya Wulan yang sedang mencari teman pulang.


"Wah,sama kita pulang bareng yuk" Ucap Wulan yang mengambil tas ya di atas meja.


" Maaf,aku pulang sama teman lain kali kita pulang bareng,aku buru-buru dulunya Wulan" Ucap Marni kemudian dia berlalu meninggalkan Wulan,Wulan sedikit kecewa tapi dia tetap pulang sendiri.


...****************...


" Maaf,Son kamu menunggu lama" Ucap Marni yang masih terpogoh-pogoh nafasnya.


" Tidak apa,apa kamu sudah siap?" Tanya Sony yang kemudian menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan parkiran.


Di dalam mobil sangat serius,Sony yang masih kesal dengan sikap Lidya tadi pertengkaran mereka memang membuat Sony sangat kesal dan marah.


"Son,apa aku boleh bertanya?" Tanya Marni dia memebranikan diri untuk bertanya kepada Sony karena ke ingin taunya sudah membuat tidak nyaman.

__ADS_1


" Iya,Mar silahkan" Jawab Sony ,dia sudah tau apa yang akan di tanya Marni.


" Lidya siapa,kenapa kalian bertengkar tadi di kantor" Tanya Marni lagi dengan penasaran.


" Oh,Lidya dia anak pemilik perusahaan dia memang sudah lama mencintaiku tetapi aku tidak karena cintaku hanya untuk kamu Mar wanita yang selalu aku tunggu" Ucap Sony dan dia menjelaskan semuanya ke Marni.


Marni yang mendengar penjelasan Sony dia kaget ternyata banyak wanita yang ingin dengan tetapi dia hanya menunggu dirinya yang tak pernah memberikan penjelasan dengan status mereka.


"Maaf Son kamu haru menunggu seperti ini dan kamu menolak wanita cantik dan kaya hanya demi aku seorang janda dan wanita biasa saja" Grutu Marni dalam hatinya dia merasa bersalah,tetapi Marni juga tidak mungkin bersaing dengan Lidya dia wanita cantik dan kaya.


Marni yang melamun setelah mendengarkan penjelasan Sony,di dalam mobil seakan menjadi dingin tidak ada pembicaraan lagi antara mereka berdua.


" Mar,Mar hallo Marni" Panggil Sony dengan melambaikan tangannya di wajah Marni yang melamun.


" Iiiiyaaaa....maaf Son" Jawab Marni dengan gugupnya.


" Kamu sedang melamun apa?" Tanya Sony lagi melihat Marni seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Oohh tidak aku tidak melamun apa-apa" Jawab Marni yang berusaha sejenak melupakan masalah itu.


" Sebelum aku antar kamu ke kost-kostan kita makan dulu disana ada sate kambing yang enak" Ucap Sony yang sebenarnya dia sudah sangat lapar seakan energi sudah habis untuk bertengkar dengan Lidya tadi.


" Ooohhhh oke" Jawab Marni dengan singkat.


Sesampainya di tempat makan Marni masih saja melamun dia merasa kasian dengan Sony,saingan Marni bukan orang bisa tapi anak pemilik perusahaan tempat Marni dan Sony bekerja.


"Mar mau pesan apa?" Tanya Sony lagi yang seakan panggilannya tidak di dengar dengan Marni.


" Hallo Marni Dwi Astuti" Panggil Sony lagi dengan wajah tepat di depan muka Marni,dan Marni kaget melihat wajah Sony tepat depan mukanya.


" Maaf,maaf Son aku sedang lelah sekali habis makan kita langsung pulang saja aku ingin istirahat" Jawab Marni dengan gugupnya lagi dan menjadi salah tingkah.

__ADS_1


__ADS_2