PESONA SANG JANDA KEMBANG

PESONA SANG JANDA KEMBANG
Bab.15 Kecupan


__ADS_3

Sony yang memandang bibir Marni yang merah jambu itu,dan Marni seakan sudah pasrah dengan tubuhnya,mendekat Sony kepada Marni dan Sony mendaratkan kecupan bibirnya di atas bibir Marni.


Suasana menjadi tegang Marni yang kaget dia hanya mematung berdiri menikmati kecupan bibir Sony,tangan Sony sudah mulai menjelajah di tubuh Marni Sony yang tersadar segera menjauh dari Marni.


" Maaf Mar,aku tidak bermaksud" Ucap Sony yang merasa bersalah.


Plakkkkk.....Tangan Marni mendarat di pipi Sony Marni yang kecewa ke pada Sony akhirnya keluar kamar sambil menanggis,di parkiran dia bertabrakan dengan Bram laki-laki yang mengikutinya tadi.


Buughhhh....Marni yang terjatuh,Bram segera membantu Marni untuk berdiri,dengan mata yang sebab Marni pergi meninggalkan Bram dia pergi ke taman dekat dengan kost dia merasa kecewa dengan Sony.


"Apa yang di lakukan Sony tadi?" Grutu Marni dalam tanggisnya.


" Hey,kamu di sini ini aku belikan minum untukmu " Ucap Bram dari arah belakang tubuh Marni.


Marni yang mendengar suara laki-laki dan itu bukan sony dia menoleh ke belakang di sana ada laki-laki tinggi dengan brewok tipisnya dengan baju flanel merah berdiri,Bram yang mendekat duduk sebelah Marni dia mengajak berkenalan.


" Hey,boleh kenalan" Ucap Bram yang menyodorkan tangan ke Marni yang sedang bersedih. Tangan Bram di sambut balik dengan Marni.


" Aku Marni" Ucap Marni dengan perasaannya yang kecewa dengan Sony.


" Hey,aku Bram aku lihat kamu sering keluar masuk kost-kostan itu apa kamu tinggal di sana?" Tanya Bram dan dia memberi sebotol air minum untuk Manri.


" Iya,aku tinggal di sana baru beberapa hari dan akan segera pindah" Ucap Marni dengan seperlu saja.


Bram yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya,mereka saling ngobrol di taman tidak terasa waktu sudah mulai malam Bram mengajak Marni untuk segera kembali ke kost-kostan.


Mereka meninggalkan taman dan sesampainya di kost-kostan di sana masih ada Sony yang menyesali perbuatannya tadi ke pada Marni,Sony yang duduk di tepi ranjang hanya memegang kepalanya saja.

__ADS_1


" Bodoh,apa yang barusan aku lakukan ke Marni,aku harusnya menjaga Marni tidak melakukan hal bodoh" Grutu Sony dengan penyesalan.


Marni yang melihat Sony merasa bersalah dia mendekati Sony dan duduk di samping Sony mereka saling berbicara,tangan Marni yang merangkul Sony dengan lembut.


" Maafkan aku Mar,aku khilaf" Ucap Sony.


" Iya,aku sudah maafkan kamu Son,aku tau kamu sedang banyak fikiran kamu tenangkan dahulu perasaan kamu baru kita jalan ke kosan kamu" Ucap Marni dengan singkatnya.


Bram yang sudah mengantarkan Marni dia pergi meninggalkan kost-kostan Marni,sepanjang jalan Bram hanya mengagumi wajah Marni yang sederhana, di ajak untuk ngobrol dia nyambung terlihat Marni org yang pintar,membuat Bram makin penasaran dengan Marni.


Sony dan Marni segera pergi meninggalkan kost itu menuju kost Sony yang akan Marni tempati,Sony khawatir dengan Lidya yang nekat melakukan hal konyol ke pada Marni. Mobil merah Sony sudah terparkir di kost dan mereka menurunkan barang Marni.


" Semoga kamu di sini aman Lidya tidak akan pernah tau kamu tinggal dimana sekarang" Ucap Sony.


" Son,khawatir kamu berlebih aku tidak apa-apa asal tidak ada yang melihat kita bersama" Ucap Marni yang meyakinkan Sony.


...****************...


Sony kembali ke kamar untuk beristirahat begitu juga Marni yang ingin beristirahat karena hari ini sangatlah lelah menurut dia, Marni yang selesai mandi dia membayangkan saat perkenalan di taman tadi dengan Bram.


" Laki-laki itu...." Grutu Marni yang membayangkan wajah Bram.


Bram yang pulang ke apartemen miliknya juga memikirkan Marni dia menjadi sangat penasaran,Bram yang membayangkan wajah Marni terus menerus Bram menuangkan segelas oringe jus di gelas dan duduk di meja makan.


" Kenapa aku memikirkan wanita itu,tetapi wanita itu beda seperti ada sesuatu dari dirinya" Grutu Bram yang meneguk minuman di tangannya.


" Ahh,,sial kenapa aku harus memikirkan wanita itu,dia wanita yang harus aku selidiki" Grutu Bram lagi,kemudian Bram pergi meninggalkan meja makan dia segera mandi untuk beres² dan besok harus mengikuti Sony lagi seperti apa yang di perintahkan Lidya.

__ADS_1


Keesokan pagi Sony sudah bangun lebih awal dia mengetuk pintu kamar Marni yang tepat di sebelah kamar Sony. Kamar Marni masih sepi sepertinya Marni sangat lelah.


" Mar,Marni Marni" Panggil Sony dari luar tetapi Marni juga tidak ada jawaban dari dalam kamar.


" Sepertinya Marni belum bangun,nanti saja aku bangun kan lagi" Ucap Sony dan dia kembali ke kamar untuk bersiap-siap berangkat kerja,Sony juga sudah membuatkan segelas teh untuk Marni.


Marni yang merasa lelah bangun terlambat dia segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor bersama Sony,Sony yang sudah rapi menunggu Marni keluar dari kamarnya dia duduk di teras dengan dua gelas dan roti di meja.


Cklekkk...


"Maaf Son,aku terlambat semalam aku sangat lelah sekali" Ucap Marni yang terburu-buru dengan paniknya. Sony yang melihat Marni dengan wajah panik dia hanya tersenyum.


" Iya,sudah aku tau tadi aku ketuk kamar kamu saja tidak ada suara,ini aku buatkan teh hangat sama roti di makan" Ucap Sony yang meneguk segelas kopi.


Marni duduk di sebelah Sony mata Marni dan Sony sama-sama sedang memandang ke arah depan dan menghirup udara segar di pagi hari seakan Marni dan Sony menikmatinya.


" Segar sekali udara pagi ini,terimakasih sarapannya" Ucap Marni yang mengambil segelas teh buatan Sony tadi.


" Iya ,sama-sama Mar aku mau bicara" Ucap Sony,Marni yang sedang meneguk teh pun berhenti seakan menoleh ke arah Sony seperti ada yang harus di bicarakan serius.


" Iya,apa yang akan kamu bicarakan Son?" Tanya Marni yang menaruh gelas di meja dan siap untuk mendengarkan cerita Sony.


Sony yang mengambil nafas yang panjang dan mempersiapkan diri untuk bercerita dia takut Marni akan marah dengan apa yang akan di bicarakan nanti.


Huuuff....


" Mar,aku ingin menikahi kamu secepat mungkin " Ucap Sony dengan wajah yang serius Marni yang mendengar itu alangkah terkejut dan dia mematung seakan tidak salah mendengar apa yang baru saja di ucapkan Sony.

__ADS_1


Mulut Marni seakan terkunci tidak ada sepatah jawaban yang keluar dari mulutnya air matanya mengalir di pipinya,fikiran dan bayangan Jaka suaminya seakan tiba-tiba bermunculan kembali.


__ADS_2