PESONA SANG JANDA KEMBANG

PESONA SANG JANDA KEMBANG
Bab.14 Ambisi


__ADS_3

Sony yang baru saja masuk ruang kerja merasa tidak nyaman dengan adanya Lidya di dalam,Sony ingin mengusir Lidya dari ruangan tapi tidak bisa di kantor Lidya atasan Sony pemilik perusahaan.


" Ada apa lagi, apa pertemuan kita kemarin di cafe kurang jelas untuk anda?" Tanya Sony dari baik pintu,Lidya yang mendengar suara Sony dia menoleh ke arah suara Sony.


" Hay,sayang kok baru masuk sudah marah-marah" Ucap Lidya seperti biasa yang tidak pernah mengubris Sony.


" Cukup,aku sudah mulai tidak nyaman dengan ulah anda mulai hari ini aku risgent dari kantor ini" Ancam Sony yang sudah jengah dengan kelakuan Lidya.


" Kenapa Son,kamu tidak bisa mencintaiku sedikit saja,apa hebat wanita itu sampai kamu tergila-gila,aku tau wanita itu kost di daerah Jakarta Selatan dan kamu menjemputnya" Ucap Lidya dengan kesal dan wajahnya memerah.


Sony yang mendengar itu sangatlah kaget Lidya bisa tau semuanya,Lidya orang yang sangat ambisi dia tidak segan-segan akan kepada Marni. Sony hanya mematung melihat wajah Lidya yang penuh amarah.


" Kenapa,Son kamu diam,tidak bisa menjawab,jika aku tidak bisa memilikimu wanita itu juga tidak akan pernah memilikimu juga dan aku akan beri perhitungan kepada wanita itu" Ucap Lidya dengan sedikit mengancam.


Lidya kemudian pergi meninggalkan Sony di ruang kerjanya,Marni yang melihat Lidya keluar dengan penuh amarah hanya diam mematung di meja kerjanya Sony masih berfikir keras bagaimana nasib Marni.


Sony membuka handphone di sana ada foto Marni yang Sony Foto,Sony benar-benar merasa bimbang Marni yang belum juga memberi kepastian kepada dirinya dan Lidya yang ambisi mendapatkan dirinya.


"Mar,keruangan aku sekarang" Tulis pesan Sony ke pada Marni. Marni yang sedang merapikan file yang berserakan di meja kerja dia tidak meyadari handphone berdering ada pesan dari Sony.


" Kemana Marni tidak biasanya dia tidak menjawab pesan dariku" Grutu Sony yang gelisah menunggu pesan balasan dari Marni.


Sudah 3 jam Marni tidak kunjung balas pesan Sony, Perasaan mulai khawatir Lidya akan semakin nekat jika ambisi tidak tercapai.

__ADS_1


Tutttt...handphone Wulan berdering di layar tertulis nama Lidya yang memanggilnya. Seakan ada misi khusus untuk dirinya tidak bisa Lidya menelphone kecuali ada sesuatu.


" Hallo,ibu ada yang bisa saya bantu" Jawab Wulan terdengar suara Lidya masih dengan nada kesal bertengkar dengan Sony tadi.


" Aku ada kerjaan buat kamu,jika kamu mengikuti apa mau ku akan ku naikkan gaji mu dan bonus akan saya tambah" Ucap Lidya dengan nada yang amat sangat serius,Wulan yang mendengar itu hanya diam mendengarkan instruksi dari Lidya.


" Kamu mata-mata Sony selama di kantor,apa ada da wanita yang Sony pacari di kantor ini jika ada beritahukan saya secepatnya" Ucap Lidya lagi,Wulan hanya diam menandakan dia setuju memata-matai Sony di kantor Lidya segera menutup telephone.


Wulan setelah mendengarkan instruksi dari Lidya dia mulai bekerja memata-matai semua wanita yang dekat dengan Sony termasuk Marni walapun dia sekretaris baru tadi dia intens berkomunikasi dengan Sony.


" Mar,sepertinya kamu sibuk sekali?" Tanya Wulan yang mulai mencurigai Marni.


" Eh,Wulan iya nie banyak file pak Sony yang berantakan dan harus di rapikan" Ucap Marni lagi yang membereskan file di meja kerjanya.


Wulan yang mendengarkan pertanyaan Marni hanya diam dia tidak menjawab sepatah katapun,Marni memang orang yang sangat misterius untuk Wulan.


...****************...


"Kemana sih Marni tidak membalas pesan ku?" Grutu Sony pesan yang dari tadi dia kirim belum juga di balas Marni.


Akhirnya Sony inisiatif keluar ruang kerja untuk memanggil Marni secara langsung,di meja Marni masih berdiri Wulan yang sedang berbincang dengan seru mereka.


Cklekkk...

__ADS_1


"Ngapain kamu Wulan di sini kembali ke meja kamu,Marni masuk ke dalam ada yang akan saya bicarakan" Ucap Sony dengan ketusnya tidak seperti biasa Sony yang ramah kepada karyawan,Wulan segera kembali ke meja kerjanya dan marni masuk ke dalam ruangan Sony.


" Ada apa Son,kamu tidak seperti biasanya kamu habis bertengkar lagi dengan Lidya?" Tanya Marni yang sebenernya dia sudahntau Sony dan Lidya bertengkar tadi.


" Malam ini kamu pindah kost dekat dengan kost ku Lidya akan nekat jika dia tau siapa wanita yang sedang dekat denganku" Ucap Sony wajah Sony sudah merah penampilannya juga sudah sangat kusut.


" Tapi,,Son aku belum habis waktu di kost itu" Bantah Marni yang enggan pindah kost dia merasa tak masalah kost di sana.


" Tidak,nanti malam pulang dari kantor kamu kemasi barang kamu dan kamu segera pindah kost dekat denganku, sebelah kamar kost ku kosong kemarin dia baru saja pindah dan aku sudah membayar untuk satu bulan ke depan" Ucap Sony lagi dia tidak mau mendengar Marni membatah apa pun saat ini.


Marni dengan wajah raut sedih dia harus menuruti kemauan Sony karena dia yang mengerti apa yang harus di lakukan. Marni segera keluar ruang kerja Sony dia kembali ke meja kerjanya dengan wajah kecewa.


" Ada apa Mar,kamu keluar ruangan pak Sony kok sedih?" Tanya Wulan lagi tapi dengan bisik-bisik. Marni tidak menjawab hanya mengangkat bahunya saja seakan tidak terjadi apa-apa.


Waktu pulang kantor akhirnya tiba jam dinding sudah menunjukan jam 6 sore, Sony segera keluar dari ruangan dan menuju parkiran untuk menunggu Marni keluar di sana juga sudah ada Bram yang siap mengikuti mereka pergi kemana saja.


Tak selang lama Marni juga keluar bersama Wulan,tetapi Marni menghindari Wulan sesaat dia berpamitan ada yang tertinggal di meja kerja ada alasan Marni untuk pergi sesaat dari Wulan.


" Kamu duluan saja Wul,aku ada yang tertinggal di dalam" Ucap Marni yang terburu-buru masuk ke dalam kantor lagi Wulan yang mendengar dia pergi segera pulang.Keadaan sudah mulai sepi Marni keluar lagi dan segera masuk ke dalam mobil Sony.


" Maaf,harus menunggu lama tadi Wulan mengajak pulang bareng" Ucap Marni yang segera memakai sabuk pengaman,Sony yang mendengar alasan Marni hanya diam dan kemudian mobil Sony pergi meninggalkan parkiran.


Sesampainya di kost-kostan Marni mereka masuk ke dalam dan Marni segera mengemasi barangnya,mereka bekerja sama agar cepat selesai saat Marni ingin mengambil handuk di atas ranjang Sony menyambut tangan Marni,mereka saling pandang tatapan Sony begitu dalam ke pada Marni.

__ADS_1


__ADS_2