PESONA SANG JANDA KEMBANG

PESONA SANG JANDA KEMBANG
Bab 7 Membuka Hati


__ADS_3

Di pertengahan jalan Sony membuka handphone nya dia membuka pesan dari Marni semalam hati Sony sangat senang dan berbunga-bunga walpun hanya ucapan terimakasih dari Marni.


"Iya Mar,jaga kesehatan kamu cepat pulih" Pesan Sony untuk Marni.


Marni yang menunggu balasan pesananya dari Sony dia terkaget handphone nya berdering menandakan pesan masuk,alangkah bahagianya Marni pesan masuk dari Sony.


"Kamu juga jaga kesehatan kamu di Jakarta hati-hati di jalan nanti kabari aku kalau sudah samapai Jakarta" Balas pesan Sony lagi Marni merasa badanya sudah mulai membaik jauh lebih baik,setelah mendapatkan pesan dari Sony.


waktu sudah berganti sore Marni rasanya ingin mandi,karena selama sakit dia tidak mandi dia hanya berbaring saja di kamar keluar kamar hanya untuk mengambil sesuatu di meja makan.


Setelah Marni mandi dia berpapasan bule Sumi di ruang makan mata Marni sangat berbinar-binar wajahnya juga begitu cerah,beda dengan kemarin yang begitu pucat dan matanya yang kosong.


" Kamu sudah mandi Mar?"Tanya bule Sumi yang sambil melebarkan senyumnya ke Marni.


"Sudah bule, badan ku sudah sangat lengket sekali" Jawab Marni sambil memegang handuk di kepalanya.


" Kalau begini besok bule pulang tenang kamu sudah membaik" Ucap bule Sumi lagi,Marni yang mendengar itu lalu tersenyum dan kemudia berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar Marni melihat handphone miliknya belum ada pesan atau telepon dari Sony,Marni bak anak ABG yang sedang jatuh cinta sedang menunggu pesan atau telepon dari sang kekasih.


"Kenapa Sony belum menghubungi ku apa dia masih di jalan?" Grutu Marni yang khawatir dengan Sony yang tak kunjung memberi kabar.


Marni yang duduk di meja riasan sambil menyisir rambutnya yang basah dia juga sesekali melihat cendela luar dia berharap sosok Jaka datang dan memberikan senyumnya.


" Mas kamu datang,aku akan mencoba membuka hatiku untuk sony" Grutu Marni dalam hatinya.


"Aku tau kamu juga sudah ikhlas jika aku membuka hatiku,tetapi cinta aku denganmu tidak akan pernah ada yang menggantikan" Grutu Marni lagi dalam hatinya dan meyakinkan dirinya Jaka tetap ada di hati.


Tak selang lama handphone Marni berdering pesan masuk ternyata dari Sony dia memberi kabar bahwa sudah sampai di Jakarta.

__ADS_1


"Aku sudah sampai Mar baru selesaiaku beri kabar ibu di rumah,kamu sedang apa?apa kamu sudah minum obatnya?" Tanya Sony dalam pesananya.


"Allhamdullilah jika sudah sampai,aku sudah sembuh ,aku baru saja selesai mandi besok bule Sumi sudah pulang" Jawab Marni yang membalas pesan Sony.


"Oh,hati-hati jika bule Sumi sudah pulang nanti malam aku akan telepon kamu,aku mau beres-beres dulu" Pesan dari Sony,dan kemudian dia segera membereskan kamar kost dan segera mandi.


Setelah mandi Sony tertidur dengan pulas hingga dia lupa akan menelphone Marni malam hari, sementara Marni yang menunggu telepon dari Sony hati ya gundah, perasaannya gelisah dia selalu memegang handphone matanya tertuju pada jam dinding sudah menunjukan jam 1pagi.


Sony tak kunjung telepon Marni,Marni yang lelah menunggu telepon dari Sony akhirnya tertidur di meja rias hingga pagi. Marni terbangun karena suara bule Sumi yang siap-siap untuk berangkat pulang.


"Bule ingin berangkat sekarang ?" Tanya Marni yang keluar dari kamarnya.


"Iya,nanti macet kalau berangkat siang" Jawab bule Sumi yang sudah rapi ingin jalan.


" Tapi ini masih pagi sekali di luar masih gelap" Ucap Marni yang melihat arah luar masih gelap dan jam dinding menunjukan jam ½5 pagi.


"Bule tidak apa-apa tadi bule sudah pesan ojek mang Darma agar mengantarkan bule ke terminal,mungkin sebentar lagi dia datang" Jawab bule Sumi yang sudah menunggu Darma datang.


Tinn...


"Mang Darma sudah datang bule berangkat dulu jaga diri kamu baik-baik di sini,cepatlah membuka hatimu untuk orang lain,Jaka sudah bahagia di sana" Ucap bule Sumi yang memeluk Marni. Kemudian bule Sumi naik ojek dan berlalu dalam kegegelapan pagi itu.


...****************...


Marni yang sudah terbangun tidak dapat tidur kembali dia hanya melihat handphonenya Sony tak memberi kabar sampai saat ini.


"Sony kemana katanya dia akan telepon aku semalam sampai saat ini tidak ada kabar" Grutu Marni dengan sedikit kesal menunggu kabar dari Sony.


Marni kemudian masuk dalam kamarnya dia mencoba membaringkan tubuh ya di ranjang mata ya hanya bolak-balik melihat layar handphone perasaannya tidak karuan.

__ADS_1


Azan subuh berkumandang Marni terbangun dari ranjang dan mengambil air wudhu untuk sholat, setelah selesai mengambil wudhu Marni menjalankan sholat saat Marni sudah selsai handphone berdering. Muncul nama Sony yang berada di layar.


Marni bergegas mangkat telepon itu dan terdengar suara laki-laki yang Marni tunggu dari semalam.


" Hallo Mar,maaf aku semalam ketiduran aku lupa sudah janji dengan kamu,kamu jangan marah" Ucap Sony dari ujung telphone.


" Aku semalam menunggu telepon kamu sampai jam 1 pagi tapi kamu tak kunjung telepon" Jawab Marni sedikit kesal.


"Maaf" Ucap Sony lagi.


Marni yang mendengar itu sangatlah bahagia Sony sangat mirip dengan Jaka yang selalu mengalah dan meminta maaf terlebih dahulu, mereka asik mengobrol tanpa mereka sadari waktu sudah siang dan Sony harus segera berangkat ke kantor.


"Aku siap-siap dulu mau ke kantor" Ucap Sony yang berpamitan dengan Marni.


" Iya hati-hati nanti kalau berangkat kerja" Jawab Marni dan kemudian tutup telepon.


Marni segera membersihkan rumahnya dan dia keluar untuk belanja sayuran di warung di sana ada beberapa ibu-ibu yang sedang mengibah dan Marni di lihat nya dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan tatapan sinis.


"Hey Marni kemarin laki-laki yang mengantarkan kamu siapa,kamu kan janda" Ucap seorang ibu-ibu yang begitu sinis melihat Marni.


Marni yang mendengar itu sontak kaget seakan status janda menjadi sasaran empuk untuk di gunjing.


"Itu teman dia hanya membantu ku saja" Ucap Marni yang menahan emosi dan sakit hatinya.


Marni yang sudah tidak nyaman di warung dia bergegas untuk segera pergi meninggalkan warung dan kembali ke ruamhnya.


"Apa aku salah seorang janda,aku tidak memilih untuk menjadi janda kenapa apa yang aku lakukan selalu salah?" Grutu Marni dalam hatinya tanpa dia sadari airmata jatuh di pipinya.


Sesampainya di rumah Marni segera masuk dan Marni segera mengurungkan dirinya di kamar seakan dia untuk keluar rumah saja menjadi cibiran para tetangganya karena status jandanya.

__ADS_1


Marni hanya menanggis hari itu, Marni sangatlah sedih dia ingin bercerita dengan Sony tetapi bukan waktu yang tepat sekarang.


__ADS_2