
Marni hari itu hanya mengurungkan dirinya seakan status janda yang melekat pada dirinya itu sangatlah hina di mata para tetangganya,waktu terus berjalan hari itu.
Marni ingin pergi dari desa dia ingin merantau,dia ingin membuktikan bahwa status janda itu tidak hina dan dia segera menghubungi Sony Marni menelphone Sony malam itu.
Tuttt...
Tuttt.....
"Hallo,Son" Ucap Marni dengan suara yang habis menanggis,dengan suara yang sedikit parau.
"Iya,Mar ada apa dengan kamu seperti orang habis menanggis" Jawab Sony dari ujung telphone,dia mulai sedikit cemas dengan Marni.
"Son,apa di sana ada pekerjaan untukku,aku ingin merantau ke Jakarta " Ucap Marni sambil menahan tanggisannya.
" Untuk apa kamu ingin merantau ke Jakarta?" Tanya Sony yang penasaran,kenapa Marni ingin sekali ke Jakarta.
"Aku di kampung hanya menjadi cibiran para tetangga karena status aku seorang janda" Ucap Marni yang menceritakan ke pada Sony.
" Sabar saja Mar,nanti kalau di Jakarta ada lowongan pekerjaan aku beri tau sementara kamu di desa dulu saja" Ucap Sony yang menenangkan Marni dan memberi semangat.
Marni yang mendengar itu merasa tenang Sony akan membantunya untuk mencairkan pekerjaan untuk dirinya, Marni yang sudah siap menginjkan kaki di Jakarta Marni juga merasa senang Sony selalu ada untuk dirinya saat membutuhkan.
Beberapa hari kemudian Sony menghubungi Marni handphone Marni berdering dengan tertulis nama Sony yang berada di layar handphone,Marni yang senang mendapat telepon dari Sony dia sudah tidak sabar.
" Iya,Son ada apa bagaimana apa sudah ada pekerjaan untukku?"Tanya Marni yang beruntun ke pada Sony.
" Sabar,Mar satu per satu kamu bertanya,iya kamu besok bisa intervieuw di kantor ku sebagai admin" Jawab Sony yang memberi kabar ke Marni.
__ADS_1
" Sekarang kamu siap-siap aku akan jemput kamu,besok pagi aku tiba di rumah kamu dan kita berangkat bersama" Ucap Sony lagi. Marni yang mendengar itu sangatlah senang,dia sudah tidak sabar untuk segera ke Jakarta.
"Terimakasih kasih Son,aku sangat senang mendengar kabar baik ini,hari ini aku akan menyiapkan semuanya untuk di bawa besok ke Jakarta" Ucap Marni dan dia segera menutup telephone dari Sony.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Sony sudah sampai di rumah Marni untuk menjemput Marni, dia mengetuk pintu rumah Marni.
Tokkk...
Tookkkk... "Mar,Marni" Panggil Sony dari luar,Marni yang mendengar ada yang megetuk rumahnya segera membukakan pintu.
"Sony, kamu sudah datang maaf aku belum siap tunggu sebentar" Ucap Marni yang kemudian dia masuk ke dalam rumahnya untuk menyiapkan dirinya.
"Mar,apa kamu yakin ingin merantau ke Jakarta?" Tanya Sony untuk meyakinkan Marni agar dia tidak menyesal dengan keputusannya nanti.
" Iya,Son aku yakin aku ingin merantau ke Jakarta aku akan membuka lembaran baru,mas Jaka pasti setuju dengan pilihan ku dan aku harus bangkit Son untuk masa depan aku" Ucap Marni yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Permisi,Mang" Sapa Marni yang sudah masuk di dalam mobil Sony dan kemudian mereka pergi. Darma yang melihat dan mendengar Marni dan Sony menyapa hanya melambaikan tangannya, kemudian mobil merah itu berlalu dan kemudian menghilang.
"Mar,kita kerumah ibuku dulu sebentar aku ingin berpamitan" Ucap Sony,Marni hanya menganggukan kepalanya dan melebarkan senyumnya yang manis Sony pagi itu entah dia merasa bahagia atau apa perasaannya sangat berbunga-bunga.
Perjalanan dari rumah Marni ke rumah ibu Sony tidak jauh hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja, selama perjalanan Sony memcuri pandang ke Marni perasaan dia tidak pernah berubah walaupun Marni belum membuka hatinya untuk dia.
...****************...
Sesampainya di rumah ibu Sony Marni ikut turun untuk masuk,ibu Sony hanya mendengar ceritanya saja dari Sony,belum bertemu dengan Marni tapi hari itu akhirnya ibu Sony bertemu dengan Marni.
" Ibu,ibu..assalamualaikum" Panggil Sony yang membuka pintu rumahnya dan mencari ibunya.
__ADS_1
Sedangkan Marni yang menunggu di teras rumah Sony,dia duduk dibteras yang penuh dengan pepohonan dan bunga-bunga yang sangat indah seperti tanaman sangat di rawat sekali.
" Sony...ada apa kamu pulang,apa ada yang tertinggal kemarin?" Tanya ibu Sony yang kaget anaknya pulang tanpa memberi tau ibunya.
"Tidak bu,aku habis menjemput Marni dia ingin ikut bekerja denganku di Jakarta sekarang Marni ada di depan apa ibu ingin menemui Marni" Ucap Sony yang memberitahukan ibunya bahwa Marni ada di depan.
" Oh,jelas ibu akan menemui Marni,ibu ingin tau wanita yang membuat anak ibu jatuh cinta dan berbunga-bunga ini" Ucap ibu dengan canda dan mencubit pipi anaknya sambil tersenyum,Sony yang mendengar canda ibunya hanya mengarukan kepalanya.
" Oh,ini Marni ya" Ucap ibu Sony yang meyapa Marni yang sedang duduk di teras Marni yang mendengar suara ibu Sony dia menoleh arah suara dan berdiri dari duduknya,Marni tidak lupa mencium tangan ibu Sony.
"Mar,ini ibuku dia cinta pertama ku" Ucap Sony dengan nada bercanda,ibu yang mendengar itu tertawa begitu juga Marni.
" Kamu ingin bekerja di Jakarta bersama Sony?" Tanya ibu Sony ke pada Marni.
" Iya,bu saya ingin merantau ke Jakarta dan bekerja di kantor Sony" Jawab Marni dengan lemah lembut nya.
" Pantas saja Sony tergila-gila dengan Marni,wanita ini memang cantik sopan dan lemah lembut dia tidak terlihat sebagai seorang janda Marni lebih terlihat seperti anak gadis yang polos saja semoga Sony bisa berjodoh dengannya" Grutu ibu Sony dalam hatinya yang memperhatikan Marnindari ujung kaki hingga rambut.
Marni yang merasa di perhatikan oleh ibu Sony dia merasa sangat kikuk dan menjadi salah tingkah rasa kepercayaan diri Marni seakan hilang sekejap dia menundukkan kepalanya.
"Ibu,aku pamit balik ke Jakarta lagi ibu hati-hati di rumahnya" Ucap Sony yang melihat Marni tidak nyaman karena pandangan ibu Sony.
"Kamu tidak sarapan dulu,kalian belum sarapan nanti biar ibu masak nasi goreng" Ucap ibu Sony yang menyuruh Sony dan Marni untuk sarapan.
" Tidak usah bu,nanti kita sarapan di jalanan saja,aku buru-buru nanti sampai Jakarta malam" Ucap Sony yang kemudian berpamitan ke pada ibunya tidak lupa mencium tangan ibunya dan mencium pipi ibunya.
Marni yang mendengar itu hanya tersenyum dan kemudian Marni juga berpamitan kepada ibunya Sony,dia juga tidak lupa mencium tangan ibu Sony dengan lembut.
__ADS_1
"Mar,ibu titip Sony di Jakarta jaga dia" Ucap ibu Sony yang dengan spontan memeluk Marni. Marni kaget tubuhnya seakan kaku.