PESONA SANG JANDA KEMBANG

PESONA SANG JANDA KEMBANG
Bab 3. Bimbang


__ADS_3

Sesampainya di rumah Marni bergegas ingin masuk rumah, dan meninggalkan Sony di dalam mobil.


“ Maaf Son aku ingi segera masuk”Ucap Marni yang bergegas ingin keluar dari mobil Sony.


Sony hanya diam dia merasa bersalah dengan ucapannya, tetapi Sony juga tidak bisa memendam perasaan itu terlalu lama dia hanya ingi Marni tau perasaan dia selama ini yang sudah dia pendam sejak duduk di waktu SMA.


“ Mar, maaf kalau aku membuat kamu merasa tidak nyaman” Ucap Sony yang sambil memegang tangan Marni.


“Maaf, Son aku……” Ucap Marni sambil ingin melepaskan tangannya dari gemgaman Sony.


Cklekkk…


BuUUgghhhh


Marni segera keluar dari mobil Sony dan menuju pintu rumah dan qqbergegas masuk rumah, air mata Marni akhirnya tumpah membasahi pipi Marni yang merah.


“ Mas, Jaka memang sudah tidak ada tetapi aku masih mencitai dia, aku belum siap untuk membuka hati dan mencari penganti Jaka, tetapi Sony laki- laki yang baik sikap dia tidak pernah berubah dari dulu”Grutu Marni yang mematung di belakang pintu dan mendudukan dirinya sambil memandangi foto Jaka yang menempel di dinding rumahnya.


“Mas, aku rindu dengan keberadaan kamu saat ini”Ucap Marni lagi dengan tangisan yang semakin keras.


Sony yang akhirnya pulang meninggalkan Marni, Sony tau Marni saat ini memang butuh waktu untuk sendiri, untuk menenangkan dirinya karena buat Marni yang tadi dia lakukan sangatalah mengejutkan.


Sesampainya di rumah Sony langsung masuk kamar dia membaringkan tubuhnya di tempat tidur, seakan hari ini sangat melelahkan dan menjadi hari yang sangat tidak nyaman untuknya.


Tok...


Tokkk…


Pintu kamar Sony di ketuk oleh seorang wanita paruh baya, yang berada di balik pintu itu.


“ Iya, tunggu sebentar”Ucap Sony dari dalam kamarnya dan dia bergegas bangun dari baringannya tadi.


“ Sonn….”. Ucap wanita paruh baya tadi memanggil Sony untuk segera membukakan pintu kamarnya.


Cklekkk….

__ADS_1


Cklekk…


“ Oh, ibu masuk bu” Ucap Sony yang mempersilahkan ibunya untuk masuk ke dalam kamarnya.


“ Ada apa Son sepertinya sehabis kamu pulang tadi kamu sangat muram dan seperti ada yang kamu fikirkan?”Tanya ibu Sony yang ingin tau tentang keadaan anaknya.


“ Oh, tidak apa- apa bu aku hanya sedikit lelah saja”Ucap Sony yang berusaha menutupi ke galauan hatinya.


“ Jangan ada yang kamu tutupi dari ibu Son, apa kamu sudah menyatakan perasaan kamu ke Marni?”Tanya ibu ke pada Sony.


Sony hanya diam dan menganggukan kepalnya dan dia binggung dari mana dia harus bercerita dengan ibunya.


“ Sepertinya Marni masih mencintai Jaka bu, dia belum membuka hatinya untuk orang lain”Ucap Sony yang sedikit lemas mengingat apa yang terjadi tadi.


“ Sabar saja Son mungkin bagi Marni ini tidak akan mudah melupakan Jaka walapun Jaka sudah meninggal tetapi hati Marni masih ada rasa cinta dengan Jaka” Ucap Ibu sambil memeluk Sony seakan dia menenangkan Sony yang sedang bersedih.


...********...


Sedangkan Marni di rumahnya,dia hanya menangis saja dia binggung ingin berkeluh kesah dengan siapa dengan keadaan perasaan dia sekarang.


“ Mas Jaka aku sangat merindukan kamu”Ucap Marni yang masih dengan tanggisannya.


“ Mas aku ingi bercerita mas dengan kamu, Sony menyatakan perasaan dia kepada ku mas tetapi aku binggung karena aku masih sangat menjaga cinta kita mas”. Cerita Marni di atas pusara Jaka suaminya.


Tanpa Marni sadar hari sudah mulai gelap Marni akhirnya pulang dan berpamitan ke Jaka.


“ Mas aku pulang dulu, kamu baik- baik di sana datang di mimpiku malam ini”Ucap Marni sambil mengusap batu nisan itu dan memberi kecupan di batu nisan itu.


Sesampainya di rumah Marni bergegas membersihkan diri, dan dia bergegas untuk shalat agar hatinya menjadi tenang, saat Marni sedang berdoa dan mencurahkan hatinya kepada allah SWT.


Kringg….


Kringg… Kringg… Kringg


Hadphone Marni berdering menandakan ada telephone masuk tertulis nama Sumi di layar telphone itu.

__ADS_1


“ Halo, bule” Ucap Marni dengan suara yang sedikit serak karena dia habis menanggis.


“ Hallo nduk, kamu kenapa apa kamu baik- baik saja sepertinya kamu habis menanggis?” Tanya Sumi dari ujung telphone.


“ Aku gak apa- apa bule memang sedikit sedang flu saja”Ucap Marni yang berusaha menutupi keadaan yang bimbang sekarang.


“ Bule lusa ingin pulang dan menemui kamu ada yang ingin bule bicarakan dengan kamu”Ucap bule yang bernada serius.


“ Oh iya bule,Marni tunggu di rumah”Marni yang binggung apa yang akan di bicarakan bulenya sepertinya sangat serius.


Bule Sumi akhirnya menutup telphone itu dan mengakhiri pembicaraan mereka.


Tutttt…………..


Tuuutttttttt………


Marni yang sudah menerima telphone dari bulenya dia bergegas membereskan tempat dia untuk beribadah dan dia ingin sekali tidur, hari ini sangatlah lelah dari pagi dia sudah pergi dengan Sony sampai Sore dia ke makam Jaka suaminya.


Tak selang lama Marni membaringkan tubuhnya di tempat tidur, dia tertidur dengan lelapnya dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan Jaka suami, yang dia minta saat di makam tadi sore Jaka hadir dalam mimpinya.


“ Mar…Mar..”Panggil laki- laki bertubuh tinggi dari jarak jauh.


“ Mas Jaka” Ucap Marni yang tak bisa mendekat dengan Jaka dan berusaha mengapai tangan Jaka.


“ Aku sudah tenang di sini bukalah lembaran baru di hidup kamu, untuk meneruskan masa depan kamu, bukalah pintu hati kamu”Ucap laki-laki itu dari jarak jauh itu dan sambil tersenyum.


“ Tapi maku masih sangat mencintai kamu mas” Ucap Marni yang masih dalam tanggisnya.


“ Mar, Sony sangat mencintai kamu bukalah hati kamu untuknya belajar kamu mencintai dia seperti kamu mencintai aku Mar”Ucap Jaka dan kemudia dia berlalu pergi meninggalkan Marni seorang diri, dan Marni terbangun dari tidurnya.


Marni segera mengambil segelas air putih dan dia melamun di ruang makan,fikiran Marni semakin kacau hatinya semakin tidak karuan Marni hanya memenangkan kepalanya yang sudah semakin semrawut rambut yang acak-acakan.


" Sementara aku harus menghindar dari Sony dahulu,nanti setelah aku ceritakan kepada bule apa yang terjadi sebenarnya aku akan menemui Sony kembali" Grutu Marni yang kemudian dia meneguk air segelas tadi yang dia tuang.


Marni yang masih lelah kemudian masuk kamar lagi dan melanjutkan tidurnya tadi yang terbangun karena dia memimpikan Jaka suaminya, Marni membaringkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidurnya.

__ADS_1


Tetapi Marni di ranjang tidak bisa sedikit pun memejamkan matanya fikirannya hanya ke Jaka dan Sony saja dan hatinya yang mulai bimbang.


__ADS_2