PESONA SANG JANDA KEMBANG

PESONA SANG JANDA KEMBANG
Bab.9 Jakarta


__ADS_3

" Baik bu,aku akan menjaga Sony dengan baik di sana" Ucap Marni dan ibu Sony melepaskan pelukan dari Marni.Mereka berdua masuk ke dalam mobil Sony.


Buukk...


Suara pintu mobil yang tertutup,Sony dan Marni pergi meninggalkan rumah orang tua Sony mobil Sony berlalu hingga menghilang di ujung jalan.


"Mar nanti di Jakarta kamu jangan sungkan untuk minta bantuan atau apa pun itu denganku,di sana sangat keras bagi pendatang seperti kita" Ucap Sony kemudian dia kembali fokus untuk mengendarai mobilnya.


" Iya,Son" Jawab Marni dengan singkat dia menutupi rasa gerogi karena di dalam mobil hanya berdua dengan Sony saja.


Mobil Sony terparkir di rest area untuk istirahat sejenak,mereka makan di sebuah restoran cepat saji,Marni yang duduk di kursi pojok dekat dengan tempat permainan anak sedangkan Sony sedang memesan makan untuk mereka.


"Tunggu sebentar aku pesan makanan dulu" Ucap Sony kemudian berlalu,Marni yang sedang duduk dia hanya memperhatikan sekeliling resto itu.


"Mba saya pesan nasi ayam 2 dan minum cocacola 2" Ucap Sony kepada pegawai restoran cepat saji itu.


" Baik mohon di tunggu pesanan" Ucap pegawai itu,kemudian pegawai lainnya menyiapkan pesanan Sony tadi.


Sony sudah membawa pesananya ke Marni, untuk segera makan mereka tadi belum sarapan.


" Ini Mar,kita makan dulu lalu kita lanjutkan lagi perjalanan kita" Ucap Sony yang menyodorkan makanan ke Marni. Sony kemudian duduk di depan Marni suasana menjadi sedikit lebih cair tidak kaku seperti di mobil tadi.


"Sebenarnya keputusan kamu untuk ke Jakarta ada apa,seperti mendadak sekali?" Tanya Sony dengan heran.


" Di kampung aku menjadi bahan pergunjingan Son,karena status ku sebagai janda dan mereka melihat kamu mengantarkan aku pulang dari puskesmas kemarin" Ucap Marni yang menceritakan semuanya ke Sony.


"Ohh,seperti itu makanya kamu ingin pergi dari kampung dan merantau ke Jakarta" Jawab Sony yang sudah mengerti sekarang.

__ADS_1


" Mar...aku ingin bicara denganmu sangat serius" Ucap Sony yang memandang Marni dengan dalamnya.


Marni yang mendengar itu kemudian terdiam perasaannya semakin tidak karuan jantungnya berdegup dengan kencangnya. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Marni seakan mulutnya di kunci dan tubuhnya sudah tak ada energi.


" Apa kamu sudah membuka hatimu dan mau membuka lembaran baru?" Tanya Sony ,Marni yang mendengar menjadi salah tingkah tanpa sengaja dia menjatuhkan minuman di sampingnya sehingga tumpah berserakan di lantai.


" Maaf,aku jadi menumpahkan minuman jadi berantakan begini" Ucap Marni dengan gugupnya seakan yg dia lakukan salah setelah minum saat ini saos yang terkena baju Marni,keadaan semakin tidak kondusif.


"Mar kamu baik-baik saja?" Tanya Sony yang memegang tangan Marni yang gemetar dan dingin.


"Coba kamu tenang dulu tarik nafas kamu rilex,kamu tidak jawab pertanyaan tadi juga tidak apa-apa mungkin belum saatnya kamu jawab sekarang,aku akan tetap menunggumu" Ucap Sony yang sambil memandangi Marni,Sony juga mengambil kan tissue untuk Marni membersihkan bajunya dari saos.


" Mba,mab" Panggil Sony kepada pelayan restoran itu agar segera membersihkan lantai bekas Marni menumpahkan minuman tadi.


Setelah semua keadaan menjadi kondusif Marni dan Sony pergi meninggalkan restoran itu dan masuk ke dalam mobil Sony lagi untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Jakarta.


" Makasih Son,maaf aku sudah membuat kamu repot dengan semuanya" Jawab Marni dengan gugupnya,mata Marni juga seakan tidak mampu untuk melihat wajah Sony yang tampan itu.


" Tidak apa-apa,aku senang membantu kamu" Jawab Sony dengan singkat karena dia fokus mengendari mobilnya.


...****************...


Waktu sudah mulai sore mereka sudah sampai di Jakarta dan Sony mengantarkan Marni ke kost-kostan agar besok pagi Marni bisa on time datang ke kantor untuk intervieuw.


Sesampainya di kost-kostan Sony mengantarkan Marni ke kamarnya yang bisa di katakan cukup modern dan minimalis itu,biaya sewa saja sangatlah mahal.


Cklekkk..

__ADS_1


"Assalamualaikum,Mar ini kamar kost kamu selama di Jakarta kamu tinggal di sini" Ucap Sony yang kemudian menaruh barang-barang Marni di pojok tempat tidur.


" Son,ini sangat mewah sekali pasti mahal biaya sewa nanti aku ganti kalau aku sudah kerja" Ucap Marni yang terkagum-kagum dengan kamar kost yang serba modern dan elegan.


" Sudah tidak usah memikirkan itu,sekarang kamu istirahat aku pulang ke kost untuk istirahat besok pagi aku jemput kamu kita brangkat ke kantor bareng"Ucap Sony kemudian dia meninggalkan Marni sendiri di kamar.


Marni yang masih tidak percaya dengan semuanya,Sony sangat baik dengan dia Marni memang sudah membuka hatinya untuk Sony tapi dia tidak menyangka akan secepat ini Sony mengungkapkan lagi.


"Mas Jaka,aku sudah di Jakarta sekarang aku ingin membuka lembaran baru dan menata hidupku jauh lebih baik restui aku mas" Grutu Marni dalam hatinya.


Marni segera membersihkan dirinya dan merapikan bajunya dalam lemari kost,setelah selesai Marni membaringkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk dan nyaman itu baru membaringkan tubuhnya handphone Marni berdering.


Tertulis nama Sony yang muncul Sony menelphone Marni hanya ingin mendengar suara Marni yang lembut,seakan Sony sudah rindu lagi dengan Marni dia baru saja berpisah sebentar.


"Hallo...Son ada apa,apa ada barang kamu yang tertinggal di sini?" Tanya Marni takut ada barang Sony ada yang tertinggal.


"Tidak,aku hanya ingin telphone kamu saja dan memberi tau kalau aku sudah sampai di kost ku"Jawab Sony yang menutupi perasaannya yang rindu dengan Marni.


" Oh,,Son aku ingin menjawab pertanyaan kamu tadi,aku sebenarnya sudah membuka hatiku untukmu" Ucap Marni yang akhirnya mengutarakan dia sudah membuka hatinya.


Sony yang mendengar itu sangat kaget seakan yang dia dengar tadi dari Marni bukan halusinasi. Yang dia dengar itu memang benar Marninsudah membuka hatinya untuk dirinya.


"Tapi,maaf sebelumnya walaupun aku sudah membuka hatiku untukmu untuk sementara kita seperti ini saja dahulu sampai aku benar-benar yakin dengan apa pilihan ku" Ucap Marni yang menegaskan jangan ada komitmen apa pun saat ini.


"Maksud kamu apa Mar,aku tidak mengerti?"Tanya Sony yang bertanya maksud dari Marni apa.


"Biarkan kita berjalan seperti ini dan saling perhatian satu sama lain tetapi tidak ada komitmen" Jawab Marni lagi,karena dia belum bisa melupakan Jaka sepenuhnya.

__ADS_1


" Oke,jika itu mau kamu tetapi sampai kapan pun aku akan tetap menunggumu bisa menerima aku sepenuhnya" Ucap Sony kemudian Sony menutup telephone mereka,Sony seakan sedang berbunga-bunga mendengar apa yang Marni ucapkan tadi.


__ADS_2