PESONA SANG JANDA KEMBANG

PESONA SANG JANDA KEMBANG
Bab 4. Bule Sumi


__ADS_3

Sampai pagi Marni tidak bisa tertidur wajahnya sangat pucat, Marni yang berusaha bangun dari tempat tidurnya mendengar pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang.


Tokkk....


Tokkkk..... "Marni,Mar" Terdengar suara wanita yang memanggil Marni sambil mengetuk pintu rumah.


" Iya,sebentar" Jawab Marni yang bangkit dari tempat tidurnya dan segera membukakan pintu.


Cklekkk...


" Bule, kok tidak memberitahukan dulu kalau mau datang sekarang bukannya bule masih 3hari lagi berangkat?" Tanya Marni yang kaget ternyata bule Sumi sudah datang lebih awal dari rencananya.


" Iya,bule mempercepat kedatangan bule ke sini ada yang harus bule bicarakan dengan kamu Mar penting" Jawab bule Sumi yang segera masuk rumah Marni dan menaruh tas nya di atas kursi. Bule Sumi dan Marni duduk di ruang tamu dan mereka mulai berbicara dengan serius.


" Ada apa bule sepertinya sangat serius sekali" Tanya Marni yang binggung apa yang akan bule bicarakan dengan dirinya.


"Mar, kamu sekarang seorang janda tidak baik kamu tinggal sendiri di sini nanti apa kata tetangga kalau ada laki-laki yang datang ke rumahmu,sebaiknya kamu segera menikah lagi Mar agar kamu tidak di gunjing oleh tetangga" Ucap bule Sumi dengan serius.


Marni yang mendengar itu sangatlah kaget,masalah dirinya dengan Sony saja belum selesai sekarang bule Sumi ingin dirinya segera menikah lagi. Makin kacau fikiran Marni saat ini.


" Tapi bule,hmmm...Bukan Marni tidak mau menikah lagi tetapi Marni masih sangat mencintai mas Jaka" Jawab Marni dengan nada yang sangat lirih.


" Mau sampai kapan Mar,kamu tidak bisa melupakan Jaka dia sudah meninggal dia tidak akan bisa hidup lagi kamu masih punya masa depan" Tanya bule Sumi dengan sedikit penuh penekanan.


"Tidak mudah menyandang status janda apa lagi kamu masih muda cantik,banyak laki-laki yang ingin memiliki kamu" Ucap bule Sumi lagi dengan sedikit emosi.


Marni yang mendengar hanya diam mulutnya bak di kunci dia tidak bisa membela diri lagi di hadapan bule Sumi ,air matanya jatuh di pipinya yang merah.


" Bule dengar Sony sedang mendekati kamu,apa benar Mar?" Tanya bule Sumi ke Marni.

__ADS_1


Marni yang mendengar itu makin kaget matanya terbuka lebar dan Marni menegakan kepalanya yang tadi hanya tertunduk lemas.


"Bule Sumi tau dari siapa Sony sedang mendekati aku" Grutu Marni dalam hatinya dia bertanya-tanya.


"Kamu fikirkan lagi apa yang bule katakan tadi menyandang status janda itu gak mudah" Ucap bule Sumi yang bangkit dari duduknya,dan segera pergi keluar untuk mencari udara segar sesaat.


Marni yang di tinggal di dalam rumah hanya diam dan pergi ke kamar,di dalam kamar dia hanya menangis seakan masalah dia tidak kunjung selsai,dia hanya mau menjaga cinta Jaka.


"Mas Jaka aku hanya ingin menjaga cinta kita saja,tetapi kenapa Sony dan bule Sumi datang dengan memberikan masalah baru untukku" Tanya Marni dalam tangisannya.


Hari sudah mulai sore Marni masih saja mengurungkan dirinya di dalam kamar dia tidak keluar kamar,dia hanya memandang foto Jaka yang ada di kamarnya,air matanya juga tak kunjung berhenti mata Marni menjadi sangat bengkak.


"Mar,Marni makan dulu bule sudah belikan makanan untuk kamu di meja" Panggil bule Sumi yang memanggil Marni dari ruang makan.


Marni tidak ada jawaban suara tangisan juga sudah tidak terdengar lagi dari dalam kamar,bule Sumi menjadi khawatir dengan keadaan Marni yang tidak keluar kamar dari tadi pagi hingga sekarang.


Tokkk.... " Marni,Marni,Marni" Panggil bule yang makin khawatir dengan keadaan Marni di dalam kamar,tetapi tidak ada jawaban bule Sumi berinisiatif memanggil warga untuk meminta bantuan membukakan pintu kamar Marni.


...****************...


Betapa kaget bule Sumi melihat Marni yang sudah tergeletak di ranjang sambil memegang foto Jaka suaminya,wajah Marni yang sangat pucat dan matanya yang sangat sembab karena dia menangis.


Bule Sumi segera berlari menghampiri Marni dan mengoyangkan tubuh Marni yang lemah itu.


"Mar,Mar Marni ayo bangun Mar" Ucap bule Sumi dengan paniknya air mata bule Sumi akhirnya pecah.


"Pak tolong bawa Marni ke puskesmas terdekat" Ucap bule Sumi yang meminta tolong warga segera membawa Marni ke puskesmas untuk segera di obati.


Warga bergegas membawa Marni ke puskesmas terdekat,tubuh Marni di bopong oleh 2 orang laki-laki masuk ke dalam sebuah mobil milik tetangganya,dan segera pergi menuju puskesmas terdekat bule Sumi ikut menemani.

__ADS_1


Sesampainya di puskesmas Marni segera masuk IGD dan di periksa oleh dokter yang di bantu beberapa perawat di sana,Marni masih belum sadarkan dirinya badanya menjadi demam perawat memasang infus di tangan Marni.


Suasana IGD sangatlah tegang bule Sumi hanya menanggis dia merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan kemarin ke Marni.


"Maafkan bule Mar,bule sudah salah mendesak kamu agar segera menikah,bule tau kamu masih sangat mencintai Jaka suami mu " Grutu buke Sumi dalam hatinya yang lirih,air mata bule Sumi tak kunjung berhenti melihat keadaan Marni sekarang.


Tak selang lama handphone Marni berdering tertulis nama Sony di layar dia menghubungi Marni karena dia ingin berpamitan karena haru pulang ke Jakarta lagi untuk bekerja.


Kringgg...


Kringgg.... Bule Sumi mengangkat telephone itu dengan suara yang lemah karena bule Sumi habis menanggis.


"Hallo,,ada apa Son" Jawab bule Sumi dari ujung telphone,Sony yang mendengar suara itu pun dia binggung karena buka suara Marni yang menjawab telphonenya.


"Hallo..ini siapa ya kemana Marni?" Tanya Sony yang masih binggung dengan suara orang lain.


" Ini bule Sumi,Marni sekarang ada di IGD puskesmas Marni tadi pingsan" Jawab bule Sumi lagi.


" Marni masuk IGD bule?" Tanya Sony yang kaget mendengar Marni masuk IGD dan Sony segera mematikan telphonenya dan segera menghampiri Marni yang masih di IGD.


" Bu..ibu.." Panggil Sony yang tergesah-gesah.


" Ada apa Son, kok kamu panik sekali ?" Tanya ibu Sony yang keluar dari kamarnya karena habis sholat sunah.


" Ibu Marni masuk IGD puskesmas,tadi bule Sumi bilang Marni pingsan di kamarnya" Jawab Sony dengan muka yang sangat panik ingin segera tau keadaan Marni.


"Astagfirullah, iya segera kamu temui dia disana dia dengan siapa apa ibu ikut saja dengan kamu kesana" Tanya ibu Sony yang masih menggunakan mukena.


" Di sana ada bule Sumi,ibu tidak usah ikut nanti kalau keadaan sudah membaik aku beri kabar dan ibu bisa kesana" Jawab Sony dan kemudian dia berlalu tidak lupa dia mencium tangan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2