
Sesampainya di depan Kost-kostan Marni Sony turun dan menjemput Marni di depan kamar kost.
Tokkk...." Mar,Marni" Panggil Sony dari balik pintu.
" Iya,Son tunggu sebentar" Jawab Marni dari dalam kamarnya. Dia bergegas membuka pintu di berbagai Sony terlihat Bram yang mengikuti kemana langkah Sony dia menyamar menggunakan topi masker dan kaca mata hitam.
Alangkah terkejut Bram melihat Marni wanita cantik jauh lebih cantik Marni dari Lidya,Marni yang sederhana membuat Bram juga terpesona melihatnya walau dari jarak jauh.
"Masuk Son, kamu sudah sarapan?" Tanya Marni kepada Sony yang segera membuatkan secangkir kopi untuk Sony.
" Boleh,kebetulan aku juga lapar" Jawab Sony dengan canda nya Marni segera membuatkan roti bakar untuk Sony .
" Apakah Lidya nanti akan ke kantor lagi?" Tanya Marni yang menahan rasa kecewa.
" Entahlah, dia mau datang atau tidak dia mau terus mengejar cintaku silahkan saja, aku tetapi pada pendirian ku kamu yg akan aku perjuangkan dan menjadi istriku nanti" Ucap Sony Marni yang mendengar itu tanpa sadar menjatuhkan sendok yang dia genggam.
"Sony benar-benar laki-laki yang baik dia akan memperjuangkan ku tetapi bagaimana dengan Lidya dia sangat mencintai Sony" Gejolak hati Marni makin bimbang.
"Mar,Mar mana roti dan kopi ku?" Tanya Sony yang sudah kelaparan sedangkan Marni masih mematung. Dan dia terkaget mendengar panggilan Sony tadi.
" Ohh sebentar Son tunggu" Jawab Marni yang terburu-buru membuatkan roti untuk Sony. Bram masih berdiri dekat kamar Marni dia masih memantau pergerakan Sony dan terbayang wajah Marni yang cantik dengan kesederhanaannya.
" Aku akan mendekati wanita itu dan akan ku jadi kan istri" Grutu Bram yang akan mendekati Marni dia seakan cinta pada pandangan pertama dengan Marni.
Tak lama Marni dan Sony keluar kamar kost untuk segera berangkat kerja bersama,begitu juga Bram yang bersiap-siap mengikuti mereka saat mereka melewati Bram tampak parfum Marni yang harum membuat Bram makin kepayang.
Sesampainya di parkiran mobil Marni dan Sony bergegas masuk ke dalam mobil di dalam dan Sony segera menginjkan gas dan pergi meninggalkan kost Marni dan Bram dengan mobil jeep di belakang mengikuti.
" Son,apa kamu akan menyerah dengan hubungan tanpa status kita?" Tanya Marni yang memebranikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
" Kamu bicara apa,sampai kapanpun aku tidak akan pernah mundur dan aku akan segera menikahi mu" Ucap Sony lagi dengan penuh keyakinan.
" Tetapi Lidya?" Tanya Marni lagi dengan wajah sendu.
" Biarkan saja dia,nanti dia akan berhenti ketika dia sudah lelah dengan cinta sendirinya" Ucap Sony yang sudah tidak memperdulikan perasaan Lidya.
Mereka sudah sampai di kantor,dan Marni segera keluar dari mobil Sony di sana tidak ada yg melihat Marni turun kecuali Bram yang dari tadi mengikuti dan seorang satpam. Marni masuk kedalam kantor sendiri begitu Sony.
Bram segera mengambil handphone di saku celana untuk memberi tahu Lidya hasil dia mengikuti Sony dari tadi hingga masuk kantor.
Tuttt......Lidya belum juga menjawab telphone dari Bram sudah 2kali Bram menelphone Lidya tetapi tidak ada jawaban sama sekali akhirnya Bram memutuskan untuk ke apartemen Lidya.
Sesampainya di apartemen Lidya,ternyata apartemen Lidya kosong tidak ada orang Bram yang mengetuk pintu apartemen tidak ada jawaban dari dalam. Bram menelphone Lidya lagi dan sama tidak di jawab lagi kemudian Bram pergi meninggalkan apartemen Lidya.
Lidya yang berada di sebuah hotel mewah,dia sedang kencan dengan pacarnya sehingga dia tidak mau di ganggu oleh siapapun, Lidya yang melihat handphone milik ya ada 3panggilan tidak terjawab ternyata dari Bram.
Bram yang membaca itu membalas pesan dari Lidya "Oke,setelah makan siang kita bertemu" Balasan dari Bram.
...****************...
Siang itu setelah makan siang mereka bertemu di sebuah cafe di sana Bram datang lebih dahulu dari Lidya,Bram sudah duduk di meja dekat kolam ikan. Tak lama Bram menunggu Lidya datang.
" Sory,Bram aku telat tadi ada yang harus aku kerjakan dahulu" Ucap Lidya dan kemudian mereka duduk berhadapan.
" Bagaimana hasil kamu mengikuti Sony tadi?" Tanya Lidya lagi ke pada Bram.
"Sony memang memiliki kekasih tadi mereka berangkat kerja bersama wanita itu tinggal di sebuah kost-kostan daerah Jakarta Selatan" Jawab Bram yang memberi info ke Lidya.
Bram hanya memberi tahukan Sony saja dan dia melindungi Marni karena Bram ingin mencari tahu tentang Marni sendiri.
__ADS_1
" Sial,siapa wanita itu akan aku datangi kost tempat dia" Ucap Lidya dengan emosional dan amarahnya.
" Sudah biar aku saja ini baru hari pertama aku mengikuti mereka" Jawab Bram yang menenangkan Lidya.
" Aku kan ke kantor menemui Sony" Ucap Lidya kemudian dia pergi meninggalkan Bram sendiri di cafe.
" Wanita yang penuh dengan ambisi semua dia ukur dengan uangnya" Grutu Bram dan kemudian Bram juga pergi meninggalkan cafe itu juga.
Sesampainya di kantor Lidya langsung masuk ke dalam ruangan Sony para karyawan sudah sangat mengerti sikap Lidya yang penuh dengan amarah dan ambisi nya.
" Maaf,ibu bpk Sony sedang meeting" Ucap Marni yang berada tepat di samping ruang Sony.
" Diam kamu,apa kamu tidak tahu siapa saya?"Tanya Lidya dengan ketus dan segera pergi meninggalkan Marni.
Lidya yang masuk ruang kerja Sony dia tidak mendapati Sony di dalam dia menunggu Sony hingga selesai meeting,Lidya yang duduk di sofa ruang kerja Sony dengan gelisah.
Di meja kerja terpajang foto Sony waktu naik jabatan kemarin,Lidya mengambil foto itu di pandang foto itu dengan penuh rasa marah dan kesal mengingat kata-kata Bram tadi Sony sudah memiliki kekasih.
Marni yang baru saja di marahi Lidya dia sangat sedih,Wulan datang menghampiri Marni di meja kerjanya.
" Mar,nenek sihir itu memang seperti itu suka marah jadi kamu sabar saja menghadapi nenek sihir itu" Ucap Wulan,Marni yang mendengar Wulan bercerita dia menjadi tertawa seakan dia lupakan sejenak bentakan Lidya tadi.
Sony baru saja selesai meeting dia berjalan dari koridor kantor menuju ruangan kerjanya,Sony benar-benar sangat wibawa menjadi seorang atasan anak buahnya selalu menghormati Sony.
" Mar apa ada telephone mencari ku tadi?" Tanya Sony yang berhenti sejenak di meja kerja Marni, Sony yang melihat Marni sedikit sedih dalam hatinya bertanya-tanya.
" Tidak pak,hanya ada ibu Lidya di dalam" Jawab Marni,Sony yang mendengar itu menghela nafas dalam seakan ada apa lagi Lidya datang.
"Cklekkk....Sony masuk di ruang kerjanya dia melihat Lidya sedang berdiri dan melihat foto-foto di meja kerja Sony.
__ADS_1