PESONA SANG JANDA KEMBANG

PESONA SANG JANDA KEMBANG
Bab 6 Perhatian Kecil


__ADS_3

"Bang bubur 2 di bungkus" Ucap Sony ke abang tukang bubur,abang tukang bubur segera membuatkan bubur pesanan Sony. Setelah pesananya selesai di buat Sony bergegas masuk mobil lagi.


"Ini bule bubur ayam nya,nanti sampai rumah kamu makan ya Mar dan di minum obatnya biar kamu cepat sembuh" Ucap Sony dan kemudian Sony menjalankan mobilnya lagi untuk pulang ke rumah Marni.


Sesampainya di rumah Marni Sony membantu Marni untuk turun dari mobilnya,dan memapah masuk ke dalam rumah Marni.


" bule buka kamar dulu kamu duduk dulu di sini" Ucap bule Sumi yang membuka kamar Marni dan menyiapkan tempat tidur untuk Marni beristirahat.


Marni dan Sony menunggu di ruang tamu susana ruang tamu sangatlah kaku,Sony dan Marni hanya saling diam tak sekali Sony mencuri pandang ke Marni,hatinya sangat sedih melihat Marni yang sakit dan lemas sperti itu.


" Marni ayo istirahat kamarmu sudah siap,biar bule siapkan bubur yang tadi Sony beli" Ucap bule Sumi yang berlalu menuju dapur untuk menyiapkan bubur untuk Marni makan.


Marni yang mendengar itu berusaha bangun dari duduk ya,Sony yang melihat Marni sangat lemah dia berinisiatif untuk membantu Marni dan memapahnya masuk kedalam kamar.


"Terimakasih kasih Son" Ucap Marni dengan lemahnya.


"Ini bubur ayam yang tadi beli biar bule suapkan"Ucap bule Sumi yang membawa mangkuk dan segelas air putih untuk Marni.


" Biar saya saja bule yang menyuapi Marni bule makan saja nanti bubur nya tidak enak kalau sudah dingin" Ucap Sony yang mengambil mangkuk dan gelas dari tangan bule Sumi.


"Baik kalau Sony ingin menyuapi Marni,kebetulan bule juga sangat lapar" Ucap bule Sumi dan bule berlalu keluar kamar menuju meja makan untuk makan.


" Sepertinya Sony benar-benar sangat mencintai Marni,terlihat sekali Sony sangat khawatir dengan Marni semoga mereka bisa berjodoh" Grutu bule Sumi dalam hatinya.


"Mar,makan dulu nanti di minum obatnya" Ucap Sony yang menyuapi Marni perlahan.


"Sony sangat baik dia juga terlihat sangat khawatir dengan keadaan ku sekarang apa aku harus membuka hatiku untuk Sony" Grutu Marni dalam hatinya sambil mencuri pandang ke Sony.

__ADS_1


" Udah Son aku sudah kenyang"Ucap Marni yang sudah selsai makan.


" Kamu minum obatnya Mar biar cepat pulih dan istirahat yang cukup" Ucap Sony yang membuka obat untuk Marni.


Setelah Marni minum obatnya dan tertidur Sony berpamitan pada bule Sumi,dia ingin segera pulang dan bersiap-siap besok pagi dia akan kembali ke Jakarta besok pagi.


"Bule,aku pamit Marni sudah tidur aku besok kembali ke Jakarta tolong sampaikan ke Marni" Ucap Sony yang mencium tangan bule Sumi dan dia pergi menuju mobilnya.


"Hati-hati Son kalau kamu besok pergi ke Jakarta" Ucap bule Sumi sambil melambaikan tangannya.


Sony berlalu pergi malam itu hanya ada bule Sumi dan Marni di rumah itu,bule Sumi ingin sekali beristirahat hari ini dia merasa lelah sekali,baru saja bule Sumi memejamkan matanya Marni terbangun. Marni melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul 11 malam dia melihat bule Sumi sangatlah lelah Marni tidak membangun bule Sumi.


Marni mengambil minum ke dapur untuk berjalan ke dapur saja Marni masih sangatlah lemas wajahnya masih pucat panas dingin di tubuhnya begitu terasa.


Malam itu Marni menghubungi Sony dia ingin menulis pesan untuk Sony dan mengucapkan terimakasih untuk hari ini membuat Sony sangatlah khawatir.


Marni kembali masuk ke dalam kamar dan ingin tidur kembali kepalanya masih terasa pusing,dia membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidur.


****************


Keesokan harinya pagi itu sangatlah sibuk untuk Sony dia terburu-buru untuk segera berangkat ke Jakarta sehingga dia tidak sempat membuka handphone nya.


" Ibu ibu aku segera berangkat,nanti macet dan sampe Jakarta bisa sore" Panggil Sony yang berpamitan pada ibunya tak lupa Sony selalu mencium tangan ibunya.


" Iya hati-hati di jalan nanti kabari ibu jika sudah sampai di Jakarta" Ucap ibunya dan memeluk anaknya dengan erat.


Sony bergegas masuk ke dalam mobil dan melihat kesekeliling dalam mobil mata Sony tertuju ada sapu tangan yang tertinggal di mobil Sony,Sony yang melihat itu segera mengambilnya ternyata sapu tangan Marni yang tertinggal kemarin.

__ADS_1


Sony sudah tidak ada waktu lagi untuk mengembalikan ke Marni sehingga dia simpan untuk sementara waktu dan akan dia kembalikan nanti saat mereka bertemu.


Mobil Sony segera melaju pergi meninggalkan halaman rumah di perjalanan Sony tidak sedikit pun membuka handphone nya,sehingga pesan dari Marni semalam belum di baca.


Sementara Marni menunggu balasan pesananya dari Sony dari semalam tapi tak kunjung masuk di handphonenya, bule Sumi yang melihat Marni begitu gelisah melihat handphone miliknya bertanya.


"Sepertinya kamu sedang menunggu sesuatu" Ucap bule Sumi dari arah pintu kamar Marni.


Marni yang mendengar itu menoleh ke arah bule Sumi dan Marni menjadi salah tingkah wajahnya menjadi merah merona. Dan Marni hanya melempar senyum malu ke pada bule Sumi.


"Sony pagi ini kembali ke Jakarta,semalam dia sudah berpamitan kamu sudah tidur" Ucap bule Sumi yang tau apa yang ingin Marni cari tau, Marni yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya.


"Pantas saja dia tidak membalas pesan ku semalam" Grutu Marni dalam hatinya.


"Apa kamu sudah baikan Mar?"Tanya bule Sumi ke Marni yang masih berbaring di ranjang.


" Sudah bule aku sudah baikan,minum obat sehari lagi aku sudah sembuh" Ucap Marni yang begitu semangat walaupun kepalanya masih terasa pusing dan badanya lemas.


"Syukur jika kamu sudah baikan,bule mempercepat ke pulangan bule tadi om kamu telphone dan menyuruh bule pulang kamu tidak apa-apa?" Ucap bule Sumi ke pada Marni.


" Oh tidak apa-apa bule aku sudah sehat,om lebih membutuhkan bule di rumah kasian om juga jika di tinggal terlalu lama" Ucap Marni dengan senyumnya.


" Aku bisa bule,bule Sumi tidak usaha khawatir" Ucap Marni yang meyakinkan bule Sumi jika tidak akan terjadi apa-apa dengan dirinya.


"Jika itu memang benar kamu tidak apa-apa bule akan berkemas kemungkinan besok pagi bule sudah harus berangkat" Ucap bule Sumi dan kemudian berlalu meninggalkan kamar Marni.


Marni mulai belajar membuka hatinya untuk Sony dia begitu rindu dengan perhatian Sony saat dia sakit kemarin,Sony begitu perhatian dengan dirinya,dia mencoba menunggu pesan dari Sony sekarang.

__ADS_1


__ADS_2