
Pagi itu seperti di sambar petir mendengar ucapan Sony, seakan kenangan bersama Jaka suaminya merusak fikirkan Marni canda,tawa dan sedih bersama Jaka terlintas dalam bayang.
" Mar,bagaimana aku bener-bener sudah tidak bisa menunggumu lagi karena Lidya semakin nekat" Ucap Sony yang mempertanyakan jawaban dari Marni.
" Lidya sudah sangat mengganggu ku dan setelah menikah denganmu kita pindah kembali di desa saja" Ucap Sony lagi,Marni masih saja dengan tangisan dan bayangan Jaka yg melintas.
Marni pergi masuk kamar meninggalkan Sony yang masih duduk di teras kos,di dalam kamar Marni hanya menanggis dia hanya meratapi nasibnya yang janda dan Jaka pergi begitu cepat.
" Andai,mas Jaka masih ada aku tidak akan seperti ini perasaanku" Gerutu Marni dalam tanggisnya.
"Aku memang sudah membuka hati untuk Sony tapi tidak untuk sekarang aku menikah dengan dia,jujur mas sebenarnyaaku masih sangat mencintaimu" Gerutu Marni lagi.
Marni yang tidak jadi untuk pergi ke kantor begitu juga Sony dia juga mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantor,dia sudah malas bertemu dengan Lidya hari ini.
Pagi itu Bram dengan mobil jeep sudah berada di depan kost Sony untuk memantau Sony seperti perintah Lidya. Pagi itu kosan Sony memang sepi mobil merah Sony masih terparkir di garasi kos dengan rapi,Sony juga tidak ada di luar.
" Kemana laki-laki itu?" Tanya Bram dalam hatinya sambil melihat sekeliling mencari keberadaan Sony.
Bram yang melihat jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukan pukul 10 Wib, harusnya Sony sudah berangkat menuju kantornya tetapi ini Sony tidak terlihat sama sekali.
Tidak lama ada wanita keluar dari pagar kosan dan itu Marni yang keluar,dia memesan ojek online untuk pergi ke suatu tempat Bram yang melihat Marni keluar terkejut.
" Wanita itu yang semalam di taman,dia tinggal di sini" Gerutu Bram kemudian dia bersiap mengikuti Marni dari belakang.
Sepanjang jalan Marni hanya bisa menangis dan melamun tatapanya kosong seperti sedang banyak yang di fikirkan oleh dirinya, sampai di tujuan di sebuah rumah sederhana.
Tok..
__ADS_1
Tokkk....
" Assalamualaikum,bule Marni datang" Ucap Marni yang mengetuk rumah bule Sumi.
" Iya,walaikumsalam" Jawab bule Sumi dari dalam rumahnya,betapa kaget dia melihat Marni berdiri di depan pintu rumahnya dengan mata yang sebab.
"Marni,ada apa kamu kenapa?" Tanya bule Sumi dengan paniknya melihat keadaan Marni.
Marni yang mendengar bule Sumi langsung menangis dan memeluk bule Sumi tangisannya semakin menjadi saat dalam pelukan bule Sumi,dia ingin bercerita tetapi Marni bingung harus mulai dari mana.
" Coba kamu cerita sama bule apa yang terjadi?" Tanya bule Sumi yang mengerutkan dahi.
" Son,bule dia meminta aku menjadi istrinya tapi aku belum bisa untuk sekarang karena aku masih terlalu mencintai mas Jaka" Ucap Marni yang masih dalam tangisannya,bule Sumi memegang tangan Marni dan meyakinkan Marni.
" Bule tau kamu masih sangat mencintai Jaka,tetapi kamu harus belajar mencintai orang lain Jaka sudah meninggal dia tidak akan hidup lagi" Ucap bule Sumi yang sudah gerah dengan Marni yang masih mempertahankan cintanya untuk Jaka.
...****************...
Bule Sumi dan Marni terjadi pertengkaran kecil yang membuat Marni semakin tersudut dengan keadaannya sekarang,semua tidak ada yang mau mendengar dan menerima sikap Marni.
" Bule tau kamu masih mencintai Jaka,tetapi kamu harus realistis di sana sudah ada Sony yang menunggumu" Ucap bule Sumi dengan nada yang sedikit keras.
Marni yang mendengar bule Sumi sudah naik darah dia hanya diam tangisannya semakin menjadi,dia merasa sudah tidak ada yang memperdulikan dirinya.
Marni akhirnya pergi menggunakan ojek online lagi menuju ke sebuah tempat dua hanya ingin sendiri dia hanya butuh teman untuk cerita saat ini yang mau mendengarkan masalahnya. Bram yang sudah menunggu Marni keluar gang rumah bule Sumi mengikuti Marni lagi ke sebuah tempat di daerah senopati di taman Marni duduk seorang diri.
Di bawah pohon yang rindang tatapan Marni kosong matanya yang sembab duduk dalam lamunan seorang diri.
__ADS_1
"Kenapa mereka tidak memperdulikan perasaanku,kenapa mereka egois apa aku salah mempertahankan cintaku untu mas Jaka" Gerutu Marni yang menyalahkan dirinya dan tetapi pada pendirian.
Bram yang masih melihat Marni dari dalam mobil dia merasa kasian dengan Marni,Bram yang melihat wajah Marni penuh dengan tekanan dan butuh teman cerita.
" Ini saatnya,aku bisa mendekati wanita itu" Ucap Bram dengan tatapanya yang sangat tajam. Bram memebranikan diri untuk turun dan mendekat ke Marni Bram,berjalan mendekati Marni dia duduk di samping Marni.
"Sepertinya kamu butuh teman untuk cerita,apa aku boleh duduk.di sini" Ucap Bram yang duduk di samping Marni,Marni yang mendengar suara Bram dia menoleh ke arah Bram,mereka saling bertukar pandangan.
" Kamu,yang kemarin di taman sana?" Tanya Marni yang kaget ternyata Bram yang kemarin memberikan sebotol air minum. Marni yang penasaran ada sosok Bram lagi di saat dia sedang sedih.
" Kamu sedang apa di sini?" Tanya Marni yang ingin mendengar jawaban dari Bram kenapa dia selalu hadir di saat Marni sedang membutuhkan teman.
" Aku tadi lagi jalan-jalan saja dekat sini,lalu aku melihat ada seorang wanita sedang bersedih dan duduk sendiri di taman yasudah aku hampiri saja wanita itu" Bohong Bram,agar Marni tidak banyak bertanya karena dia mengikuti Marni dari tadi.
Marni yang mendengar jawaban dari Bram dia hanya menganggukan kepalanya kemudian Marni menundukan kepalanya masalah yang dia hadapi sekarang membuat dadanya terasa sesak dan kepalanya sangatlah pusing.
" Sudah jangan bersedih,ada aku di sini mending kita happy dan lupakan masalah sejenak bagaimana kalau kita minum kopi di sini ada cafe yang enak" Ajak Bram,Marni yang mendengar ajakan Bram hanya menganggukan kepalanya.
Kemudian mereka berjalan pergi meninggalkan taman itu menuju sebuah cafe yang tidak jauh dari taman,cafe sangat tenang dengan live musik yang melow sesuai perasaan Marni yang sedang galau.
"Kita duduk di sini saja" Ucap Bram yang menunjuk tempat duduk tepat di depan live musik. Marni menganggukan kepalanya kemudian mereka duduk dan pelayan datang untuk memberikan menu pada mereka.
" Saya pesan cappucino panas dan kentang goreng" Ucap Bram yang sudah selesai memesan,Marni masih membolak balikan buku menu.
" Saya pesan hot cokelat" Ucap Marni dan memberikan buku menu kepada pelayan.
Cafe itu sangat sendu sekali penyanyi itu sedang menyanyikan sebuah lagu galau milik Mahalini,Marni yang menghayati lagu dan suasana itu di ttiba-tiba termenung memikirkan masalahnya.
__ADS_1