
Keesokan harinya Sony menjemput Marni di kost-kostan mereka akan berangkat bersama ke kantor.
Tokk...
Tokkk... " Mar,Marni" Panggil Sony dari luar kamar Marni.
" Iya tunggu sebentar Son" Jawab Marni yang kemudian dia membuka pintu kamarnya. Marni segera membuatkan segelas kopi untuk Sony perhatian Marni bak seorang kekasih tetapi mereka tidak ada status apa-apa.
" Ini Son aku buatkan kopi,di minum aku siap-siap dulu takut ada yang tertinggal nanti" Ucap Marni yang menyodorkan segelas kopi pada Sony.
" Iya,terimakasih Mar kopi buatan kamu selalu enak dan pas" Ucap Sony dengan nada sedikit gombal.
" Bisa daja kamu,masih pagi jangan gombal" Jawab Marni dengan menebar senyum kemudian dia berlalu menyiapkan berkas yang akan di bawa nanti.
"Kamu sudah sarapan Son,?" Tanya Marni yang akan membuat roti untuk sarapan. Sony hanya diam dia masih menikmati segelas kopi buatan Marni tadi dan membuka email dari kantor untuk bahan meeting nanti.
"Ayo aku sudah siap,kira-kira nanti aku intervieuw jam berapa Son?" Tanya Marni yang sebenernya dia sangat gugup untuk intervieuw nanti.
"Sekitar jam 10 setelah aku selesai meeting,nanti kamu santai saja tidak usah memikirkan apa-apa" Ucap Sony yang membuat Marni tenang,akhirnya mereka keluar kamar dan berjalan menuju parkiran kost-kostan mereka akhirnya pergi menuju kantor.
Sesampainya di kantor Marni menunggu di ruang tunggu dan Sony masuk ke dalam karena ada meeting sekitar 1 Jam lagi.
" Kamu tunggu saja disini sebentar aku masuk kedalam dulu" Ucap Sony kemudian Sony berlalu meninggalkan Marni di ruang tunggu.
Marni yang menunggu panggil perasaannya tidak karuan, ingin rasanya ada Sony di sebelah dia untuk menenangkan tetapi itu tidak mungkin karena Sony harus meeting.
"Saudara Marni" Panggil reseptionis untuk Marni masuk ke dalam untuk intervieuw dengan atasnya.
" Iya" Ucap Marni dan kemudian di terbangun dari duduknya dan menghampiri reseptionis itu.
" Silahkan naik ke lantai dua di sana sudah di tunggu pak Irawan dan bpk Sony" Ucap reseptionis yang menunjukkan arah tangga untuk Marni naik.
__ADS_1
Marni pergi kemudian menaiki anak tangga dengan perasaan yang tidak karuan perasaan gugup perasaan tegang karena ingin tes kerja.
Tokk..
Tokkk... "Permisi" Ucap Marni yang sudah ada di belakang pintu untuk membuka pintu.
" Iya,silahkan masuk" Jawab seorang laki-laki dari dalam ruangan di sana ada laki-laki paruh baya sedang duduk seakan sedang menunggu dirinya untuk tes.
"Silahkan duduk" Ucap laki-laki itu yang mempersilahkan duduk Marni dan mulai membuka berkas Marni.
" Oh,kamu lulusan D3 sekretaris kamu pernah bekerja selama 4tahun di perusahaan besar" Tanya pak Irawan yang sedang membolak-balikan data.
" Iya benar pak saya pernah bekerja di perusahaan besar di Jakarta kemudian saya risgent untuk pulang ke kampung" Jawab Marni dengan nada yang lembut.
"Saya oke saja dengan kamu,nanti kamu akan menjadi sekretaris bapak Sony dia baru beberapa bulan naik jabatan dan membutuhkan sekretaris saat ini,sebentar lagi dia datang" Ucap pak Irawan sebagai kepala HRD di perusahaan itu.
Marni yang menunggu Pak Sony sebagai calon atasnya datang untuk mengintervieuw Marni sebagai calon sekretaris,tak selang lama laki-laki yang bernama pak Sony datang alangkah terkejut Marni yang datang Sony laki-laki yang selama ini dia kenal dan berangkat kekantor bersama tadi pagi.
"Sony,aku jadi sekretaris Sony?" Tanya dalam hati Marni.
" Hari ini saya bisa langsung bekerja pak" Jawab Marni yang sanggup bekerja hari ini.
" Oke,mulai hari ini kamu masuk bekerja,biar nanti di antar oleh dengan Siska ke meja kamu" Ucap Sony kemudian dia pergi berlalu meninggalkan Marni.
Sedangkan Marni masih menunggu Siska datang untuk di antar ke meja kerjanya dan memulai bekerja hari ini.
" Ayo,mba saya antar ke meja kerja mba Marni" Ucap Siska yang duduk tepat di belakang bapak Irawan,Marni kemudian berdiri dan meninggalkan meja bapak Irawan dan Marni berpamitan dengan bapak Irawan.
...****************...
" Mba,Marni ini meja kerjanya" Ucap Siska kemudian dia pergi kembali ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Setelah Marni duduk handphone Marni berdering pesan masuk dan tertulis dari Sony pesan itu.
"Mar,semangatnya kerja hari ini jangan kaku,di kantor aku atasan kamu tetapi di luar kantor aku masih Sony teman dekat kamu" Pesan Sony ke Marni,Marni yang baca hanya tersenyum dia membalas pesan Sony.
"Kenapa kamu gak bilang dari awal sih...sebel tapi trimakasih ya aku panggil kamu bapak Sony dong hihihihi" Balas pesan Sony,Marni dengan nada bercanda.
"Bapak hanya di kantor ,keluar kantor bukan bapak,aku senang bisa memandang kamu terus Mar,jadi semangat untuk bekerja" Balas Sony dengan gombalan yang garing itu.
Tak selang lama Marni duduk di meja kerjanya ada wanita bernama Wulan dia mengajak berkenalan dengan Marni.
" Hay pegawai barunya,kenalin nama aku Wulan nama kamu siapa?" Tanya Wulan dia wanita yang sangat seksi beda jauh sekali dengan Marni yang sederhana.
" Namaku Marni senang bisa berkenalan dengan nona Wulan" Jawab Marni yang masih malu.
" Oh,Marni beruntung sekali kamu menjadi sekretaris pak Sony,dia orangnya baik sekali,tampan soleh dan dia belum menikah pasti wanita yang mendapatkan pak Sony beruntung sekali" Ucap Wulan dia memang sudah lama memendam rasa dengan Sony tetapi di tolak.
" Ohh,begitu nona" Jawab Marni sambil tersenyum kepada Wulan.
"Wah,,Sony banyak yang menyukai di kantor ini,yang di bicarakan Wulan memang benar Sony memang orang baik Sony juga memang orang tampan" Grutu Marni dalam hatinya.
" Betah kerja di sini ya kantor,apa lagi atasan kamu baik banget,tetapi hati-hati dengan nama ibu Lidya dia menaruh rasa dengan pak Sony sudah lama,dia menghalalkan segala cara agar tidak ada wanita yang dekat dengan pak Sony kecuali dia" Ucap Wulan kemudian dia kembali ke meja kerjanya.
" Lidya,siapa dia sampai begitu terobsesi dengan Sony" Grutu Marni dalam hatinya yang bingung.
Tak selang lama wanita yang di maksud Wulan datang Lidya dengan baju yang seksi make up yang sedikit tegas wajah yang sangatlah jutek berjalan menghampiri meja kerja Marni.
" Siapa kamu,karyawan baru?" Ucap Lidya ke pada Marni.
" Saya Marni nona sekretaris bapak Sony yang baru" Jawab Marni dengan nada yang lemah lembut.
" Oh,Sony ada di dalam?"Tanya Lidya lagi dengan angkuh.
__ADS_1
"Ada nona biar saya hubungkan ke meja beliau" Jawab Marni yang ingin mengangkat gagang telephone untuk telephone Sony.
" Tidak,usah biar saya masuk saja" Ucap Lidya kemudian dia berlalu meninggalkan meja kerja Marni.