Pewaris Pedang Naga

Pewaris Pedang Naga
Episode 11 : Zhang Zhen Wei.


__ADS_3

Setiba di Kota WanPing, Xia Mei heran melihat warganya begitu baik memperlakukan Li Tian. Xia Mei tidak tahu bahwa orang yang sudah membangun Kota WanPing adalah Li Tian. Li Tian lah yang membuat desa-desa tak bernama bersatu menjadi Kota WanPing ini.


Xia Mei menyaksikan dengan kagum saat Li Tian berjalan melalui jalan-jalan WanPing, disambut oleh senyuman dan sikap hormat dari penduduk kota.


Jelas bahwa dia sangat dihormati di kota ini, tetapi Xia Mei tidak mengerti mengapa. Dia memutuskan untuk mendekati salah satu warga yang tampaknya sangat ramah terhadap Li Tian. "Permisi,” Xia Mei berkata dengan sopan, "Aku tidak bisa tidak memperhatikan bahwa semua orang di sini tampaknya sangat menghormati Li Tian. Bisakah kamu memberitahuku kenapa?"


Pria tua itu tersenyum ramah dan menjawab, "Ah wanita muda, Anda pasti tidak berasal dari sekitar sini. Li Tian adalah pendiri kota ini. Dia seorang diri mengubah desa tanpa nama ini menjadi tempat yang sekarang disebut WanPing. Itu adalah visi dan kerja kerasnya. membawa kemakmuran dan persatuan ke tempat ini."


Mata Xia Mei membelalak heran. Dia tidak tahu bahwa Li Tian adalah orang yang bertanggung jawab atas penciptaan kota yang berkembang pesat ini. Dia hanya mengenalnya sebagai pria yang baik hati dan rendah hati yang telah membantunya dan banyak orang lain pada saat dibutuhkan. Keingintahuan mendapatkan yang terbaik dari dirinya muncul dan dia memutuskan untuk mempelajari lebih lanjut tentang perjalanan Li Tian.


Dia mengunjungi perpustakaan setempat untuk mencari catatan sejarah kota dan kontribusi Li Tian. Saat dia menggali lebih dalam penelitiannya, Xia Mei menemukan bahwa Li Tian telah memulai misinya untuk menyatukan desa-desa yang tersebar bertahun-tahun yang lalu. Dia adalah seorang negosiator yang terampil meyakinkan para pemimpin desa untuk mengesampingkan perbedaan mereka dan bekerja menuju tujuan bersama.


Dengan tekad dan ketekunan, Li Tian berhasil mengamankan sumber daya dan dana untuk mengembangkan infrastruktur kota. Dia membangun rumah sakit, sekolah, dan pasar yang memberi orang-orang WanPing peluang yang lebih baik dan kualitas hidup yang lebih tinggi.


Kemudian, Li Tian datang lagi menemui Xia Mei. Li Tian mengajak Xia Mei bertemu dengan Zhang Zhen Wei yang saat ini menjadi Gubernur Kota WanPing menggantikan Li Tian.


“Mari kita meminta bantuan Zhang Zhen Wei untuk menyelidiki pihak mana yang ingin merebut aset keluarga Xia milikmu," kata Li Tian.


Xia Mei mengangguk setuju. Dia bersedia mencoba metode ini karena merasa sudah tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan masalahnya secara adil.


Beberapa hari kemudian, Xia Mei dan Li Tian bertemu dengan Zhang Zhen Wei di kantornya. Mereka duduk di sekitar meja besar yang terbuat dari kayu mahoni yang indah. Zhang Zhen Wei adalah pria yang mengesankan dengan penampilan yang tegas dan tenang.


"Selamat datang, Li Tian dan Xia Mei,” sambut Zhang Zhen Wei dengan ramah. "Saya sudah mendengar tentang masalah yang sedang kamu hadapi. Aku sangat ingin membantu sebisa mungkin."


Xia Mei pun menyampaikan semua detail tentang situasi keluarganya, menjelaskan bagaimana ada orang yang berusaha merebut aset keluarganya dengan cara yang tidak adil. Zhang Zhen Wei mendengarkan dengan cermat, kadang-kadang mengangguk sebagai tanda pemahaman.

__ADS_1


"Kisah yang kamu ceritakan sangat mengkhawatirkan,” kata Zhang Zhen Wei setelah Xia Mei selesai bicara. "Namun untuk menyelidiki siapa yang ingin merebut aset keluarga Xia, kita membutuhkan bukti yang kuat."


Xia Mei dan Li Tian saling pandang. Mereka tahu bahwa tanpa bukti yang cukup sulit untuk membuktikan niat jahat orang-orang yang ingin merebut aset keluarga Xia. Namun, mereka tidak menyerah begitu saja.


"Kami tahu bahwa ini adalah tugas yang sulit, tetapi kami harap Anda dapat membantu kami dengan cara apapun yang bisa Anda lakukan,” kata Li Tian dengan nada penuh harap.


Zhang Zhen Wei tersenyum dan mengangguk. "Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantu kamu,” katanya. "Saya memiliki sumber daya dan relasi yang luas di daerah ini dan saya yakin saya dapat menemukan informasi yang relevan. Namun, kamu juga harus berhati-hati dalam menghadapi situasi ini. Jangan memberikan kesempatan kepada orang-orang yang ingin merebut aset keluargamu untuk melakukan tindakan yang tidak adil. Kau harus tetap kuat dan pantang menyerah."


Xia Mei mengucapkan terima kasih kepada Zhang Zhen Wei atas dukungan dan bantuan yang telah ia tawarkan. Xia Mei akhirnya meninggalkan kantor Zhang Zhen Wei dengan harapan baru dan semangat yang diperbaharui.


Dia juga bersumpah untuk tidak menyerah dan akan melawan dengan segala cara yang ia miliki. Xia Mei tahu bahwa tidak mudah untuk melindungi warisan keluarganya.


Sementara itu, Li Tian dan Zhang Zhen Wei mulai bicara setelah lama tidak bertemu. Zhang Zhen Wei menyadari bahwa Li Tian sekarang tampak lebih kuat.


"Li Tian kamu terlihat lebih kuat daripada sebelumnya,” kata Zhang Zhen Wei dengan kekagumannya.


Zhang Zhen Wei mengangguk mengerti. "Aku ingat ketika kita melawan pasukan pemberontak dan saat itu, kau masih kesulitan dan harus beberapa kali jatuh bangun."


Li Tian menghela napas. "Ya itu masa-masa sulit bagiku. Tapi aku tidak ingin membiarkan masa lalu mendefinisikan diriku. Aku bertekad untuk menjadi lebih baik."


Zhang Zhen Wei mengangguk penuh penghargaan. "Aku sangat terkesan dengan tekadmu, Li Tian. Bagaimana kamu bisa mendapatkan kekuatan seperti ini?"


Li Tian tersenyum misterius. "Ada satu orang tua yang datang kepadaku dan mengajarkan seni bela diri yang langka. Dia adalah master sesungguhnya."


Zhang Zhen Wei tercengang. "Siapa dia? Bagaimana kamu bisa bertemu dengannya?"

__ADS_1


Li Tian menggelengkan kepalanya. "Dia seorang master yang sangat misterius. Dia tiba-tiba muncul dan menawarkan untuk melatihku. Dia mengajarkan kepadaku teknik-teknik yang luar biasa dan mengembangkan potensiku." Li Tian sengaja tidak menceritakan tentang Dewa Naga dan roh penjaga hutan yang tersegel di hutan kematian.


"Kamu beruntung sekali, Li Tian,” kata Zhang Zhen Wei dengan iri. "Aku selalu bermimpi untuk memiliki guru sehebat itu."


Li Tian tersenyum. "Percayalah padaku, teman. Jika kamu benar-benar menginginkannya, kamu juga bisa menemukan guru sehebat itu. Yang penting adalah tekadmu dan kemauanmu untuk berusaha keras."


Zhang Zhen Wei mengangguk. "Aku akan mengikuti nasihatmu, Li Tian. Aku tidak ingin lagi menjadi lemah."


Li Tian melihat ke arah kejauhan. "Selama ini kita berdua telah berjuang bersama dan berhasil membuat kota yang aman untuk semua orang. Sekarang, kau harus melindungi kota ini karena aku akan pergi tak lama lagi."


Zhang Zhen Wei adalah seorang pemuda desa tak bernama, yang selama ini ikut membantu Li Tian ketika menghadapi kelompok pemberontak. Li Tian sangat mempercayainya karena Zhang Zhen Wei selalu menunjukkan keberanian, kesetiaan, dan kerja keras yang luar biasa dalam melindungi dan membantu Li Tian. Ia tidak pernah takut menghadapi bahaya atau mengorbankan dirinya untuk melindungi teman-temannya.


Ketika berada di medan perang, Zhang Zhen Wei selalu menjadi sosok yang dapat diandalkan. Ia memiliki kemampuan bertempur yang baik dan menyimpan senjata dengan keahlian yang luar biasa. Selain itu, Zhang Zhen Wei juga memiliki insting yang tajam dalam memprediksi gerakan dan strategi musuh, membuatnya menjadi aset berharga dalam pertempuran. Ia selalu berusaha untuk melindungi Li Tian dengan segenap kemampuannya.


Selain keberanian dan kemampuan bertempur yang hebat, Zhang Zhen Wei juga memiliki hati yang tulus dan penuh kasih. Ia selalu siap membantu orang lain, baik teman maupun orang asing yang membutuhkan pertolongan. Walaupun hidupnya sebagai pemuda desa tidak pernah mudah, tetapi Zhang Zhen Wei selalu memiliki keinginan yang kuat untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.


Tidak hanya itu, Zhang Zhen Wei juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Ketika Li Tian tidak berada di dekatnya, Zhang Zhen Wei mampu mengatur dan memotivasi pasukan dengan baik. Ia mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik dan bisa membangkitkan semangat dan kepercayaan dalam diri prajurit-prajurit yang ia pimpin.


Dalam perjalanan mereka, kedekatan antara Li Tian dan Zhang Zhen Wei semakin kuat. Mereka tidak hanya teman seperjuangan, tetapi juga menjadi saudara-saudara yang saling mendukung dan melindungi. Keberadaan Zhang Zhen Wei sangat penting bagi Li Tian karena ia menemukan kenyamanan dan kekuatan dalam persahabatan mereka.


Pada akhirnya Zhang Zhen Wei bukan sekadar pemuda dari desa tak bernama, tetapi menjadi sosok pahlawan yang dihormati oleh banyak orang. Keberanian, kesetiaan, dan kebajikan yang dimiliki Zhang Zhen Wei merupakan teladan bagi banyak orang di sekitarnya. Hal ini yang membuat Li Tian tenang untuk menyerahkan urusan kota baru ini kepada Zhang Zhen Wei.


Setelah cukup mengobrol, Zhang Zhen Wei akhirnya mulai serius menyinggung soal masalah yang menimpa Xia Mei.


“Itu adalah sisa-sisa dari pasukan pemberontak yang masih mencoba membuat masalah di kota ini," kata Zhang Zhen Wei.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2