
Akhirnya hari pertemuan besar di Dunia Persilatan tiba. Li Tian mewakili Sekte Langit Biru untuk menghadiri pertemuan tersebut. Sebagai anggota muda dari Sekte Langit Biru, Li Tian merasa sangat bersemangat dan antusias untuk bertemu dengan para ahli persilatan dari berbagai sekte lain.
Sesampainya di tempat pertemuan, Li Tian langsung terpesona oleh kehadiran begitu banyak ahli persilatan yang ada di sana. Mereka memiliki aura yang kuat dan wajah yang tegar, menunjukkan bahwa mereka telah menjalani pertempuran dan pengorbanan yang besar dalam perjalanan persilatan mereka.
Li Tian menemui sesepuh Sekte Langit Biru untuk memberi laporan tentang perkembangan sekte mereka sebelum pertemuan dimulai. Sesepuh memberikan beberapa instruksi kepada Li Tian, menganjurkannya untuk berbicara dengan bijaksana dan bertindak dengan hati-hati selama pertemuan.
Pertemuan dimulai dengan pidato dari pemimpin sekte terkemuka. Pemimpin tersebut berbicara tentang makna persilatan dan pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuatan dan kebijaksanaan dalam menggunakan ilmu persilatan. Dia juga menekankan pentingnya persatuan antara sekte-sekte untuk menghadapi ancaman terhadap dunia persilatan.
Setelah pidato pemimpin selesai, pertemuan berlanjut dengan diskusi terbuka. Para peserta termasuk Li Tian diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, menunjukkan kemampuan persilatan mereka, dan mengajukan pertanyaan kepada para ahli persilatan.
Li Tian dengan bijaksana menggunakan kesempatan ini untuk bertanya kepada beberapa ahli persilatan terkemuka. Dia ingin mendapatkan wawasan tentang cara mengatasi beberapa masalah yang mereka hadapi dalam perjalanan persilatan mereka.
Para ahli persilatan dengan suka hati menjawab pertanyaan Li Tian, memberikan saran berharga tentang bagaimana mengasah kemampuan persilatan dan menghadapi rintangan yang sulit. Mereka juga memberikan nasihat untuk tetap menjaga integritas dan etika persilatan serta menghindari jalan-jalan gelap yang dapat merusak dunia persilatan.
Setelah satu hari penuh dengan diskusi dan pertukaran informasi, pertemuan akhirnya berakhir. Li Tian merasa terinspirasi dan terisi dengan semangat baru. Dia melihat betapa pentingnya kolaborasi dan persatuan antara sekte-sekte untuk melindungi dan memajukan dunia persilatan.
Namun, tiba-tiba mereka mendapat serangan dari sekte iblis.Serangan sekte iblis datang tanpa peringatan dengan kejam dan tanpa ampun. Mereka muncul dengan kekuatan yang tak terduga, meluluhlantakkan pertemuan yang telah berjalan damai. Li Tian melihat saudara-saudaranya terkena serangan, terjatuh dan berjuang untuk bertahan hidup.
Dalam sekejap, api dan tenaga dalam terbang ke segala penjuru memporak-porandakan setiap sudut pertemuan. Li Tian merasa amarah membara di dadanya. Dia memutuskan untuk membalas serangan ini dan melindungi sekutu-sekutunya.
Dengan gerakan yang cepat dan terampil, Li Tian menyerang musuh-musuhnya dengan kekuatan dan ketangguhannya yang tak tertandingi. Pedangnya bergerak dengan kilatan serangan yang mengesankan, memecah serangan lawan dan menjatuhkan mereka satu per satu.
Namun, jumlah musuh tidak terbatas dan kekuatannya terus bertambah. Li Tian merasakan dirinya mulai terpojok dan kekuatannya mulai menipis. Tanpa ragu, dia memanggil sekutu-sekutunya untuk membantu.
Sekte-sekte yang sebelumnya saling bersaing sekarang bersatu, menyatukan kekuatan mereka untuk melawan musuh bersama. Kekuatan gabungan mereka menjadi semacam kilatan terang dalam kancah kekacauan. Serangan musuh berhasil ditahan dan mereka mulai mengalami serangan balik yang dahsyat.
__ADS_1
Namun, dalam kekacauan pertempuran, Li Tian melihat sesuatu yang mengejutkan. Di balik serangan musuh ada seorang pemimpin yang jauh lebih kuat dari pada yang lainnya. Pemimpin itu memiliki aura yang jahat dan ganas, menjadikannya lawan yang menakutkan.
Li Tian merasa keingintahuannya memuncak. Dia ingin tahu mengapa sekte iblis menyerang pertemuan ini dengan begitu brutal. Kekuatan apa yang mereka cari? Siapa pemimpin jahat ini dan apa yang dia inginkan?
Tanpa memikirkan risikonya, Li Tian melanjutkan perjuangannya. Dia berjuang menuju pemimpin iblis dengan keberanian yang tak tergoyahkan. Dalam pertempuran yang sengit dia berhasil mendekati pemimpin tersebut.
Li Tian melihat pemimpin iblis itu dengan jelas sekarang. Dia tampak menjadi seorang lelaki paruh baya dengan mata berwarna merah bata, yang memancarkan aura kejahatan yang kuat. Wajahnya tampak dingin dan tidak ada ekspresi.
"Siapa kamu?" tanya Li Tian dengan suara yang menantang.
Pemimpin iblis itu hanya tersenyum sinis. "Namaku Bao Feng dan aku adalah Pengemban Kegelapan. Aku diberi kekuatan oleh Pemimpin Sekte Iblis untuk mencuri Artefak Kekuatan Absolut, sebuah benda legendaris yang konon dapat memberikan kekuatan tak terbatas kepada siapa pun yang memiliki dan menguasainya."
Artefak Kekuatan Absolut adalah hal yang sempat dibahas dalam pertemuan, tetapi Li Tian belum tahu pasti di mana benda itu.
Bao Feng tertawa kecil seolah menertawakan ketidaktahuan Li Tian. "Tidak ada yang tahu dengan pasti mengapa Pemimpin Sekte Iblis menghendaki Artefak ini. Tapi satu hal yang pasti, dia ingin menggunakannya untuk menguasai kerajaan manusia dan menghancurkan perdamaian yang ada."
Li Tian tidak bisa membiarkan itu terjadi. Dia tahu bahwa dia harus menghentikan Raja Iblis dan memulihkan keamanan kerajaan manusia. "Aku tidak akan membiarkanmu mencapai tujuanmu, Bao Feng!" serunya dengan penuh semangat.
Bao Feng hanya mengangguk seolah tak acuh. "Kau bisa mencoba, Li Tian. Tapi percayalah kau tidak akan bisa menghentikanku."
Dengan berani, Li Tian menyerang Bao Feng dengan gerakan cepat dan presisi. Pertarungan antara keduanya terjadi dengan kecepatan kilat, menghasilkan suara benturan senjata yang menggema di segala penjuru. Setiap serangan Li Tian tiba-tiba bertemu dengan perlawanan yang tangguh dari Bao Feng.
Kesadaran Li Tian bahwa dia berperang melawan kekuatan jahat yang luar biasa, membuat tekadnya semakin kuat. Dia memanfaatkan setiap strategi dan keterampilannya, berusaha menemukan kelemahan Bao Feng. Setelah beberapa saat berlalu, Li Tian akhirnya menemukan celah dalam pertahanan pemimpin pasukan sekte iblis itu dan menusukkan pedangnya ke perut Bao Feng.
Namun ketika pedang itu mencapai tubuh Bao Feng, tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi asap hitam dan lenyap dalam sekejap. Ternyata itu hanya sebuah ilusi.
__ADS_1
"Sungguh, kau pikir kau bisa membunuhku begitu mudah?" suara Bao Feng bergema di udara. "Kau telah menemukan kelemahanku, Li Tian, tapi kau tidak akan pernah dapat mengalahkanku."
Li Tian tersenyum sinis. "Oh jangan terlalu percaya pada dirimu sendiri, Bao Feng. Aku telah belajar banyak tentang kelemahanmu dan aku yakin aku bisa mengalahkanmu."
Bao Feng melotot tajam matanya berkilat dengan kemarahan. Ia merasa terhina oleh ketidakpercayaan yang ditunjukkan oleh Li Tian.
Li Tian tidak bergeming. Ia telah bersiap-siap untuk pertempuran ini. “Aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku," katanya dengan mantap.
Namun, Bao Feng merentangkan tangannya dan angin mulai berputar di sekitarnya. Lingkaran energi yang mengelilinginya semakin membesar dan semakin kuat. Lalu, Bao Feng melepaskan serangan dengan penuh kekuatan, menciptakan gelombang kejut yang menerjang ke arah Li Tian.
Li Tian melompat ke samping untuk menghindari serangan itu dengan kecepatan yang membingungkan. Ia mengeluarkan sebuah pedang yang tersembunyi di belakang punggungnya dan menyerang Bao Feng dengan serangan beruntun.
Namun, Bao Feng dengan gesit melompat ke belakang serangan dengan keahlian yang luar biasa. Ia menggabungkan gerakan-gerakan akrobatik dengan serangan-serangan energi yang mematikan, menunjukkan keahliannya yang luar biasa dalam pertempuran.
Li Tian sama sekali tidak terpengaruh oleh kemampuan Bao Feng. Ia dengan tenang menjaga konsentrasi dan meluncurkan serangan balasan yang presisi. Setiap gerakannya selektif dan taktis, mengungkapkan pemahaman mendalamnya tentang kekuatan dan kelemahan Bao Feng.
Pertempuran tersebut berlanjut selama beberapa menit dengan kedua belah pihak saling menyerang dan menghindari serangan satu sama lain, dengan kecerdikan yang luar biasa. Namun, Li Tian mulai melihat celah dalam pertahanan Bao Feng.
Dengan refleks yang cepat, Li Tian meluncurkan serangan akhirnya. Ia mengumpulkan energi di tangannya dan melepaskan serangan kuat yang menghantam dada Bao Feng. Bao Feng terpental dengan kekuatan yang sangat besar, terjatuh di tanah dengan napas yang terengah-engah.
Li Tian mendekat dengan perlahan matanya menatap tajam ke arah Bao Feng yang terkapar di tanah. "Bukankah kau bilang aku tidak akan pernah bisa mengalahkanmu?" tanya Li Tian dengan nada mengejek.
Bersambung.
.
__ADS_1