
"Ketika kita masuk ke Lembah Mistik haruslah dengan hati-hati," kata peringatan Hua Ling. "Ini adalah daerah yang penuh dengan tantangan dan misteri. Kita harus waspada terhadap apapun yang mungkin ada di sini."
Li Tian mengangguk mengerti sepenuhnya akan bahaya yang mungkin mengintainya di dalam Lembah Mistik. Dengan hati-hati, mereka memasuki area yang dikaburkan di mana bunga itu berada.
Namun semakin jauh mereka memasuki lembah, semakin terasa aura magisnya. Lingkungan sekitar berubah menjadi lebih gelap dan terdengar suara aneh yang menyusup ke telinga mereka. Serangga dan binatang hutan yang tak lazim juga muncul mengawasi setiap gerakan mereka.
Li Tian memegang pedangnya dengan erat siap, menangkis serangan apapun yang mungkin datang. Dia ingat akan pelajaran yang diberikan oleh Hua Ling dan mengandalkan kekuatan elemennya untuk melindungi dirinya.Terus berjalan tanpa ragu, Li Tian dan Hua Ling siap melewati setiap rintangan dengan hati yang teguh.
Dalam kegelapan Lembah Mistik, mereka merasakan kehadiran entitas-entitas gaib yang tidak terlihat oleh mata manusia biasa. Suara-suara aneh memenuhi udara dan angin mengelilingi mereka dengan sentuhan yang dingin dan lembut.
"Berjalanlah dengan hati-hati,” bisik Hua Ling dengan suara lemah. "Energi jahat mungkin berkeliaran di sini."
Mereka melanjutkan perjalanan bergerak dengan hati-hati dan waspada terhadap keadaan di sekitarnya. Cahaya redup dari sinar bulan yang samar-samar, tembus melalui pepohonan menjadikan suasana semakin misterius.
Tiba-tiba mereka terkejut oleh suara langkah cepat di belakang mereka. Ketika mereka berbalik, mereka melihat seorang wanita berpakaian putih yang mengambang di udara dengan rambut panjang yang terurai dan mata yang berkilauan dengan cahaya magis.
"Pergi dari sini!" kata wanita itu dengan suara serak. "Jangan berani-berani memasuki Lembah Mistik ini!"
Li Tian menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan dirinya. "Kami datang dengan niat baik. Kami mencari bunga dewa biru."
Wanita itu mengangkat satu alisnya. "Bunga dewa tersebut hanya bisa ditemukan oleh mereka yang memiliki hati tulus dan niat yang jujur. Tapi jangan salah, bahaya besar menanti mereka yang tidak berhenti memasuki wilayah ini."
Hua Ling mendekati wanita itu dengan hati-hati. "Kami memahami risikonya."
Wanita itu menatap Hua Ling dengan tajam mencoba menilai kebenaran dalam kata-katanya. Setelah beberapa saat dia mengangguk.
"Baiklah. Jika kalian sungguh-sungguh ingin mencari bunga dewa biru, ikuti saya kata wanita itu sambil berjalan ke dalam semak-semak tebal.
Li Tian dan Hua Ling mengikutinya, tetap waspada terhadap segala ancaman yang mungkin muncul di hutan ini. Mereka berjalan dengan hati-hati, melalui jalan sempit yang hanya bisa dilewati oleh satu orang. Suara angin berdesir dan dedaunan yang berdesir membuat suasana semakin menegangkan.
Akhirnya, wanita itu menghentikan langkahnya dan menunjuk ke sebuah area yang terbuka di tengah hutan. Di sana mereka melihat bunga dewa biru yang indah mekar di antara rumput hijau.
__ADS_1
"Bunga dewa itu ada di sana," ujar wanita itu dengan suara serak. "Tetapi, hati-hati. Bunga ini memiliki kekuatan magis yang sangat kuat. Mereka yang menginginkan kekuasaan atau memiliki niat jahat akan terjerat oleh bunga ini dan menghadapi akibat yang mengerikan."
Li Tian mengangguk memahami peringatan itu. Dia menatap bunga dewa biru dengan takjub, dia belum pernah melihat sesuatu yang begitu indah sebelumnya.
"Kalian boleh mengambil bunga dewa biru sebagai tanda keberhasilan kalian lanjut wanita itu. "Tapi ingat jangan sekali-kali menggunakan kekuatannya untuk tujuan pribadi. Bunga ini adalah hadiah dari dewa dan seharusnya digunakan untuk tujuan yang mulia."
Setelah mendapatkan Bunga dewa biru, Li Tian kembali ke Sekte Langit Biru dan berpisah dengan Hua Ling.
Beberapa hari kemudian, Li Tian bertemu lagi dengan Hua Ling yang sudah membantunya mendapatkan bunga dewa biru.
Hua Ling tersenyum senang saat melihat Li Tian. "Li Tian, akhirnya kita bertemu kembali. Apa yang akan kau lakukan dengan Bunga Dewa Biru itu?" tanya Hua Ling dengan antusias.
Li Tian tersenyum puas. "Terima kasih atas bantuanmu, Hua Ling. Berkat bantuanmu, aku berhasil mendapatkan Bunga Dewa Biru. Ini berkat kerja keras kita bersama," ucap Li Tian dengan tulus.
Hua Ling tersenyum bangga. "Saya senang bisa membantu kamu, Li Tian. Selamat atas keberhasilanmu!" ucapnya dengan penuh semangat.
Li Tian mengangguk. "Sekarang aku harus membawa Bunga Dewa Biru ini kepada Guruku di Sekte Langit Biru. Aku yakin Guruku akan sangat senang mendengarnya."
Guru Li Tian, Guru Li Feng, tampak duduk di meja kerjanya sambil membaca sebuah buku tua. Li Tian dan Hua Ling mendekat dan memberi hormat kepada Guru. "Guru saya telah berhasil mendapatkan Bunga Dewa Biru seperti yang Anda perintahkan,” ucap Li Tian dengan penuh rasa hormat.
Guru Li Feng tersenyum dan meletakkan bukunya. "Li Tian, kau telah melakukan pekerjaan yang baik. Aku bangga akan kemampuanmu kata Guru dengan suara lembut.
Kemudian Li Tian menyodorkan Bunga Dewa Biru kepada Guru Li Feng. Guru itu mengamati bunga itu dengan hati-hati. Wajahnya berseri-seri saat melihat keindahan Bunga Dewa Biru yang langka.
"Kau berhasil mendapatkan Bunga Dewa Biru ini dengan usaha dan kecerdasanmu sendiri. Kau adalah murid terbaik yang Sekte Langit Biru punya,” ucap Guru Li Feng dengan bangga. "Bunga Dewa Biru akan berguna untuk meningkatkan kekuatan spiritual kita dan melindungi sekte kita dari ancaman luar,” tambahnya.
Li Tian merasa bahagia dan bangga atas pujian dari Gurunya. Dia tahu bahwa perjuangannya memang tidak sia-sia.
Guru Li Feng melanjutkan. "Dalam beberapa hari ke depan akan diadakan pertemuan besar di Dunia Persilatan. Sekte Langit Biru akan diperkenalkan kepada sekte-sekte lainnya untuk memperkuat ikatan dan persaudaraan di dunia ini. Tugasmu adalah mewakili sekolah kita dalam pertemuan tersebut.”
Li Tian mengangguk dengan serius. "Saya akan melakukan yang terbaik untuk mewakili sekolah kita, Guru Li Feng."
__ADS_1
Guru Li Feng tersenyum puas. "Sangat baik, Li Tian. Tapi perlu kamu ingat dalam pertemuan ini kamu tidak hanya mewakili sekolah kita, tapi juga harus melindungi kehormatan dan reputasi kita. Dunia Persilatan adalah tempat yang penuh dengan persaingan dan intrik jadi kamu harus selalu waspada."
Li Tian mengangguk dan tersenyum. "Tentu, Guru Li Feng. Saya akan tetap waspada dan berusaha untuk menjaga kehormatan sekolah kita."
Guru Li Feng mengangguk puas. "Baiklah sekarang pergilah dan persiapkan dirimu untuk pertemuan besar tersebut. Jangan lupa selesaikan semua tugas dan latihanmu sebelum pergi."
Setelah memberikan Bunga Dewa Biru kepada gurunya, Li Tian kembali pergi untuk menemui Hua Ling. Li Tian masih penasaran mengapa gadis itu membantunya dan siapa dia sebenarnya. Li Tian tidak percaya bahwa Hua Ling, gadis bertopeng itu hanya penjaga alam.
Li Tian bertemu Hua Ling di tepi danau yang indah. Matahari senja menerangi suasana dengan cahaya emas yang mempesona. Hua Ling duduk di batu besar, mengenakan pakaian putih bersih yang bertabrakan dengan keindahan alam di sekitarnya.
"Kau datang lagi?" gumam Hua Ling sambil tersenyum tipis, matanya yang penuh misteri melihat Li Tian.
Li Tian duduk di dekatnya masih mencoba mencari jawaban atas pertanyaannya. "Hua Ling, mengapa kau membantuku? Apa sebenarnya hubunganmu dengan diriku?"
Hua Ling menatap Li Tian dengan lembut, tangannya meraih bunga yang diberikan Li Tian sebelumnya. "Li Tian, aku memilih untuk membantumu karena aku merasa ada ikatan tak terlihat antara kita. Aku merasa tanggung jawab untuk melindungimu."
Li Tian merasa semakin bingung, namun ada sesuatu yang membuat hatinya berdegup lebih cepat saat mendengar kata-kata Hua Ling. "Ada ikatan antara kita? Apa artinya?"
Hua Ling menghela napas, menyadari bahwa inilah saatnya untuk mengungkapkan rahasia yang membebani hatinya. "Li Tian aku bukan hanya penjaga alam biasa. Aku adalah seorang roh alam yang terikat dengan takdirmu."
Li Tian terdiam, matanya memandang Hua Ling dengan terkejut. Dia tidak pernah membayangkan bahwa di balik sosok Hua Ling yang lembut dan cantik, terdapat rahasia besar yang menyelimuti.
Hua Ling melanjutkan "Roh alam seperti aku dipilih untuk menjaga keharmonisan alam dan melindungi individu yang memiliki nasib mereka yang terhubung erat dengan alam. Namun, apakah kau ingat roh penjaga yang kau bebaskan beberapa waktu lalu dan mengajarimu kekuatan elemen?"
"Apakah ini adalah wujud aslimu? Kenapa kau kembali setelah bisa bebas?" tanya Li Tian dengan tulus.
Hua Ling mengulurkan tangannya, menyentuh lembut pipi Li Tian. "Bukankah aku sudah berjanji akan selalu membantumu?"
Li Tian merasa hatinya dipenuhi oleh kehangatan dari sentuhan Hua Ling.
Bersambung.
__ADS_1