
Sekolah Seratus Angin adalah sekolah yang didirikan oleh Qin Yu’er. Li Tian yang sekarang terlahir kembali sebagai Xuan Tian, sangat senang bahwa sekolah tersebut masih berdiri. Namun, Xuan Tian lumayan sedih mengingat istrinya sekarang sudah meninggal. Xuan Tian berharap istrinya bereinkarnasi seperti dirinya.
Saat ini, Xuan Tian dengan Li Yan sedang bersiap mengikuti ujian untuk masuk ke sekte bela diri Benteng Timur. Mereka tiba di lokasi ujian dan melihat ratusan calon murid lainnya yang juga tertarik untuk bergabung dengan sekte tersebut. Ujian ini diadakan setiap tahun dan hanya beberapa orang yang berhasil lolos. Tantangan ini membuat Xuan Tian dan Li Yan semakin gugup, namun mereka tetap optimis.
Mereka mengikuti tes kebugaran, kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan bertarung melawan lawan sejawat. Setiap tahap ujian sangat menuntut dan menguji batas fisik dan mental mereka. Meskipun mereka merasa lelah, mereka bertekad untuk memberikan yang terbaik.
Setelah beberapa jam berlalu, hasil akhir ujian diumumkan. Mereka merasa tegang saat mendengarkan pengumuman itu. Xuan Tian dan Li Yan dengan rasa syukur melihat namanya tercantum di daftar yang berhasil lulus ujian tersebut.
Sejak Li Tian meninggal, Sekte Benteng Timur sempat diserahkan pada Liu Shen Si. Namun, saat ini, tetua pemilik sekte telah diberikan kepada cucu Li Tian, yaitu Mo Fan. Mo Fan menjadi tetua sekte dengan umurnya yang masih muda. Namun, di usia muda, Mo Fan telah menunjukkan keahliannya dalam seni bela diri dan kepemimpinan. Dia sangat disegani oleh semua anggota sekte, termasuk para tetua yang lebih tua darinya.
Meskipun masih muda, Mo Fan memiliki visi jauh ke depan untuk sekte. Dia berencana untuk meningkatkan reputasi dan kekuatan Sekte Benteng Timur. Dia bekerja keras untuk memperkuat anggota sekte, melatih mereka dalam seni bela diri, serta memperluas wilayah pengaruh sekte.
Mo Fan juga memiliki kepribadian yang adil dan peduli pada anggota sekte. Dia memastikan bahwa semua anggota sekte mendapatkan perlakuan yang setara dan adil. Dia selalu siap mendengarkan keluhan dan masukan dari anggota sekte, serta berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka.
__ADS_1
Dalam urusan luar, Mo Fan menjaga kebersamaan antara Sekte Benteng Timur dengan sekte lainnya. Dia menjalin hubungan yang baik dengan tetua sekte lain dan berpartisipasi dalam pertemuan dan pertukaran antarsekte untuk membangun kerjasama yang baik.
Meskipun mendapat tanggung jawab besar sebagai pemimpin sekte pada usia muda, Mo Fan tidak pernah merasa terbebani. Dia senantiasa menunjukkan kemampuan dan kepemimpinan yang luar biasa, memimpin sekte dengan bijaksana dan efektif.
Dengan kepemimpinan Mo Fan yang kuat, Sekte Benteng Timur semakin berkembang dan menjadi salah satu sekte terkemuka di dunia seni bela diri. Mo Fan berhasil membawa sekte ini ke puncak kesuksesan dan mewarisi warisan Li Tian dengan bangga.
Kepemimpinan Mo Fan yang kuat tidak hanya mendorong Sekte Benteng Timur untuk berkembang, tetapi juga mengesankan Xuan Tian. Xuan Tian menyadari bahwa Mo Fan memiliki bakat alkimia yang luar biasa dan sangat ahli dalam bidang ini.
Dalam perjalanan hidupnya, Mo Fan telah mempelajari seni bela diri dan alkemis dari awal. Dia mewarisi keahlian alkimia dari Mo Yu, leluhurnya yang terkenal dalam bidang tersebut. Mo Fan tidak hanya ahli dalam membuat ramuan-obat dan mengolah bahan-bahan alkimia, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang sains dan elemen-elemen yang terkait.
Keahlian alkimia Mo Fan menjadi daya tarik bagi banyak orang di dunia seni bela diri. Dia sering diundang untuk memberikan kelas dan seminar tentang alkimia, dan banyak praktisi seni bela diri terkenal yang datang untuk belajar darinya. Mo Fan berhasil membangun reputasi Sekte Benteng Timur sebagai pusat pengetahuan alkimia yang tak tertandingi.
Dalam perjalanannya menuju puncak kesuksesan, Mo Fan selalu mengenang warisan Li Tian dengan bangga. Dia menganggap warisan tersebut sebagai bekal penting yang membentuknya menjadi orang yang ia raih hari ini. Mo Fan tetap berkomitmen untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai Sekte Benteng Timur, yang meliputi integritas, keadilan, dan kekuatan.
__ADS_1
Dalam pikiran Mo Fan, kepemimpinannya bukan sekadar untuk mencapai kesuksesan pribadi, tetapi juga untuk menyebarkan keseimbangan, perdamaian, dan kebijaksanaan alkimia ke seluruh dunia seni bela diri. Dengan bergabung dengan kekuatan alkimis sektenya dan kemahiran seni bela dirinya yang terkenal, Mo Fan berupaya untuk menghadapi tantangan-tantangan yang lebih besar di masa depan dan membawa Sekte Benteng Timur menuju ketinggian yang lebih tinggi. Namun demikian, Mo Yu dan Qin Yu'er sepertinya berpisah setelah Li Tian meninggal.
Xuan Tian menyadari, setiap hari kita menghadapi tantangan dan peristiwa yang baru. Hidup selalu bergerak maju, dan perubahan adalah bagian alami dari perjalanan kita.
Perubahan bisa menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi juga bisa menjadi peluang untuk tumbuh dan mengembangkan diri. Ketika kita terbiasa dengan rutinitas dan kestabilan, beban perubahan mungkin terasa berat. Namun, ketika kita mampu menerima perubahan tersebut sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan, kita bisa lebih mudah beradaptasi dan mengatasi setiap tantangan yang muncul.
Perubahan bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti perubahan dalam pekerjaan, hubungan, keuangan, dan kesehatan. Tidak selalu mudah untuk menghadapinya, tetapi kita harus siap dan menerima bahwa perubahan adalah sesuatu yang harus kita hadapi. Dalam menghadapi perubahan, kita harus fleksibel, terbuka untuk belajar hal-hal baru, dan berani melangkah ke luar dari zona nyaman kita.
Selain itu, perubahan juga merupakan kesempatan untuk merencanakan dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Ketika kita berani mengambil langkah-langkah baru dan mengubah cara kita berpikir, kita bisa menciptakan perubahan yang positif dalam hidup kita. Misalnya, mengubah pola makan untuk menjaga kesehatan, mengubah rutinitas untuk meningkatkan produktivitas, atau bahkan memulai bisnis baru.
Hidup penuh perubahan juga mengajarkan kita untuk tidak terlalu terikat pada harapan dan ekspetasi tertentu. Kadang-kadang, rencana kita tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, dan itu tidak apa-apa. Kita harus belajar untuk menerima keadaan dan beradaptasi dengan apa yang ada. Hidup adalah tentang menjalani proses, bukan hanya tentang mencapai tujuan akhir.
Jadi, ketika hari berganti hari dan hidup terus berubah, kita harus hadapi perubahan ini dengan sikap terbuka, fleksibel, dan optimis. Jadikan perubahan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan meraih kehidupan yang kita inginkan.
__ADS_1
Li Tian atau Xuan Tian, tidak terlalu terkejut dengan segala perubahan yang terjadi setelah dia bereinkarnasi.
Bersambung.