Pewaris Pedang Naga

Pewaris Pedang Naga
Episode 08 : Roh penjaga.


__ADS_3

Sosok itu tersenyum dan berkata “Aku adalah roh penjaga lembah ini. Jika kamu ingin mendapatkan pengetahuan dan kekuatan, maka lakukan apapun yang aku suruh."


Li Tian mempertimbangkan kata-kata roh penjaga dengan hati-hati. Meskipun pengetahuan dan kekuatan yang ditawarkan terdengar menarik, dia tidak ingin menjatuhkan dirinya ke dalam perjanjian yang mungkin berbahaya.


“Maaf, tapi saya tidak bisa begitu saja melakukan apa yang kamu suruh,” kata Li Tian dengan tegas. “Aku tidak bisa mempercayai seseorang yang muncul begitu saja dan menawarkan kekuatan kepada saya tanpa ada penjelasan lebih lanjut.”


Roh penjaga melebarkan matanya, terkejut dengan sikap yang tegas dari Li Tian. “Kamu berani menolak? Sedikitpun tidak ada rasa ingin tahu atau hasrat untuk mencapai kekuatan dan pengetahuan tertinggi?”


Li Tian menggelengkan kepala. “Tentu saja, aku memiliki keinginan untuk meningkatkan diri dan belajar hal-hal baru, tetapi aku juga harus tetap waspada terhadap tawaran yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan. Aku perlu tahu lebih banyak tentangmu, kekuatan apa yang kamu miliki dan apa yang akan kamu harapkan sebagai gantinya jika aku melakukan apapun yang kamu suruh.”


Roh penjaga itu tersenyum dengan dingin. “Kamu adalah seorang yang bijak, Li Tian. Aku memahami keragu-raguanmu. Namun, aku tidak bisa memberikan semua penjelasan itu tanpa ada bentuk kerjasama. Jika kamu menolak tawaranku, maka kita tidak punya transaksi apapun. Tetapi jika kamu setuju, kamu akan mendapatkan kesempatan untuk belajar pengetahuan dan menguasai kekuatan yang tidak akan kamu temukan di tempat lain.”


Li Tian berpikir sejenak. Meskipun hatinya ingin mengetahui lebih banyak tentang roh penjaga dan manfaat yang ditawarkan, dia juga tidak bisa membiarkan dirinya jatuh ke dalam setiap kesepakatan tanpa pikir panjang. Dia perlu melakukan pertimbangan yang matang dan berhati-hati.


“Berikanlah beberapa detail tentang pengetahuan dan kekuatan yang kamu tawarkan,” kata Li Tian akhirnya. “Dan berikan juga tanggung jawab apa yang harus saya lakukan jika saya setuju.”


Roh penjaga tersenyum puas melihat kecerdasan dan kebijaksanaan Li Tian. Dia mulai memberikan gambaran tentang pengetahuan yang bisa diajarkan dan kekuatan yang bisa dikuasai.


Roh penjaga menjelaskan bahwa ada berbagai jenis kekuatan yang dapat dikuasai dalam dunia roh. Beberapa di antaranya termasuk kekuatan elemen, seperti api, air, angin, dan tanah. Selain itu, ada juga kekuatan spiritual seperti penyembuhan dan perlindungan. Roh penjaga juga menyebutkan bahwa ada kekuatan khusus yang hanya bisa dikuasai oleh beberapa individu terpilih seperti kekuatan teleportasi, memanipulasi waktu atau bisa mengendalikan mimpi.


Li Tian mendengarkan dengan penuh perhatian dan mulai bertanya tentang kekuatan elemen. Roh penjaga menjelaskan bahwa kekuatan elemen adalah kemampuan untuk mengendalikan dan memanipulasi unsur-unsur alam. Misalnya, seseorang dengan kekuatan api dapat menciptakan dan mengendalikan api, sementara seseorang dengan kekuatan angin dapat memanipulasi angin dan menciptakan badai.


Roh penjaga juga menjelaskan bahwa kekuatan spiritual melibatkan penggunaan energi spiritual untuk mempengaruhi dunia fisik. Misalnya, seseorang dengan kekuatan penyembuhan dapat menyembuhkan luka atau penyakit dengan energinya. Sementara itu, kekuatan perlindungan melibatkan pembentukan perisai energi yang dapat melindungi pengguna dari serangan fisik atau serangan energi yang berasal dari roh jahat.


Setelah mendapatkan gambaran umum tentang kekuatan yang ada, Li Tian merasa semakin tertarik untuk mempelajari lebih lanjut. Dia bertanya kepada roh penjaga bagaimana dia bisa menguasai kekuatan ini. Roh penjaga menjelaskan bahwa proses ini membutuhkan latihan disiplin dan kesabaran yang tinggi.


Akhirnya Li Tian setuju untuk belajar kekuatan elemen dari Roh penjaga tersebut.


Li Tian merasa gugup ketika ia duduk di hadapan Roh penjaga. Dia takut apa yang akan terjadi jika ia gagal atau tidak mampu menguasai kekuatan elemen dengan baik. Namun keinginannya untuk menjadi lebih kuat membuatnya tetap bertekad untuk menghadapi tantangan ini.


Roh penjaga melihat ke dalam mata Li Tian dengan serius. "Kekuatan elemen adalah kekuatan yang besar. Jika kamu tidak siap untuk mengendalikannya dengan bijak bisa menjadi bencana besar bagi dunia ini,” kata Roh penjaga dengan suara dalam.


Li Tian menelan ludahnya dan mengangguk. "Saya paham Roh penjaga. Saya berjanji akan menggunakan kekuatan ini dengan hati-hati dan bertanggung jawab."

__ADS_1


Roh penjaga tersenyum puas. "Baiklah, pertama-tama kamu harus melepaskan segala keraguan dan ketakutan yang ada di dalam pikiranmu. Kekuatan elemen hanya bisa dikuasai oleh orang yang percaya diri dan memiliki rasa tanggung jawab yang kuat. Percayalah pada dirimu sendiri."


Li Tian menutup matanya dan berusaha memberikan dirinya sepenuhnya pada proses ini. Dia menghembuskan napas panjang dan memusatkan pikirannya. Dia merasakan ada aliran energi yang memasuki tubuhnya, mengisi setiap serat keberadaannya.


Perlahan ia membuka matanya dan merasa sensasi baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dia melihat semacam cahaya yang menyala di sekitarnya. Li Tian menggerakkan tangannya dan dengan ajaib, bola api kecil muncul di telapak tangannya.


Roh penjaga tersenyum bangga. "Kamu melakukannya, Li Tian. Kamu telah meraih kekuatan elemen api."


Li Tian teramat bahagia. Dia merasa seperti dunia ini memiliki begitu banyak potensi baru yang menanti untuk dieksplorasi. Namun, ia juga merasa berat tanggung jawab yang ada padanya.


Roh penjaga melanjutkan latihannya dengan mengajari Li Tian cara mengendalikan dan mengalirkan kekuatan elemen api dengan baik. Mereka melatih berbagai teknik pertahanan dan serangan dan Li Tian dengan cepat menyerap ilmu tersebut.


Beberapa hari kemudian, Li Tian sudah mampu menguasai kekuatan elemen api dengan baik. Ia bisa mengendalikan api dengan presisi yang luar biasa dan menggunakannya sebagai senjata yang efektif.


Namun, pelatihannya tidak berakhir di situ. Roh penjaga mengungkapkan bahwa Li Tian juga memiliki potensi untuk menguasai elemen-elemen lain seperti air udara dan tanah. Li Tian dengan semangat menerima tawaran tersebut dan bersiap untuk memulai perjalanan baru dalam mempelajari kekuatan elemen.


Dengan bimbingan Roh penjaga Li Tian melanjutkan latihannya dan secara bertahap menguasai kekuatan elemen lainnya. Setiap kali ia mencapai tonggak penting dalam proses ini, ia merasa semakin dekat dengan tujuannya untuk melindungi orang-orang yang dicintainya dan menghormati ayahnya.


Setelah berhasil menguasai kekuatan elemen, Li Tian akhirnya berkata akan memenuhi keinginan Roh penjaga tersebut.


“Jadi, aku hanya perlu mengalahkan makhluk yang telah menyegelmu di tempat ini?" tegas Li Tian.


"Benar,” jawab Roh penjaga tersebut. "Makhluk itu adalah seorang penjaga yang kuat dan licik. Dia telah menyegelku di tempat ini selama berabad-abad dan hanya dengan mengalahkannya, kamu dapat membebaskanku."


Li Tian mengangguk dengan penuh tekad. "Aku akan melakukannya. Aku tidak akan membiarkanmu terjebak di sini lagi."


Roh penjaga itu memberikan instruksi kepada Li Tian, tentang jalan menuju gua tempat makhluk itu berada. Guanya tersembunyi di dalam hutan kematian yang hanya dapat diakses melalui serangkaian labirin dan perangkap yang berbahaya. Namun, Li Tian siap menghadapi tantangan tersebut.


Setelah berjalan selama beberapa jam, Li Tian akhirnya tiba di mulut gua yang gelap dan misterius. Dia mengambil napas dalam-dalam dan memasuki gua dengan waspada.


Di dalam gua, dia segera merasakan aura jahat yang kuat. Cahaya pelangi dari kekuatan elemennya memancar memperjelas gua yang gelap itu. Dia melangkah dengan hati-hati, menghindari jebakan yang tersembunyi di sepanjang jalan.


Tiba-tiba, makhluk itu muncul di hadapannya. Makhluk itu berwujud seperti monster raksasa dengan cakar tajam dan gigi seperti tombak. Mata monster itu memancarkan cahaya merah yang menyala-nyala, menandakan amarah dan keganasannya.

__ADS_1


Li Tian mengangkat tangan dan memanggil kekuatan elemen api untuk melawan monster itu. Percikan-percikan api melambung dari tangannya dan menyerang monster itu dengan kecepatan yang menakjubkan.


Namun, serangan Li Tian hanya berhasil membuat monster itu marah. Monster itu melontarkan serangan balasan yang menggetarkan tanah di sekelilingnya. Li Tian terpaksa menghindari serangan tersebut, dengan bergerak cepat dan menggabungkan kekuatan elemen angin untuk meningkatkan kecepatannya.


Perang berkecamuk antara Li Tian dan monster itu, dengan kedua belah pihak saling melontarkan serangan dahsyat. Li Tian menggunakan kekuatan elemen tanah untuk menciptakan perisai perlindungan, sementara monster itu menggunakan kekuatan elemen air untuk menyerang dengan gelembung air yang tajam.


Teriakan kemarahan dan geraman monster itu mengguncang gua dalam getaran yang hebat. Setiap langkah dan serangannya membuat tanah berguncang dan menimbulkan goresan di batu-batu gua.


Namun, Li Tian tidak menyerah. Dia mengingat janjinya kepada Roh penjaga dan terus melawan dengan tekad yang kuat. Dalam pertempuran yang sengit, dia merasakan kekuatan elemennya semakin berkembang.


Li Tian pun mengkombinasikan jurus yang ia dapat dari Sang Naga dengan kekuatan elemen yang baru saja ia pelajari dari roh penjaga.


Dia menggerakkan tubuhnya dengan keahlian yang presisi, mengarahkan serangan-serangannya dengan kekuatan elemen yang sungguh memukau.


Saat Li Tian meluncurkan serangan-serangannya, kuasa angin mendorong tubuhnya untuk meluncur dengan kecepatan yang menakjubkan. Ia bergelantungan di udara, melintasi monster itu dengan lincah sambil melepaskan tusukan-tusukan yang mematikan.


Dalam sekejap, Li Tian mengatur kekuatan elemen api ke dalam pukulannya. Setiap serangannya menghasilkan nyala api yang membara, membakar monster itu dengan kekuatan yang mematikan.


Roh penjaga tersenyum melihat kegigihan Li Tian dan keahliannya dalam memanfaatkan kekuatan elemen. Dia memberi tanda kepada Li Tian untuk menggunakan kekuatan elemen angin dan api secara bersamaan.


Li Tian pun mengarahkan energi kekuatan elemen angin dan api ke kedua tangannya. Dan saat ia melancarkan serangannya, sepasang lentera api melesat dari tangannya menghantam monster itu dengan ledakan yang mengejutkan. Sementara itu, angin deras mengiringi serangannya menghancurkan sekelilingnya.


Dengan setiap serangan dan gerakannya, Li Tian semakin memperlihatkan kombinasi luar biasa antara jurus bela diri dari dewa Naga dan kekuatan elemen yang dia pelajari. Ia menjadi semakin tak terhentikan monster itu semakin terdesak.


Dalam pertempuran yang sengit itu, Li Tian merasakan kepercayaan diri dan ketenangan yang semakin menguat. Dia tahu bahwa ia sedang menggapai titik kekuatannya yang sejati.


Akhirnya, Li Tian mengeluarkan serangan pamungkas. Ia menggabungkan kekuatan elemen angin, api, dan jurus bela diri dewa Naga menjadi satu serangan yang mematikan. Langit terbelah dan bumi bergetar saat ia menerjang menuju monster itu.


Dengan kecepatan kilat, Li Tian menuju monster itu dengan penuh keberanian. Serangan pamungkasnya membuat sekitarnya bergemuruh dan energi membara di sekelilingnya. Monster itu terkejut saat melihat serangan dahsyat Li Tian yang siap menghancurkannya.


Akhirnya, monster itu tersungkur ke tanah dengan suara gemuruh yang menggetarkan seluruh gua. Tangisan monster itu memenuhi udara, sementara Li Tian berdiri tegak di hadapannya dengan senyuman serius di wajahnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2