
Setelah keluar dari gua tersembunyi, Li Tian kembali melanjutkan perjalanannya menjelajahi Alam Rahasia. Namun, dia melihat tiga murid dari sesama Sekte Langit Biru, Yuan Qi, Ling Chen, dan Mei Li sedang dikepung oleh serigala-serigala api yang berusaha menyerang mereka.
Li Tian pun segera melompat ke udara dan mengeluarkan pedangnya yang berkilauan.
Dengan satu gerakan, pedang Li Tian berhasil memotong serigala pertama menjadi dua bagian. kemudian dia berputar di udara dan menebas serigala kedua dengan pedangnya. Serigala itu terpental ke samping dan tergeletak tak bernyawa.
Namun, serigala-serigala api yang tersisa tidak gentar. Mereka semakin marah dan mengeluarkan suara mengaum keras. Yuan Qi, Ling Chen dan Mei Li yang masih belum pulih sepenuhnya, terpaksa segera berlindung di belakang Li Tian.
Li Tian segera mengeluarkan aura spiritualnya yang kuat dan mengarahkan pedangnya ke arah serigala-serigala itu. Dia dengan cepat membaca gerakan mereka, mencari celah untuk menyerang.
Serigala api terdekat melompat ke arah Li Tian tapi ia dengan lihai mengelakkan serangan itu dan di saat yang sama menebas tubuh serigala dengan gaya yang mematikan. Serigala itu terjatuh ke tanah api yang membakar tubuhnya mulai mereda.
Serigala-serigala lainnya segera melompat ke arah Li Tian dengan marah, tapi ia tetap tenang dan melancarkan serangan baliknya dengan kepandaian yang luar biasa. Pedangnya bergerak cepat dan tepat, mengiris udara dengan suara menderu.
Dalam beberapa saat, serigala-serigala api itu semakin berkurang jumlahnya. Suara kuda menghentak dari kejauhan dan Li Tian melihat sekelompok murid dari Sekte Langit Biru yang datang untuk membantu.
Bersama-sama mereka berhasil mengalahkan serigala-serigala itu. Serangan-serangan mereka yang padu dan efektif, membuat musuh tidak berdaya.
"Terima kasih atas bantuanmu, Li Tian!" ucap Yuan Qi dengan terkejut dan terkesan. "Kamu benar-benar hebat!"
Li Tian hanya tersenyum dan berkata "Kita semua satu sekte, tidak ada yang perlu berterima kasih. Namun, kalian harus berhati-hati di masa depan. Serigala-serigala api ini dapat menjadi ancaman yang serius."
Mendengar kata-kata Li Tian, Yuan Qi, Ling Chen dan Mei Li bersumpah untuk lebih berhati-hati dan memperkuat kekuatan mereka. Mereka merasa terinspirasi oleh keberanian dan keahlian bertarung Li Tian.
Setelah berkumpul kembali dengan semua murid lainya dan melewati berhari-hari perjalanan, mereka mencapai tujuan mereka - Kuil Rahasia tempat di mana rahasia besar dari Alam Rahasia diduga tersembunyi. Mereka melangkah masuk dengan hati-hati siap menghadapi apa pun yang mungkin menanti mereka di dalam.
“Jangan lengah!" ujar Li Tian kepada teman-teman satu sektenya tersebut.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam Kuil Rahasia dengan hati-hati, langkah mereka yang pelan memantulkan kekhawatiran yang terasa di udara. Setiap pandangan mereka tertuju pada setiap sudut gelap, siap untuk berhadapan dengan segala kemungkinan yang ada.
Kuil ini terlihat sangat tua dan mistis, dindingnya terhias dengan ukiran kuno yang tidak dapat mereka pahami. Udara di dalamnya terasa kental dengan energi magis yang membuat jantung mereka berdegup lebih kencang. Li Tian yang memimpin rombongan mereka, memperhatikan tanda-tanda dan petunjuk yang mungkin dapat membimbing mereka menuju rahasia besar yang mereka cari.
Mereka melanjutkan penelusuran mereka melalui lorong-lorong sempit dan sebuah pintu besar yang berat. Ketika mereka memasuki ruangan besar di dalam Kuil Rahasia, mereka tersenyum mengagumi keindahan yang terpancar.
Di tengah ruangan itu, terletak sebuah altar setinggi dua meter, terhias dengan ukiran yang indah dan memancarkan cahaya samar-samar. Di sekitar altar terdapat lima patung makhluk berwujud aneh yang terbuat dari batu hitam yang berkilauan. Setiap patung mewakili keempat elemen dan kekuatan yang kuat.
Mereka memutuskan untuk memperhatikan patung-patung tersebut lebih dekat. Saat mereka mendekat, salah satu patung mulai bergetar. Terkejut mereka mundur beberapa langkah.
"Tunggu!" seru Zhu Li, salah satu anggota rombongan. "Lihat salah satu patung bergerak!"
Mereka terperangah ketika patung tersebut berubah bentuk menjadi seorang wanita cantik yang memancarkan sinar biru. Ia mengencangkan sarung pedangnya dan menatap mereka dengan tajam.
"Salam para penjelajah berani,” kata wanita itu dengan suara lembut namun tegas. "Kalian sudah sampai di Kuil Rahasia ini, tempat di mana segala rahasia dan kekuatan tersembunyi. Namaku Mei Ling dan aku adalah Penjaga Kuil ini."
Mei Ling melihat ekspresi kagum mereka dan tersenyum kepada mereka semua. "Kalian dipilih untuk hadir di sini karena kuil ini hanya terbuka bagi mereka yang memiliki semangat kepahlawanan dan keberanian. Apa yang kalian cari di sini?"
Salah satu anggota rombongan bernama Liu mengambil napas dalam-dalam dan berbicara dengan yakin. "Kami datang untuk mencari kekuatan dan pengetahuan yang tersembunyi di dalam kuil ini."
Mei Ling mengangguk mengerti. "Baiklah kalian akan mendapatkan apa yang kalian cari. Tetapi perjalanan di dalam kuil tidak mudah. Ada banyak ujian yang harus kalian lalui dan tantangan yang harus kalian taklukkan."
Li Tian dan murid sekte lainnya menatap satu sama lain dengan tekad yang kuat. Mereka bertekad untuk melanjutkan perjalanan mereka dan menghadapi semua rintangan yang ada di depan.
Ketika Mei Ling, penjaga kuil di Alam Rahasia mulai memberikan ujiannya, Li Tian dan rombongan murid Sekte Langit Biru kembali terpisah.
Li Tian dan rombongan murid Sekte Langit Biru berpisah setelah Mei Ling membagi mereka ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menjalani ujian. Setiap kelompok diarahkan menuju area ujian yang berbeda-beda.
__ADS_1
Li Tian bergabung dengan dua murid lain, Xiaolin dan Guo Ying, dalam kelompok yang dipimpin oleh Li Tian. Mereka diarahkan menuju hutan yang lebat dan Mei Ling memberi tahu mereka bahwa ujian mereka, adalah untuk mencari bunga langka yang hanya tumbuh di dalam hutan tersebut.
Dengan hati-hati, Li Tian dan kedua murid lain memasuki hutan. Mereka berjalan perlahan menjaga ketenangan dan kewaspadaan mereka. Hutan itu dipenuhi dengan suara binatang dan angin yang berdesir, membuat atmosfer menjadi agak menyeramkan.
Setelah berjalan cukup jauh, Li Tian merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dia dapat merasakan keberadaan energi spiritual yang kuat di sekitarnya. Dengan cepat dia berhenti dan memperingatkan yang lain.
"Ada kekuatan spiritual yang ganas di dekat sini,” kata Li Tian dengan serius. "Kita harus berhati-hati."
Xiaolin dan Guo Ying juga merasakan keberadaan energi yang sama. Mereka bersiap-siap untuk bertarung jika perlu. Dengan hati-hati, mereka melanjutkan perjalanan mereka dan tetap waspada terhadap ancaman yang mungkin muncul.
Tiba-tiba, mereka diserang oleh sekelompok binatang buas. Serangan itu mendatangi mereka tanpa peringatan, tetapi Li Tian dan kedua murid lainnya sudah siap. Dalam pertempuran sengit itu mereka menggunakan keterampilan bela diri mereka untuk melawan binatang-binatang itu.
Setiap gerakan mereka penuh dengan kecepatan dan kekuatan yang menghancurkan. Li Tian dengan lincah melompat ke udara, memutari binatang-binatang itu dan mengenai mereka dengan serangkaian tendangan yang menghancurkan. Xiaolin dengan pedang besinya yang tajam, menerobos ke dalam kerumunan binatang-binatang, memenggal satu per satu dengan keahlian dan ketepatan yang mempesona. Sementara Guo Ying dengan panah dan busurnya yang handal, melesatkan panah dari kejauhan mengenai sasaran dengan akurasi yang luar biasa.
Serangan binatang-binatang itu menjadi semakin liar dan ganas, tetapi Li Tian dan kedua rekannya tidak mundur. Mereka menjaga ketenangan dan keberanian mereka, menggunakan keterampilan bela diri mereka untuk melawan sepenuh tenaga. Binatang-binatang itu jatuh satu per satu tergeletak di tanah dengan darah mengalir dari tubuh mereka.
Namun, serangan binatang-binatang itu masih belum berakhir. Terdengar suara langkah kaki keras mendekat dan sekelompok binatang-binatang lebih besar dan lebih kuat muncul di kejauhan. Dalam sekejap mata, mereka sudah berada di tengah-tengah Li Tian dan dua rekannya.
"Lawan mereka dengan segala yang kita punya!" seru Li Tian, tatapannya penuh dengan tekad yang kuat.
Tanpa ragu Li Tian, Xiaolin dan Guo Ying, melompat ke dalam serangan lagi. Kali ini, mereka menggunakan gerakan yang lebih lincah dan akurat, memanfaatkan kelemahan binatang-binatang itu untuk melawan mereka. Serangan-serangan mereka cepat dan mematikan, dan satu per satu binatang-binatang itu jatuh ke tanah.
Tetapi, serangan binatang-binatang itu tidak berhenti. Mereka terus berdatangan semakin banyak dan semakin kuat. Li Tian dan kedua muridnya menghadapi tantangan dengan kegigihan yang tak kenal lelah. Meskipun mereka kelelahan dan luka-luka mereka tidak membiarkan diri mereka menyerah. Mereka terus bertempur dengan semangat yang kuat tidak mengenal kata menyerah.
Akhirnya setelah pertarungan yang panjang dan melelahkan, semua binatang-binatang itu berhasil dikalahkan. Li Tian, Xiaolin dan Guo Ying, berdiri di atas tumpukan binatang-binatang itu bernapas dengan berat dan tubuh mereka penuh dengan luka-luka, tetapi senyum kepuasan terukir di wajah mereka.
"Kita berhasil,” kata Li Tian dengan bangga. "Kita melawan dengan keberanian dan keterampilan. Kita tidak akan menyerah pada tantangan apa pun!"
__ADS_1
Bersambung.