Pewaris Pedang Naga

Pewaris Pedang Naga
Episode 09 : Perpisahan dengan roh penjaga dan ujian dari dewa naga.


__ADS_3

Akhirnya setelah bertempur dengan keras, Li Tian berhasil mengalahkan monster itu. Monster itu terjatuh dengan badan terkapar di lantai gua dan cahaya yang mempesona memancar dari tubuhnya saat makhluk itu lenyap.


Li Tian tersenyum dengan bangga dan lega. Dia telah memenuhi tugasnya dan berhasil membebaskan Roh penjaga dari segelnya. Dia kembali ke sisi Roh penjaga yang telah menantinya di luar gua.


"Terima kasih, Li Tian,” ucap Roh penjaga dengan suara yang gemetar. "Kamu adalah pejuang yang hebat dan berani. Aku berutang banyak padamu."


Li Tian mengangguk hormat. "Ini adalah janjiku padamu karena sudah mengajariku tentang kekuatan elemen. Namun, aku senang aku dapat membantumu."


Roh penjaga itu tersenyum. "Kini aku dapat kembali ke rumahku yang sebenarnya. Terima kasih lagi, Li Tian. Aku akan membantumu dengan kekuatanku sebagai tanda terima kasih."


Dalam sinar cahaya yang mempesona, Roh penjaga menghilang dan Li Tian merasakan kekuatan baru mengalir dalam dirinya.


Setelah berhasil membebaskan roh penjaga dari segelnya di hutan kematian, Li Tian akhirnya memutuskan untuk kembali menemui Sang Dewa Naga di gua hutan berkabut.


Ketika Li Tian memasuki gua hutan berkabut, dia segera merasakan kehadiran yang kokoh dari sang dewa naga. Cahaya hijau redup memancar dan memenuhi gua itu, menciptakan atmosfer mistis yang mempesona.


"Salam, Li Tian,” suara tenang Dewa Naga terdengar dari balik jalinan kabut. "Kau telah menjalankan tugas dengan baik, melepaskan roh penjaga dari segelnya di hutan kematian. Namun, perjalananmu belum berakhir."


Li Tian mengangguk hormat "Terima kasih, Dewa Naga. Saya siap menghadapi tantangan selanjutnya."


“Baiklah," kata Dewa Naga mengerti.


Dewa naga menganggukkan kepala dan tiba-tiba gua itu bergetar. Tanah gemetar dan pecahan batu-batu jatuh dari langit-langit. Dalam sekejap, gua itu berubah menjadi lanskap pegunungan yang luas dan menggairahkan.

__ADS_1


"Sambutlah ujian penguatan!” Dewa naga berkata dengan suara serius. "Kau harus mencapai puncak pegunungan ini dalam waktu 24 jam tanpa menggunakan kekuatan elemen selain kemampuan bela diri dan berpedangmu. Di puncak nanti, kau akan menemukan sekumpulan kristal energi. Tetapi waspadalah, pegunungan ini penuh dengan bahaya dan makhluk mistis yang ingin menghalangimu."


Tanpa ragu, Li Tian mulai mendaki pegunungan tanpa membuang waktu. Dia harus melewati tebing terjal melintasi jurang yang dalam dan melawan makhluk-makhluk ganas yang mencoba menggagalkan tujuannya.


Selama perjalanan, dia menghadapi serangga raksasa, hewan buas yang mematikan, dan terjebak dalam jebakan alamiah pegunungan ini.


“Kau tidak akan bisa menghentikan aku," kata Li Tian saat serangga raksasa muncul.


Dengan hati yang berdebar, Li Tian mengeluarkan pedangnya dan siap untuk melawan monster raksasa itu. Serangga raksasa dengan kekuatan yang luar biasa itu, melancarkan serangan dengan cakarnya yang tajam. Li Tian dengan lincah menghindari serangan-serangan tersebut sambil mencoba mencari celah untuk menyerang.


Saat Li Tian melihat celah yang sempit di antara cakar-cakar itu, dia dengan cepat melompat dan menusukkan pedangnya ke arah dada serangga raksasa itu. Namun, meskipun terlihat seperti pukulan fatal, serangga raksasa itu hanya terkena luka ringan. Kekuatan dan ketahanan monster itu jauh melebihi yang diharapkan Li Tian.


Tidak ingin menyerah begitu saja, Li Tian terus melawan. Dia melompat dan bergerak dengan kecepatan yang mengagumkan, menghindari setiap serangan monster itu dengan sangat terampil. Li Tian mengandalkan kecekatan dan kekuatannya yang luar biasa untuk melawan monster yang jauh lebih besar dan kuat dari dirinya.


Dengan ganas, Li Tian menusukkan pedangnya ke titik lemah itu dengan tenaga penuh. Monster itu berteriak kesakitan dan menggeliat-geliat, tetapi Li Tian tidak memberi kesempatan untuk pulih. Dia terus menyerang monster itu dengan penuh semangat dan keberanian.


Akhirnya dengan satu serangan terakhir, Li Tian berhasil menghabisi monster itu. Serangga raksasa itu roboh ke tanah, dengan tubuhnya yang besar dan menyeramkan. Li Tian telah berjuang tak kenal menyerah dan berhasil mengalahkan monster yang tampaknya tak terkalahkan itu.


Setelah melewatkan pertempuran yang melelahkan itu, Li Tian melanjutkan perjalanannya. Namun tidak lama kemudian, dia dihadapkan pada ancaman yang baru. Dia berhadapan dengan hewan buas yang lapar dan siap memburunya.


Tapi Li Tian tidak gentar. Dia menarik pedangnya sekali lagi dan bersiap untuk menghadapi tantangan baru. Dia tahu bahwa ini adalah ujian berikutnya yang harus dia lalui dalam perjalanan sulitnya menuju puncak pegunungan ini.


Dia mengeluarkan pedang dari sarungnya dan mengayunkannya dengan lihai ke arah hewan buas tersebut. Hewan buas bereaksi dengan cepat, mengelak dari serangan pedang Li Tian dengan lincahnya.

__ADS_1


Li Tian terkejut melihat kecepatan dan kecerdasan hewan buas itu. Dia harus berusaha lebih keras jika ingin mengalahkannya. Tanpa ragu, Li Tian meluncurkan serangan-serangan berturut-turut, mengikutinya dengan gerakan yang gesit dan tangkas.


Namun, hewan buas juga tidak kalah tangkasnya menghindari setiap serangan Li Tian, dengan menjulurkan cakarnya yang tajam. Pertarungan mereka pun berlangsung sengit menghasilkan suara benturan pedang yang menggema.


Setelah beberapa saat berlalu, Li Tian mulai memahami pola gerakan hewan buas tersebut. Dia menggunakan wawasannya untuk melihat celah di pertahanan hewan buas dan menyerang dengan lebih presisi. Pedangnya mulai menghantam tubuh hewan buas dengan tepat sasaran, meninggalkan luka-luka yang dalam.


Hewan buas mulai kehilangan kekuatannya seiring bertambahnya luka yang dialaminya. Namun, keganasannya tak tergoyahkan. Dalam satu serangan terakhir, hewan buas berhasil melompat dengan cepat dan menggigit lengan Li Tian dengan giginya yang kuat.


Li Tian merasa nyeri hebat merambat ke seluruh tubuhnya, tapi dia tidak menyerah. Dengan penuh tekad, dia menggunakan momentum serangan hewan buas untuk menyelipkan pedangnya ke leher hewan buas itu. Dalam sekejap darah segar mengalir keluar dan hewan buas itu roboh tak bernyawa.


Li Tian telah menggunakan keahliannya dalam pertempuran dan strategi untuk mengatasi semua rintangan yang dia hadapi selama pendakian. Dia menggunakan pedangnya untuk melawan serangga raksasa, melompat dan menghindari serangan binatang buas yang datang padanya, dan mengandalkan nalurinya yang kuat untuk menghindari jebakan alamiah.


Walau pun dia merasa lelah dan kadang-kadang terluka, Li Tian tidak menyerah. Dia tahu betapa pentingnya menyelesaikan misi ini dan melawan semua rintangan yang datang.


Saat hari semakin gelap, Li Tian akhirnya tiba di puncak pegunungan. Mengeluarkan napas panjang, dia melihat pandangan yang menakjubkan. Di depannya ada sekumpulan kristal energi berkilauan yang memancarkan kekuatan yang luar biasa.


Sang Dewa Naga muncul kembali dengan tersenyum karena Li Tian berhasil mencapai tujuan akhirnya. "Selamat, Li Tian,” kata Dewa Naga "Kau telah melewati semua rintangan dan berhasil ke puncak gunung ini."


Dewa Naga melanjutkan "Kristal energi di depanmu adalah hal terakhir yang harus kau taklukkan. Kau harus menguasai energi ini untuk menyempurnakan semua ilmu yang telah aku turunkan."


Li Tian mengangguk sambil fokus pada kristal energi. Dia memperhatikan warna-warninya yang berkilauan: biru untuk kedamaian, merah untuk keberanian, kuning untuk kebijaksanaan, hijau untuk harapan, dan ungu untuk keadilan.


Dengan hati yang tenang, Li Tian mengulurkan tangan ke arah kristal energi. Ada getaran lembut saat nyala energi berkilauan masuk ke dalamnya. Dia merasakan energi memenuhi tubuhnya, memberinya kekuatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2