
Berada di padang rumput yang luas, Li Tian berbaring dan melihat langit yang biru cerah di atasnya. Dia merenung tentang hidupnya dan mengambil napas dalam-dalam.
Seiring dengan hembusan napasnya, pikiran-pikiran yang memenuhi kepalanya mulai mereda. Li Tian mulai merasakan kedamaian yang mendalam di hatinya. Dia merasa terhubung dengan alam di sekitarnya.
Sambil menatap langit yang tak terbatas, Li Tian merasakan keajaiban alam yang mempesona di sekelilingnya. Dia menyaksikan burung-burung terbang bebas di langit dan mengamati keindahan bunga-bunga yang berkembang di atas padang rumput.
Perlahan tapi pasti, hati Li Tian dipenuhi rasa syukur. Dia menyadari betapa beruntungnya dia bisa merasakan momen ini sambil menikmati kedamaian dan keindahan alam yang luar biasa.
Tiba-tiba serangga kupu-kupu kuning melambai di depan matanya. Li Tian tertegun menyaksikan kegembiraan dan keindahan makhluk itu saat dia terbang dan berselimut di antara bunga-bunga.
Kupu-kupu itu memberikan inspirasi kepada Li Tian. Dalam hidup yang begitu sibuk dan rumit, kadang-kadang kita perlu kembali ke alam untuk menemukan kedamaian dan keindahan yang sesungguhnya. Alam dapat memberikan ketenangan jiwa dan membangkitkan kreativitas.
Li Tian kembali terdiam, merenungkan semua hal yang telah ia lalui sejak terbangun di dunia ini. Li Tian masih tidak bisa mengingat dengan jelas tentang kehidupan sebelumnya dan akhirnya, ia memutuskan untuk menemui sang naga lagi.
Saat ini, Li Tian telah tiba di hutan berkabut dan segera menuju gua naga. Li Tian berniat untuk melanjutkan latihannya di bawah bimbingan sang Naga sebelum benar-benar pergi menjelajahi dunia ini.
Saat Li Tian memasuki gua naga ia disambut oleh suara gemuruh dan hembusan angin yang kuat. Gua itu gelap dan penuh dengan uap air membuatnya sulit untuk melihat apa pun di dalamnya. Namun Li Tian tidak terganggu oleh kegelapan dan uap air karena ia telah belajar mengandalkan indera peraba dan pendengarannya yang tajam.
"Dewa Naga, saya telah datang untuk melanjutkan latihan saya,” kata Li Tian dengan tegas berusaha memperkuat suaranya untuk mengatasi kebisingan di gua itu.
"Tian akhirnya kamu datang,” jawab suara yang dalam dari dalam gua. Suara itu menggema di dinding gua menciptakan efek yang menakutkan. "Ayo berjalanlah ke sini."
Li Tian berjalan maju melewati udara lembab dan berliku-liku di dalam gua yang gelap. Setelah beberapa saat ia melihat kilau cahaya samar-samar di kejauhan yang semakin terang saat ia mendekat. Cahaya itu berasal dari tubuh besar sang Naga yang berada di tengah-tengah gua yang luas. Tubuh Naga itu memancarkan sinar hijau seolah-olah mengisi seluruh gua dengan aura misterius.
Li Tian berlutut di depan Naga menyesuaikan dirinya dengan kebesaran makhluk itu. Naga itu memiliki sisik hijau yang berkilau seperti intan dengan mata yang tajam dan cakar yang kuat. Tubuhnya panjang dan melingkar di sekitar gua menciptakan bayangan yang menakutkan.
__ADS_1
"Sang Naga tolong beri saya petunjuk dan bimbingan untuk melanjutkan latihan saya kata Li Tian dengan rendah hati. "Saya ingin meningkatkan kekuatan fisik dan mental saya sebelum saya memulai perjalanan saya menjelajahi dunia ini."
Naga itu menatap Li Tian dengan penuh perhatian, seolah-olah memahami setiap pikiran dalam benaknya. Setelah beberapa saat Naga itu berkata "Tian kekuatan memang bukan hanya tentang kekuatan fisik yang kamu miliki, tetapi juga kekuatan mental. Kamu perlu menguasai kedua aspek tersebut untuk menjadi petualang yang kuat."
Li Tian mengangguk menerima kata-kata sang Naga dengan hormat. "Saya siap belajar, Dewa Naga. Tolong beri tahu saya apa yang harus saya lakukan."
Naga itu tersenyum dan berkata "Pertama kamu perlu fokus pada meditasi. Keheningan dan ketenangan pikiran adalah kunci untuk menguasai kekuatan batinmu. Selama meditasi kamu akan belajar mengatur napas dan mengendalikan energi dalam tubuhmu."
Li Tian mengikuti instruksi sang Naga dengan seksama. Setiap hari ia menghabiskan waktu berjam-jam di dalam gua itu duduk dengan kaki bersila dan bergelung dalam meditasi yang dalam. Ia belajar untuk memusatkan pikirannya, mengendalikan pernapasannya, dan menjaga konsentrasi saat mengalami berbagai tantangan dalam meditasi.
Selama minggu-minggu itu, Li Tian merasakan perubahan yang luar biasa dalam dirinya. Ia merasa lebih tenang dan fokus memiliki kontrol yang lebih baik atas pikiran dan perasaannya. Ia juga mulai merasakan aliran energi dalam tubuhnya, seolah-olah ada kekuatan yang tersembunyi di dalamnya.
Setelah beberapa waktu, Li Tian merasa siap untuk melanjutkan latihannya dengan tingkat yang lebih tinggi. Ia memohon pada Naga untuk instruksi berikutnya.
"Nah sekarang saatnya kamu menguji kekuatan fisikmu,” kata Sang Naga. "Kamu harus melakukan latihan fisik yang intens untuk memperkuat tubuhmu dan menguasai teknik pertempuran yang tepat."
Latihan itu tidak mudah dan Li Tian merasakan rasa sakit dan kelelahan yang teramat. Tetapi, ia tidak menyerah. Ia terus melatih tubuhnya dengan tekad yang kuat mempertajam kekuatan dan keterampilannya setiap hari.
Beberapa bulan berlalu dan Li Tian telah bertransformasi menjadi seorang petarung yang tangguh dan bijaksana. Ia mampu mengendalikan kekuatan fisik dan mentalnya dengan baik, menggunakan meditasi dan teknik pertempuran sebagai satu kesatuan yang harmonis.
“Sekarang untuk menguji kemampuanmu, datanglah ke hutan kematian dan kalahkan beberapa makhluk jahat dari sana. Nanti, kau akan menemukan sesuatu yang tak terduga jika beruntung,” kata Sang Naga.
Li Tian mengangguk setuju. Dia telah menantikan momen ini sejak awal pelatihan. Hutan kematian adalah tempat yang legendaris, tempat di mana makhluk jahat dan berbahaya berkeliaran tanpa henti. Hanya yang terkuat dan paling berani yang mampu bertahan hidup di sana.
Dalam perjalanannya menuju hutan kematian, Li Tian merenung. Dia memikirkan semua pelajaran dan latihan yang dia terima dari Sang Naga. Dia menunjukkan rasa syukur yang dalam kepada guru hebatnya itu, yang telah mengajarkannya banyak hal tentang keberanian kebijaksanaan dan kekuatan sejati.
__ADS_1
Ketika Li Tian tiba di hutan kematian, dia merasakan aura kegelapan dan kejahatan yang hangat di sekitarnya. Angin berdesir melalui dedaunan berguguran, menciptakan suara seram di telinganya. Dia memproyeksikan ketenangannya ke dalam pikirannya dan mampu memblokir perasaan ketakutan yang muncul.
Langkahnya menjadi mantap saat dia melangkah lebih dalam ke dalam hutan. Dia waspada, siap untuk bertarung dengan apa pun yang mungkin menghadangnya. Berbagai makhluk mengerikan seperti harimau besar, ular beracun, dan mayat hidup muncul dari balik pohon-pohon.
“Majulah kalian!” ujar Li Tian dengan suara yang menggema di hutan yang sunyi itu. Dia menatap tajam ke arah para makhluk itu, menunjukkan ketegasan dan keberanian di matanya.
Namun, Li Tian tidak berniat untuk bertarung dengan mereka. Ia merasa bahwa ada sesuatu yang lebih besar yang sedang mengintai di dalam hutan ini. Maka dengan langkah mantap, dia terus maju meninggalkan para makhluk itu terperangah.
Semakin jauh dia masuk ke dalam hutan, semakin padat pohon-pohonnya. Cahaya matahari yang menyelusup di antara dedaunan menjadi semakin redup. Suara serangga dan kicauan burung-burung pun redup. Atmosfir yang mencekam memenuhi udara.
Akhirnya, dia mendapati dirinya berada di sebuah lembah yang tersembunyi di balik rimbunnya hutan. Di tengah lembah terdapat sebuah air terjun yang mengalir deras, menghantarkan suara gemuruh yang mengisi seluruh lembah. Li Tian terpaku sejenak, terpesona dengan keindahan alam yang ada di hadapannya.
Namun, dia tidak bisa membiarkan ketenangan alam menghalangi tujuannya. Dia yakin bahwa ada sesuatu yang perlu ia temukan di tempat ini, seperti yang dikatakan oleh Sang Naga sebelumnya.
Tanpa ragu lagi, dia mengambil napas dalam-dalam dan melangkah menuju air terjun. Dia merasakan semburan air yang menyegarkan wajahnya. Ia berjalan perlahan melalui aliran air yang datar ke pinggangnya. Semakin dekat dia mendekati air terjun, semakin kuat tekanan air yang ia rasakan.
Namun, dia terus maju. Dia berani menghadapi tantangan apa pun yang ada di depannya. Tiba-tiba di tengah tekanan air yang kuat, terdengarlah suara cepat mendekat. Li Tian berputar cepat dan melihat seekor buaya raksasa meluncur, menuju arahnya dengan mulut yang terbuka lebar.
Tidak ada waktu untuk berpikir, Li Tian segera mengeluarkan senjatanya dan meluncurkan serangan balasan. Dengan gerakan yang cepat dan presisi dia berhasil menghindari gigitan buaya dan menusuknya dengan pedangnya.
Buaya itu meraung dan terlempar jauh ke belakang, sambil terguling-guling. Li Tian mengambil kesempatan ini dan bergegas melepaskan diri dari arus air yang deras. Dia menangkap napasnya merasa lega karena berhasil melewati ujian ini.
Namun, ujian sejati belum berakhir. Saat dia berada di tengah lembah, dia melihat gumpalan asap hitam yang keluar dari dalam air terjun. Asap itu membentuk sosok misterius yang mengambang di depannya.
“Siapa kamu?!” tanya Li Tian dengan suara lantang.
__ADS_1
Sosok itu tersenyum dan berkata “Aku adalah roh penjaga lembah ini. Jika kamu ingin mendapatkan pengetahuan dan kekuatan, maka lakukan apapun yang aku suruh."
Bersambung.