
Ketika Li Tian telah berhasil mengembangkan kemampuannya menjadi Alkemis, dia masih tetap aktif menjalankan misi-misi dari Sekte Langit Biru. Li Tian menjalankan berbagai misi agar dapat sekalian mengumpulkan bahan-bahan langka untuk mengembangkan kemampuan Alkimianya lebih lanjut.
Saat ini, misi terbarunya adalah mencari "Bunga Dewa Biru”, bunga yang hanya tumbuh di daerah terpencil yang sulit dijangkau.
Li Tian telah melakukan riset mendalam tentang "Bunga Dewa Biru" dan mengetahui bahwa bunga tersebut hanya bisa ditemukan di suatu kawasan pegunungan yang terpencil di ujung utara negaranya. Lokasinya dikenal dengan julukan "Lembah Mistik" karena sering terhalang oleh awan tebal dan kabut yang membuatnya sulit dijangkau.
Dengan peta dan kompas di tangan Li Tian mulai perjalanan menuju ke Lembah Mistik. Dia melewati hutan lebat, sungai yang berliku dan jalan setapak yang menantang. Setelah berjalan selama beberapa hari, ia akhirnya mencapai bibir lembah.
Namun, tugasnya tidak akan semudah itu. Masalah muncul ketika cuaca buruk menyelimutinya dan membuat jalan semakin berbahaya. Hujan deras dan kabut yang tebal menghalangi pandangannya. Terlebih lagi, lembah ini adalah tempat tinggal berbagai binatang liar dan tanaman berduri yang berbahaya.
Li Tian berusaha keras untuk tetap melanjutkan perjalanan, tetapi ia mulai ragu apakah dia akan berhasil menemukan "Bunga Dewa Biru". Ketekunan dan tekad yang kuat adalah yang membuatnya melanjutkan.
Dalam perjalanan menuju puncak lembah, Li Tian terjebak dalam musibah. Kaki kirinya menginjak perangkap yang dipasang oleh seseorang.
“Apa ini?" kata Li Tian ketika tiba-tiba mengaktifkan formasi jebakan dan mulai dikepung makhluk-makhluk aneh.
Li Tian segera menarik pedangnya dan bersiap menghadapi makhluk-makhluk tersebut. Ia melihat bahwa mereka adalah serangga raksasa dengan tubuh yang berlapis keras dan cakar tajam.
Dalam serangan pertama, Li Tian berhasil melumpuhkan beberapa serangga tersebut dengan gerakan pedang yang cepat dan akurat. Namun, serangan-serangan berikutnya semakin sulit bagi Li Tian. Serangga-serangga tersebut bergerak dengan cepat dan saling bekerja sama dalam menyerangnya.
Li Tian harus melancarkan serangan yang lebih agresif. Ia mengeluarkan energi qi-nya dan mulai menggunakan keterampilan pedang tingkat tinggi yang dikuasainya. Serangan-serangan pedang yang kuat dan tajam, dilancarkan dengan kecepatan yang luar biasa. Serangga-serangga itu tidak bisa bertahan dan mulai jatuh satu per satu.
Namun, serangan terakhir yang dilancarkan oleh Li Tian tidak mempan. Sekali lagi serangga-serangga itu berhasil menghindar dan menyergap Li Tian dari belakang. Salah satu dari mereka berhasil menusuk kaki kirinya yang sudah terluka sebelumnya.
__ADS_1
Namun, serangan terakhir yang dilancarkan oleh Li Tian tidak mempan. Sekali lagi serangga-serangga itu berhasil menghindar dan menyergap Li Tian dari belakang. Salah satu dari mereka berhasil menusuk kaki kirinya yang sudah terluka sebelumnya.
“Sepertinya aku harus menggunakan kekuatan elemen," pikir Li Tian berusaha tetap tenang.
Li Tian mencoba berkonsentrasi dan fokus pada kekuatan elemennya. Dia mengingat pelajaran dari Roh penjaga tentang cara mengendalikan elemen.
"Dalam situasi seperti ini, aku harus menggabungkan kekuatan api dan angin menjadi elemen baru,” gumam Li Tian sambil mencoba menghubungkan energi dalam tubuhnya.
Dia mengarahkan energi itu ke kaki yang terluka dan merasakan kekuatan elemen mulai mengalir melalui tubuhnya. Seketika itu juga, kaki Li Tian terbalut oleh api yang membakar luka di kakinya.
Tentu saja serangga-serangga itu terkejut dengan perubahan mendadak ini. Mereka menghentikan serangannya sejenak, memberikan kesempatan pada Li Tian untuk menyerang balik.
Dengan cepat, Li Tian melompat ke udara menggunakan kekuatan elemennya. Dia mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang tak terlihat, melancarkan serangan mematikan. Serangga-serangga itu jatuh satu per satu tak berdaya melawan kekuatan elemen api dan angin yang membara.
Setelah pertarungan berakhir, seorang gadis bertopeng muncul dan menyapa Li Tian. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Hua Ling, penjaga alam yang bertugas menjaga kawasan itu.
Hua Ling memberitahu Li Tian bahwa "Bunga Dewa Biru" memang ada di Lembah Mistik, tetapi hanya bisa ditemukan pada waktu-waktu tertentu saat matahari terbit dan terbenam. Sifatnya yang langka dan sulit dijangkau adalah yang membuatnya disebut sebagai bunga dewa.
“Terima kasih atas informasinya, tapi apakah kamu yang sudah memasang jebakan?" tanya Li Tian.
Hua Ling tersenyum "Ya itu benar. Aku memasang jebakan tersebut untuk menguji ketekunanmu dan kehandalanmu dalam melindungi diri. Salah satu tugasku sebagai penjaga alam adalah untuk melihat apakah pendaki memiliki kualifikasi yang cukup untuk menjelajahi daerah ini."
Li Tian mengangguk mengerti. “Aku memahami tujuanmu. Aku minta maaf jika terlihat seperti serangan sebelumnya tidak mempan. Aku akan berusaha lebih keras lagi."
__ADS_1
Hua Ling memberikan senyuman tulus. “Tidak perlu minta maaf, Li Tian. Kamu menunjukkan keberanian dan ketekunan dalam menghadapi tantangan. Aku melihat potensi hebat dalam dirimu dan itu sebabnya aku memutuskan untuk menemuimu secara langsung."
Li Tian merasa terhormat mendapatkan pujian tersebut dari seorang penjaga alam. “Terima kasih, Hua Ling. Aku akan terus berlatih dan meningkatkan kemampuanku."
Hua Ling mengangguk. "Aku yakin kamu akan berhasil. Sekarang, mari kita lanjutkan perjalananmu menuju Lembah Mistik. Aku akan menjadi pemandumu dan memastikan keamananmu selama perjalanan."
Setelah mempersiapkan diri, Li Tian dan Hua Ling melanjutkan perjalanan mereka ke Lembah Mistik. Li Tian merasa gembira karena mendapatkan bantuan dan bimbingan dari seorang penjaga alam yang berpengalaman. Dia bertekad untuk melewati setiap rintangan dengan penuh keberanian dan memenuhi tujuannya untuk menemukan Bunga Dewa Biru.
Li Tian pun melanjutkan perjalanan bersama Hua Ling. Mereka berjalan melalui jalan setapak yang terjal, melintasi hutan misterius dan sungai yang mengalir tenang. Hua Ling menceritakan tentang makhluk-makhluk legenda yang tinggal di Lembah Mistik dan keajaiban alam yang tersembunyi di dalamnya.
Selama perjalanan, Li Tian belajar banyak dari Hua Ling tentang kebijaksanaan alam dan cara beradaptasi dengan lingkungan yang keras. Hua Ling juga mengajarkan teknik-teknik pertahanan dan serangan yang lebih efektif, membantu Li Tian meningkatkan kemampuannya dalam bela diri.
Akhirnya setelah berhari-hari perjalanan, mereka mencapai Lembah Mistik. Tapi sesampainya di sana, mereka melihat area itu diselimuti kabut tebal dan atmosfer yang serba misterius.
"Ketika kita masuk ke Lembah Mistik haruslah dengan hati-hati," kata peringatan Hua Ling. "Ini adalah daerah yang penuh dengan tantangan dan misteri. Kita harus waspada terhadap apapun yang mungkin ada di sini."
Li Tian mengangguk mengerti sepenuhnya akan bahaya yang mungkin mengintainya di dalam Lembah Mistik. Dengan hati-hati, mereka memasuki area yang dikaburkan di mana bunga itu berada.
Namun, semakin jauh mereka memasuki lembah, semakin terasa aura magisnya. Lingkungan sekitar berubah menjadi lebih gelap dan terdengar suara aneh yang menyusup ke telinga mereka. Serangga dan binatang hutan yang tak lazim juga muncul mengawasi setiap gerakan mereka.
Li Tian memegang pedangnya dengan erat siap, menangkis serangan apapun yang mungkin datang. Dia ingat akan pelajaran yang diberikan oleh Hua Ling dan mengandalkan kekuatan elemennya untuk melindungi dirinya.Terus berjalan tanpa ragu, Li Tian dan Hua Ling siap melewati setiap rintangan dengan hati yang teguh.
Bersambung.
__ADS_1