
Tampak seorang gadis cantik sedang bertarung dengan makhluk aneh. Nama gadis tersebut adalah Li Yan, dia menggunakan sebuah teknik bela diri yang memukau yang disebut sebagai "Angin Luar Biasa". Li Yan adalah seorang ahli bela diri di sebuah sekolah misterius yang dikenal sebagai Sekolah Seratus Angin. Dengan rambut panjangnya yang terbang bebas dan matanya yang berapi-api, dia meninggalkan jejak keanggunan dan kekuatan dalam setiap gerakan yang dia lakukan.
Dalam pertarungan ini, Li Yan menggunakan gerakan-gerakan yang lincah dan cepat, menghindari setiap serangan makhluk aneh dengan mudah. Teknik "Angin Luar Biasa" nya sangat unik, dengan memanfaatkan energi alam dan pohon-pohon di sekitarnya, dia bisa menciptakan serangan angin yang kuat untuk melumpuhkan lawan-lawannya.
Setiap pukulan dan tendangan yang diberikan oleh Li Yan memiliki kekuatan yang luar biasa. Namun, dia juga memiliki kehati-hatian yang tinggi, menghindari melukai lawannya dengan serangan-serangannya. Li Yan tidak hanya bertarung untuk dirinya sendiri, tetapi juga bertarung dengan hati nurani yang kuat, menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.
Tapi meski mempunyai kemampuan bela diri yang hebat, Li Yan bukanlah seorang gadis sombong atau angkuh. Dia adalah sosok yang sederhana, ramah, dan berjiwa pemberani. Terlahir dari keluarga sederhana, Li Yan tumbuh dengan kehidupan yang keras namun penuh kasih sayang.
Dalam setiap pertarungan, Li Yan juga selalu membawa sebuah kalung yang bertuliskan kata-kata bijak yang ditulis oleh mendiang kakeknya, dan itu sebenarnya adalah Li Tian. Kalung ini menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi Li Yan dalam menghadapi tantangan hidup. Kata-kata itu mengingatkannya untuk selalu berpegang pada nilai-nilai kebaikan dan keadilan. Li Tian senang karena Li Yan masih menyimpan kalung tersebut.
Jadi, walaupun sedang bertarung dengan makhluk aneh yang mungkin lebih kuat dan ganas darinya, Li Yan tidak pernah menyerah. Dia adalah seorang pejuang yang gigih, tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri tapi juga melindungi orang-orang yang dicintainya dan umat manusia.
Meski baru pertama kali melihatnya, Li Tian sadar bahwa gadis tersebut adalah cucunya. Sayangnya, cucunya tersebut tidak akan mengenali Li Tian yang sudah bereinkarnasi menjadi seorang pemuda bernama Xuan Tian.
Di hadapan Li Yan yang berusaha melawan makhluk aneh tersebut, Xuan Tian merasakan kekuatan dan semangat bertarung yang kuat dari neneknya. Meskipun ia tahu bahwa Li Yan tidak lagi mengenali dirinya, tetapi rasa cinta dan kasihnya terhadap cucunya tidak berkurang sedikit pun.
Xuan Tian memutuskan untuk bertarung bersama Li Yan, memberikan bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan oleh cucunya. Setiap serangan yang dilancarkan oleh makhluk aneh itu dihadang dan diserang balik dengan kemampuan bertarung Xuan Tian yang tak kalah ganasnya.
Di tengah pertarungan yang sengit, Li Yan terpesona melihat kekuatan dan keberanian yang ditunjukkan oleh pemuda ini. Ia merasakan aura yang akrab, meski tidak mampu menyimpulkan bahwa pemuda ini adalah reinkarnasinya kakeknya sendiri.
Setelah pertarungan panjang, akhirnya mereka berhasil mengalahkan makhluk aneh tersebut. Li Tian tersenyum bangga melihat bagaimana cucunya telah tumbuh menjadi pejuang yang tangguh. Namun, masih ada keraguan yang menghantuinya tentang identitas gadis itu.
__ADS_1
"Terima kasih, nenek, atas bantuanmu," kata Xuan Tian dengan tulus.
Li Yan tersenyum lembut. "Kau menyelamatkanku, Tuan. Kau adalah seorang pejuang yang luar biasa."
Xuan Tian tersenyum penuh harap. Ia masih ragu untuk mengungkapkan identitas sebenarnya.
Mereka berdua memutuskan untuk kembali ke desa terdekat dulu, memberikan waktu bagi Li Yan untuk pulih sepenuhnya. Di tengah perjalanan, Li Yan bertanya dengan ragu, "Siapa namamu, Tuan?"
Xuan Tian tersenyum, "Aku Xuan Tian, seorang pemuda yang terinspirasi oleh keberanianmu, Nona."
Li Yan tersenyum penuh harap. Ia merasakan ikatan yang begitu kuat antara mereka, meski mungkin tidak dapat menjelaskan hal itu dengan kata-kata.
“Nona, bagaimana bisa kamu terlibat situasi barusan?" tanya Xuan Tian.
Xuan Tian memandang Li Yan dengan rasa tenteram. Dia bisa melihat kekuatan yang kuat dan rasa tekad yang teguh dalam dirinya. Meskipun Li Yan tampak rapuh, Xuan Tian yakin bahwa dia akan pulih dan melanjutkan perjalanannya.
“Ke mana tujuanmu?" tanya Xuan Tian.
“Sekte Benteng Timur," jawab Li Yan singkat.
"Sekte Benteng Timur?" ucap Xuan. "Bukankah sekte tersebut dikenal karena aturan ketat yang mereka terapkan?"
__ADS_1
Li Yan mengangguk. "Ya, sekte kami memiliki aturan yang ketat dan hanya menerima para murid terbaik. Aku beruntung bisa diterima sebagai murid di sana."
Xuan Tian mengangguk mengerti. Dia dapat membayangkan betapa sulitnya menembus sekte-sekte terkenal dan diakui sebagai murid. Dia tahu bahwa Li Yan pasti memiliki bakat yang luar biasa.
"Sekarang, apakah kamu akan terus melanjutkan perjalananmu ke Sekte Benteng Timur setelah sembuh?" tanya Xuan Tian sambil memberikan tatapan penuh harap kepada Li Yan.
Li Yan terdiam sejenak sebelum menjawab. "Aku yakin akan melanjutkan perjalanan ini. Meski terjebak dalam situasi berbahaya, ini adalah mimpi dan tujuanku untuk bergabung dengan Sekte Benteng Timur. Aku tidak akan menyerah begitu saja."
Xuan Tian tersenyum bangga mendengar hal itu. Dia merasa semakin terhubung dengan Li Yan dari sudut hatinya. “Aku juga akan pergi ke Sekte Benteng Timur."
"Mari kita tetap optimis dan berjuang bersama, Nona Li Yan," kata Xuan Tian penuh semangat. "Kita akan mencapai tujuan kita dan menaklukkan berbagai rintangan yang ada di depan kita, bersama-sama."
Mereka pun segera berangkat menuju Kota Wanping di mana Sekte Benteng Timur itu berada.
Perjalanan mereka ke Kota Wanping tidaklah mudah. Mereka harus melewati hutan yang lebat dan jalan-jalan berbatu yang terjal. Namun, Xuan Tian dan Li Yan tidak pernah kehilangan semangat. Mereka saling mendukung dan memberikan motivasi satu sama lain.
Setelah beberapa hari perjalanan yang melelahkan, akhirnya mereka tiba di Kota Wanping. Kota ini terkenal dengan Sekte Benteng Timur yang memiliki sistem latihan yang sangat ketat dan kuat. Mereka mengikuti aturan yang ketat dan hanya menerima orang-orang dengan bakat dan keahlian yang luar biasa.
Xuan Tian dan Li Yan tiba di gerbang Sekte Benteng Timur dengan hati yang penuh harapan. Mereka siap untuk menunjukkan keahlian mereka dan membuktikan bahwa mereka layak bergabung dengan sektenya.
Namun, mereka tersentak ketika melihat antrian panjang orang-orang yang juga ingin bergabung dengan Sekte Benteng Timur. Antrian tersebut terdiri dari orang-orang yang kuat dan tangguh. Xuan Tian dan Li Yan merasa berada di bawah tekanan yang besar.
__ADS_1
Mereka sadar bahwa perjuangan mereka belum berakhir. Untuk mencapai tujuan mereka, mereka harus bersaing dengan orang-orang yang memiliki bakat dan keahlian yang sama, bahkan lebih baik.
Meskipun demikian, Xuan Tian dan Li Yan tidak pernah putus asa. Mereka percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, mereka akan berhasil. Mereka berusaha menjaga semangat mereka dan berlatih dengan tekun setiap hari.