
Xuan Tian telah terlahir kembali dan sekarang dia pura-pura menjadi murid biasa di sekte Benteng timur yang dia dirikan di kehidupan sebelumnya. Xuan Tian melihat banyak hal yang telah berubah ketika sekte ini sekarang diurus oleh keturunannya.
Dia melihat bahwa sekte ini telah tumbuh lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya. Ada banyak murid baru yang mendaftar untuk bergabung, dan sekte ini telah melahirkan beberapa ahli yang menonjol.
Namun, Xuan Tian juga melihat bahwa ada beberapa hal yang tidak berjalan dengan baik. Ada terlalu banyak perselisihan dan persaingan yang tidak sehat antara murid-murid sekte ini. Ada kekurangan dalam mengajarkan nilai-nilai sekte yang seharusnya dijunjung tinggi.
Xuan Tian merasa perlu memperbaiki hal-hal ini. Meskipun ia pura-pura menjadi murid biasa, sebenarnya ia adalah pendiri sekte ini. Dia memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan yang dapat membantu sekte ini berkembang dengan lebih baik.
Xuan Tian mulai secara diam-diam membantu keturunannya memperbaiki ketidakseimbangan ini. Dia memperkenalkan latihan-latihan baru yang dapat membantu murid-murid sekte ini memperoleh kekuatan secara seimbang. Dia juga memulai program untuk mengajarkan nilai-nilai seperti etika, disiplin, dan persaudaraan kepada murid-murid.
Saat ini, beberapa grup murid Sekte Benteng Timur akan bergabung dengan Sekte Langit Biru untuk menjelajahi Hutan Berkabut. Mereka ingin mencari jejak peninggalan naga kuno dan memanfaatkan aura magis yang ada di hutan tersebut untuk kultivasi.
Grup murid Sekte Benteng Timur dan Sekte Langit Biru berkumpul di pintu gerbang Hutan Berkabut yang legendaris. Mereka bersemangat untuk menjelajahi hutan mistik ini dan menemukan jejak peninggalan naga kuno.
Sebelum memasuki hutan, para murid mengenakan pakaian kultivasi yang kuat dan membawa perlengkapan seperti pedang, tongkat mantra, dan talisman yang melindungi mereka dari energi magis yang kuat. Mereka tahu bahwa petualangan ini tidak akan mudah, tetapi mereka siap menghadapinya dengan semangat dan keberanian.
Setelah melewati gerbang Hutan Berkabut, mereka segera merasakan aura magis yang mengisi udara. Sebuah keheningan mistik melingkupi hutan itu. Para murid berjalan dengan hati-hati, memperhatikan setiap suara dan jejak yang mungkin menunjukkan keberadaan peninggalan naga kuno.
Selama perjalanan mereka, beberapa murid menggunakan teknik pemetaan spiritual mereka untuk mencari tempat-tempat yang kemungkinan mengandung peninggalan naga. Mereka menyusuri lorong-lorong berkelok yang tertutup pohon-pohon raksasa dan tanaman liar yang tidak diketahui.
__ADS_1
Saat matahari naik ke puncak langit, angin mulai berhembus dan kabut semakin tebal. Suasana menjadi semakin misterius dan mencekam. Tetapi, para murid tidak mundur. Mereka terus maju dan berbagi pengetahuan serta keterampilan mereka untuk memecahkan teka-teki yang dijumpai di sepanjang perjalanan.
Beberapa hari berlalu, dan para murid masih terus menjelajahi Hutan Berkabut. Mereka menjadi semakin terpesona oleh keindahan alami dan energi magis yang terpancar di sekeliling mereka. Beberapa di antara mereka bahkan berhasil menemukan beberapa artefak magis yang terkait dengan peninggalan naga.
Setelah beberapa minggu menjelajah, para murid Sekte Benteng Timur dan Sekte Langit Biru mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang sejarah naga kuno dan memperoleh kemampuan kultivasi yang lebih kuat. Mereka mengambil waktu untuk bermeditasi dan mengabsorpsi energi magis dari hutan.
Sementara, Xuan Tian yang merupakan seorang reinkarnasi, dia mengingat saat berlatih di hutan ini bersama Naga Kuno.
“Sudah lama saya tidak mengunjungi hutan berkabut ini," gumam Xuan Tian.
Ia merasa nostalgia dengan suasana yang dulu pernah ia rasakan bersama dengan naga tersebut. Xuan Tian duduk dalam posisi meditasi dan membiarkan tubuh dan pikirannya tenggelam dalam energi magis yang memenuhi hutan ini.
Selama berlatih di hutan berkabut ini, naga kuno telah membimbing dan mengajarkan Xuan Tian banyak hal tentang kultivasi dan kekuatan magis. Dulu, mereka akan berlatih bersama di tempat ini setiap hari, menggandengkan perjalanan mereka menuju pengetahuan yang lebih dalam.
Keduanya secara bersama-sama mengeksplorasi hutan ini, menyerap energi magis yang tak terbatas dan menerapkannya dalam kultivasi mereka. Xuan Tian masih jelas teringat bagaimana perlahan-lahan ia mulai merasakan koneksi yang kuat dengan energi magis di sekitarnya dan kemampuannya meningkat dengan pesat.
Dalam meditasi, Xuan Tian merasakan kehadiran naga kuno. Meski fisiknya tak ada, hadiratnya masih dapat terasa. Dalam pikirannya, ia berbicara pada naga kuno, "Terima kasih telah membimbingku selama ini. Kamu adalah guru yang hebat dan telah membuka mataku terhadap dunia kultivasi. Aku berjanji akan terus menghormatimu dan melanjutkan perjuangan kita."
Seperti merespons pikiran Xuan Tian, hutan berkabut ini bergetar dengan kekuatan magis. Xuan Tian merasa energi di sekitarnya semakin kuat, memasuki tubuhnya dan meningkatkan kekuatannya. Ia merasakan kemampuannya bertambah dengan cepat, seolah-olah naga kuno masih melatihnya secara langsung.
__ADS_1
Saat meditasi selesai, Xuan Tian membuka matanya dan tersenyum dengan penuh kebahagiaan.
“Apa kau sudah selesai, Tian?" tanya Li Yan.
"Ya, aku sudah selesai. Meditasi kali ini sangat berbeda, aku merasakan kehadiran naga kuno dan energinya memberiku kekuatan tambahan," jawab Xuan Tian dengan senyuman.
Li Yan menyeringai, "Kamu benar-benar beruntung bisa mendapatkan bimbingan dari naga kuno. Itu membuatmu semakin kuat dalam kultivasi."
Xuan Tian mengangguk, "Aku sadar betapa beruntungnya aku bisa memiliki guru seperti naga kuno. Aku berjanji akan mempertahankan kultivasi ini dan melanjutkan perjuangan kita untuk mencapai puncak."
Li Yan mengangguk setuju, "Kamu adalah murid yang setia dan berdedikasi. Aku yakin kamu akan mencapai kesuksesan besar dalam dunia kultivasi."
Akhirnya, seluruh murid dari Sekte Langit Biru dan Sekte Benteng Timur berkumpul kembali. Mereka memutuskan untuk kembali ke sekte dan meninggalkan hutan berkabut.
Di sepanjang jalan pulang, para murid saling berbagi pengalaman dan keterampilan yang mereka pelajari selama latihan di hutan berkabut. Mereka merasa semakin dekat satu sama lain, sebagai saudara dalam kehidupan dan kultivasi.
Setibanya di Sekte Benteng Timur, mereka disambut dengan sukacita oleh para sesepuh dan murid lainnya. Mereka bercerita tentang petualangan mereka dengan antusias, menyebut Li Yan sebagai pahlawan mereka yang berhasil mengelilingi hutan berkabut dan melawan monster-monster yang ada di dalamnya.
Li Yan dengan rendah hati menolak pujian dan menekankan bahwa kesuksesan mereka adalah hasil kerja sama tim. Dia menghargai bimbingan Xuan Tian dan berbagi kredit dengan murid-murid lain yang telah mengatasi berbagai rintangan di dalam hutan berkabut.
__ADS_1
Sekte Langit Biru dan Sekte Benteng Timur merayakan kepulangan para murid dan mengadakan sebuah upacara penghargaan untuk mereka. Setiap murid diberikan penghargaan berupa hadiah buku panduan kultivasi yang berguna dan berharga.
Pada akhir upacara, Li Yan berbicara kepada semua murid yang hadir, "Ini adalah awal dari perjalanan kultivasi kita. Kita harus terus belajar, bertahan, dan tumbuh bersama. Kekuatan kita ada pada persatuan kita dan semangat kita untuk mencapai puncak kultivasi. Ayo kita tingkatkan diri kita menjadi yang terbaik!"