
"Aku adalah Shen Lin, Dewi Hutan. Selamat datang, Li Tian dan Dewa Naga. Aku telah merasakan niat baik kalian. Bagaimana aku bisa membantu kalian?" suaranya tenang dan penuh kasih.
“Mungkinkah Dewi Shen bisa mengajariku pengetahuan yang berharga atau lainnya?" tanya Li Tian.
Dengan tersenyum lembut, Dewi Shen Lin menganggukkan kepala. "Tentu saja, Li Tian. Aku dengan senang hati akan mengajari kamu tentang tanaman. Pertama-tama aku akan mengajarkanmu cara mengenali tanaman beracun dan tanaman obat. Yang pertama mari kita mulai dengan tanaman beracun."
Dewi Shen Lin membawa Li Tian ke sebidang tanah di dekatnya, yang penuh dengan berbagai jenis tanaman. Dia mengelus daunnya yang lembut dan mengarahkan pandangan Li Tian ke beberapa tanaman tertentu. “Ini adalah tanaman beracun yang umum ditemui di hutan ini. Salah satu contoh adalah Datura. Daunnya berbentuk bulat dengan tepiannya yang bergerigi. Warna bunganya bisa putih, merah atau ungu. Meskipun cantik, Datura sangat beracun dan bisa menyebabkan efek samping yang serius jika tertelan atau tak sengaja tersentuh. Oleh karena itu, selalu penting untuk menghindari menyentuh atau memakan tanaman ini."
Dewi Shen Lin kemudian membawa Li Tian ke kelompok tanaman lain. "Di sini adalah beberapa tanaman obat yang juga mudah ditemui di hutan ini. Salah satunya adalah Tanaman Aloe Vera. Daunnya berdaging dan memiliki gel yang dapat digunakan untuk merawat luka atau kulit yang terbakar. Selain itu, ada juga Chamomile tanaman dengan bunga kecil yang dapat digunakan untuk membuat teh yang menenangkan dan meredakan stres. Ini hanya beberapa contoh dan ada banyak lagi tanaman obat yang bermanfaat di sekitar kita."
Setelah memberi Li Tian gambaran umum, Dewi Shen Lin mulai mengajari teknik pengenalan tanaman dan membantu Li Tian mengidentifikasi beberapa spesies tanaman lainnya. Mereka berjalan melalui hutan dengan Dewi Shen Lin menjelaskan karakteristik yang berbeda dari masing-masing tanaman yang ditemui.
Selama beberapa jam berikutnya, Dewi Shen Lin terus memberi tahu Li Tian tentang dunia tumbuhan. Mereka menjelajahi berbagai habitat termasuk hutan rawa dan pegunungan. Dewi Shen Lin menunjukkan tempat-tempat di mana tanaman tertentu tumbuh dengan subur dan memberi tahu Li Tian tentang properti dan penggunaan mereka.
Di bawah bimbingan Dewi Shen Lin, Li Tian menjadi ahli dalam mengenali tanaman obat dan beracun. Dia belajar mengumpulkan dan mengolah ramuan herbal yang berguna untuk kesehatan manusia.
"Dewi Shen Lin, terima kasih atas semua pengajaranmu,” ujar Li Tian dengan penuh rasa syukur pada Dewi Hutan. "Aku berharap dapat menggunakan pengetahuanku ini untuk membantu orang lain."
Dewi Shen Lin tersenyum puas. "Aku bangga padamu, Li Tian. Semoga kamu terus menggunakan keahlianmu dengan bijaksana dan kebaikan hati. Jika kamu membutuhkan bantuanku di masa depan, jangan ragu untuk memanggilku. Aku akan selalu ada di sini untukmu."
__ADS_1
Setelah belajar tentang berbagai jenis tanaman pada Dewi Roh Hutan, Li Tian melanjutkan perjalanannya menjelajahi alam rahasia dan sampailah ia di sebuah gua tersembunyi. Ketika Li Tian masuk ke dalamnya, ia dihadang beberapa makhluk bayangan.
“Serangan fisik tidak akan bisa melukai mereka. Kau harus menggunakan kekuatan elemen milikmu," ujar Naga Dewa.
Li Tian menuruti kata-kata Dewa Naga dan segera berfokus untuk menghadapi makhluk-makhluk bayangan tersebut. Ia mengeluarkan energi elemen Api dari tangannya, membentuk bola api yang terang dan panas.
Satu per satu, Li Tian meluncurkan serangan bola api ke arah makhluk-makhluk bayangan. Api melalap tubuh mereka dan membuat mereka berteriak kesakitan. Namun meskipun terkena serangan api, makhluk-makhluk bayangan tidak menyerah begitu saja. Mereka pun merespon dengan serangan serupa, meluncurkan kekuatan bayangan yang gelap dan menyeramkan.
Li Tian tidak boleh menyerah. Ia mengumpulkan energi elemen Air dan mengirimkan serangan air yang kuat untuk memadamkan api yang dimiliki oleh makhluk-makhluk bayangan. Tetapi, makhluk-makhluk bayangan ini juga tangguh. Mereka melindungi diri mereka dengan membentuk perisai bayangan yang sulit dilalui oleh serangan air.
Melihat kegigihan makhluk-makhluk bayangan ini, Li Tian memutuskan untuk menggabungkan kekuatan elemen Api dan Air. Ia menghasilkan serangan elemen Steam, kombinasi antara panas dan kekuatan air. Ketika serangan ini mengenai makhluk-makhluk bayangan, mereka segera lenyap dalam uap.
Setelah melalui serangkaian pertempuran yang sengit, Li Tian akhirnya berhasil mengalahkan semua makhluk bayangan. Ia merasa lega, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya menguasai kekuatan elemen dengan baik. Kekuatan elemen adalah kunci untuk melawan setiap ancaman yang ada di sepanjang perjalanannya di alam rahasia.
Setelah masuk semakin dalam ke dalam gua, Li Tian menemukan sebuah ruangan luas. Di sana, ia kembali dihadang oleh makhluk bayangan aneh yang hanya bisa dikalahkan menggunakan kekuatan elemen.
Dengan cepat, serangan pertama Li Tian membentuk bola api di tangannya dan melemparkannya ke arah makhluk bayangan itu. Namun anehnya, bola api hanya melalap udara dan tidak mengenai targetnya. Makhluk bayangan itu terus bergerak dengan cepat menghindar dari serangan Li Tian.
Li Tian merenung sejenak, mencoba mencari solusi. Kemudian, dia mengingat sesuatu yang dia pelajari dalam pelatihan elemennya. Makhluk ini tidak bisa terkena serangan langsung dari api tapi mungkin ada jalan lain.
__ADS_1
Secepat mungkin Li Tian segera mengubah strateginya. Dia mencoba mengisi ruangan dengan asap hitam tebal. Asap tersebut mulai menyelimuti seluruh ruangan, membuat jarak pandang menjadi sangat rendah.
Sekarang, saatnya Li Tian untuk menyerang. Dengan menggunakan indera pendengarannya, dia bisa mendengar pergerakan makhluk bayangan itu meski dalam asap yang tebal. Dengan ketepatan yang luar biasa, dia melemparkan serangan-serangan api tanpa melihat secara langsung.
Setiap serangannya akurat mengenai targetnya. Makhluk bayangan itu akhirnya tidak bisa menghindar lagi. Api membakar dengan ganas pada makhluk itu, menghanguskan tubuhnya yang terbuat dari bayangan.
Akhirnya, makhluk bayangan itu melemah dan runtuh. Li Tian bernapas lega, menarik napas dengan keras. Dia akhirnya berhasil mengalahkan makhluk yang menghalangi jalan ke depannya.
Selanjutnya, Li Tian melihat sekeliling ruangan dalam gua tersebut dan mendapati sebuah kitab kuno tua di atas meja. Li Tian merasa tertarik dengan kitab kuno yang ditemukannya itu. Ia lalu duduk di depan meja tempat menemukan kitab tersebut dan dengan hati-hati membukanya.
Halaman-halaman di dalam kitab itu tampak kusam dan tulisannya terlihat sudah pudar seiring berjalannya waktu. Namun, Li Tian tetap tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya karena ia telah menemukan sesuatu yang luar biasa.
Kitab tersebut berisi tentang berbagai ramuan alami yang bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan mengobati luka. Selain itu, ada juga penjelasan tentang cara mengolah dan mencampurkan bahan-bahan tersebut untuk menciptakan obat-obatan yang efektif. Kebetulan, ini sangat sejalan dengan ilmu yang baru dia pelajari dari Dewi Shen Lin.
Li Tian membaca dengan seksama setiap halaman dalam kitab tersebut, mencatat setiap detail yang penting dan menggambarkan gambar-gambar yang sangat berguna. Ia terpesona dengan pengetahuan yang terdapat di dalam kitab itu dan tak sabar ingin mencobanya sendiri.
Dalam kitab itu, terdapat pula cerita tentang seorang alkimia legendaris yang disebut sebagai "Sang Alkimia Maha Agung". Sang Alkimia ini konon memiliki pengetahuan dan keahlian yang luar biasa dalam bidang pengobatan, bahkan mampu menciptakan ramuan-ramuan yang bisa membuat orang tetap awet muda dan bahkan, hidup abadi.
Li Tian terpesona dengan cerita ini dan bersumpah dalam hatinya bahwa ia akan mengembangkan pengetahuan dari kitab kuno itu, untuk menjadi seorang alkimia yang hebat. Ia ingin membantu orang-orang yang sakit dan menderita, serta menemukan cara untuk mewujudkan impian tak terbatas, seperti hidup abadi.
__ADS_1
Dengan semangat baru yang menyala-nyala Li Tian meninggalkan gua itu dengan membawa kitab kuno yang berharga dan berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi ahli alkimia terbaik yang pernah ada. Ia tak sabar untuk mulai mempelajari dan menguji pengetahuannya dalam upaya membantu orang lain dan mencapai impian yang begitu besar.
Bersambung.