Pewaris Pedang Naga

Pewaris Pedang Naga
Episode 26


__ADS_3

Li Tian harus benar-benar waspada. Lembah kematian bukan tempat yang ramah pada siapa pun yang memasukinya. Ia tahu bahwa di dalam hutan tersebut terdapat banyak sekali hewan liar yang berbahaya dan juga jebakan-jebakan yang mematikan.


Li Tian melangkahkan kakinya perlahan-lahan sambil memegang erat pedangnya. Dia berjalan dengan hati-hati menghindari cabang-cabang pohon yang menjulang tinggi di atas kepalanya.


Tiba-tiba, Li Tian merasa ada yang mengintip dari balik semak-semak. Dia segera menyiapkan pedangnya dan mengambil posisi siap tempur.


Namun yang keluar dari semak-semak itu bukanlah hewan buas ataupun penjahat, melainkan seorang gadis muda yang cantik. Gadis itu meminta tolong kepada Li Tian karena dia tersesat di dalam hutan.


“Bagaimana bisa kau berada di tempat berbahaya seperti ini?" tanya Li Tian.


“Ceritanya panjang," jawab gadis tersebut.


Meski sempat heran, Li Tian merasa sedikit lega karena ternyata gadis tersebut bukanlah musuh atau bahaya bagi dirinya. Dia kemudian berjanji untuk membantu gadis itu keluar dari hutan tersebut.


“Baiklah. Sepertinya aku harus mengantarmu dahulu meninggalkan hutan ini," kata Li Tian.


Mereka berdua kemudian berjalan bersama-sama melewati jebakan-jebakan dan menghadapi banyak rintangan di dalam hutan tersebut. Setelah berhasil keluar hutan, gadis itu memberi tahu Li Tian bahwa dia merupakan seorang petualang yang mencari benda-benda berharga di dunia ini. Begitulah Li Tian dan gadis tersebut berpisah dengan saling memberikan harapan. Namun, Li Tian baru ingat belum sempat menanyakan nama gadis tersebut.


“Kalau ditakdirkan untuk bertemu lagi, nanti aku akan mengetahui namanya,” gumam Li Tian.


Li Tian melanjutkan perjalanan ke Hutan Lembah kematian untuk mencari pemilik pedang langit kuno.


Setelah berjalan selama beberapa jam, Li Tian akhirnya tiba di tengah Hutan Lembah Kematian. Hutan ini dikenal sebagai salah satu tempat paling berbahaya di seluruh wilayah karena banyak makhluk jahat dan setan yang hidup di dalamnya.


Namun demikian, Li Tian tidak takut. Dia telah terlatih dengan baik dalam seni bela diri dan selalu menjadi pahlawan di wilayahnya. Dia yakin bahwa dia dapat mengatasi segala rintangan yang mungkin dihadapinya.

__ADS_1


Li Tian melanjutkan perjalanannya ke dalam hutan dan segera dia melihat beberapa makhluk mengerikan keluar dari bayang-bayang. Ada monster raksasa yang memiliki taring panjang seperti jarum dan serigala besar yang mata mereka memancarkan cahaya merah.


Namun Li Tian tidak ragu. Dia melompat ke udara dan dengan cepat menyerbu lawannya. Dia menggunakan kemampuan bela dirinya untuk menghindari serangan monster dan menyerang mereka secepat kilat. Dalam waktu singkat, Li Tian berhasil mengalahkan semua monster yang dia hadapi.


Dia pun melanjutkan perjalanan menelusuri hutan dan setelah beberapa saat, dia melihat seorang wanita bersarung pedang melintasi padang rumput.


"Wanita itu pasti pemilik Pedang Langit Kuno,” pikir Li Tian. Dia pun segera mengejarnya tapi wanita itu menghilang dengan cepat. Li Tian sangat terkejut, tetapi dia tidak ingin menyerah untuk mencarinya dan merebut pedang itu.


Setelah mengikuti jejaknya, Li Tian akhirnya bertemu dengan wanita pemilik pedang kuno itu. Keduanya pun mulai bertarung karena Li Tian menyerangnya duluan tanpa aba-aba apa pun.


Wanita tersebut mampu dengan mudah menghindari serangan Li Tian sambil meluncurkan serangan balasan. Pedang kuno miliknya menghasilkan suara yang tajam saat dia memotong udara memperlihatkan keahlian bertarungnya yang sangat hebat.


Li Tian terus menyerang dengan berbagai macam gaya dan teknik, namun tampaknya, wanita itu bisa dengan mudah menghindarinya. Li Tian merasa frustrasi dan terus mencoba untuk menyerang wanita itu tetapi tidak mendapatkan hasil yang ia inginkan.


Setelah beberapa menit bertarung yang sengit, Li Tian akhirnya menyadari bahwa dia tidak bisa mengalahkan wanita itu. Dia menghentikan serangannya dan berkata "Anda benar-benar hebat. Siapa Anda sebenarnya?"


Li Tian menyadari bahwa dia telah bertarung melawan seorang ahli pedang yang benar-benar kuat. Dia merasa terkesan dengan keahlian Mei Ling dan mulai alasan mengapa ia menyerangnya.


“Jadi tujuanmu untuk pedang ini?" tanya Ling Ling.


“Benar,” jawab Li Tian tegas.


Ling Ling menjelaskan bahwa pedang naga miliknya ia temukan dari hutan ini. Pedang tersebut tergelatak di dekat mayat seseorang yang sudah menjadi tulang-belulang.


Mendengar Li Tian ingin mengambil pedang naga miliknya, Ling Ling meminta pertukaran setimpal untuk pedangnya. Li Tian pun memberikan topeng perak miliknya dan menjelaskan kehebatan topeng tersebut.

__ADS_1


"Topeng ini tidak hanya tampak indah dengan warna peraknya yang mempesona, tetapi juga memiliki kehebatan yang luar biasa,” kata Li Tian seraya menunjukkan topeng itu kepada teman-temannya.


"Dalam pertempuran, topeng ini telah membantu saya menghindari serangan musuh dengan kecerdikan yang luar biasa. Ketika saya memakainya, saya dapat merasakan kekuatan dan perlindungan ekstra yang dibawanya."


"Topeng ini juga memiliki kemampuan untuk memperkuat stamina dan ketahanan tubuh. Saya pernah bertarung selama berjam-jam tanpa kelelahan berkat topeng ini. Bahkan serangan musuh yang biasanya dapat melukai saya, tidak mampu menembus pertahanan yang topeng ini berikan."


Li Tian lalu melanjutkan "Selain itu, topeng ini juga memiliki kemampuan menjaga identitas saya. Ketika saya memakainya orang-orang tidak akan mengenali saya sebagai Li Tian, melainkan mereka hanya akan melihat pahlawan yang memakai topeng perak."


"Namun kekuatan topeng ini juga datang dengan tanggung jawab yang besar. Saya harus menggunakan kekuatan ini untuk kebaikan dan melindungi orang-orang yang lemah dari kejahatan. Topeng ini tidak dapat digunakan untuk tujuan kejahatan atau keuntungan pribadi."


“Baiklah," ucap Ling Ling setuju menukarnya.


Ketujuh pedang naga jahat akhirnya terkumpul, Li Tian pun segera mencoba untuk menyegelnya.


Selama bertahun-tahun, Li Tian seorang ahli seni bela diri dan penjaga perdamaian di negerinya telah berusaha untuk mengumpulkan tujuh pedang naga jahat yang memiliki kekuatan luar biasa. Pedang-pedang tersebut telah tersebar di seluruh dunia dan mengancam keharmonisan yang ada.


Dalam usahanya untuk menyegel pedang-pedang tersebut, Li Tian mempelajari ilmu kuno dan mendalami kekuatan spiritual. Selama perjalanan panjangnya, ia menghadapi berbagai rintangan dan pertempuran dengan penguasa balok yang berusaha menguasai pedang-pedang tersebut.


Akhirnya setelah bertahun-tahun mencari dan melawan musuh-musuhnya, Li Tian berhasil mengumpulkan semua tujuh pedang. Dia membawa mereka ke tempat yang dianggap paling keramat di dunia Gunung Tianlong. Gunung ini dianggap sebagai tempat tersembunyi yang hanya dapat dijangkau oleh para pahlawan sejati.


Di puncak Gunung Tianlong Li Tian meletakkan pedang-pedang di sekelilingnya dalam susunan tertentu. Ia mengikuti serangkaian ritual dan mantra kuno untuk memulai proses penyegelan. Di tengah-tengah upacara energi yang kuat dan bergejolak mulai terasa di sekitar mereka.


Namun bertepatan dengan saat itu segerombolan pasukan bayangan tiba-tiba muncul dari langit dan menyerang Li Tian. Pasukan ini dipimpin oleh seorang raja iblis yang bernama Xuan Chen. Xuan Chen adalah penguasa jahat yang telah lama merencanakan untuk menguasai pedang-pedang tersebut dan menggunakan kekuatannya untuk menciptakan kekacauan di dunia.


Meskipun terkejut, Li Tian tidak goyah. Dia menerapkan semua keterampilan berkelahi dan kekuatannya untuk melawan pasukan bayangan Xuan Chen. Pertempuran itu hebat dan membara dengan energi spiritual yang memenuhi udara. Li Tian terus melawan dengan tekad yang tak tergoyahkan.

__ADS_1


Namun, Xuan Chen memiliki kekuatan yang mengerikan. Ia menggunakan sihir gelap untuk melawan Li Tian. Serangan-serangannya kuat dan mematikan sehingga Li Tian kewalahan. Xuan Chen pun berhasil kabur membawa ketujuh pedang itu. Kini Li Tian harus mengejar Xuan Chen meskipun harus mengejarnya sampai ke ujung dunia.


Bersambung.


__ADS_2