
Dengan mata tajamnya elang terus memperhatikan gerak-gerik mangsanya yang sedang berlari di lapangan rumput. Ia berkonsentrasi dan memilih saat yang tepat untuk menyerang.
Setelah beberapa saat mengintai, elang itu akhirnya memutuskan untuk menyerang. Dengan langkah mantap dan cepat ia meluncurkan dirinya dari atas langit menuju bawah menggapai mangsanya dengan cakarnya yang tajam.
Mangsanya yang merasa terkejut oleh serangan tersebut, berusaha menghindar namun elang telah mengunci targetnya dengan ketat. Tanpa ampun, elang merebahkan mangsanya ke tanah dan menaklukannya.
Melihat mangsa elang itu tidak berdaya, Li Tian menyadari di dunia mana pun selalu sama. Yang kuat menindas yang lemah.Ia merasa prihatin dengan keadaan mangsa yang tidak berdaya, tetapi pada saat yang sama, ia menyadari bahwa kehidupan alam liar tidak memedulikan tentang kasih sayang atau keadilan.
Dalam pengejarannya yang tak kenal lelah untuk menjadi lebih kuat, Li Tian sering melihat aneka jenis pertempuran di alam liar. Ia menyaksikan bagaimana predator memburu mangsanya tanpa belas kasihan, bagaimana hierarki kekuatan secara tak terhindarkan berkembang di setiap ekosistem. Ini sama halnya di dunia persilatan yang dia arungi selama ini. Jika Li Tian lemah, dia tidak akan mampu bertahan hidup.
Namun, meskipun kekerasan dan keadilan yang tidak adil terjadi di dunia ini, Li Tian tidak bisa menahan perasaan iba di dalam hatinya. Ia merasa bahwa sebagai manusia ia memiliki tanggung jawab untuk menggunakan kekuatannya untuk melindungi yang lemah.
Li Tian mengamati mangsa elang itu dengan penuh empati, menyadarinya sebagai makhluk hidup yang juga mencari kelangsungan hidupnya.
Dalam perjalanan pulang, Li Tian mulai memikirkan tentang pentingnya keadilan dan kekuatan yang bijaksana. Ia memutuskan untuk mengabdikan hidupnya untuk melindungi yang lemah dan membawa keadilan di dunia ini.
Dalam hari-hari mendatang, Li Tian bertekad untuk meningkatkan berbagai teknik bela dirinya dan memperkuat tubuhnya. Ia juga belajar tentang sistem hukum dan bagaimana membantu mereka yang miskin dan tertindas.
Saat ini, Li Tian sudah berhasil mengumpulkan tanaman-tanaman yang dia butuhkan untuk meracik pil baru. Li Tian memutuskan untuk pergi ke Serikat Alkemis untuk mendapat bahan-bahan lain yang masih kurang.
Serikat Alkemis adalah sebuah perkumpulan para ahli kimia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam meracik ramuan dan minuman bertuah.
Namun, di perjalanan Li Tian melihat seorang gadis sedang bertarung dengan beberapa orang pria tak dikenal. Li Tian mengenal gadis itu, dia adalah Qin Yu’er, sesama murid dari Sekte Langit Biru.
Li Tian berlari mendekati tempat pertarungan dan segera melibatkan dirinya dalam pertarungan. Ia menggunakan keahliannya dalam seni bela diri untuk melumpuhkan beberapa pria tak dikenal itu. Dengan gerakan yang cepat dan terampil, Li Tian mampu mengatasi lawan-lawannya dengan mudah.
Setelah pertarungan berakhir Qin Yu'er yang terengah-engah, tersenyum ketika melihat Li Tian datang untuk menyelamatkannya. "Terima kasih, Li Tian. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu,” ucap Qin Yu'er dengan suara lemah.
Li Tian meraih tangan Qin Yu'er dan tersenyum hangat. "Ini tugasku sebagai sesama murid Sekte Langit Biru untuk saling melindungi. Apakah kau baik-baik saja?"
__ADS_1
Qin Yu'er menganggukkan kepala. "Aku baik-baik saja. Terima kasih atas bantuanmu."
“Siapa mereka?" tanya Li Tian penasaran melihat beberapa orang pria yang masih tergeletak di tanah setelah dikalahkan oleh Li Tian.
“Mereka dari Sekte lain yang ingin merebut pedang pemberian penjaga kuil untukku," jawab Qin Yu’er.
“Kenapa mereka begitu ingin mendapatkan pedang itu?” tanya Li Tian sambil membantu Qin Yu'er berdiri.
Qin Yu'er menghela napas. "Pedang ini adalah artefak spiritual yang sangat berharga. Kabarnya pedang ini memiliki kekuatan yang sangat besar dan dapat meningkatkan kultivasi seseorang. Itulah sebabnya banyak sekte yang ingin menguasainya."
Li Tian bergumam sendiri. "Ini benar-benar berbahaya. Jika kekuatan pedang ini jatuh ke tangan yang salah, itu bisa menjadi bencana bagi dunia kultivasi."
Qin Yu'er mengangguk setuju. "Karena itu, aku berterima kasih atas bantuanmu. Tanpa bantuanmu aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada pedang ini."
Li Tian tersenyum lembut. "Jangan khawatir, aku akan selalu ada di sampingmu melindungimu."
Li Tian dan Qin Yu'er saling berpandangan, tahu bahwa ini baru awal dari tantangan yang mereka hadapi untuk menjaga pedang ini tetap aman. Namun, mereka siap menghadapinya bersama-sama sebagai mitra dan pelindung satu sama lain.
Kemudian, Li Tian mengajak Qin Yu’er untuk ikut bersamanya mengunjungi Serikat Alkemis.
Setiba di sana, setelah memperkenalkan Qin Yu'er kepada beberapa anggota Serikat Alkemis, Li Tian membawa Qin Yu'er ke ruang kerjanya di Serikat Alkemis. Ruang itu penuh dengan alat-alat dan bahan-bahan alkimia yang berwarna-warni, menjadikannya tempat yang menarik dan penuh keajaiban.
Li Tian menawarkan Qin Yu'er minuman yang dia sediakan di meja kerjanya. Qin Yu'er dengan sopan menerima minuman tersebut dan duduk di kursi yang tersedia. Dalam keadaan yang nyaman, mereka mulai berbicara.
"Qin Yu'er kamu pasti penasaran mengapa aku membawamu ke Serikat Alkemis. Aku ingin mengajakmu bergabung dengan kami,” kata Li Tian dengan penuh semangat.
Qin Yu'er memandang Li Tian dengan bingung. "Tapi aku bukan ahli alkimia, bagaimana aku bisa bergabung dengan Serikat Alkemis?"
Li Tian tersenyum menghibur. "Tidak apa-apa! Serikat Alkemis memberikan pelatihan yang komprehensif bagi setiap anggotanya. Kamu akan belajar dari para ahli dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuanmu."
__ADS_1
Qin Yu'er berpikir sejenak. Dia merasa terhormat karena ditawari kesempatan bergabung dengan Serikat Alkemis, tetapi dia juga merasa ragu dengan keterampilannya dalam alkimia. Namun ketika dia melihat raut wajah bersemangat Li Tian, dia merasa tertarik untuk melihat apa yang bisa dia pelajari dan capai di Serikat Alkemis.
"Baiklah aku tertarik dengan tawaranmu,” ucap Qin Yu'er akhirnya. "Tapi, aku harap kamu bisa membantu mengejar ketertinggalanku dalam alkimia dan membimbingku dalam perjalanan ini."
Li Tian tersenyum puas. "Tentu saja, Qin Yu'er! Aku akan menjadi mentormu dan membantu kamu mencapai potensimu dalam alkimia. Bersama-sama kita akan menciptakan keajaiban!"
Dengan keputusan itu, mereka berdua menggelar rencana untuk memulai pelatihan Qin Yu'er di Serikat Alkemis. Mereka akan mulai dari dasar-dasar dan diharapkan Qin Yu'er bisa menguasai alkimia dengan baik.
“Baiklah, Qin Yu'er, saya akan menunjukan dulu bagaimana cara meracik pil yang bagus untuk membantu kultivasi," kata Li Tian.
Li Tian mengambil beberapa bahan alami seperti tumbuhan herbal dan mineral dari meja kerjanya. Dia menjelaskan satu per satu bahan-bahan tersebut kepada Qin Yu'er.
"Pertama-tama, kita perlu beberapa tumbuhan herbal yang bisa membantu meningkatkan energi dan vitalitas qi dalam tubuh,” kata Li Tian sambil menunjuk kepada tumbuhan herbal yang telah ia siapkan.
Qin Yu'er melihat bahan-bahan tersebut dengan seksama. Beberapa namanya akrab baginya karena ia pernah menggunakan beberapa tumbuhan herbal dalam praktik pengobatan yang ia pelajari. Namun, ada juga beberapa bahan yang masih asing baginya dan membuatnya merasa penasaran.
Li Tian kemudian membuka beberapa botol berisi mineral seperti serbuk dan extract yang memiliki energi spiritual yang tinggi. "Ini adalah bahan tambahan yang akan memperkuat dan mempercepat proses kultivasimu,” jelasnya kepada Qin Yu'er. "Saya mendapatkan mereka dari sumber alami yang kaya akan energi spiritual."
Qin Yu'er melihat dengan antusiasme bahan-bahan tersebut. "Terlihat begitu kompleks,” ujarnya. "Apakah ada aturan khusus dalam meracik pil ini?"
"Ya, tentu saja,” jawab Li Tian. "Ketika meracik pil ada beberapa langkah penting yang harus diikuti dengan hati-hati. Pertama, kita harus membersihkan dan membersihkan bahan-bahan satu per satu. Kemudian, harus ada proporsi yang tepat dalam mencampurkan bahan-bahan tersebut. Setelah itu, kita akan memulai proses pemadatan dan pengeringan pil. Dan yang terakhir, pastikan pil yang telah selesai tidak terkontaminasi oleh udara luar."
Qin Yu'er mendengarkan dengan seksama dan mencatat setiap langkah yang dijelaskan oleh Li Tian. "Seperti itulah proses meracik pil untuk latihan kultivasi," kata Li Tian. "Ini akan membantu meningkatkan kemampuan kultivasimu dengan cepat dan efektif."
Qin Yu'er tertarik untuk mencoba meracik pil sendiri setelah melihat keseriusan dan pengetahuan mendalam Li Tian dalam hal ini. "Terima kasih atas penjelasannya,” katanya dengan penuh semangat. "Saya akan mencoba meracik pil ini dengan hati-hati dan teliti."
Li Tian tersenyum puas. "Hebat! Jangan lupa untuk belajar dan berlatih dengan tekun dalam kultivasimu. Saya yakin kamu akan mencapai kemajuan yang luar biasa."
Bersambung.
__ADS_1