Pewaris Pedang Naga

Pewaris Pedang Naga
Episode 22 : Aliansi Sekte.


__ADS_3

Li Tian mendekat dengan perlahan matanya menatap tajam ke arah Bao Feng yang terkapar di tanah. "Bukankah kau bilang aku tidak akan pernah bisa mengalahkanmu?" tanya Li Tian dengan nada mengejek.


Bao Feng menghela napas dengan susah payah, terengah-engah karena cedera yang dialaminya. Dengan giginya yang tergigit ia membalas "Kau... kau hanya... memiliki keberuntungan sementara..."


Li Tian tersenyum sinis. "Keberuntungan? Apa yang kau bicarakan? Aku telah melewati latihan yang keras selama bertahun-tahun untuk mencapai tingkat kekuatan ini. Sekarang siapa yang tidak memiliki keberuntungan?"


Bao Feng mencoba untuk bangkit, tetapi tangannya yang lemah tidak mampu mendukung tubuhnya. Darah mengalir dari hidungnya yang patah tetapi ia tidak menunjukkan rasa sakit. Ia hanya menatap Li Tian dengan tatapan yang penuh kebencian.


"Tian jangan anggap kemenanganmu kali ini sebagai sesuatu yang pasti. Aku akan kembali dan mengalahkanmu nanti ucap Bao Feng dengan suara gemetar.


Li Tian tertawa terbahak-bahak. "Oh apakah begitu? Kau pikir aku akan memberimu kesempatan kedua? Mimpi yang bagus Bao Feng. Aku tidak akan memberimu kesempatan untuk bangkit lagi."


Dengan gerakan yang lincah Li Tian mengacungkan pedangnya dan menancapkannya tepat di dekat telinga Bao Feng. "Terimalah kekalahanmu dengan baik, Bao Feng. Jangan berharap ada lagi pertarungan antara kita."


Setelah Bao Feng, pemimpin pasukan Sekte Iblis kalah oleh Li Tian, pasukan yang tersisa memilih mundur dan melarikan diri. Kemudian, para sesepuh dari semua sekte yang datang dalam pertemuan besar itu mulai mendiskusikan tentang masalah ini.


“Kita tidak boleh membiarkan Sekte Iblis mendapatkan Artefak Kekuatan Absolut,” kata seorang sesepuh dari Sekte Pedang Surgawi yang duduk di tengah ruangan.


“Saya setuju sahut sesepuh dari Sekte Hasrat Naga. “Artefak tersebut sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah.”


Sesepuh dari sekte-sekte lain mulai menganggukkan kepala, mereka setuju. Mereka semua menyadari betapa pentingnya Artefak Kekuatan Absolut itu dan bahaya jika jatuh ke tangan Sekte Iblis.


“Tapi bagaimana kita bisa menghentikan mereka?” tanya seorang sesepuh dari Sekte Hati Suci. “Sekte Iblis memiliki pasukan yang kuat sulit untuk melawannya.”


Sesepuh dari Sekte Matahari Terbit mengangkat tangannya, menandakan bahwa dia memiliki saran. “Menurut saya kita harus membentuk aliansi. Menyatukan kekuatan kita semua untuk melawan Sekte Iblis.”


Semua sesepuh terlihat berpikir tentang saran itu. Mereka menyadari bahwa untuk melawan Sekte Iblis mereka membutuhkan kekuatan yang lebih besar.

__ADS_1


“Saya setuju dengan saran tersebut," kata seorang sesepuh dari Sekte Surga Abadi. “Kita harus saling bahu-membahu melawan ancaman ini.”


Sesepuh dari Sekte Pedang Surgawi menganggukkan kepala. “Kita akan membutuhkan strategi yang baik. Akan sulit melawan Sekte Iblis jika kita tidak bersatu dan terorganisir dengan baik.”


Setelah mendiskusikan rencana lanjutan para sesepuh sepakat untuk membentuk aliansi dan menyusun strategi melawan Sekte Iblis. Mereka mengirim utusan-utusan mereka ke sekte masing-masing untuk mengumpulkan pasukan dan merencanakan serangan.


Li Tian sendiri memutuskan untuk kembali ke Sekte Langit Biru mengenai masalah ini. Namun, orang-orang di Sekte Langit Biru sangat terkejut mendengar kabar bahwa Li Tian berhasil mengalahkan Bao Feng dari Sekte Iblis.


Kabar tentang kemenangan Li Tian melawan Bao Feng segera menyebar ke seluruh Sekte Langit Biru, dan para murid serta tetua sekte, tidak bisa menyembunyikan rasa kagum dan kekagumannya. Bagaimanapun Bao Feng merupakan salah satu murid terbaik Sekte Iblis yang memiliki reputasi yang kuat.


Li Tian menerima sambutan yang penuh kejutan dan penghargaan ketika ia kembali ke Sekte Langit Biru. Dia disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan oleh rekan-rekannya, serta para tetua sekte yang menunggunya di pintu sekte.


Saat ini Sekte Langit Biru tengah berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Mereka juga menerima ancaman dan penyerangan dari Sekte Iblis. Kekuatan Sekte Iblis jauh lebih besar daripada Sekte Langit Biru dan belum ada seorang pun yang pernah mengalahkan orang dari Sekte Iblis sebelumnya.


Keberhasilan Li Tian menjatuhkan Bao Feng memberikan harapan baru bagi Sekte Langit Biru. Orang-orang mulai melihat potensi dan kekuatan yang dimiliki Li Tian untuk melawan Sekte Iblis. Mereka berharap bahwa dengan kepulangannya, Li Tian dapat membantu Sekte Langit Biru membalas kejahatan yang telah dilakukan oleh Sekte Iblis.


Dia menemui para tetua Sekte Langit Biru untuk membahas rencana dan tindakan selanjutnya. Mereka semua setuju bahwa perlu ada persiapan dan strategi yang matang sebelum melawan Sekte Iblis. Sekte Langit Biru harus mengumpulkan lebih banyak informasi mengenai Sekte Iblis dan memperkuat kekuatan mereka sendiri sebelum melancarkan serangan balasan.


Li Tian tahu bahwa ia harus menghadapi banyak rintangan dan bahaya dalam perjalanan ini, tetapi dia mantap untuk melangkah maju. Keberhasilannya melawan Bao Feng memberikan kepercayaan diri dan semangat baru baginya.


Dalam beberapa minggu berikutnya, Li Tian dan para tetua Sekte Langit Biru bekerja keras untuk mengumpulkan informasi dan melatih murid-murid sekte agar semakin kuat. Mereka juga mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi Sekte Iblis.


Saat semuanya siap, Li Tian dan para murid Sekte Langit Biru yang terbaik bergerak maju dengan keberanian dan tekad yang membara. Mereka siap untuk melawan Sekte Iblis dan membela kehormatan Sekte Langit Biru. Mereka pun segera bergabung dengan aliansi yang baru dibentuk untuk melawan Sekte Iblis.


Aliansi berkumpul di luar gerbang kekuatan Sekte Iblis. Mereka memiliki strategi yang matang untuk menyerang dan mengalahkan sekte yang jahat tersebut. Li Tian memimpin pasukan Sekte Langit Biru dengan kepemimpinan yang kuat dan bijaksana.


Aliansi menyerang gerbang dengan amarah dan keberanian yang membara. Mereka menerobos pertahanan Sekte Iblis dan memasuki wilayah mereka. Pertempuran pun mulai terjadi di dalam sekali gerbang tersebut.

__ADS_1


Para murid dari Sekte Langit Biru menunjukkan keahlian mereka yang luar biasa. Setiap gerakan mereka memiliki tujuan yang jelas dan menghancurkan musuh dengan kecepatan yang mengejutkan. Mereka bekerja sama dengan pasukan aliansi lainnya dengan perpaduan yang sempurna.


Tidak lama kemudian, Sekte Iblis mengirimkan pasukan elit mereka untuk melawan Sekte Langit Biru. Namun setiap serangan mereka ditahan dengan cepat oleh Li Tian dan para murid yang terlatih dengan baik. Mereka menggunakan kekuatan dan keterampilan mereka dengan bijak menghancurkan pasukan elit Sekte Iblis satu per satu.


Melihat kekalahan mereka yang tak terelakkan, pemimpin Sekte Iblis memutuskan untuk melarikan diri. Namun, Li Tian dengan cepat mengejar dan menangkapnya. Dia ingin membawa pemimpin Sekte Iblis didepan orang banyak untuk diadili.


Jangan lari!" ujar Li Tian.


"Dengan kekuatanmu yang jahat, kamu telah menyebabkan banyak penderitaan dan kehancuran di sekitar kita,” kata Li Tian dengan suara tegas. "Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu."


Pemimpin Sekte Iblis itu hanya bisa menunduk dalam kekalutan. Dia mengerti bahwa tidak ada tempat untuk melarikan diri lagi. Kejahatannya yang terang-terangan telah terbongkar di depan semua orang yang hadir.


Siswa-siswa dari Sekte Pedang Suci dan warga desa sekeliling berkumpul untuk menyaksikan pengadilan ini. Mereka semua ingin melihat pemimpin Sekte Iblis mendapatkan hukuman yang setimpal.


Li Tian membawa pemimpin Sekte Iblis ke lingkungan Sekte Pedang Suci, di mana terdapat tempat khusus untuk mengadili kasus-kasus besar seperti ini. Di dalam ruangan itu Dewa Keadilan, seorang guru senior di Sekte Pedang Suci menunggu mereka.


Dewa Keadilan memiliki reputasi yang luar biasa dalam keadilan dan kebijaksanaan. Dia dihormati oleh banyak sekolah bela diri di seluruh daratan ini. Li Tian merasa lega bahwa guru senior ini akan memimpin kasus ini dengan adil dan bijaksana.


Saat persidangan dimulai, Li Tian dan pemimpin Sekte Iblis duduk berhadapan di hadapan Dewa Keadilan. Dewa Keadilan dengan cermat mendengarkan argumen dari kedua belah pihak dan mempertimbangkan bukti-bukti yang ada. Dia menanyakan pertanyaan dan mencari kebenaran supaya hukuman yang dijatuhkan adil.


Setelah mempertimbangkan semuanya dengan hati-hati, Dewa Keadilan akhirnya mengumumkan keputusannya. "Pemimpin Sekte Iblis atas tindakan jahatmu yang tak terampuni aku menghukummu dengan keras. Kamu akan diasingkan seumur hidup di Pulau Terlarang."


Pulau Terlarang adalah tempat yang tersembunyi dan terisolasi di lautan luas. Hanya mereka yang menjalani hukuman berat seperti ini yang dikirim ke sana. Tidak ada yang bisa kabur dari pulau itu dan tinggal di sana, berarti kehilangan segala kebebasan dan hak istimewa.


Dalam pengadilan tersebut, kepemimpinan dan kejahatan Sekte Iblis diungkapkan kepada semua orang. Mereka sudah melakukan banyak kejahatan dan menyebabkan kehancuran bagi banyak orang. Mereka juga berencana untuk mendapatkan Artefak Kekuatan Absolut untuk mengamflipikasi kekuatan mereka.


Setelah kekalahan Sekte Iblis, Sekte Langit Biru dan kekuatan aliansi lainnya bekerja sama untuk membersihkan dan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh sekte jahat tersebut. Mereka memulihkan kedamaian dan keamanan di wilayah tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2