Please... Jangan Pergi

Please... Jangan Pergi
kelompok Bougenville


__ADS_3

Pukul 5 pagi Jeni sudah bangun dan segera mandi, karena pagi ini pukul 6 tepat ia harus sudah berada di kampus. Ia mempersiapkan semua perlengkapan ospek pagi ini dari atribut dan seragam hitam putih semua sudah ia siapkan.


Jam yang melekat di tangan kirinya menunjukkan pukul 5.30 namun Jeni sudah siap ia mengenakan rok span dibawah lutut kemeja putih dengan hiasan mirip seperti dasi di dadanya.


" Wah..... putri papah sudah seperti seorang sekretaris kantor besar...." ucap pa Marsel saat keluar dari kamar dan menyaksikan putrinya yang sedang mengoleskan selai pada roti untuk sarapan.


" Bagaimana pah.... apa cocok Jeni pakai pakaian begini....?" tanya Jeni ragu.


"Ya... cocok lah.... kamu cantik malahan." puji pa Marsel tulus.


"Baiklah pah Jeni berangkat ya.... takut terlambat... mohon maaf yah Jeni tidak sempat mengantar mamah sama papah pulang..." sesal Jeni.


"Tidak apa sayang kami tau.... ya sudah sana berangkat.... nanti kamu terlambat.!" ucap pa Marsel.


Jeni berpamitan dan tidak lupa mencium pipi kanan papahnya.


**


Sesampainya Jeni di kampus sudah banyak peserta ospek yang lain, yang juga takut jika hari pertama orientasi mereka terlambat.


Jeni mengeluarkan handphone nya dan menekan tombol memanggil.


" Hallo......" ucap Stella yang sudah ada di sebelahnya.


" ya ampun .... Aku baru saja mau menelpon kamu..." ucap Jeni dengan senyuman.


" kenapa.... kamu takut ya jikalau teman kamu yang cantik ini terlambat ......" ucap Stella dengan logat sombongnya.


"Ya iya lah.... aku takut... Anita mana ....?" ucap Jeni sambil mencari.


"Aku disini......!"sahut Anita yang sudah berada di belakang Jeni.


"huh..... syukurlah kalian ada disini.... !" ucap Jeni.


" Kalau kami ini berdua pasti selalu ontime apa lagi bisa lihat cowok ganteng di kampus..... kalau terlambat itu hal yang Mus ta pa..... !" ucap Stella.


"mustahil Stella.......!!" jawab Jeni membenarkan.


" oh ..... sudah ganti ya..... " jawab Stella dengan di barengi senyum.


" Memang dari Sononya sudah begitu upil sapiiii......" jawab Anita kesal.

__ADS_1


"hahahaha...... upil sapi.... sebesar gue... terus sapinya Segede ape ye..... " ucap Stella yang ikut tertawa bersama Jeni.


"Perhatian....... semua peserta ospek harap menuju ruangan karena kegiatan kita akan segera di mulai.!" teriak seorang wanita cantik yang sepertinya dia seorang senior dengan sebuah nametag yang menggantung di lehernya.


Jeni, Stella dan Anita segera bergegas menuju ruangan yang dimaksud.


Acara pembukaan dibuka dengan hikmat, dan tidak ketinggalan persembahan dari berbagai organisasi yang ada di kampus tersebut. Jeni mengikuti dengan seksama dan penuh perhatian.


Setalah sekitar 2jam di dalam ruangan mereka di ajak keluar lapangan. semua peserta ospek di bagi beberapa kelompok. Jeni, Anita dan Stella bukan di kelompok yang sama. Jadi mereka berpisah dan tidak bisa bersama seperti sebelumnya.


Jeni mendapat kelompok bunga Bougenville dan selama ospek mereka mendapatkan tugas harus memakai pakaian warna pink.


anggota Bougenville berjumlah 7 orang 3 perempuan dan 4 laki-laki. karena tidak ada yang mau menjadi ketua maka Jeni lah yang ditunjuk sebagai Ketua.


Sebagai Ketua Jeni lebih menonjol dan ia pun sangat aktif baik bertanya dan mengeluarkan pendapat. Karena itu dalam sekejap Jeni terkenal di kalangan seniornya.


"kerja bagus ketua Bougenville.. beri tepuk tangan meriah untuk Jeniffer....!" ucap pemandu acara saat Jeni tampil kedepan untuk menjelaskan materi yang ditugaskan untuk kelompoknya.


Jeni hanya tersenyum dan turun dari panggung.


"Cantik-cantik ya mahasiswi tahun ini... " bisik Antonio kepada Redho.


" maksud kamu Jeni kan...!" ucap Redho.


"kamu jangan macam-macam ya... jangan sampai karena ada junior yang kamu suka menjadikan ospek tahun ini jadi ajang perpeloncoan.. aku tidak mau jika sampai itu terjadi." tegas Redho.


"Iya... iya ketua... tidak akan terjadi itu.... cuman aku ingin melihat Jeni tampil sekali lagi .... ya... please.....!" rengek Antonio seperti anak kecil yang mencoba meminta mainan kepada orang tua nya.


"tampil sekali lagi.....!" Redho mengingat jadwal yang sudah ia susun. "sepertinya sudah tidak ada lagi. kecuali .....!"


"kecuali apa....?" tanya Antonio bersemangat.


"Kecuali saat persembahan terakhir setiap kelompok.... karena setahu ku itu semua anggota terlibat." jawab Redho.


" kenapa tidak ketuanya saja....?" jawab Antonio.


"Yah nanti lah di lihat.... bagaimna kondisinya.... sudah kamu selesaikan tugas kamu jangan hanya cari perhatian saja disini..." ucap Redho mengusir Antonio dari hadapannya, sebenarnya Redho juga berharap bisa melihat Jeni tampil lagi. namun ia tidak mau mengakuinya di depan Antonio.


**


Jeni yang kelelahan menghempaskan tubuhnya di bangku panjang disana. di ikuti Anggota Bougenville yang lain.

__ADS_1


" Setelah ini apa lagi ketua....?" tanya Romi salah satu anggota Bougenville.


" untuk hari ini tidak ada besok baru ada persembahan terakhir dari setiap kelompok." ucap Jeni sambil memperhatikan jadwal ospek yang di berikan.


" Jadi kita buat apa....?" tanya Sesa.


" menurut kalian apa yang bagus kita tampilkan...?" tanya Jeni memberikan kesempatan kepada rekannya.


" Aku ikut ketua saja lah... karena aku tidak bisa apa-apa!" jawab Tomi


"Aku juga... ngikut aja lah... karena di kampung aku tidak pernah ikut macam kontes begini...." sahut Asep yang kental dengan logat jawanya.


"bagaimna dengan kamu Yunita...?... apa ada ide....?" tanya Jeni.


" Ya .. menurutku kita tampilkan apa yang kita kuasai saja....!" jawab Yunita santai.


" hah..... aku ada ide...." jawab Asep bersemangat.


"Apa itu ..." yang lain menjawab dengan antusias.


" Dari ucapan Yunita aku dapet ide yang bagus... jadi... kita ini to kan ada bertujuh.... jadi kita bagi tugas saja yang sesuai dengan keahliannya." jelas Asep dengan tidak ketinggalan logat jawanya.


"Maksudnya bagaimna itu...? " tanya Tomi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maksud Asep kita tampil sesuai dengan yang kita bisa contoh kamu bisa menyanyi.. ya di tampilkan nanti nyanyian itu. terus ada yang bagian sound, alat musik, dance dan lainnya lah..." jelas Jeni.


"Nah.... betul ... sekali yang di katakan ketua ini.. memang tidak salah kita pilih dia ..!" ucap Asep dengan mengacungkan jempol kepada Jeni.


"ohhhh........." semuanya membulatkan mulut mereka.


"jadi bagaimana....?" tanya Asep.


"Aku bagian menyanyi karena biar jelek begini suara ku cukup bagus kok." ucap Romi.


"Bagus 5 jempol untuk kamu Romi...!" jawab Asep.


"kok 5 ?" sahut Sesa.


" Ya iya lah aku punya 4 jempol dan jempol satunya tersembunyi heee...." sahut Asep sambil tertawa dan di ikuti rekan yang lain.


Setelah semua di atur bagian untuk tampil mereka menyepakati akan menampilkan sebuah lagu DJ yang akan di mainkan Andre dan Tomi. Romi dan dua teman perempuan nya menyanyi dan Asep bagian mengatur semua perlengkapan. Sedang Jeni yang akan tampil di depan dengan dancenya.

__ADS_1


**


Tibalah saat kelompok Bougenville yang di panggil untuk menampilkan sebuah persembahan


__ADS_2