Please... Jangan Pergi

Please... Jangan Pergi
lelaki tampan itu pacarku


__ADS_3

Jeni beranjak dari tempat duduknya dan segera membuka pintu. Dan begitu terkejutnya Jeni mengetahui siapa yang mengetuk pintu.


" Hay cerobohku...." ucap Hendrik saat di bukakan pintu.


" Kamu..... kok bisa tau rumahku...? " tanya Jeni kaget.


"Apa kamu lupa malam saat kamu di lecehkan oleh pemabuk di pinggir jalan, bukankah aku yang mengantarmu...!" jawab Hendrik.


"Oh...."


"Apa aku tidak boleh masuk....?" tanya Hendrik memecahkan keheningan antara keduanya.


" oh... maaf... silahkan masuk..." Jeni mempersilahkan Hendrik masuk.


"Maaf ya... kontrakan ku begini adanya... tapi cukup nyaman kok..." ucap Jeni sambil tersenyum.


"kenapa kamu tidak in the kos saja.. lagian kan lebih irit..?"


"Tidak ah.... kalau ngontrak sendiri itu lebih enak. lagian kalau orang tua ku mau berkunjung dan menginap kan lebih mudah juga." jelas Jeni.


"oh.... memang berapa satu bulannya disini ?" tanya Hendrik. tidak seperti sebelumnya Hendrik kali ini lebih tertarik dengan kehidupan Jeni.


"Tidak tau..... tumben kamu peduli.... ?" Ucap Jeni yang bingung dengan sikap Hendrik saat ini.


"Apa tidak boleh aku bertanya sesuatu tentang pacarku sendiri.!" jawab Hendrik santai.


"Apaaa ....... paaa.... hah.... kau gila ya... kapan pacaran nya... apa kamu sakit... atau kepala kamu kebentur waktu kesini tadi..?" ucap Jeni


" Dah lah... aku haus.. " Hendrik berdiri dari sofa dan menuju dapur, ia menuju kulkas dan meminum air mineral kemasan langsung dari botolnya.


Jeni yang masih tidak mengerti maksud ucapan Hendrik segera menyusul Hendrik dan merampas botol minuman yang ada di tangannya.


"Maksudnya kamu apa....?"


"Aku suka sama cerobohku ini dan kamu juga suka kan sama kera hutanmu ini...?" tanya Hendrik meletakkan kedua tangannya di bahu Jeni.


"A.apa yang kamu maksud ini... ?" Jeni tergagap.


"Dengar aku baik-baik... karena aku tidak akan mengulangi nya.. "


"hemm"


"Aku suka sama kamu sejak pertama kali bertemu di lobby hotel. Dan pertemuan berikutnya meskipun suatu kebetulan tapi aku percaya bahwa kamu memang orang yang Tuhan kirimkan untukku. walau kamu orang yang ceroboh dan bersikap seenaknya saja. Tapi aku menyukai semua tentang mu. Dan aku juga yakin kamu juga suka padaku."


"Hah.... kamu tau dari mana kalau aku juga suka sama kamu...?" jeni memalingkan muka untuk menutupi rasa bahagia yang ia rasakan.


Hendrik menarik kedua bahu Jeni agar wajahnya bisa lebih dekat dengan Jeni.


"Apa kamu yakin tidak suka dengan lelaki tampan di depan kamu ini...?"


Jeni melepaskan pegangan tangan Hendrik pada bahunya dan menunju sofa.


" Pede sekali kamu.... " jawab Jeni se netral mungkin agar tidak nampak ia juga sedang berbunga-bunga.

__ADS_1


" Baiklah... kalau kehadiran ku di sini memang tidak di harapkan... aku permisi saja... maaf sudah mengganggu waktu istirahat kamu. ah... dan juga terimakasih atas minuman nya...." Hendrik beranjak dari depan kulkas dan meninggalkan Jeni yang masih mematung.


" Permisi..." ucap Hendrik sambil tersenyum dan meninggalkan rumah Jeni.


sekitar 5 menit Jeni mematung di sana seperti tidak percaya atas yang ia lakukan. lelaki tampan yang selalu ia rindukan pergi setelah mengucapkan kata cinta padanya. Dan dengan kebodohan nya ia membiarkannya pergi begitu saja.


Jeni segera lari keluar dan saat sampai di teras rumahnya ia mencari berharap mobil Hendrik masih terparkir di sana. namun ia tidak mendapatinya.


"Bodoh..... bodoohhhhhhh..... Jeni kamu bodoh... mengapa kamu tidak menahannya..." teriak Jeni.


Ia yang semula berdiri bersimpuh dengan lutut turun ketanah.


"Hendrik..... .... kembali..... Aku juga suka padamu..... tapi aku terlalu bodoh untuk mengakui semua nya..." lirih Jeni ia memegang kedua lututnya yang bertumpu di tanah sambil kepalanya menunduk. Hal itu membuat rambut Jeni turun dan menutup wajahnya.


"Aku belum pergi kok cerobohku...."


mendengar itu Jeni langsung berdiri dan mencari asal suara tersebut.


Rupanya Hendrik tidak pergi. Ia bersembunyi di samping kontrakan milik Jeni.dan mobilnya ia parkir sengaja jauh dari sana.


"huhuhu..... kamu jahat......" tangis Jeni pecah.


"Sudah jangan menangis.. aku tau kamu juga suka padaku.. makanya aku menunggumu.. dan aku bertekad akan menunggu sampai kapanpun..." ucap Hendrik sambil memeluk erat tubuh Jeni.


"kamu jahat.... " Jeni yang masih kesal memukul pelan dada bidang Hendrik.


"Tapi kamu suka kan.....?" ucap Hendrik


Jeni tidak menjawab hanya memeluk kembali Hendrik dengan erat.


Dengan cara yang tidak biasa Jeni dan Hendrik resmi menjadi pacar. namun karena mereka bukan dari kampus yang sama maka waktu libur merekapun berbeda. Jadi waktu untuk mereka bertemu hanya saat sebelum dan setelah selesai kuliah.


Jeni pagi itu pendapat jadwal pagi untuk mata kuliah sosiologi jadi pukul 7 pagi sudah berada di kampus. saat Hendrik mau menjemput Jeni sudah tiba di kampus.


" tidak apa-apa Hend.... nanti saja pas pulang.. " ucap Jeni di telpon.


"baiklah Jam berapa selesai nanti sekalian makan siang. ajak Stella dan Anita.." ucap Hendrik.


"Oke... nanti di kabari jika sudah selesai.." jawab Jeni.


Jeni menutup telponnya dan menunggu rekan lainnya datang. semuanya mengikuti perkuliahan dengan baik walau ada beberapa siswa yang asyik bercanda dengan lainnya.


"Bagaimana ....? ada yang di tanyakan tentang materi hari ini...?" tanya dosen sebelum mengakhiri perkuliahan.


"Tidak ada paaaa......!" jawab semua mahasiswa serentak.


Beliau hanya tersenyum dan memberikan beberapa lembar kertas kepada Jeni.


" Oke... karena kelas kita belum punya ketua kelas. bagaimana untuk sementara waktu Jeniffer yang akan menjadi ketua kelas...????" tanya dosen.


"setujuuuuuu......" semua kompak karena kepemimpinan Jeni tidak diragukan.


"baik... karena semua setuju... bagaimna Jeniffer...?"

__ADS_1


" Iya pa... karena teman yang lain setuju saya bersedia .." jawab Jeni sambil tersenyum.


"baik Jeni ... nanti setelah ini temui Rena dia asesten saya... tanyakan tugas kelompok untuk Minggu depan." beliau memberikan informasi tentang Rena serta no kontak agar lebih memudahkan untuk berkoordinasi.


**


selesai perkuliahan Jeni menemui Rena sesuai instruksi dosen.


Rena adalah wanita yang cantik namun kecantikan yang ia punya di tutupi dengan selalu mengunakan topi dan kacamata baca. tubuhnya yang langsing ia tutupi dengan mengunakan baju yang agak kebesaran.


" Hay ... kamu Jeni ya .." sapa Rena


" Iya... saya Jeni ...salam kenal." ucap Jeni mengulurkan tangannya dan di sambut Rena


sekitar setengah jam mereka membahas tugas dari dosen, setelah selesai mereka membahas hal lain seperti kesan pertama di kampus. Namun saat Jeni bercerita mata Rena teralihkan akan sesuatu. melihat itu Jeni pun bertanya.


" Ada apa Rena..... kamu sakit....?" ucap Jeni.


" Tidak.... "


"Terus....?"


" Jeni... coba lihat... baru kali ini aku lihat lelaki tampan seperti itu... tinggi badan kulit putih bersih dadanya bidang ... Redho tidak apa-apa di bandingkan dia... ini betul ciptaan Tuhan yang sempurna." puji Rena tanpa berhenti.


Jeni yang mendengar itu melihat ke arah yang di tunjukkan Rena. namun ia hanya tersenyum.


lelaki yang di puji Rena semakin mendekati mereka berdua, membuat Rena membetulkan posisi duduknya agar terlihat anggun.


"Jeni dia kesini... aku harus apa....?" ucap Rena.


" Ya biasa sajalah Rena.... Santai.... " Jeni mencoba menenangkan teman barunya.


" Hay.... ceroboh ku... lama nunggunya...? " tanya Hendrik.


"tidak kok... kenalkan ini Rena teman baruku.. Rena kenalkan ini Hendrik.."


"Loh.... jadi kalian saling kenal ya..." ucap Rena .


" iya ... salam kenal Rena .." ucap Hendrik mengulurkan tangannya dan di sambut Rena amat sangat bahagia.


" lelaki tampan ini pacarku Rena.. dia kuliah bagian kesehatan masyarakat. jadi tidak satu kampus sama kita..." jelas Jeni.


"Oh.... gitu... maaf ya Jeni aku tidak tau kalau ini pacar kamu... " ucap Rena merasa tidak enak karena terang-terangan memuji pacar temannya.


"Tidak apa-apa... santai saja... "


'bodohnya aku.... tapi paling tidak aku tau siapa namanya..' gumam Rena dalam hati.


"ok Rena kami jalan lebih dulu ya... terimakasih untuk hari ini.. sampai jumpa lagi." ucap Jeni .


" oh iya... sama sama.." ucap Rena


Hendrik hanya tersenyum kearah Rena yang membuat Rena salah tingkah.

__ADS_1


"Hendrik tersenyum padaku..... ku yakin dia akan bisa ku rayu..." bisik Rena pada diri sendiri


__ADS_2