
Riuh tepuk tangan penonton yang sudah tidak sabar menanti penampilan dari kelompok Bougenville.
DJ sudah mulai memainkan musik.
Gemuruh suara sudah terdengar karena musik yang diputar adalah musik yang sangat di kenal oleh semua orang.
"They say oh my God I see the way you shine
Take your hand, my dear, and place them both in mine
You know you stopped me dead while I was passing by
And now I beg to see you dance just one more time" suara Romi mengalun merdu.
"waw .... Dj monkey... " teriak sebagian mereka.
sementara Romi dan temannya menyanyikan lagu Jeni yang berdiri di depan mulai meliuk liukkan badannya mengikuti irama yang DJ mainkan. selain Jeni jago bermain basket ia juga jago dance dan tak heran semua mata terpana melihat gerakan demi gerakan yang Jeni tampilan tak kurang dari seorang penari profesional.
"Ooh I see you, see you, see you every time
And oh my I, I, I like your style
You, you make me, make me, make me wanna cry
And now I beg to see you dance just one more time
So they say
Dance for me, dance for me, dance for me, oh, oh, oh
They say move for me, move for me, move for me, ay, ay, ay
And when you're done I'll make you do it all again
I said oh my God I see you walking by
Take my hands, my dear, and look me in my eyes
Just like a monkey I've been dancing my whole life
But you just beg to see me dance just one more time
Ooh I see you, see you, see you every time
And oh my I, I like your style
You, you make me, make me, make me wanna cry
And now I beg to see you dance just one more time" Romi terus menyanyi dan menghidupkan suasana di dalam ruangan itu.
"Semua...." teriak Romi.
__ADS_1
"So they say
Dance for me, dance for me, dance for me, oh, oh, oh
They say move for me, move for me, move for me, ay, ay, ay
And when you're done I'll make you do it all again
They say
Dance for me, dance for me, dance for me, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh
They say move for me, move for me, move for me, ay, ay, ay
And when you're done I'll make you do it all again
Ooh
Woah-oh, woah-oh, oh
Ooh
Ah ah, ah" semua ikut bernyanyi dengan di komando Romi.
"They say
Dance for me, dance for me, dance for me, oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh
They say move for me, move for me, move for me, ay, ay, ay
And when you're done I'll make you do it all again
All again" Romi mengakhiri lagunya dan dance Jeni pun berakhir pula. semua setepuk tangan tanda mereka semua terhibur atas penampilan kelompok Bougenville.
Jeni dan rekannya memberikan salam Dengan gerakan menunduk secara bersamaan. dan turun dari panggung.
Saat meninggalkan panggung mereka masih mendengar pemanduan acara memuji penampilan mereka.
" luar biasa ketua. dan suara Romi... hebattt... " ucap Yunita memuji.
" siapa dulu... Romi......." ucap Romi bangga.
Setelah mereka tampil kelompok Bougenville kembali ketempat duduknya masing-masing dan menikmati persembahan dari kelompok lainnya.
**
"Wow.... sekian detik aku tadi sempat lupa berkedip melihat Jeni yang seolah menari hanya untukku." ucap Antonio.
" Apa.... menari untukmu.. halu nya kamu sepertinya tidak tertolong ya... " Redho mendengar ucapan temannya hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi memang benar.... Tuhan menciptakan manusia Sesempurna Jeni. wajah cantik, kulit putih, tinggi macam Miss Indonesia, pintar jaipongan lagi..." ucap Antonio sambil menerawang melihat kelangit-langit kantin.
__ADS_1
Redho yang sedang menikmati makanannya langsung meletakkan sendok dan memukul kepala Antonio pelan." bukan jaipon itu kecoa.. tapi dance... tau kamu dance....?"
" heee.... salah dikit Napa... " sahut Antonio sambil tersenyum.
"Sudah lah....habiskan saja makananmu sebentar lagi kita penutupan... jangan banyak berhayal yang ada makanan kamu kejatuhan kotoran cicak." sahut Redho, sebetulnya ia sedikit kesal karena Antonio memuji Jeni. bukan tanpa alasan, karena diam-diam Redho juga menyukai Jeni sejak awal ospek.
**
Jeni sedang duduk sambil memijat kakinya yang pegal karena lama berdiri mengantri mengambil makanan.
"Kamu kenapa Jeni.... kamu sakit...?" tanya seseorang yang suaranya cukup familiar.
" Tidak apa-apa cuma pegal saja.." jawab Jeni tanpa menoleh.
"hah..... ka Redho......" suara ribut mahasiswi di sebelah Jeni menarik perhatiannya tanpa peduli siapa yang menyapanya.
"kak Redho mana....?" Jeni mencari dan mendapati Redho sudah ada duduk di depannya. "oh... kakak... sejak kapan kakak di sini..?" tanya Jeni kaget saat melihat sudah ada di depannya. sontak membuat Jeni langsung berdiri dan di tahan oleh Redho.
"Tidak usah formal begitu.. biasa saja duduk bilang kakimu pegal." jawab Redho sambil menahan lengan Jeni yang hendak berdiri.
"Maaf kak... saya tidak melihat kakak tadi..." jawab Jeni sambil tertunduk malu.
"He.. tidak apa-apa santai saja.." jawab Redho sambil tersenyum.
" Ya ampun ka.. jangan tersenyum begitu jantungku hampir copot loe kan..." ucap Jeni. yang membuat Redho semakin sumringah.
" ach.... kamu bisa saja.... apa boleh aku temani kamu makan..?" tanya Redho.
"Tentu boleh ka.." jawab Jeni berbinar.
Jeni dan Redho menikmati makan siang mereka bersama walau sebenarnya Redho sudah makan bersama Antonio. Tetap saja ia juga makan karena ia tidak mau melewatkan kesempatan bisa bicara dengan Jeni.
Sisi lain ada sepasang mata yang menatap kesal kearah Jeni dan Redho. ia adalah Sandra rekan satu tingkat dengan Redho. Ia sebenarnya sudah lama menyukai Redho namun Redho hanya menganggap Sandra sebagai teman saja.
Melihat keakraban Jeni dan Redho membuat hati Sandra terbakar.
"Awas kamu ya.... perempuan sundal..." ucap Sandra sambil menggenggam erat kepalan tangannya.
**
Selesai penutup kegiatan ospek Jeni mencari temannya yang satu server yakni Stella dan Anita. Ia berkeliling taman sambil mencoba menghubungi nomor telepon mereka, namun tiba-tiba.
bruk...
seseorang menabrak Jeni dengan kasar.
"Aduh..... " Jeni pun jatuh kebelakang.
"Uppsss.... maaf aku tidak lihat kalau ada si bintang kampus..." ucap wanita yang menabraknya.
"Kak Sandra..... apa maksud kakak....?" tanya Jeni sambil mencoba bangkit dari tempatnya.
__ADS_1