
Jeni bersiap untuk pulang kerumah Noni. ia merapikan pakaiannya dan milik pa Marsel. sekitar setengah jam pa Marsel datang.
" pah..... apa ada lagi yang mau di siapin..... ?" tanya Jeni.
" sepertinya tidak ada.. seharusnya papa yang tanya apa keperluan kamu sudah lengkap biar nanti kita pulang bawa pakaian kamu saja lagi....!"
" hehe..... iya pah.... maaf... Jeni cek lagi yah... " Jeni terkekeh dan segera memeriksa semua keperluan yang pa Marsel siapkan untuknya.
"dasar anak gadis papah ini...." pa Marsel geleng-geleng kepala.
" pah.... ada yang kurang ini pah..." jerit Jeni.
" apa yang kurang ...?" tanya pa Marsel dan segera menghampiri Jeni.
" yang kurang uang sakunya Jeni pah...." jawab Jeni dengan tertawa.
" oh..... dasar sontoloyo....... kamu ngerjain papah yah...." pa Marsel menjitak kepala Jeni.
" aduhhh.... sakit...." ringis Jeni.
__ADS_1
begitulah Jeni dan papah nya memang sangat dekat karena cuma papah yang mengerti dengan semua keinginan Jeni dan hafal dengan sifat Jeni. jadi jika di tanya Jeni memilik siapa yang paling di sayangi ia memilih papah bukan berarti ia tidak menyayangi mamahnya namun papah lebih dekat dihatinya. karena cinta pertama seorang gadis adalah papahnya.
**
mereka meninggalkan penginapan dan menuju kontrakan Jeni. sebuah rumah semi permanen berukuran 4x 6 meter.memiliki halaman yang cukup luas, di tanami beberpa Bungan dan pohon rindang. teras depan terdapat beberpa pot bunga yang tertata dengan rapi, ada sepasang kursi dan meja tamu yang berada di luar.
pa Marsel menemui pemilik kontrakan. ia membicarakan soal sewa dan sebagainya. Jeni menurunkan semua barang untuk semua keperluannya di rumah itu. sengaja ia tidak in the kos bersama dengan yang lain karena menurut pa Marsel itu hanya akan menggangu anaknya dan jika keluarga ingin berkunjung akan sangat merepotkan.
pa Marsel membayar sewa kontrakan tersebut untuk satu tahun kedepan agar Jeni tidak akan khawatir soal pembayaran kedepannya.
Jeni melihat-lihat isi kontrakan tersebut semuanya rapi tampak pengyewa sebelumnya adalah orang yang cukup rapi. dalam sekejap ia sudah menyukai tempat yang akan menjadi tempat tinggalnya nanti.
" iya pah..... Jeni suka.... jauh dari jalan raya dan juga dekat dengan kampus Jeni nanti... " jelas Jeni.
" syukurlah kalau kamu suka.... "
mereka pamit dengan pemilik kontrakan dan mengatakan Minggu depan akan kembali kesini karena perkuliahan Jeni akan di mulai.
**
__ADS_1
pa Marsel dan Jeni meninggalkan kota tersebut dengan kecepatan sedang. di perjalan Jeni banyak mendapat wejangan dari papahnya agar ia tidak mengunakan barang-barang yang terlarang, merokok, tatto dan harus selektif memilih teman. karena pa Marsel menaruh harapan besar pada Jeni. Jeni mencerna semua ucapan papahnya dan berjanji akan menuruti semua yang diperintahkan pa Marsel untuknya. walaupun ia pernah melanggar aturan yang pa Marsel buat sejak lama.
' maafkan Jeni pah... semua itu tak akan terulang ' batin Jeni.
sore hari Jeni dan pa Marsel Sampai dirumah Noni. mereka di sambut dengan gembira, mereka mengatakan kalau Minggu depan sudah mulai kuliah. mendengar itu Noni sangat berbahagia.
" bi Darmi malam ini tidak usah masak kita sekeluarga akan makan diluar merayakan Jeni yang sudah di terima di perkuliahan. " ucap Noni pada ART di rumahnya.
" iya Noni.. " sahut bi Darmi. Bu Darmi sudah bekerja di rumah Noni sejak pa Marsel kecil jadi dua sangat faham sekali dengan sifat semua anggota keluarga disana.
" bi Darmi juga ikut juga katakan pa Joko untuk menyiapkan satu buah mobil lagi." ucap Noni. Noni memiliki 2 mobil keluarga, satu di beli dengan uang Noni sendiri dari pensiunan dari oppah almarhum suami Noni sebagai tentara perbatasan. dan mobil satunya dari semua uang yang anak-anak nya Noni kasihkan untuknya. Noni mengatakan pada anaknya untuk tidak memberinya uang namun karena mereka bersikeras maka uang yang anaknya kasih ia kumpulkan sehingga mampu membeli mobil keluarga lagi.
mereka semua menikmati makan malam sambil bercengkrama Jeni memeriksa setiap wajah anggota keluarganya. ia melihat kegembiraan yang nanti akan hilang kalau sampai ia melakukan kesalahan.
semua berbahagia atas diterima Jeni di kampus barunya. malam itu Noni tidak henti-hentinya tertawa bahagia begitu juga anggota keluarga lainnya.
" Noni bangga sekali pada Jeni.... jadilah orang yang akan mengembalikan perusahaan papah ya sayang..." ucap Noni.
Jeni hanya tersenyum. sungguh itu merupakan tanggung jawab yang besar untuknya. namun ia akan berusaha. Jeni... kamu bisa Jeni... lirih Jeni.
__ADS_1