
**
semua anggota keluarga mengantarkan Jeni. tak lupa mereka mengucapkan selamat jalan serta doa restu agar Jeni sukses. Jeni berpamitan dan dengan diantar pa Marsel dan Bu Nety mereka meninggalkan rumah Noni.
" jaga diri kamu baik-baik ya Jeni. Noni percaya sama kamu..." ucap Noni saat mobil yang di kendarai menjauh.
" ada apa kok depan rumah Noni rame sekali...?" tanya Doni.
" iya kok rame yuk kesana....." Andika yang sering memperhatikan rumah Noni sejak keluarga Jeni pindah juga ikut penasaran.
" permisi Noni kok rame - rame diluar ada apa...? " tanya Andika sopan.
" oh nak Dika..... tidak ada apa-apa cuma tadi habis mengantarkan Jeni yang akan berkuliah di kota." jelas Noni.
" kok bisa bukannya Jeni baru pindah...?" tanya Andika penasaran.
" lah.... memangnya kenapa kalau baru pindah kan disna sudah mulai kuliah.... apa jangan-jangan kamu....." Noni menunjuk Andika dengan sambil tersenyum.
"Ah...... Noni tau saja...!" jawab Andika malu.
" Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu suka sama cucu Noni...." jawab Noni
" hee... " Andika hanya tersenyum malu. Andika cukup akrab dengan keluarga Noni. selain Andika adalah anak yang baik dan sopan ia juga suka membantu keluarga tersebut.
" Ayo.... masuk ke dalam kita ngobrol." ajak Noni masuk kedalam .
**
lama berkendara akhirnya mereka sampai di kontrakan Jeni. Ia segera mempersiapkan diri untuk menuju kampus karena siang ini ia akan mendaftar ulang di kampus tersebut.
Jeni mengenakan kemeja kotak warna biru kombinasi hitam dan putih. lengannya di lipat sampai siku. Dipadukan dengan celana jeans warna gelap. rambutnya dibiarkan terurai. Hanya sebuah jepit dengan ornamen mutiara yang menghiasi pelipis atas kanannya.
Jeni berpamitan berangkat di lepas orang tua nya. karena jaraknya kampus dengan kontrakan hanya sekitar 1km., Jeni berjalan kaki menuju kampusnya. Terik matahari terasa menusuk kulit. Jeni mengangkat map yang Ia bawa untuk melindungi kepalanya.
Ia mempercepat langkahnya namun karena tidak hati-hati sepatu high heels tersandung dan hampir terjatuh. belum sempat Jeni menyentuh tanah sepasang tangan sudah menangkap pinggang ramping Jeni.
" maaf..... terimakasih sudah......" Jeni tertegun beberapa detik melihat wajah tampan yang berada beberapa Senti dari wajahnya.
Lelaki itu juga menatap lekat mata indah Jeni. Jeni tersadarkan dan segera berdiri dengan kakinya.
__ADS_1
" kamu......" ucap Jeni setelah sadar.
" Dasar perempuan.... kalau tidak bisa pakai high heels tidak usah sok pakai..... " sahut lelaki itu sambil melengos pergi.
"Apa kamu bilang.... !" jerit Jeni merapikan kemejanya yang tersingkap.
" Sudah teledor budeg lagi....cik ..cik...cikkk.... " ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
" Kamu ya..... dasar kera hutan.... sini kamu... " Jeni mengumpat kasar mengatai lelaki yang sudah menolongnya.
Namun tidak ada tanggapan darinya malah ia pergi begitu saja.
Dengan rasa kesal Jeni kembali melanjutkan langkahnya, untuk menuju kampus.
" kenapa hari pertama masukku di rusak oleh kera hutan itu.... tapi seperti ia bukan satu kampus denganku .." ucap Jeni, yang memperhatikan almamater yang lelaki tadi pakai.
**
Jeni menuju ruang administrasi dan segera mendaftar ulang agar ia tau no urut absensi juga ruangan untuknya.
setelah mendapat semua info yang di perlukan Jeni menuju ruang kelasnya. Belum satupun Mahasiswa yang hadir, Jeni memilih tempat duduk yang menurutnya cocok untuknya.
Tidak lama satu persatu mahasiswa datang dan memenuhi ruangan. seorang gadis seumuran dengan nya datang menghampiri.
" Kamu juga cantik.... perkenalkan namaku Jeniffer Chalisa.. kalau kamu..?"
"Terimakasih..... " gadis itu sambil memegang kedua pipi dengan kedua telapak tangannya. " Namaku Stella. salam kenal..!" ucapnya sambil menjabat tangan Jeni.
Saat mereka asyik bercerita senior masuk keruangan.
"Selamat siang mahasiswa mahasiswi semua.... selamat datang di kampus STIA.... kalian adalah orang-orang hebat yang bisa di terima disini." sapa seorang laki-laki yang cukup dewasa. menggunakan setelan jas almamater kampus .
" selamat siang ka....." jawab semua serentak.
"perkenalkan nama saya Redho... lengkapnya Redho Setiawan." jawabnya memperkenalkan diri.
"Adik -adik mahasiswa mahasiswi hari ini saya tidak akan bicara panjang lebar karena hari ini cuma memberitahukan bahwa besok kita akan mulai melakukan Ospek apa itu Ospek itu adalah orentasi studi pengenalan Kampus. yang mana. Kalian akan di kenalkan dengan semua kegiatan yang ada di kampus ini." jelas Redho.
Semua Mahasiswa mahasiswi mendengarkan penjelasan Redho dengan seksama. tak lupa Redho juga menjelaskan semua keperluan untuk ospek.
__ADS_1
Setelah selesai pengarahan Redho menutup pertemuan itu dan berjanji akan bertemu lagi besok pagi di ruangan yang sama.
"Duh .... ka Redho ganteng banget...... aku mau DECH kalau jadi pacarnya. jadi selingkuhan nya saja aku rela... " ucap Stella.
"Hush...... kamu jangan sembarang kalau ngomong.... nanti dia mendengarkan..." ucap Jeni.
" Biarkan saja ia tahu..... kakkkkk Redho....... aku...." Anita langsung membekap mulut Stella dengan tangan untuk menghentikan teriakannya.
Jeni hanya tersenyum melihat kelakuan dua teman barunya itu.
"Sudah kalian jangan bercanda begitu.... yuk kita pulang saja kita juga harus menyiapkan untuk keperluan kita besok ." Jen menengahi pertengkaran keduanya.
"Jeni kamu punya pacar tidak ....?" tanya Stella
Jeni menggeleng.
"kok bisa ... secantik kamu tidak punya pacar....?" Anita menimpali.
"Apa sudah putus.... bagus lah .. jadi kita semua jomblo dan .... berita baiknya di sini kita akan mencari cowok yang ganteng, tajir dan pintar .. bagaimana... setuju setuju.....!" ucap Stella kepada Anita dan Jeni.
"Setuju......." jawab Jeni dan Anita bersamaan.
Mereka meninggalkan kampus dan pergi ke toko serba ada untuk membeli keperluan ospek besok.
pukul 5 sore Jeni baru kembali ke kontrakan. Disana pa Marat dan Bu Nety menunggu Jeni.
" Jeni..... pulang... mah... pah.... " panggil Jeni ketika membuka pintu.....
"selamat........ " teriak pa Marsel dan Bu Nety dari dalam ruang tamu sudah di hiasi dengan balon dan bunga. Bu Nety memegang kue dua tingkat yang di selimuti coklat kesukaan Jeni. pa Marsel memegang karangan Bunga yang terbuat dari uang lembaran 100 ribu dan 50 ribu.
"Selamat menjadi mahasiswi ya sayang..." ucap Bu Nety sambil mencium kening putrinya.
"Terimakasih mah..!" Jeni memeluk mamahnya.
" selamat ya sayang.. kuliah dan bersenang-senanglah disini tapi tetaplah dalam koridor... " ucapan pa Marsel sambil menyerahkan karangan bunga yang ia pegang sambil memeluk juga putri nya .
Jeni terharu walau cuma mereka bertiga tapi perayaan itu sangat berarti baginya. Jeni meneteskan air mata. " terimakasih pah mah.... maafkan Jeni yang belum bisa memberikan apapun untuk mamah dan papah...." ucap Jeni berkaca.
"Tidak apa sayang... yang penting kamu sekolah saja yang betul tidak usah fikirkan hal lainnya." ucap pa Marsel.
__ADS_1
"sekolah..... sekarang Jeni bukan sekolah lagi tapi kuliah..." jawab Jeni mengklarifikasi.
"Iya..... anak mamah yang sudah kuliah...." sahut Bu Nety sambil mencubit hidung putri kesayangannya.